Anne bangun dari tidurnya setelah pagi hari menyapa. Melihat bagiamana James tidur lelap dia jadi tidak tega membangunkannya, apa lagi dia ingat benar kalau James kembali ke rumah pukul empat pagi. Tadinya Anne ingin pergi ke luar untuk membeli sarapan, tapi saat dia melihat ponsel dia melihat pesan yang dikirimkan dari mertuanya, dia mengabari bahwa mereka akan datang berkunjung hari ini. Dengan segera Anne bangkit dan bersiap tanpa membangunkan James.
Masalah kemarin, Anne benar-benar sudah berpikir matang-matang setelah memukul wajah James. Memang benar James mencintai kakaknya dan itu adalah fakta, tapi fakta yang paling penting adalah dia dan James sudah menikah, sedangkan kakaknya juga sudah menjadi istri dari pria lain. Apapun yang akan di sesalkan tetap saja tidak bisa mengubah kenyataan. Anne sudah bertekad untuk menjalankan perannya sebagai seorang istri dengan baik, dia akan mencoba sekuat tenaga agar bisa mengubah perasaan James untuk mencintainya dan perlahan membuatnya melupakan rasa cinta yang ia miliki untuk Angel.
Anne menatap James sebentar, lalu dia menggeleng dengan cepat. Sungguh ucapan James kala itu membuatnya sangat sakit, tapi kalau fokus dengan rasa sakit itu dia benar-benar tidak akan bisa hidup dengan tenang. Sudahlah, lakukan yang tebaik, yakin saja semua akan baik-baik saja, apa yang memang ditakdirkan untuk menjadi miliknya pasti akan bertahan untuknya, batin Anne di dalam hati.
Karena ini adalah kunjungan pertama mertuanya ke tempat dimana Anne dan James tinggal, sebisa mungkin Anne memberikan yang terbaik. Dia membeli beberapa kue dari toko roti yang tak jauh dari apartemennya, dia juga memesan makanan yang dia minta untuk di antar ke apartemennya sekitar dua jam dari dia menelpon, tepatnya sebelum mertuanya datang.
" Panas, aku jadi pusing. " Keluh Anne sembari memegangi kepalnya yang terasa pusing bila terkena sinar matahari terlalu lama. Padahal ini baru jam sembilan, tapi teriknya sinar matahari benar-benar seperti sudah pukul sebelas siang.
" Anne? Istrinya James kan? "
Anne menoleh ke arah sumber suara, hah! Pria itu rupanya sudah berada di dekatnya.
" Kau? " Anne mengeryit karena lupa nama pria yang belum lama berkenalan dengannya.
" Don, aku yang mengantarkan James pulang subuh tadi. "
" Oh, begitu. Ada apa kesini? "
" Aku tidak kesini, tapi aku memang tinggal disini. " Jawabnya.
" Oh. "
" Apa kau kelelahan? Biar aku bantu membawa bawaan mu! " Don tak menunggu jawaban dari Anne dan langsung mengambil belanjaan Anne.
" Eh, tunggu! "
" Tidak apa-apa, aku juga sekalian mau masuk kok. "
Anne terdiam dan mengikuti saja langkah kaki Don, dia langsung menekan tombol di lantai Anne tinggal bersama James begitu masuk ke dalam lift.
" Kau tinggal di lantai berapa? " Tanya Anne.
" Satu lantai di atas tempat tinggal mu. "
" Oh. "
Begitu sampai di sana, Don meletakan barang belanjaan Anne, lalu pamit pergi untuk menuju tempat tinggalnya.
" Untung saja ada Don, aku tadi benar-benar hampir pingsan. " Ucap Anne sembari menyeka keringat di dahinya. Meskipun Dokter mengatakan jika tubuh Anne bisa beraktifitas normal, tapi tetap saja dia tidak boleh terlalu lelah, juga menjauhkan diri dari hal yang bahaya, serta rajin memeriksakan kesehatan. Hari ini seharusnya dia pergi ke Dokter, tapi karena mertuanya datang dia jadi memilih untuk mengundur hingga besok.
Sesampainya di rumah, rupanya James masih belum bangun. Segera dia membereskan rumah, tapi itu dia lakukan setelah memakan roti dengan selai blueberry yang ia beli di toko tadi, tak lupa juga vitamin hariannya yang tak boleh telat. Dengan hati-hati Anne mengelap meja, juga bagian lain agar mertuanya nyaman berada di sana.
