BAB 9 : Lezat Tapi Tidak Nikmat

James sudah tak mau lagi sok ngirit hanya untuk membuat Anne kesal, tentu saja karena percuma saja beberapa waktu lalu dia begitu berusaha membuat Anne tersiksa batinnya malah yang ada dia seperti sedang menyiksa batinnya sendiri. Tak ingin terus makan nasi putih dan lauk biasa saja seperti kemarin, James kali ini membeli ayam goreng mentega kesukaannya, satu paket dengan saus cabai, saus tomat, ada juga sambal uleg dengan wangi rempah yang menyengat.

Masa bodoh apakah Anne menyukai menu itu atau tidak, karena baginya yang paling penting adalah perutnya. Cocok atau tidak, suka atau tidak Anne dengan ayam goreng mentega memang dia pikirkan? Heh! Bagi James memikirkan Anne sama saja dengan membuat dirinya sendiri tak berselera makan dan ingin selalu marah saja bawaannya.

Setelah selesai, segera James menuju apartemen dimana dia dan Anne tinggal. Ah, dia juga sudah membeli kipas angin yang baru dengan kualitas terbaik. Maklum saja, kemarin James sama sekali tidak bisa tidur karena kepanasan, dan dia jadi kesal sendiri karena nyatanya dia malah mengerjai dirinya sendiri sementara Anne sudah tertidur pulas tidak lama dia berbaring di tempat tidur.

Seperti biasa saat James sampai di rumah dia akan di sambut dengan wajah Anne yang berbinar senang dan suara yang agak manja. Entah apakah menurut Anne memasang wajah seperti itu dan bernada manja saat menyambutnya adalah hal yang bagus, tapi sayangnya malah membuat James kesal dan kadang tangannya sampai gatal ingin memukul Anne, yah kalau di ingat lagi dia Jan tidak pernah memukul perempuan, jadi itu hanya sebatas keinginan di angan-angan saja.

" Sayang sudah pulang? "

James menghela nafas.

Apa dia bodoh? Sudah tahu aku di rumah ya berarti sudah pulang, dasar suka bisa basi saja membuat sebal ku padamu naik ke level yang semakin tinggi.

Dengan segera Anne mengambil alih semua yang di pegang suaminya. Dia dengan cepat membantu James meletakkan sepatu di tempatnya. Ah, James sebenarnya sengaja tidak mengganti kaos kakinya karena dia hafal sekali kalau Anne akan meletakan sepatunya, jadi dia berharap bau kaos kakinya bisa membuat Anne sedikit merasa jijik padanya.

Sebenarnya Anne bisa mencium bau tidak enak dari kaos kaki James, tapi rasa cinta yang begitu besar untuk James membuat Anne benar-benar seperti tidak bisa menggunakan inderanya dengan baik. Tidak masalah saja mau sebau apa, besok hanya perlu menyiapkan kaos kaki baru untuk James saja kan? Toh biarpun bau Anne juga tidak merasa jijik.

" Sayang, mau mandi dulu lalu makan, atau mau maka dulu baru mandi? " Tanya Anne karena dia juga harus bersiap melayani suaminya kan?

" Makan dulu saja. "

Mendengar jawaban James Anne buru-buru berjalan menuju dapur mengambil perabotan apa saja yang dibutuhkan untuk makan, lalu kembali dengan segera.

James, pria itu sengaja mengambil posisi makan yang seperti mirip preman, dia biasanya makan tanpa mengeluarkan suara kini sengaja menguyah makanan hingga suara decakan dari mulutnya sangat jelas ketika James mengunyah makanan. Anne jujur saja agak terganggu, tapi bisa apa dia kalau suaminya memiliki kebiasaan seperti itu? Bukan tidak ingat bagaimana cara James mengunyah makanan sebelumnya, hanya saja Anne berpikir mungkin itu karena efek kelelahan bekerja jadi makan dengan cara yang tidak nyaman. Ataukah karena menu makan malam hari ini adalah Ayam jadi James begitu menikmati, dan memang begitulah cara James menikmati makanan kesukaannya.

