BAB 10 : Pesta Yang Menyesakkan

James menghela nafas sebalnya karena tak punya pilihan lain selain datang ke pesta pernikahan anak dari pamannya yang selama ini tak sekalipun pernah perduli bagaimana dengan bagaimana cara keluarganya bertahan hidup. Dia juga terpaksa membawa Anne untuk ikut bersamanya karena tidak mungkin meninggalkan Anne, nanti kalau orang tuanya bertanya bisa-bisa dia akan di salahkan terutama oleh Ayahnya sendiri yang sudah menganggap Anne seperti putri kandungnya.

Anne, di kini sudah siap untuk berangkat setelah merasa tampilannya cukup baik. Dia menggunakan sebuah dress ketat polos berwarna hitam tapi tak kehilangan kesan mewahnya. Dia menyapukan make up tipis ke wajahnya, menggunakan warna kalem di bibirnya, menggunakan perona pipi yang membuat wajahnya sedikit kemerahan tapi terlihat cocok untuknya. Dengan di hiasi heels kakinya melangkah keluar menuju ke tempat dimana James menunggunya.

" Sayang, aku sudah selesai. " Ucap Anne, dia tersenyum setelahnya saat melihat James menatap ke arahnya dan sempat terdiam beberapa detik.

James yang tanpa sadar terpesona oleh tampilan cantik Anne hari ini sampai lupa akan kebencian yang ia rasakan kepada Anne beberapa saat dan membatin di dalam hati, Cantik! Hanya sebentar, karena tak lama James memalingkan wajah, dia bangkit karena sudah harus segera berangkat juga.

" Kita langsung ke parkiran saja. " Ucap James, Anne tersenyum mengangguk. Dengan cepat dia berjalan untuk Mendekati James lalu meraih lengannya dan memeluknya. James cukup terkejut karenanya sehingga tanpa sadar menatap ke arahnya dengan dahi mengeryit seolah bertanya kenapa harus memeluk lengannya segala?

" Aku kan pakai heels, aku takut jatuh. " Anna menjawab lalu tersenyum setelahnya. James menghela nafas, tapi dia tak bisa melakukan apapun dan membiarkannya saja. Sebenarnya tampilan Anne hari ini memang cukup membuat James terkejut juga terpesona, karena kalau sudah make up ternyata Anne memang sangat cantik, bahkan lebih cantik dibanding Angel. Kalau di pikir-pikir memang Angel terlihat selalu lebih cantik karena wajahnya hampir tidak pernah absen dari make up, kegiatan yang ia jalani di keseharian kan memang butuh Make up untuk mendukung penampilannya.

Satu jam lebih di dalam perjalanan, kini Anne dan James sudah semakin di tempat yang memang ingin dia hadiri. Ayah serta Ibunya James sudah lebih dulu sampai dan sekarang sedang berbincang dengan teman lamanya. Dengan hati-hati Anne melangkahkan kakinya yang menggunakan heels tinggi sembari memeluk lengan James erat-erat. Begitu sampai di dalam sana, James dan Anne di sambut oleh seorang pria paruh baya. Wajahnya memang tersenyum seolah dia adalah orang yang hangat dan ramah, tapi tatapan matanya yang mencemooh jelas terlihat hingga membuat James dan Anne tak ingin berlaku sok ramah atau pun berpura-pura ramah sepertinya.

" Selamat datang, James keponakan ku. " Sapa Pamannya James sembari menyodorkan tangan untuk di sambut oleh James, tapi James malah terlihat acuh dan ogah menerima jabatan tangan dari orang yang wajahnya jelas menunjukan kepalsuan yang menyajikan.

Pamannya James berdecih dan tersenyum sembari menarik kembali tangannya. Kalau melihat situasinya sepertinya dia sengaja menjulurkan tangannya untuk mempermalukan James karena dia tahu James tidak akan menyambut tangan itu. Benar saja, beberapa orang yah melihat itu saling berbisik seolah menuding James adalah keponakan yang sangat tidak sopan dan juga arogan. Sebentar Anne menatap James yang terlihat tak perduli bagaimana wajah pamannya yang tak henti memasang kepalsuan, dia juga tidak perduli dengan pandangan orang lain yang mencemooh kepadanya.

