BAB 11 : Karena Dia Adalah Anne!

Anne menatap dengan berani tatapan mata pamanya James, sungguh dia tidak menyukai sifat Pamannya James yang dengan jelas menunjukkan betapa dia haus akan pujian, dia juga terlihat tak bersalah setelah menuduh James menikahi Anne karena aliansi atau semacamnya. Memang pernikahan semacam itu adalah hal biasa bagi para pembisnis, tapi percayalah jika bagi Ayahnya pernikahan adalah suci yang tidak akan bisa sembarangan saja hanya karena bisnis. Tapi mana mungkin orang lain ingin memahaminya? Apalagi kalau yang ada di pikiran orang tersebut adalah bisnis dan juga uang saja, maka menjelaskan ini adalah hal yang sama sekali tidak akan pernah bisa di mengerti olehnya.

" Iya, maaf kalau ucapan ku menyakiti. Bagaimanapun aku sebagai pamannya James dan keluarga boleh merasa khawatir kan? Sedari kecil James kan tidak berbakat dalam bisnis, sama seperti... Ah maaf lagi ucapan ku semakin melantur. "

Anne memaksakan senyumnya, sekarang dia benar-benar begitu menyadari benar jika kedatangan James dan keluarganya kesana hanyalah untuk lelucon saja, sekalian mereka ingin membuat James dan keluarganya di permalukan oleh para hadirin yang lain. Tidak apa-apa, orang seperti pamannya James ini adalah orang yang tidak memiliki empati, juga tidak perduli bagaimana memperlakukan keluarganya sebagai mana mestinya, jadi Anne juga tidak perlu bersikap sopan kepada orang semacam itu kan?

Anne memindahkan tangannya, dia membuat tangannya menggenggam tangan James, dan jari mereka bertautan seperti pasangan yang saling mencintai dan mengasihi.

" Orang yang memilki kemampuan biasanya adalah orang yang sangat tidak suka banyak bicara. Paman sedari tadi membicarakan banyak hal hanya untuk mengatakan jika James tidak berbakat dalam bisnis entah seperti siapa yang paman maksud. Tapi, aku malah jadi bertanya-tanya, bagaimana bisa paman bisa berbisnis sedangkan saudara paman dan keponakan paman tidak? Aku malah jadi curiga kalau sebenarnya mereka sengaja tidak di didik untuk berbisnis. "

Pamannya James kini tak bisa lagi berpura-pura tersenyum, dia menatap dengan dingin Anne yang tersenyum dan terlihat sama sekali tidak takut. Wajar saja jika memang Anne tidak takut, karena Pamannya James tentu saja bukanlah ancaman baginya mengingat Ayah dari Anne adalah pembisnis unggul yang memiliki banyak relasi, juga kecekatannya dan kecerdikannya yang sudah tersebar luas dari mulut ke mulut.

" Kau masih terlalu muda, tentu saja kau tidak terlalu paham bagaimana kehidupan ini berjalan, istri keponakan. "

Anne menghela nafasnya.

" Anda terlalu tua untuk tidak paham bagaimana kehidupan yang sesungguhnya, paman. Yang licik boleh berkata dengan percaya diri dan gaya nyentrik, yang jujur boleh saja terlihat terinjak dan hancur. Tapi jangan lupa kalau ada si pemilik kehidupan yang dengan hitungan detik bisa membuat si licik jatuh terperosok hingga mampu di injak-injak oleh si jujur dan terlihat hancur. "

James menatap Anne yang seperti bukan Anne biasanya. Cara senyum itu terlihat anggun, menekan, dingin, dan menjelaskan betapa pentingnya menghargai dirinya.

Paman James jelas semain tidak terima karena semua orang seperti sedang meragukan kualitasnya selama ini. Padahal dia sudah susah payah mendapatkan apa yang di dapatkan sekarang ini, tapi gara-gara seorang wanita muda dia hampir saja di buat jatuh terpuruk.

