BAB 20 : Bukan Salahku!

Anne bangun dari tidurnya setelah pagi hari menyapa. Melihat bagiamana James tidur lelap dia jadi tidak tega membangunkannya, apa lagi dia ingat benar kalau James kembali ke rumah pukul empat pagi. Tadinya Anne ingin pergi ke luar untuk membeli sarapan, tapi saat dia melihat ponsel dia melihat pesan yang dikirimkan dari mertuanya, dia mengabari bahwa mereka akan datang berkunjung hari ini. Dengan segera Anne bangkit dan bersiap tanpa membangunkan James.

Masalah kemarin, Anne benar-benar sudah berpikir matang-matang setelah memukul wajah James. Memang benar James mencintai kakaknya dan itu adalah fakta, tapi fakta yang paling penting adalah dia dan James sudah menikah, sedangkan kakaknya juga sudah menjadi istri dari pria lain. Apapun yang akan di sesalkan tetap saja tidak bisa mengubah kenyataan. Anne sudah bertekad untuk menjalankan perannya sebagai seorang istri dengan baik, dia akan mencoba sekuat tenaga agar bisa mengubah perasaan James untuk mencintainya dan perlahan membuatnya melupakan rasa cinta yang ia miliki untuk Angel.

Anne menatap James sebentar, lalu dia menggeleng dengan cepat. Sungguh ucapan James kala itu membuatnya sangat sakit, tapi kalau fokus dengan rasa sakit itu dia benar-benar tidak akan bisa hidup dengan tenang. Sudahlah, lakukan yang tebaik, yakin saja semua akan baik-baik saja, apa yang memang ditakdirkan untuk menjadi miliknya pasti akan bertahan untuknya, batin Anne di dalam hati.

Karena ini adalah kunjungan pertama mertuanya ke tempat dimana Anne dan James tinggal, sebisa mungkin Anne memberikan yang terbaik. Dia membeli beberapa kue dari toko roti yang tak jauh dari apartemennya, dia juga memesan makanan yang dia minta untuk di antar ke apartemennya sekitar dua jam dari dia menelpon, tepatnya sebelum mertuanya datang.

" Panas, aku jadi pusing. " Keluh Anne sembari memegangi kepalnya yang terasa pusing bila terkena sinar matahari terlalu lama. Padahal ini baru jam sembilan, tapi teriknya sinar matahari benar-benar seperti sudah pukul sebelas siang.

" Anne? Istrinya James kan? "

Anne menoleh ke arah sumber suara, hah! Pria itu rupanya sudah berada di dekatnya.

" Kau? " Anne mengeryit karena lupa nama pria yang belum lama berkenalan dengannya.

" Don, aku yang mengantarkan James pulang subuh tadi. "

" Oh, begitu. Ada apa kesini? "

" Aku tidak kesini, tapi aku memang tinggal disini. " Jawabnya.

" Oh. "

" Apa kau kelelahan? Biar aku bantu membawa bawaan mu! " Don tak menunggu jawaban dari Anne dan langsung mengambil belanjaan Anne.

" Eh, tunggu! "

" Tidak apa-apa, aku juga sekalian mau masuk kok. "

Anne terdiam dan mengikuti saja langkah kaki Don, dia langsung menekan tombol di lantai Anne tinggal bersama James begitu masuk ke dalam lift.

" Kau tinggal di lantai berapa? " Tanya Anne.

" Satu lantai di atas tempat tinggal mu. "

" Oh. "

Begitu sampai di sana, Don meletakan barang belanjaan Anne, lalu pamit pergi untuk menuju tempat tinggalnya.

" Untung saja ada Don, aku tadi benar-benar hampir pingsan. " Ucap Anne sembari menyeka keringat di dahinya. Meskipun Dokter mengatakan jika tubuh Anne bisa beraktifitas normal, tapi tetap saja dia tidak boleh terlalu lelah, juga menjauhkan diri dari hal yang bahaya, serta rajin memeriksakan kesehatan. Hari ini seharusnya dia pergi ke Dokter, tapi karena mertuanya datang dia jadi memilih untuk mengundur hingga besok.