" Berhentilah bersikap sok ramah, kau dan aku tahu benar jika hubungan kita tidak sebaik itu sampai harus berjabat tangan. Aku bukan kau yang tersenyum dengan tatapan penuh kebencian lalu dengan palsunya sengaja menjabat tangan untuk mencuri simpati orang, hah! kau benar-benar tidak berubah dan semakin menjijikan. " James yang sepanjang masuk ke dalam sana terlihat begitu dingin benar-benar tak perduli dnegan yang lain selian mengutarakan bagaimana perasannya yang memang tida pernah menyukai lamanya, keluarga dari Ayahnya yang selalu membuat dadanya sesak ketika dia berada di sana saat kecil.

" Dasar tidak tahu aturan, kalau kau tidak bisa menjaga mulut dan tingkah laku mu seharusnya kau tidak datang kemari! "

Wajah James tak bereaksi, tapi debaran jantung yang menderu tak bisa di elak. Pria tua itu, suara lantang itu adalah milik kakeknya, pria yang selama ini terus mengagungkan putra dari pamannya yang seumuran dengannya. Entah tahu atau tidak, tapi James yang sudah merasakan bagaimana rasanya di dibanding-bandingkan sedari kecil dengan putra dari pamanya sudah terbiasa untuk mendengar kalimat tidak enak dari kakek, juga pamannya sehingga tanpa sadar sudah memendam kebencian dan dendam yang tidak tahu sudah sebesar apa.

" Maaf untuk ini, Ayah. James memanah seperti ini, tolong jangan di perbesar lagi masalahnya. " Pinta Ayahnya James yamg segera datang dan mengentikan pertikaian di hari baik seperti ini. James juga tak mengatakan apapun lagi karena tidak ingin membuat keributan dan dia juga cukup sadar diri jika kehadirannya hanyalah untuk membuat mereka bersenang-senang karena sukses mempermalukan dirinya sama persis seperti yang dia duga saat akan berangkat tadi.

Kakek menghela nafas dengan tatapan acuh, sementara paman kini menatap Anne dengan senyum seperti menemukan target yang akan dia gunakan untuk mempermalukan James.

" Halo istri Keponakan? Aku minta maaf sekali karena tidak datang di pernikahan kalian beberapa waktu lalu. Maklum saja hubungan tidak baik yang terjadi membuat James ogah mengundang kami yang sebenarnya adalah saudara paing kental karena hubungan darah. "

Anne terdiam sebentar, sungguh dia bisa melihat kepalsuan dari mata pamanya James sehingga itu tidak membuatnya nyaman. Anne tersenyum, dia seolah ingin menyampaikan maksud dari wajahnya bahwa dia tidak masalah dengan itu.

" Tidak apa-apa, paman. "

" Sebenarnya aku sudah tahu kau adalah anak dari Bien si pengusaha sukses itu, aku benar-benar merasa lega karena akhirnya James menikah dengan anak dari orang yang selalu berada untuk bisnis keluarga. "

James mengeraskan rahangnya menahan kesal, tali dia juga tidak mampu bereaksi apapun karena ada Ayah dan Ibunya yang pasti juga sedang menahan diri sebisa mereka.

Sejujurnya Anne sama sekali tidak tahu kalau pamannya James akan membahas soal hubungan keluarga mereka yang jelas akan memancing kesalahpahaman orang yang mendengarnya. Anne menarik nafas sejenak menenangkan diri agar sebisa mungkin tak salah bicara sehingga bisa menyelamatkan harga diri suaminya.