Baru merasakan bagiamana lezatnya ayam goreng mentega, suara dering ponsel menandakan adanya panggilan telepon membuat James memilih berhenti sebentar untuk menerima panggilan dari nomor asing.

" Halo? "

Apa kabar, keponakan?

James terdiam membeku beberapa saat karena sepertinya dia hafal siapa pemilik suara pria dari seberang teleponnya.

" Ada apa? " Tanya James yang tentu saja tidak ingin membuang waktu, berboasa basi tidak jelas bersama orang yang tidak akur dengannya juga orang tuanya.

Sepertinya kau tumbuh dengan cara didik yang tidak biasa ya? Aku ini adalah paman mu, apa kau tida tahu caranya berbicara dengan orang yang lebih tua darimu?

James menghela nafas, rasanya seperti ingin membuang ponselnya ke sembarang arah, tapi sayang sekali dia juga merasa penasaran dengan apa yang akan di katakan pria paruh baya yang menyebalkan itu.

Besok adalah hari pernikahan putriku, tolong luangkan sedikit saja waktumu. Aku tahu sih kalian sibuk, ah! Maksud ku kau sibuk, tapi tidak mungkin sampai kau tidak bisa datang kan? Lagi pula kau juga Ayah mu kan sudah lama tidak menemui kakek.

James mengeraskan rahangnya menahan emosi. Memang seperti itulah cara bicara pamannya. Kata-kata yang dia gunakan memang terdengar biasa saja, tali cara dia tertawa kecil, juga nada bicaranya jelas sekali kalau orang itu sedang merendahkan James.

" Aku tidak yakin bisa datang, jadi maaf saja kalau nanti aku tidak sampai di sana. "

Aku tidak ingin memaksa, tapi apakah kau tidak punya wajah untuk di jaga? Akan ada banyak kenakan bisnis kakek mu yang datang. Jangan begitu membatasi diri, takutnya nanti orang akan lupa bahwa kakek mu memiliki anak dan cucu yang lain.

James terdiam, memang sulit sekali mengalahkan orang arogan seperti pamannya kalau dia sedang bicara.

" Akan aku usahakan, apa sudah puas?

Puas tidaknya adalah bagaimana kau pantas di sebut sebagai orang yang memiliki artian...

" Berhentilah berkilah tidak jelas, aku sedang sangat sibuk. " Dengan segera James mengakhiri panggilan telepon yang malah membuat emosinya naik tak terelakkan. James menghela nafas melihat Ayamnya yang mulai dingin, karena merasa sayang dengan makannya James mencoba untuk memakannya lagi, sial sungguh sial karena makanan lezatnya jadi tidak nikmat lagi gara-gara menerima panggilan telepon dari pamannya tadi.

" Brengsek! " Maki James lalu segera dia bangkit meninggalkan Anne yang sedari tadi menatap James bahkan belum sebutir pun nasi masuk ke dalam perutnya. Anne terus menatap penuh tanya apa yang sebenarnya terjadi dengan suaminya hingga makannya tak di habiskan, bahkan sempat memaki dengan kasar sebelum masuk ke kamar barusan.

Anne membenahi makanan itu, dia benar-benar tidak berselera makan setelah melihat suaminya emosi seperti tadi. Jujur saja dia sangat lapar, tapi dia juga tidak tega makan sendirian sedangkan suaminya sedang emosi dan tidak menghabiskan makannya.

" Sayang, ada apa? Apa ada yang bisa aku bantu? "

" Diam lah! Dengan kau tidak banyak mengeluarkan suara itu sudah cukup membantuku! " Ucap James dengan mimik kesal, dia tak menatap Anne batang sebentar dan malah memilih untuk masuk ke kamar mandi meninggalkan Anne yang kebingungan sendiri.