Sesampainya di rumah, rupanya James masih belum bangun. Segera dia membereskan rumah, tapi itu dia lakukan setelah memakan roti dengan selai blueberry yang ia beli di toko tadi, tak lupa juga vitamin hariannya yang tak boleh telat. Dengan hati-hati Anne mengelap meja, juga bagian lain agar mertuanya nyaman berada di sana.

Tak lama makanan yang di pesan oleh Anne sudah sampai, jadi dengan segera juga Anne memindahkan ke dalam wadah yah sudah dia siapkan. Benar saja, baru beberapa menit Anne selesai dengan semua urusannya, akhirnya kedua orang tua James sampai di sana.

" Selamat datang, Ayah dan Ibu mertua? "

Mereka sempat terdiam sebentar, Anne jelas bisa melihat itu, dan juga wajah mereka sangat tidak biasa seperti ada yang mengganjal di hati mereka.

" Ayah, Ibu, ayo masuk! " Anne dengan ramah menyambut kedatangan mereka, laku meminta mereka untuk duduk di sofa yang hanya muat untuk dua orang saja.

" Anne, sejak kapan kalian tinggal disini? " Tanya Ayahnya James yang dengan segera Anne jawab.

" Setelah menikah kita langsung tinggal disini. "

Kedua orang tua James nampak kesal, tapi dia juga menahan perasaan itu di hadapan Anne.

" Dimana James? " Tanya Ibunya James.

" Dia ada di dalam kamar sedang tidur, sebentar aku panggil dulu ya Ayah, dan Ibu. "

Dengan hati-hati dan suara yang lembut Anne menggoyangkan lengan James sembari terus membangunkannya.

" Kak, bangun kak! Ada Ayah dan Ibu berkunjung. "

Segera setelah mendengar kata Ayah dan Ibu James jadi terperanjak dan segera di angkut dari posisi tidurnya. Dia menatap Anne dengan tatapan bingung, juga terlihat kekesalan.

" Ayah dan Ibunya siapa? "

" Aya dan Ibunya kak James. "

James menatap terkejut.

" Dari mana dia tahu kita tinggal di sini? "

Anne terdiam sebentar, dia sungguh takut minat tatapan tajam James seperti sekarang ini. Padahal apa salahnya saat orang tua ingin datang berkunjung? Jadi yang dia lakukan juga adalah sebuah kesalahan?

" Ibu mengirim pesan, dia bilang ingin datang bersama Ayah mertua. Dia minta aku mengirimkan alamat tempat tinggal kita, jadi aku- "

Greb!

James mencengkram lengan Anne kuat membuat Anne meringis kesakitan.

" Berani sekali kau melakukanya! Kapan aku mengizinkan mu memberitahu dimana kita tinggal?! " James memang membentak, tapi nada bicaranya pekan hanya saja tatapan matanya yang semakin tajam begitu mengetahui jika Anne yang memberitahu kepada orang tuanya dimana mereka tinggal.

" Maaf, jadi aku harus bagaimana ketika mereka mengatakan ingin berkunjung? " Jawab Anne tali masih terus merasai sakit di lengannya.

" Kau bisa mengatakan padaku terlebih dulu kan? Sekarang kalau sampai mereka menyalah kan ku, kau juga harus menerima resikonya. "

Anne terdiam tak tahu harus menjawab apa ketika James melepaskan lengannya dan meninggalkan kamar, dia pasti akan menemui orang tuanya.

Di ruang tamu, orang tua James menatap tajam begitu James sampai di sana dengan penampilan yang acak-acakan, bahkan Ayahnya semakin kesal saat mengendus bau alkohol masih tertinggal di tubuhnya.

" James, apa kau sengaja melakukan semua ini? " Tanya Ayahnya James dengan tatapan yang begitu tajam.

James terdiam sebentar dengan tatapan mata yang tak fokus.

" Ayah, aku melakukan ini juga demi berhemat dan bisa- "

Bug!

Ayahnya James memukul wajah James membuat pria itu terhuyung ke lantai.

