James sudah tak mau lagi sok ngirit hanya untuk membuat Anne kesal, tentu saja karena percuma saja beberapa waktu lalu dia begitu berusaha membuat Anne tersiksa batinnya malah yang ada dia seperti sedang menyiksa batinnya sendiri. Tak ingin terus makan nasi putih dan lauk biasa saja seperti kemarin, James kali ini membeli ayam goreng mentega kesukaannya, satu paket dengan saus cabai, saus tomat, ada juga sambal uleg dengan wangi rempah yang menyengat.
Masa bodoh apakah Anne menyukai menu itu atau tidak, karena baginya yang paling penting adalah perutnya. Cocok atau tidak, suka atau tidak Anne dengan ayam goreng mentega memang dia pikirkan? Heh! Bagi James memikirkan Anne sama saja dengan membuat dirinya sendiri tak berselera makan dan ingin selalu marah saja bawaannya.
Setelah selesai, segera James menuju apartemen dimana dia dan Anne tinggal. Ah, dia juga sudah membeli kipas angin yang baru dengan kualitas terbaik. Maklum saja, kemarin James sama sekali tidak bisa tidur karena kepanasan, dan dia jadi kesal sendiri karena nyatanya dia malah mengerjai dirinya sendiri sementara Anne sudah tertidur pulas tidak lama dia berbaring di tempat tidur.
Seperti biasa saat James sampai di rumah dia akan di sambut dengan wajah Anne yang berbinar senang dan suara yang agak manja. Entah apakah menurut Anne memasang wajah seperti itu dan bernada manja saat menyambutnya adalah hal yang bagus, tapi sayangnya malah membuat James kesal dan kadang tangannya sampai gatal ingin memukul Anne, yah kalau di ingat lagi dia Jan tidak pernah memukul perempuan, jadi itu hanya sebatas keinginan di angan-angan saja.
" Sayang sudah pulang? "
James menghela nafas.
Apa dia bodoh? Sudah tahu aku di rumah ya berarti sudah pulang, dasar suka bisa basi saja membuat sebal ku padamu naik ke level yang semakin tinggi.
Dengan segera Anne mengambil alih semua yang di pegang suaminya. Dia dengan cepat membantu James meletakkan sepatu di tempatnya. Ah, James sebenarnya sengaja tidak mengganti kaos kakinya karena dia hafal sekali kalau Anne akan meletakan sepatunya, jadi dia berharap bau kaos kakinya bisa membuat Anne sedikit merasa jijik padanya.
Sebenarnya Anne bisa mencium bau tidak enak dari kaos kaki James, tapi rasa cinta yang begitu besar untuk James membuat Anne benar-benar seperti tidak bisa menggunakan inderanya dengan baik. Tidak masalah saja mau sebau apa, besok hanya perlu menyiapkan kaos kaki baru untuk James saja kan? Toh biarpun bau Anne juga tidak merasa jijik.
" Sayang, mau mandi dulu lalu makan, atau mau maka dulu baru mandi? " Tanya Anne karena dia juga harus bersiap melayani suaminya kan?
" Makan dulu saja. "
Mendengar jawaban James Anne buru-buru berjalan menuju dapur mengambil perabotan apa saja yang dibutuhkan untuk makan, lalu kembali dengan segera.
James, pria itu sengaja mengambil posisi makan yang seperti mirip preman, dia biasanya makan tanpa mengeluarkan suara kini sengaja menguyah makanan hingga suara decakan dari mulutnya sangat jelas ketika James mengunyah makanan. Anne jujur saja agak terganggu, tapi bisa apa dia kalau suaminya memiliki kebiasaan seperti itu? Bukan tidak ingat bagaimana cara James mengunyah makanan sebelumnya, hanya saja Anne berpikir mungkin itu karena efek kelelahan bekerja jadi makan dengan cara yang tidak nyaman. Ataukah karena menu makan malam hari ini adalah Ayam jadi James begitu menikmati, dan memang begitulah cara James menikmati makanan kesukaannya.