Terpopuler

Comments

Naviah

Naviah

semangat thor

2022-09-19

1

Desy Noviana

Desy Noviana

james itu seperti apa si,aku masi belum ngerti

2022-09-13

2

Della Eriana

Della Eriana

gila sih si Anne gila cinta banget aku jadi kesel malahan

2022-09-12

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 : Menikah Dan Sebuah Alasan
2 BAB 2 : Malam Menjengkelkan
3 BAB 3 : Kesalahan Besar
4 BAB 4 : Kehilangan Kontrol
5 BAB 5 : Kebencian Tak Berujung
6 BAB 6 : Spesial Untuk Menyakiti
7 BAB 7 : Gagal Dalam Rencana
8 BAB 8 : Usaha Menyakiti
9 BAB 9 : Lezat Tapi Tidak Nikmat
10 BAB 10 : Pesta Yang Menyesakkan
11 BAB 11 : Karena Dia Adalah Anne!
12 BAB 12 : Rasa Sakit Pertama
13 BAB 13 : Menahan Sakit
14 BAB 14 : Salah Paham?
15 BAB 15 : Bodoh Karena Cinta
16 BAB 16 : Ingin Merasakannya
17 BAB 17 : Firasat Yang Tertolak
18 BAB 18 : Istri Atau Sampah?
19 BAB 19 : Hancur, Tapi Pantang Menyerah
20 BAB 20 : Bukan Salahku!
21 BAB 21 : Keberanian
22 BAB 22 : Kenapa Dia Berubah?
23 BAB 23 : Semua Karena Cinta
24 BAB 24 : Nama Yang Berpengaruh
25 BAB 25 : Merasa Lelah
26 BAB 26 : Lelah Bukan Menyerah
27 BAB 27 : Tentang Perasaan
28 BAB 28 : Karena Itu Menyakitkan
29 BAB 29 : Luka Semakin Dalam
30 BAB 30 : Batas Hubungan
31 BAB 31 : Hati Yang Penuh Cinta
32 BAB 32 : Salahkan Masa lalu
33 BAB 33 : Karena Dia Wanitaku!
34 BAB 34 : Mengulang Kesalahan
35 BAB 35 : Cinta, Bukan Bodoh!
36 BAB 36 : Serba Salah!
37 BAB 37 : Janji Palsu Berkepanjangan
38 BAB 38 : Tahu Diri Penting!
39 BAB 39 : Rasa Benci Yang Timbul
40 BAB 40 : Aku Mendengarnya
41 BAB 41 : Larilah Jika Bisa
42 BAB 42 : Menyadari Sebuah Perasaan
43 BAB 43 : Lihat Aku Juga!
44 BAB 44 : Banyak Kekurangan
45 BAB 45 : Kesempatan Terakhir
46 BAB 46 : Aku Akan Tetap Bertahan
47 BAB 47 : Berikan Aku Waktu
48 BAB 48 : Mari Berpisah Sebentar
49 BAB 49 : Proses Menjadi Suami Baik
50 BAB 50 : Perubahan Secara Perlahan