" Bukan maksudku ingin seperti itu, hanya saja orang yang lahir bodoh memang kadang akan sulit mendapatkan kemampuan, jadi itu sudah pasti kami pahami. Aku hanya terlaku khawatir akan banyak hal yang memang belum akan terjadi.

" Tidak ada orang bodoh di dunia ini, paman. Jangan berbicara seperti itu, paman tidak terlihat berwibawa padahal rumitnya paman adalah orang yang tegas, sopan, pekerja keras juga. Aneh ya karena sedari tadi aku seperti merasa bawa kami sekeluarga ini sedang dipermalukan di acara saudara sendiri, ah benar-benar membuat sedih. " Anne tersenyum, sementara Pamannya James menjadi serba salah sendiri. Jujur saja, melihat James juga adik serta adik iparnya memang membuatnya kesal. Entah mengapa juga dia seperti enggan untuk berbaikan padahal selama ini orang tua James serta James tak pernah merepotkannya sama sekali, apalagi sampai meminta uang.

Pamannya James yang tidak ingin lebih lama menjadi tontonan orang dengan segera beranjak pergi dengan alasan ingin menyambut tamu yang lain.

" Anne, terimakasih karena telah melindungi harga diri kami. " Ucap Ibunya James dengan nada rendah, dia juga menunduk karena merasa malu dengan menantunya karena akhirnya Anne harus melihat betapa tidak di hargainya mereka oleh keluarga sendiri.

Anne meraih tangan Ibu mertuanya, dia tersenyum karena tidak tega melihat Ibu mertuanya seperti menahan tangis.

" Ibu mertua kenapa bicara seperti itu? Aku kan sudah menikah dengan kak James, aku juga anak Ibu dan Ayah mertua, jadi tidak masalah aku melakukan ini. "

Di sisi lain, sepasang mata sedari tadi terus menatap Anne dengan tatapan intens. Sungguh dia begitu terpesona dengan cara Anne melindungi James beserta keluarganya. Wajahnya padahal masih terlihat muda, tapi cara berbicara penuh perhitungan itu benar-benar menunjukan benar betapa tingginya kualitas seorang Anne.

Pria itu adalah Arthur, dia adalah anak pertama dari pamannya James. Arthur adalah cucu yang paling di banggakan oleh Kakeknya James. Selain di anggap sebagai penerus usaha sang kakek dan Ayahnya, pria itu juga dikenal dengan wajah Kakek dan juga Ayahnya di dalam dunia bisnis.

Dia tersenyum melihat Anne karena merasa jika Anne sangat mendekati kriterianya, meksipun dia tahu jika Anne adalah istri dari sepupunya sendiri, Arthur benar-benar tidak perduli. Pria yang sudah menduda tanpa anak itu benar-benar serius ingin mendekati Anne dan menjadikan Anne sebagai istrinya karena yakin benar bahwa sebenarnya Anne memiliki bakat yang mungkin di sembunyikan, dan Arthur juga yakin bahwa Anne memiliki keberuntungan yang cukup tinggi.

Tak di sangka-snagka ada seorang ada seorang pembisnis yang menghampiri James lalu mengajaknya mengobrol. Pertama-tama obrolan mereka hanyalah tentang bisa basi saja, tapi selain kama justru semakin menjurus ke dunia bisnis hingga membuat James begitu tertarik padanya. Untuk bisa mengobrol lebih nyaman James mengajak pria itu untuk ke tempat yang agak sepi sehingga bisa fokus untuk mengobrol. Padahal pria itu adalah orang yang di suruh Arthur untuk membuat James dan Anne berpisah sehingga dia bisa mengobrol sebentar dengan Anne.

Tak ingin membuang waktu karena orang tua James juga sudah mulai sibuk dengan kegiatannya, Arthur dengan segera menghampiri Anne, dia tersenyum dan menyapa sopan membuat Anne tak memiliki kewaspadaan padanya.

" Selamat malam, istrinya James? "

" Kau siapa? " Tanya Anne bingung karena memang ini juga pertama kali mereka bertemu.