Tak lama makanan yang di pesan oleh Anne sudah sampai, jadi dengan segera juga Anne memindahkan ke dalam wadah yah sudah dia siapkan. Benar saja, baru beberapa menit Anne selesai dengan semua urusannya, akhirnya kedua orang tua James sampai di sana.
" Selamat datang, Ayah dan Ibu mertua? "
Mereka sempat terdiam sebentar, Anne jelas bisa melihat itu, dan juga wajah mereka sangat tidak biasa seperti ada yang mengganjal di hati mereka.
" Ayah, Ibu, ayo masuk! " Anne dengan ramah menyambut kedatangan mereka, laku meminta mereka untuk duduk di sofa yang hanya muat untuk dua orang saja.
" Anne, sejak kapan kalian tinggal disini? " Tanya Ayahnya James yang dengan segera Anne jawab.
" Setelah menikah kita langsung tinggal disini. "
Kedua orang tua James nampak kesal, tapi dia juga menahan perasaan itu di hadapan Anne.
" Dimana James? " Tanya Ibunya James.
" Dia ada di dalam kamar sedang tidur, sebentar aku panggil dulu ya Ayah, dan Ibu. "
Dengan hati-hati dan suara yang lembut Anne menggoyangkan lengan James sembari terus membangunkannya.
" Kak, bangun kak! Ada Ayah dan Ibu berkunjung. "
Segera setelah mendengar kata Ayah dan Ibu James jadi terperanjak dan segera di angkut dari posisi tidurnya. Dia menatap Anne dengan tatapan bingung, juga terlihat kekesalan.
" Ayah dan Ibunya siapa? "
" Aya dan Ibunya kak James. "
James menatap terkejut.
" Dari mana dia tahu kita tinggal di sini? "
Anne terdiam sebentar, dia sungguh takut minat tatapan tajam James seperti sekarang ini. Padahal apa salahnya saat orang tua ingin datang berkunjung? Jadi yang dia lakukan juga adalah sebuah kesalahan?
" Ibu mengirim pesan, dia bilang ingin datang bersama Ayah mertua. Dia minta aku mengirimkan alamat tempat tinggal kita, jadi aku- "
Greb!
James mencengkram lengan Anne kuat membuat Anne meringis kesakitan.
" Berani sekali kau melakukanya! Kapan aku mengizinkan mu memberitahu dimana kita tinggal?! " James memang membentak, tapi nada bicaranya pekan hanya saja tatapan matanya yang semakin tajam begitu mengetahui jika Anne yang memberitahu kepada orang tuanya dimana mereka tinggal.
" Maaf, jadi aku harus bagaimana ketika mereka mengatakan ingin berkunjung? " Jawab Anne tali masih terus merasai sakit di lengannya.
" Kau bisa mengatakan padaku terlebih dulu kan? Sekarang kalau sampai mereka menyalah kan ku, kau juga harus menerima resikonya. "
Anne terdiam tak tahu harus menjawab apa ketika James melepaskan lengannya dan meninggalkan kamar, dia pasti akan menemui orang tuanya.
Di ruang tamu, orang tua James menatap tajam begitu James sampai di sana dengan penampilan yang acak-acakan, bahkan Ayahnya semakin kesal saat mengendus bau alkohol masih tertinggal di tubuhnya.
" James, apa kau sengaja melakukan semua ini? " Tanya Ayahnya James dengan tatapan yang begitu tajam.
James terdiam sebentar dengan tatapan mata yang tak fokus.
" Ayah, aku melakukan ini juga demi berhemat dan bisa- "
Bug!
Ayahnya James memukul wajah James membuat pria itu terhuyung ke lantai.
" Kau memperlakukan seorang putri berharga milik orang tuanya dengan begini? Kau melecehkan harga diri istrimu Yang seharusnya kau perlakukan dengan baik?! kau jangan berdalih sok melas, kau pasti sengaja kan?! "
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments
Naviah
semangat Anne
2022-09-19
1
Eka ELissa
ahir nya smpe cini juga...😘😘
kpok james emng prlu di ksih bogem mntah pak.....udh brani"...nya siksa ank orang pak....pukul aj pak biar gk gser tu otak hati ma praaan nya yg udh mlenceng pak...😏😏
2022-09-17
4
Della Eriana
semangat trs
2022-09-16
1