" Sebenarnya masalah itu aku kurang paham, hanya saja jika tidak ada Ayah mertuaku bisnis keluarga kami juga tidak akan sebesar ini. Ayah ku dan Ayah mertua begitu bekerja keras, makanya bisa seperti sekarang ini. Soal pernikahan juga tidak perlu berterimakasih begitu, paman. Dari awal awal akulah yang begitu jatuh cinta dengan kak James, jadi jangan menganggap pernikahan ini seperti yang paman pikirkan. " Ucapan Anne barusan benar-benar telah membuat pandangan orang menjadi sedikit berbelok tak lagi mencemooh James.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Naviah

Naviah

semangat thor
Anne yang kamu benci malah yang menjaga hark martabat kamu Jomes

2022-09-19

0

Sky Blue

Sky Blue

Sibuk mikiran James, jmesny sibuk sendiri🥺🥺🥺

2022-09-14

3

Della Eriana

Della Eriana

semoga aja suatu saat nanti James bakalan cinta mati sama Anne dan Anne Uda mulai kehilangan perasaannya jadi James tau gimana rasanya gk di hargai sama org yang dicintai

2022-09-12

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 : Menikah Dan Sebuah Alasan
2 BAB 2 : Malam Menjengkelkan
3 BAB 3 : Kesalahan Besar
4 BAB 4 : Kehilangan Kontrol
5 BAB 5 : Kebencian Tak Berujung
6 BAB 6 : Spesial Untuk Menyakiti
7 BAB 7 : Gagal Dalam Rencana
8 BAB 8 : Usaha Menyakiti
9 BAB 9 : Lezat Tapi Tidak Nikmat
10 BAB 10 : Pesta Yang Menyesakkan
11 BAB 11 : Karena Dia Adalah Anne!
12 BAB 12 : Rasa Sakit Pertama
13 BAB 13 : Menahan Sakit
14 BAB 14 : Salah Paham?
15 BAB 15 : Bodoh Karena Cinta
16 BAB 16 : Ingin Merasakannya
17 BAB 17 : Firasat Yang Tertolak
18 BAB 18 : Istri Atau Sampah?
19 BAB 19 : Hancur, Tapi Pantang Menyerah
20 BAB 20 : Bukan Salahku!
21 BAB 21 : Keberanian
22 BAB 22 : Kenapa Dia Berubah?
23 BAB 23 : Semua Karena Cinta
24 BAB 24 : Nama Yang Berpengaruh
25 BAB 25 : Merasa Lelah
26 BAB 26 : Lelah Bukan Menyerah
27 BAB 27 : Tentang Perasaan
28 BAB 28 : Karena Itu Menyakitkan
29 BAB 29 : Luka Semakin Dalam
30 BAB 30 : Batas Hubungan
31 BAB 31 : Hati Yang Penuh Cinta
32 BAB 32 : Salahkan Masa lalu
33 BAB 33 : Karena Dia Wanitaku!
34 BAB 34 : Mengulang Kesalahan
35 BAB 35 : Cinta, Bukan Bodoh!
36 BAB 36 : Serba Salah!
37 BAB 37 : Janji Palsu Berkepanjangan
38 BAB 38 : Tahu Diri Penting!
39 BAB 39 : Rasa Benci Yang Timbul