" Kau memperlakukan seorang putri berharga milik orang tuanya dengan begini? Kau melecehkan harga diri istrimu Yang seharusnya kau perlakukan dengan baik?! kau jangan berdalih sok melas, kau pasti sengaja kan?! "

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Naviah

Naviah

semangat Anne

2022-09-19

1

Eka ELissa

Eka ELissa

ahir nya smpe cini juga...😘😘
kpok james emng prlu di ksih bogem mntah pak.....udh brani"...nya siksa ank orang pak....pukul aj pak biar gk gser tu otak hati ma praaan nya yg udh mlenceng pak...😏😏

2022-09-17

4

Della Eriana

Della Eriana

semangat trs

2022-09-16

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 : Menikah Dan Sebuah Alasan
2 BAB 2 : Malam Menjengkelkan
3 BAB 3 : Kesalahan Besar
4 BAB 4 : Kehilangan Kontrol
5 BAB 5 : Kebencian Tak Berujung
6 BAB 6 : Spesial Untuk Menyakiti
7 BAB 7 : Gagal Dalam Rencana
8 BAB 8 : Usaha Menyakiti
9 BAB 9 : Lezat Tapi Tidak Nikmat
10 BAB 10 : Pesta Yang Menyesakkan
11 BAB 11 : Karena Dia Adalah Anne!
12 BAB 12 : Rasa Sakit Pertama
13 BAB 13 : Menahan Sakit
14 BAB 14 : Salah Paham?
15 BAB 15 : Bodoh Karena Cinta
16 BAB 16 : Ingin Merasakannya
17 BAB 17 : Firasat Yang Tertolak
18 BAB 18 : Istri Atau Sampah?
19 BAB 19 : Hancur, Tapi Pantang Menyerah
20 BAB 20 : Bukan Salahku!
21 BAB 21 : Keberanian
22 BAB 22 : Kenapa Dia Berubah?
23 BAB 23 : Semua Karena Cinta
24 BAB 24 : Nama Yang Berpengaruh
25 BAB 25 : Merasa Lelah
26 BAB 26 : Lelah Bukan Menyerah
27 BAB 27 : Tentang Perasaan
28 BAB 28 : Karena Itu Menyakitkan
29 BAB 29 : Luka Semakin Dalam
30 BAB 30 : Batas Hubungan
31 BAB 31 : Hati Yang Penuh Cinta
32 BAB 32 : Salahkan Masa lalu
33 BAB 33 : Karena Dia Wanitaku!
34 BAB 34 : Mengulang Kesalahan
35 BAB 35 : Cinta, Bukan Bodoh!
36 BAB 36 : Serba Salah!
37 BAB 37 : Janji Palsu Berkepanjangan
38 BAB 38 : Tahu Diri Penting!
39 BAB 39 : Rasa Benci Yang Timbul
40 BAB 40 : Aku Mendengarnya
41 BAB 41 : Larilah Jika Bisa
42 BAB 42 : Menyadari Sebuah Perasaan
43 BAB 43 : Lihat Aku Juga!
44 BAB 44 : Banyak Kekurangan
45 BAB 45 : Kesempatan Terakhir