" Seharusnya kita berkenalan dulu kan? "

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Naviah

Naviah

semangat thor

2022-09-19

0

Sky Blue

Sky Blue

Smangat buatmu anne🥺🥺

2022-09-14

2

Della Eriana

Della Eriana

semangat trs ya

2022-09-13

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 : Menikah Dan Sebuah Alasan
2 BAB 2 : Malam Menjengkelkan
3 BAB 3 : Kesalahan Besar
4 BAB 4 : Kehilangan Kontrol
5 BAB 5 : Kebencian Tak Berujung
6 BAB 6 : Spesial Untuk Menyakiti
7 BAB 7 : Gagal Dalam Rencana
8 BAB 8 : Usaha Menyakiti
9 BAB 9 : Lezat Tapi Tidak Nikmat
10 BAB 10 : Pesta Yang Menyesakkan
11 BAB 11 : Karena Dia Adalah Anne!
12 BAB 12 : Rasa Sakit Pertama
13 BAB 13 : Menahan Sakit
14 BAB 14 : Salah Paham?
15 BAB 15 : Bodoh Karena Cinta
16 BAB 16 : Ingin Merasakannya
17 BAB 17 : Firasat Yang Tertolak
18 BAB 18 : Istri Atau Sampah?
19 BAB 19 : Hancur, Tapi Pantang Menyerah
20 BAB 20 : Bukan Salahku!
21 BAB 21 : Keberanian
22 BAB 22 : Kenapa Dia Berubah?
23 BAB 23 : Semua Karena Cinta
24 BAB 24 : Nama Yang Berpengaruh
25 BAB 25 : Merasa Lelah
26 BAB 26 : Lelah Bukan Menyerah
27 BAB 27 : Tentang Perasaan
28 BAB 28 : Karena Itu Menyakitkan
29 BAB 29 : Luka Semakin Dalam
30 BAB 30 : Batas Hubungan
31 BAB 31 : Hati Yang Penuh Cinta
32 BAB 32 : Salahkan Masa lalu
33 BAB 33 : Karena Dia Wanitaku!
34 BAB 34 : Mengulang Kesalahan
35 BAB 35 : Cinta, Bukan Bodoh!
36 BAB 36 : Serba Salah!
37 BAB 37 : Janji Palsu Berkepanjangan
38 BAB 38 : Tahu Diri Penting!
39 BAB 39 : Rasa Benci Yang Timbul
40 BAB 40 : Aku Mendengarnya
41 BAB 41 : Larilah Jika Bisa
42 BAB 42 : Menyadari Sebuah Perasaan
43 BAB 43 : Lihat Aku Juga!
44 BAB 44 : Banyak Kekurangan
45 BAB 45 : Kesempatan Terakhir
46 BAB 46 : Aku Akan Tetap Bertahan
47 BAB 47 : Berikan Aku Waktu
48 BAB 48 : Mari Berpisah Sebentar
49 BAB 49 : Proses Menjadi Suami Baik
50 BAB 50 : Perubahan Secara Perlahan