40 BAB 40 : Aku Mendengarnya
41 BAB 41 : Larilah Jika Bisa
42 BAB 42 : Menyadari Sebuah Perasaan
43 BAB 43 : Lihat Aku Juga!
44 BAB 44 : Banyak Kekurangan
45 BAB 45 : Kesempatan Terakhir
46 BAB 46 : Aku Akan Tetap Bertahan
47 BAB 47 : Berikan Aku Waktu
48 BAB 48 : Mari Berpisah Sebentar
49 BAB 49 : Proses Menjadi Suami Baik
50 BAB 50 : Perubahan Secara Perlahan
51 BAB 51 : Sekretaris Baru
52 BAB 52 : Tidak Seperti Pria Biasanya
53 BAB 53 : Karena Aku Merindukannya
54 BAB 54 : Karena Itu Bukanlah Alasan
55 BAB 55 : Mempesona Tapi Terabaikan
56 BAB 56 : Menahan Kesal
57 BAB 57 : Terpesona Oleh Larisa?
58 BAB 58 : Memohon
59 BAB 59 : Kebahagiaan
60 BAB 60 : Tidak Boleh Menyakitinya!
61 BAB 61 : Aku Bisa Melihatnya!
62 BAB 62 : Rencana Larisa
63 BAB 63 : Penerus Keluarga
64 BAB 64 : Aku Tidak Mampu Melakukanya!
65 BAB 65 : Aku Minta Maaf!
66 BAB 66 : Tidak Ada Perasaan
67 BAB 67 : Jangan Terlalu Fokus!
68 BAB 68 : Menerima Dan Niat
69 BAB 69 : Sebuah Harapan
70 BAB 70 : Aku Akan Bertahan
71 BAB 71 : Keyakinan
72 BAB 72 : Menghindari Stres
73 BAB 73 : Perasaan Aneh Dan Bersalah
74 BAB 74 : Pilihan Terbaik
75 BAB 75 : Pergi Dari Rumah
76 BAB 76 : Sebuah Tindakan
77 BAB 77 : Tidak Ada Lain Kali
78 BAB 78 : Menggenggam Janji
79 BAB 79 : Tidak Akan Bisa Melupakannya
80 BAB 80 : Ujian Kepantasan
81 BAB 81 : Kurang Pergaulan
82 BAB 82 : Pilihan Terbaik
83 BAB 83 : Paling Buruk
84 BAB 84 : Melihat Dari Jauh
85 BAB 85 : Sebuah Ketakutan
86 BAB 86 : Peringatan Telak
87 BAB 87 : Pengertian Dan Bunga Beracun
88 BAB 88 : Bunga Mawar Dan Racun
89 BAB 89 : Perasaan Terlarang
90 BAB 90 : Berat Hati
91 BAB 91: Kejutan Paling Menyakitkan
92 BAB 92 : Dia Pelakunya?
93 BAB 93 : Menahan Kesal Itu Sulit
94 BAB 94 : Munafik Terhebat
95 BAB 95 : Kerinduan Meluap
96 BAB 96 : Menunjukan Yang Terbaik
97 BAB 97 : Gundah Bersamaan
98 BAB 98 : Jangan Pergi
99 BAB 99 : Pengakuan Perasaan
100 BAB 100 : Menuju Pernikahan Sempurna
101 BAB 101 : Siap Menghadapi Segalanya
102 BAB 102 : Memohon Dengan Sungguh-sungguh
103 BAB 103 : Selamat pagi, istri?
104 BAB 104 : Bahagia Sekali
105 BAB 105 : Akhir Untuk Arthur
106 BAB 106 : Bagaimana Bisa Menolak?
107 BAB 107 : Final Episode
108 Promosi Novel Baru! seru banget, kepoin yuk!!!
Episodes