51 BAB 51 : Sekretaris Baru
52 BAB 52 : Tidak Seperti Pria Biasanya
53 BAB 53 : Karena Aku Merindukannya
54 BAB 54 : Karena Itu Bukanlah Alasan
55 BAB 55 : Mempesona Tapi Terabaikan
56 BAB 56 : Menahan Kesal
57 BAB 57 : Terpesona Oleh Larisa?
58 BAB 58 : Memohon
59 BAB 59 : Kebahagiaan
60 BAB 60 : Tidak Boleh Menyakitinya!
61 BAB 61 : Aku Bisa Melihatnya!
62 BAB 62 : Rencana Larisa
63 BAB 63 : Penerus Keluarga
64 BAB 64 : Aku Tidak Mampu Melakukanya!
65 BAB 65 : Aku Minta Maaf!
66 BAB 66 : Tidak Ada Perasaan
67 BAB 67 : Jangan Terlalu Fokus!
68 BAB 68 : Menerima Dan Niat
69 BAB 69 : Sebuah Harapan
70 BAB 70 : Aku Akan Bertahan
71 BAB 71 : Keyakinan
72 BAB 72 : Menghindari Stres
73 BAB 73 : Perasaan Aneh Dan Bersalah
74 BAB 74 : Pilihan Terbaik
75 BAB 75 : Pergi Dari Rumah
76 BAB 76 : Sebuah Tindakan
77 BAB 77 : Tidak Ada Lain Kali
78 BAB 78 : Menggenggam Janji
79 BAB 79 : Tidak Akan Bisa Melupakannya
80 BAB 80 : Ujian Kepantasan
81 BAB 81 : Kurang Pergaulan
82 BAB 82 : Pilihan Terbaik
83 BAB 83 : Paling Buruk
84 BAB 84 : Melihat Dari Jauh
85 BAB 85 : Sebuah Ketakutan
86 BAB 86 : Peringatan Telak
87 BAB 87 : Pengertian Dan Bunga Beracun
88 BAB 88 : Bunga Mawar Dan Racun
89 BAB 89 : Perasaan Terlarang
90 BAB 90 : Berat Hati
91 BAB 91: Kejutan Paling Menyakitkan
92 BAB 92 : Dia Pelakunya?
93 BAB 93 : Menahan Kesal Itu Sulit
94 BAB 94 : Munafik Terhebat
95 BAB 95 : Kerinduan Meluap
96 BAB 96 : Menunjukan Yang Terbaik
97 BAB 97 : Gundah Bersamaan
98 BAB 98 : Jangan Pergi
99 BAB 99 : Pengakuan Perasaan
100 BAB 100 : Menuju Pernikahan Sempurna
101 BAB 101 : Siap Menghadapi Segalanya
102 BAB 102 : Memohon Dengan Sungguh-sungguh
103 BAB 103 : Selamat pagi, istri?
104 BAB 104 : Bahagia Sekali
105 BAB 105 : Akhir Untuk Arthur
106 BAB 106 : Bagaimana Bisa Menolak?
107 BAB 107 : Final Episode
108 Promosi Novel Baru! seru banget, kepoin yuk!!!
Episodes