51 BAB 51 : Sekretaris Baru
52 BAB 52 : Tidak Seperti Pria Biasanya
53 BAB 53 : Karena Aku Merindukannya
54 BAB 54 : Karena Itu Bukanlah Alasan
55 BAB 55 : Mempesona Tapi Terabaikan
56 BAB 56 : Menahan Kesal
57 BAB 57 : Terpesona Oleh Larisa?
58 BAB 58 : Memohon
59 BAB 59 : Kebahagiaan
60 BAB 60 : Tidak Boleh Menyakitinya!
61 BAB 61 : Aku Bisa Melihatnya!
62 BAB 62 : Rencana Larisa
63 BAB 63 : Penerus Keluarga
64 BAB 64 : Aku Tidak Mampu Melakukanya!
65 BAB 65 : Aku Minta Maaf!
66 BAB 66 : Tidak Ada Perasaan
67 BAB 67 : Jangan Terlalu Fokus!
68 BAB 68 : Menerima Dan Niat
69 BAB 69 : Sebuah Harapan
70 BAB 70 : Aku Akan Bertahan
71 BAB 71 : Keyakinan
72 BAB 72 : Menghindari Stres
73 BAB 73 : Perasaan Aneh Dan Bersalah
74 BAB 74 : Pilihan Terbaik
75 BAB 75 : Pergi Dari Rumah
76 BAB 76 : Sebuah Tindakan
77 BAB 77 : Tidak Ada Lain Kali
78 BAB 78 : Menggenggam Janji
79 BAB 79 : Tidak Akan Bisa Melupakannya
80 BAB 80 : Ujian Kepantasan
81 BAB 81 : Kurang Pergaulan
82 BAB 82 : Pilihan Terbaik
83 BAB 83 : Paling Buruk
84 BAB 84 : Melihat Dari Jauh
85 BAB 85 : Sebuah Ketakutan
86 BAB 86 : Peringatan Telak
87 BAB 87 : Pengertian Dan Bunga Beracun
88 BAB 88 : Bunga Mawar Dan Racun
89 BAB 89 : Perasaan Terlarang
90 BAB 90 : Berat Hati
91 BAB 91: Kejutan Paling Menyakitkan
92 BAB 92 : Dia Pelakunya?
93 BAB 93 : Menahan Kesal Itu Sulit
94 BAB 94 : Munafik Terhebat
95 BAB 95 : Kerinduan Meluap
96 BAB 96 : Menunjukan Yang Terbaik
97 BAB 97 : Gundah Bersamaan
98 BAB 98 : Jangan Pergi
99 BAB 99 : Pengakuan Perasaan
100 BAB 100 : Menuju Pernikahan Sempurna
101 BAB 101 : Siap Menghadapi Segalanya
102 BAB 102 : Memohon Dengan Sungguh-sungguh
103 BAB 103 : Selamat pagi, istri?
104 BAB 104 : Bahagia Sekali
105 BAB 105 : Akhir Untuk Arthur
106 BAB 106 : Bagaimana Bisa Menolak?
107 BAB 107 : Final Episode
108 Promosi Novel Baru! seru banget, kepoin yuk!!!
Episodes