Baru merasakan bagiamana lezatnya ayam goreng mentega, suara dering ponsel menandakan adanya panggilan telepon membuat James memilih berhenti sebentar untuk menerima panggilan dari nomor asing.
" Halo? "
Apa kabar, keponakan?
James terdiam membeku beberapa saat karena sepertinya dia hafal siapa pemilik suara pria dari seberang teleponnya.
" Ada apa? " Tanya James yang tentu saja tidak ingin membuang waktu, berboasa basi tidak jelas bersama orang yang tidak akur dengannya juga orang tuanya.
Sepertinya kau tumbuh dengan cara didik yang tidak biasa ya? Aku ini adalah paman mu, apa kau tida tahu caranya berbicara dengan orang yang lebih tua darimu?
James menghela nafas, rasanya seperti ingin membuang ponselnya ke sembarang arah, tapi sayang sekali dia juga merasa penasaran dengan apa yang akan di katakan pria paruh baya yang menyebalkan itu.
Besok adalah hari pernikahan putriku, tolong luangkan sedikit saja waktumu. Aku tahu sih kalian sibuk, ah! Maksud ku kau sibuk, tapi tidak mungkin sampai kau tidak bisa datang kan? Lagi pula kau juga Ayah mu kan sudah lama tidak menemui kakek.
James mengeraskan rahangnya menahan emosi. Memang seperti itulah cara bicara pamannya. Kata-kata yang dia gunakan memang terdengar biasa saja, tali cara dia tertawa kecil, juga nada bicaranya jelas sekali kalau orang itu sedang merendahkan James.
" Aku tidak yakin bisa datang, jadi maaf saja kalau nanti aku tidak sampai di sana. "
Aku tidak ingin memaksa, tapi apakah kau tidak punya wajah untuk di jaga? Akan ada banyak kenakan bisnis kakek mu yang datang. Jangan begitu membatasi diri, takutnya nanti orang akan lupa bahwa kakek mu memiliki anak dan cucu yang lain.
James terdiam, memang sulit sekali mengalahkan orang arogan seperti pamannya kalau dia sedang bicara.
" Akan aku usahakan, apa sudah puas?
Puas tidaknya adalah bagaimana kau pantas di sebut sebagai orang yang memiliki artian...
" Berhentilah berkilah tidak jelas, aku sedang sangat sibuk. " Dengan segera James mengakhiri panggilan telepon yang malah membuat emosinya naik tak terelakkan. James menghela nafas melihat Ayamnya yang mulai dingin, karena merasa sayang dengan makannya James mencoba untuk memakannya lagi, sial sungguh sial karena makanan lezatnya jadi tidak nikmat lagi gara-gara menerima panggilan telepon dari pamannya tadi.
" Brengsek! " Maki James lalu segera dia bangkit meninggalkan Anne yang sedari tadi menatap James bahkan belum sebutir pun nasi masuk ke dalam perutnya. Anne terus menatap penuh tanya apa yang sebenarnya terjadi dengan suaminya hingga makannya tak di habiskan, bahkan sempat memaki dengan kasar sebelum masuk ke kamar barusan.
Anne membenahi makanan itu, dia benar-benar tidak berselera makan setelah melihat suaminya emosi seperti tadi. Jujur saja dia sangat lapar, tapi dia juga tidak tega makan sendirian sedangkan suaminya sedang emosi dan tidak menghabiskan makannya.
" Sayang, ada apa? Apa ada yang bisa aku bantu? "
" Diam lah! Dengan kau tidak banyak mengeluarkan suara itu sudah cukup membantuku! " Ucap James dengan mimik kesal, dia tak menatap Anne batang sebentar dan malah memilih untuk masuk ke kamar mandi meninggalkan Anne yang kebingungan sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments
Naviah
semangat thor
2022-09-19
1
Desy Noviana
james itu seperti apa si,aku masi belum ngerti
2022-09-13
2
Della Eriana
gila sih si Anne gila cinta banget aku jadi kesel malahan
2022-09-12
2