Updated 108 Episodes

1
BAB 1 : Menikah Dan Sebuah Alasan
2
BAB 2 : Malam Menjengkelkan
3
BAB 3 : Kesalahan Besar
4
BAB 4 : Kehilangan Kontrol
5
BAB 5 : Kebencian Tak Berujung
6
BAB 6 : Spesial Untuk Menyakiti
7
BAB 7 : Gagal Dalam Rencana
8
BAB 8 : Usaha Menyakiti
9
BAB 9 : Lezat Tapi Tidak Nikmat
10
BAB 10 : Pesta Yang Menyesakkan
11
BAB 11 : Karena Dia Adalah Anne!
12
BAB 12 : Rasa Sakit Pertama
13
BAB 13 : Menahan Sakit
14
BAB 14 : Salah Paham?
15
BAB 15 : Bodoh Karena Cinta
16
BAB 16 : Ingin Merasakannya
17
BAB 17 : Firasat Yang Tertolak
18
BAB 18 : Istri Atau Sampah?
19
BAB 19 : Hancur, Tapi Pantang Menyerah
20
BAB 20 : Bukan Salahku!
21
BAB 21 : Keberanian
22
BAB 22 : Kenapa Dia Berubah?
23
BAB 23 : Semua Karena Cinta
24
BAB 24 : Nama Yang Berpengaruh
25
BAB 25 : Merasa Lelah
26
BAB 26 : Lelah Bukan Menyerah
27
BAB 27 : Tentang Perasaan
28
BAB 28 : Karena Itu Menyakitkan
29
BAB 29 : Luka Semakin Dalam
30
BAB 30 : Batas Hubungan
31
BAB 31 : Hati Yang Penuh Cinta
32
BAB 32 : Salahkan Masa lalu
33
BAB 33 : Karena Dia Wanitaku!
34
BAB 34 : Mengulang Kesalahan
35
BAB 35 : Cinta, Bukan Bodoh!
36
BAB 36 : Serba Salah!
37
BAB 37 : Janji Palsu Berkepanjangan
38
BAB 38 : Tahu Diri Penting!
39
BAB 39 : Rasa Benci Yang Timbul
40
BAB 40 : Aku Mendengarnya
41
BAB 41 : Larilah Jika Bisa
42
BAB 42 : Menyadari Sebuah Perasaan
43
BAB 43 : Lihat Aku Juga!
44
BAB 44 : Banyak Kekurangan
45
BAB 45 : Kesempatan Terakhir
46
BAB 46 : Aku Akan Tetap Bertahan
47
BAB 47 : Berikan Aku Waktu
48
BAB 48 : Mari Berpisah Sebentar
49
BAB 49 : Proses Menjadi Suami Baik
50
BAB 50 : Perubahan Secara Perlahan
51
BAB 51 : Sekretaris Baru
52
BAB 52 : Tidak Seperti Pria Biasanya
53
BAB 53 : Karena Aku Merindukannya
54
BAB 54 : Karena Itu Bukanlah Alasan
55
BAB 55 : Mempesona Tapi Terabaikan
56
BAB 56 : Menahan Kesal
57
BAB 57 : Terpesona Oleh Larisa?
58
BAB 58 : Memohon
59
BAB 59 : Kebahagiaan
60
BAB 60 : Tidak Boleh Menyakitinya!
61
BAB 61 : Aku Bisa Melihatnya!
62
BAB 62 : Rencana Larisa
63
BAB 63 : Penerus Keluarga
64
BAB 64 : Aku Tidak Mampu Melakukanya!
65
BAB 65 : Aku Minta Maaf!
66
BAB 66 : Tidak Ada Perasaan
67
BAB 67 : Jangan Terlalu Fokus!
68
BAB 68 : Menerima Dan Niat
69
BAB 69 : Sebuah Harapan
70
BAB 70 : Aku Akan Bertahan
71
BAB 71 : Keyakinan
72
BAB 72 : Menghindari Stres
73
BAB 73 : Perasaan Aneh Dan Bersalah
74
BAB 74 : Pilihan Terbaik
75
BAB 75 : Pergi Dari Rumah
76
BAB 76 : Sebuah Tindakan
77
BAB 77 : Tidak Ada Lain Kali
78
BAB 78 : Menggenggam Janji
79
BAB 79 : Tidak Akan Bisa Melupakannya
80
BAB 80 : Ujian Kepantasan
81
BAB 81 : Kurang Pergaulan
82
BAB 82 : Pilihan Terbaik
83
BAB 83 : Paling Buruk
84
BAB 84 : Melihat Dari Jauh
85
BAB 85 : Sebuah Ketakutan
86
BAB 86 : Peringatan Telak
87
BAB 87 : Pengertian Dan Bunga Beracun
88
BAB 88 : Bunga Mawar Dan Racun
89
BAB 89 : Perasaan Terlarang
90
BAB 90 : Berat Hati
91
BAB 91: Kejutan Paling Menyakitkan
92
BAB 92 : Dia Pelakunya?
93
BAB 93 : Menahan Kesal Itu Sulit
94
BAB 94 : Munafik Terhebat
95
BAB 95 : Kerinduan Meluap
96
BAB 96 : Menunjukan Yang Terbaik
97
BAB 97 : Gundah Bersamaan
98
BAB 98 : Jangan Pergi
99
BAB 99 : Pengakuan Perasaan
100
BAB 100 : Menuju Pernikahan Sempurna
101
BAB 101 : Siap Menghadapi Segalanya
102
BAB 102 : Memohon Dengan Sungguh-sungguh
103
BAB 103 : Selamat pagi, istri?
104
BAB 104 : Bahagia Sekali
105
BAB 105 : Akhir Untuk Arthur
106
BAB 106 : Bagaimana Bisa Menolak?
107
BAB 107 : Final Episode
108
Promosi Novel Baru! seru banget, kepoin yuk!!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!