Updated 108 Episodes

1
BAB 1 : Menikah Dan Sebuah Alasan
2
BAB 2 : Malam Menjengkelkan
3
BAB 3 : Kesalahan Besar
4
BAB 4 : Kehilangan Kontrol
5
BAB 5 : Kebencian Tak Berujung
6
BAB 6 : Spesial Untuk Menyakiti
7
BAB 7 : Gagal Dalam Rencana
8
BAB 8 : Usaha Menyakiti
9
BAB 9 : Lezat Tapi Tidak Nikmat
10
BAB 10 : Pesta Yang Menyesakkan
11
BAB 11 : Karena Dia Adalah Anne!
12
BAB 12 : Rasa Sakit Pertama
13
BAB 13 : Menahan Sakit
14
BAB 14 : Salah Paham?
15
BAB 15 : Bodoh Karena Cinta
16
BAB 16 : Ingin Merasakannya
17
BAB 17 : Firasat Yang Tertolak
18
BAB 18 : Istri Atau Sampah?
19
BAB 19 : Hancur, Tapi Pantang Menyerah
20
BAB 20 : Bukan Salahku!
21
BAB 21 : Keberanian
22
BAB 22 : Kenapa Dia Berubah?
23
BAB 23 : Semua Karena Cinta
24
BAB 24 : Nama Yang Berpengaruh
25
BAB 25 : Merasa Lelah
26
BAB 26 : Lelah Bukan Menyerah
27
BAB 27 : Tentang Perasaan
28
BAB 28 : Karena Itu Menyakitkan
29
BAB 29 : Luka Semakin Dalam
30
BAB 30 : Batas Hubungan
31
BAB 31 : Hati Yang Penuh Cinta
32
BAB 32 : Salahkan Masa lalu
33
BAB 33 : Karena Dia Wanitaku!
34
BAB 34 : Mengulang Kesalahan
35
BAB 35 : Cinta, Bukan Bodoh!
36
BAB 36 : Serba Salah!
37
BAB 37 : Janji Palsu Berkepanjangan
38
BAB 38 : Tahu Diri Penting!
39
BAB 39 : Rasa Benci Yang Timbul
40
BAB 40 : Aku Mendengarnya
41
BAB 41 : Larilah Jika Bisa
42
BAB 42 : Menyadari Sebuah Perasaan
43
BAB 43 : Lihat Aku Juga!
44
BAB 44 : Banyak Kekurangan
45
BAB 45 : Kesempatan Terakhir
46
BAB 46 : Aku Akan Tetap Bertahan
47
BAB 47 : Berikan Aku Waktu
48
BAB 48 : Mari Berpisah Sebentar
49
BAB 49 : Proses Menjadi Suami Baik
50
BAB 50 : Perubahan Secara Perlahan
51
BAB 51 : Sekretaris Baru
52
BAB 52 : Tidak Seperti Pria Biasanya
53
BAB 53 : Karena Aku Merindukannya
54
BAB 54 : Karena Itu Bukanlah Alasan
55
BAB 55 : Mempesona Tapi Terabaikan
56
BAB 56 : Menahan Kesal
57
BAB 57 : Terpesona Oleh Larisa?
58
BAB 58 : Memohon
59
BAB 59 : Kebahagiaan
60
BAB 60 : Tidak Boleh Menyakitinya!
61
BAB 61 : Aku Bisa Melihatnya!
62
BAB 62 : Rencana Larisa
63
BAB 63 : Penerus Keluarga
64
BAB 64 : Aku Tidak Mampu Melakukanya!
65
BAB 65 : Aku Minta Maaf!
66
BAB 66 : Tidak Ada Perasaan
67
BAB 67 : Jangan Terlalu Fokus!
68
BAB 68 : Menerima Dan Niat
69
BAB 69 : Sebuah Harapan
70
BAB 70 : Aku Akan Bertahan
71
BAB 71 : Keyakinan
72
BAB 72 : Menghindari Stres
73
BAB 73 : Perasaan Aneh Dan Bersalah
74
BAB 74 : Pilihan Terbaik
75
BAB 75 : Pergi Dari Rumah
76
BAB 76 : Sebuah Tindakan
77
BAB 77 : Tidak Ada Lain Kali
78
BAB 78 : Menggenggam Janji
79
BAB 79 : Tidak Akan Bisa Melupakannya
80
BAB 80 : Ujian Kepantasan
81
BAB 81 : Kurang Pergaulan
82
BAB 82 : Pilihan Terbaik
83
BAB 83 : Paling Buruk
84
BAB 84 : Melihat Dari Jauh
85
BAB 85 : Sebuah Ketakutan
86
BAB 86 : Peringatan Telak
87
BAB 87 : Pengertian Dan Bunga Beracun
88
BAB 88 : Bunga Mawar Dan Racun
89
BAB 89 : Perasaan Terlarang
90
BAB 90 : Berat Hati
91
BAB 91: Kejutan Paling Menyakitkan
92
BAB 92 : Dia Pelakunya?
93
BAB 93 : Menahan Kesal Itu Sulit
94
BAB 94 : Munafik Terhebat
95
BAB 95 : Kerinduan Meluap
96
BAB 96 : Menunjukan Yang Terbaik
97
BAB 97 : Gundah Bersamaan
98
BAB 98 : Jangan Pergi
99
BAB 99 : Pengakuan Perasaan
100
BAB 100 : Menuju Pernikahan Sempurna
101
BAB 101 : Siap Menghadapi Segalanya
102
BAB 102 : Memohon Dengan Sungguh-sungguh
103
BAB 103 : Selamat pagi, istri?
104
BAB 104 : Bahagia Sekali
105
BAB 105 : Akhir Untuk Arthur
106
BAB 106 : Bagaimana Bisa Menolak?
107
BAB 107 : Final Episode
108
Promosi Novel Baru! seru banget, kepoin yuk!!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!