46 BAB 46 : Aku Akan Tetap Bertahan
47 BAB 47 : Berikan Aku Waktu
48 BAB 48 : Mari Berpisah Sebentar
49 BAB 49 : Proses Menjadi Suami Baik
50 BAB 50 : Perubahan Secara Perlahan
51 BAB 51 : Sekretaris Baru
52 BAB 52 : Tidak Seperti Pria Biasanya
53 BAB 53 : Karena Aku Merindukannya
54 BAB 54 : Karena Itu Bukanlah Alasan
55 BAB 55 : Mempesona Tapi Terabaikan
56 BAB 56 : Menahan Kesal
57 BAB 57 : Terpesona Oleh Larisa?
58 BAB 58 : Memohon
59 BAB 59 : Kebahagiaan
60 BAB 60 : Tidak Boleh Menyakitinya!
61 BAB 61 : Aku Bisa Melihatnya!
62 BAB 62 : Rencana Larisa
63 BAB 63 : Penerus Keluarga
64 BAB 64 : Aku Tidak Mampu Melakukanya!
65 BAB 65 : Aku Minta Maaf!
66 BAB 66 : Tidak Ada Perasaan
67 BAB 67 : Jangan Terlalu Fokus!
68 BAB 68 : Menerima Dan Niat
69 BAB 69 : Sebuah Harapan
70 BAB 70 : Aku Akan Bertahan
71 BAB 71 : Keyakinan
72 BAB 72 : Menghindari Stres
73 BAB 73 : Perasaan Aneh Dan Bersalah
74 BAB 74 : Pilihan Terbaik
75 BAB 75 : Pergi Dari Rumah
76 BAB 76 : Sebuah Tindakan
77 BAB 77 : Tidak Ada Lain Kali
78 BAB 78 : Menggenggam Janji
79 BAB 79 : Tidak Akan Bisa Melupakannya
80 BAB 80 : Ujian Kepantasan
81 BAB 81 : Kurang Pergaulan
82 BAB 82 : Pilihan Terbaik
83 BAB 83 : Paling Buruk
84 BAB 84 : Melihat Dari Jauh
85 BAB 85 : Sebuah Ketakutan
86 BAB 86 : Peringatan Telak
87 BAB 87 : Pengertian Dan Bunga Beracun
88 BAB 88 : Bunga Mawar Dan Racun
89 BAB 89 : Perasaan Terlarang
90 BAB 90 : Berat Hati
91 BAB 91: Kejutan Paling Menyakitkan
92 BAB 92 : Dia Pelakunya?
93 BAB 93 : Menahan Kesal Itu Sulit
94 BAB 94 : Munafik Terhebat
95 BAB 95 : Kerinduan Meluap
96 BAB 96 : Menunjukan Yang Terbaik
97 BAB 97 : Gundah Bersamaan
98 BAB 98 : Jangan Pergi
99 BAB 99 : Pengakuan Perasaan
100 BAB 100 : Menuju Pernikahan Sempurna
101 BAB 101 : Siap Menghadapi Segalanya
102 BAB 102 : Memohon Dengan Sungguh-sungguh
103 BAB 103 : Selamat pagi, istri?
104 BAB 104 : Bahagia Sekali
105 BAB 105 : Akhir Untuk Arthur
106 BAB 106 : Bagaimana Bisa Menolak?
107 BAB 107 : Final Episode
108 Promosi Novel Baru! seru banget, kepoin yuk!!!
Episodes