Updated 108 Episodes

1
BAB 1 : Menikah Dan Sebuah Alasan
2
BAB 2 : Malam Menjengkelkan
3
BAB 3 : Kesalahan Besar
4
BAB 4 : Kehilangan Kontrol
5
BAB 5 : Kebencian Tak Berujung
6
BAB 6 : Spesial Untuk Menyakiti
7
BAB 7 : Gagal Dalam Rencana
8
BAB 8 : Usaha Menyakiti
9
BAB 9 : Lezat Tapi Tidak Nikmat
10
BAB 10 : Pesta Yang Menyesakkan
11
BAB 11 : Karena Dia Adalah Anne!
12
BAB 12 : Rasa Sakit Pertama
13
BAB 13 : Menahan Sakit
14
BAB 14 : Salah Paham?
15
BAB 15 : Bodoh Karena Cinta
16
BAB 16 : Ingin Merasakannya
17
BAB 17 : Firasat Yang Tertolak
18
BAB 18 : Istri Atau Sampah?
19
BAB 19 : Hancur, Tapi Pantang Menyerah
20
BAB 20 : Bukan Salahku!
21
BAB 21 : Keberanian
22
BAB 22 : Kenapa Dia Berubah?
23
BAB 23 : Semua Karena Cinta
24
BAB 24 : Nama Yang Berpengaruh
25
BAB 25 : Merasa Lelah
26
BAB 26 : Lelah Bukan Menyerah
27
BAB 27 : Tentang Perasaan
28
BAB 28 : Karena Itu Menyakitkan
29
BAB 29 : Luka Semakin Dalam
30
BAB 30 : Batas Hubungan
31
BAB 31 : Hati Yang Penuh Cinta
32
BAB 32 : Salahkan Masa lalu
33
BAB 33 : Karena Dia Wanitaku!
34
BAB 34 : Mengulang Kesalahan
35
BAB 35 : Cinta, Bukan Bodoh!
36
BAB 36 : Serba Salah!
37
BAB 37 : Janji Palsu Berkepanjangan
38
BAB 38 : Tahu Diri Penting!
39
BAB 39 : Rasa Benci Yang Timbul
40
BAB 40 : Aku Mendengarnya
41
BAB 41 : Larilah Jika Bisa
42
BAB 42 : Menyadari Sebuah Perasaan
43
BAB 43 : Lihat Aku Juga!
44
BAB 44 : Banyak Kekurangan
45
BAB 45 : Kesempatan Terakhir
46
BAB 46 : Aku Akan Tetap Bertahan
47
BAB 47 : Berikan Aku Waktu
48
BAB 48 : Mari Berpisah Sebentar
49
BAB 49 : Proses Menjadi Suami Baik
50
BAB 50 : Perubahan Secara Perlahan
51
BAB 51 : Sekretaris Baru
52
BAB 52 : Tidak Seperti Pria Biasanya
53
BAB 53 : Karena Aku Merindukannya
54
BAB 54 : Karena Itu Bukanlah Alasan
55
BAB 55 : Mempesona Tapi Terabaikan
56
BAB 56 : Menahan Kesal
57
BAB 57 : Terpesona Oleh Larisa?
58
BAB 58 : Memohon
59
BAB 59 : Kebahagiaan
60
BAB 60 : Tidak Boleh Menyakitinya!
61
BAB 61 : Aku Bisa Melihatnya!
62
BAB 62 : Rencana Larisa
63
BAB 63 : Penerus Keluarga
64
BAB 64 : Aku Tidak Mampu Melakukanya!
65
BAB 65 : Aku Minta Maaf!
66
BAB 66 : Tidak Ada Perasaan
67
BAB 67 : Jangan Terlalu Fokus!
68
BAB 68 : Menerima Dan Niat
69
BAB 69 : Sebuah Harapan
70
BAB 70 : Aku Akan Bertahan
71
BAB 71 : Keyakinan
72
BAB 72 : Menghindari Stres
73
BAB 73 : Perasaan Aneh Dan Bersalah
74
BAB 74 : Pilihan Terbaik
75
BAB 75 : Pergi Dari Rumah
76
BAB 76 : Sebuah Tindakan
77
BAB 77 : Tidak Ada Lain Kali
78
BAB 78 : Menggenggam Janji
79
BAB 79 : Tidak Akan Bisa Melupakannya
80
BAB 80 : Ujian Kepantasan
81
BAB 81 : Kurang Pergaulan
82
BAB 82 : Pilihan Terbaik
83
BAB 83 : Paling Buruk
84
BAB 84 : Melihat Dari Jauh
85
BAB 85 : Sebuah Ketakutan
86
BAB 86 : Peringatan Telak
87
BAB 87 : Pengertian Dan Bunga Beracun
88
BAB 88 : Bunga Mawar Dan Racun
89
BAB 89 : Perasaan Terlarang
90
BAB 90 : Berat Hati
91
BAB 91: Kejutan Paling Menyakitkan
92
BAB 92 : Dia Pelakunya?
93
BAB 93 : Menahan Kesal Itu Sulit
94
BAB 94 : Munafik Terhebat
95
BAB 95 : Kerinduan Meluap
96
BAB 96 : Menunjukan Yang Terbaik
97
BAB 97 : Gundah Bersamaan
98
BAB 98 : Jangan Pergi
99
BAB 99 : Pengakuan Perasaan
100
BAB 100 : Menuju Pernikahan Sempurna
101
BAB 101 : Siap Menghadapi Segalanya
102
BAB 102 : Memohon Dengan Sungguh-sungguh
103
BAB 103 : Selamat pagi, istri?
104
BAB 104 : Bahagia Sekali
105
BAB 105 : Akhir Untuk Arthur
106
BAB 106 : Bagaimana Bisa Menolak?
107
BAB 107 : Final Episode
108
Promosi Novel Baru! seru banget, kepoin yuk!!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!