Updated 108 Episodes

1
BAB 1 : Menikah Dan Sebuah Alasan
2
BAB 2 : Malam Menjengkelkan
3
BAB 3 : Kesalahan Besar
4
BAB 4 : Kehilangan Kontrol
5
BAB 5 : Kebencian Tak Berujung
6
BAB 6 : Spesial Untuk Menyakiti
7
BAB 7 : Gagal Dalam Rencana
8
BAB 8 : Usaha Menyakiti
9
BAB 9 : Lezat Tapi Tidak Nikmat
10
BAB 10 : Pesta Yang Menyesakkan
11
BAB 11 : Karena Dia Adalah Anne!
12
BAB 12 : Rasa Sakit Pertama
13
BAB 13 : Menahan Sakit
14
BAB 14 : Salah Paham?
15
BAB 15 : Bodoh Karena Cinta
16
BAB 16 : Ingin Merasakannya
17
BAB 17 : Firasat Yang Tertolak
18
BAB 18 : Istri Atau Sampah?
19
BAB 19 : Hancur, Tapi Pantang Menyerah
20
BAB 20 : Bukan Salahku!
21
BAB 21 : Keberanian
22
BAB 22 : Kenapa Dia Berubah?
23
BAB 23 : Semua Karena Cinta
24
BAB 24 : Nama Yang Berpengaruh
25
BAB 25 : Merasa Lelah
26
BAB 26 : Lelah Bukan Menyerah
27
BAB 27 : Tentang Perasaan
28
BAB 28 : Karena Itu Menyakitkan
29
BAB 29 : Luka Semakin Dalam
30
BAB 30 : Batas Hubungan
31
BAB 31 : Hati Yang Penuh Cinta
32
BAB 32 : Salahkan Masa lalu
33
BAB 33 : Karena Dia Wanitaku!
34
BAB 34 : Mengulang Kesalahan
35
BAB 35 : Cinta, Bukan Bodoh!
36
BAB 36 : Serba Salah!
37
BAB 37 : Janji Palsu Berkepanjangan
38
BAB 38 : Tahu Diri Penting!
39
BAB 39 : Rasa Benci Yang Timbul
40
BAB 40 : Aku Mendengarnya
41
BAB 41 : Larilah Jika Bisa
42
BAB 42 : Menyadari Sebuah Perasaan
43
BAB 43 : Lihat Aku Juga!
44
BAB 44 : Banyak Kekurangan
45
BAB 45 : Kesempatan Terakhir
46
BAB 46 : Aku Akan Tetap Bertahan
47
BAB 47 : Berikan Aku Waktu
48
BAB 48 : Mari Berpisah Sebentar
49
BAB 49 : Proses Menjadi Suami Baik
50
BAB 50 : Perubahan Secara Perlahan
51
BAB 51 : Sekretaris Baru
52
BAB 52 : Tidak Seperti Pria Biasanya
53
BAB 53 : Karena Aku Merindukannya
54
BAB 54 : Karena Itu Bukanlah Alasan
55
BAB 55 : Mempesona Tapi Terabaikan
56
BAB 56 : Menahan Kesal
57
BAB 57 : Terpesona Oleh Larisa?
58
BAB 58 : Memohon
59
BAB 59 : Kebahagiaan
60
BAB 60 : Tidak Boleh Menyakitinya!
61
BAB 61 : Aku Bisa Melihatnya!
62
BAB 62 : Rencana Larisa
63
BAB 63 : Penerus Keluarga
64
BAB 64 : Aku Tidak Mampu Melakukanya!
65
BAB 65 : Aku Minta Maaf!
66
BAB 66 : Tidak Ada Perasaan
67
BAB 67 : Jangan Terlalu Fokus!
68
BAB 68 : Menerima Dan Niat
69
BAB 69 : Sebuah Harapan
70
BAB 70 : Aku Akan Bertahan
71
BAB 71 : Keyakinan
72
BAB 72 : Menghindari Stres
73
BAB 73 : Perasaan Aneh Dan Bersalah
74
BAB 74 : Pilihan Terbaik
75
BAB 75 : Pergi Dari Rumah
76
BAB 76 : Sebuah Tindakan
77
BAB 77 : Tidak Ada Lain Kali
78
BAB 78 : Menggenggam Janji
79
BAB 79 : Tidak Akan Bisa Melupakannya
80
BAB 80 : Ujian Kepantasan
81
BAB 81 : Kurang Pergaulan
82
BAB 82 : Pilihan Terbaik
83
BAB 83 : Paling Buruk
84
BAB 84 : Melihat Dari Jauh
85
BAB 85 : Sebuah Ketakutan
86
BAB 86 : Peringatan Telak
87
BAB 87 : Pengertian Dan Bunga Beracun
88
BAB 88 : Bunga Mawar Dan Racun
89
BAB 89 : Perasaan Terlarang
90
BAB 90 : Berat Hati
91
BAB 91: Kejutan Paling Menyakitkan
92
BAB 92 : Dia Pelakunya?
93
BAB 93 : Menahan Kesal Itu Sulit
94
BAB 94 : Munafik Terhebat
95
BAB 95 : Kerinduan Meluap
96
BAB 96 : Menunjukan Yang Terbaik
97
BAB 97 : Gundah Bersamaan
98
BAB 98 : Jangan Pergi
99
BAB 99 : Pengakuan Perasaan
100
BAB 100 : Menuju Pernikahan Sempurna
101
BAB 101 : Siap Menghadapi Segalanya
102
BAB 102 : Memohon Dengan Sungguh-sungguh
103
BAB 103 : Selamat pagi, istri?
104
BAB 104 : Bahagia Sekali
105
BAB 105 : Akhir Untuk Arthur
106
BAB 106 : Bagaimana Bisa Menolak?
107
BAB 107 : Final Episode
108
Promosi Novel Baru! seru banget, kepoin yuk!!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!