BAB 7 : Gagal Dalam Rencana

James dengan senyum di wajahnya membawa Anne untuk melihat satu persatu ruangan yang tersedia di sana. Dia menunjukan kamar tamu sederhana mereka, ada sebuah sofa duduk yang hanya bisa di duduki dua orang saja, juga satu meja bulat berukuran sedang, sebuah vas bunga plastik sebagai hiasan. Memang sangat jauh berbeda, bahkan dengan tempat tinggal pembantu rumahnya juga masih bagus tempat tinggal pembantunya, tapi Anne yang sudah bersikeras untuk mengabdikan diri kepada suaminya mencoba menerima saja apapun yang mampu suaminya berikan. Tidak munafik jika awalnya dia merasa agak kurang yakin dan bahkan sempat ingin menwarkan uang miliknya agar James membeli atau menyewa tempat yang lebih baik, tapi dia takut James tersinggung dan merasa di rendahkan oleh istrinya sendiri, jadi Anne memilih untuk menerima apa yang mampu suaminya berikan, dan belajar tetap bersyukur apapun yang ada.

" Bagaimana? Apa kau suka ruang tamunya? " James bertanya dengan tatapan dalam, senyum miring juga terbit karena sepertinya Anne mulai merasa tidak nyaman dengan ruangan pertama yah dia tunjukan.

" Kau pasti sengaja membeli sofa yang hanya bisa di duduki berdua agar kita selalu mesra ya? " Anne tersenyum begitu lepas, dia juga menatap James dengan binar bahagia penuh cinta yang membuat James terkejut dan lagi-lagi harus kehilangan senyum dan harapan untuk dia bisa melihat wajah Anne yang kecewa sehingga dia bisa sedikit saja merasakan bahagia.

Tenang James, batinnya menggerutu. Masih ada ruangan lain yang dia harapkan bisa membuat Anne tak nyaman, lalu perlahan dia nanti akan mulai tidak tahan dan lagi-lagi perpisahan adalah ujung atau akhir yang di harapkan James.

" Ini adalah dapur yang akan kita gunakan untuk mengolah makanan. "

Kali ini James benar-benar yakin benar kalau Anne pasti akan merasa tidak nyaman, Selian tembok dapur yang sudah ada sebagian berjamur, perabotan yang James sediakan di sana juga sangat sederhana dan cenderung kualitas hampir paling buruk. Sayang, benar-benar sangat di sayangkan Anne masih bisa mengelak nafas lega seolah tak masalah dengan keadaan dapurnya. Sejujurnya Anne agak risih melihat tembok yang berjamur, tapi bisa di bersihkan atau dirapihkan jadi dia tidak terlalu mempermasalahkan hal itu. Kalau untuk perabotan dapur jelas dia tidak tahu tentang kualitas produk karena dia sama sekali tidak pernah memegang alat dapur.

" Cukup bagus kok, nanti aku akan belajar banyak dari dapur ini. " Ucap Anne dengan senyum yang terlihat jelas tidak di buat-buat sehingga membuat James malah menjadi semakin kesal.

Sialan!

Oke, ini adalah kamar kamar tidur mereka, apakah masih bisa tersenyum atau tidak Anne nantinya, yang jelas James memiliki keyakinan kalau Anne pasti akan merasa tidak senang.

" Ini adalah kamar tidur kita. "

Anne terdiam sebentar sembari menoleh ke kanan dan ke kiri melihat satu persatu isi kamar yang sangat jauh berbeda dengan kamarnya. Tentulah berbeda, tapi dia juga tidak boleh mengeluh kan? Memang benar dia begitu terbiasa hidup berkecukupan, di manja tidak boleh melakukan ini, tidak boleh melakukan itu karena orang tuanya memiliki ketakutan tersendiri untuk Anne. Tapi kali ini dia menikah dengan pria yang tidak sekaya Ayahnya, jadi mau tidak mau dia tetap harus menerima, jangan mengeluh agar suami tidak berkecil hati, asalkan mau usaha di iringi doa pasti Tuhan akan memberikan kenyamanan, serta rezki agar kedepannya mereka bisa hidup lebih baik, dan tinggal di tempat yang lebih baik lagi.

" Iya, ini juga bagus kok. Aku suka tempat tidurnya, dengan lebar ranjang ini berarti kita akan tidur berdekatan terus kan? Sayang, kau pasti terus memikirkan itu saat membeli semua barang-barang di sini ya? " Anne tersenyum bahagia, dia bahkan sekarang duduk di atas tempat tidur dan menepuk bantal beberapa kali lalu mencoba untuk berbaring.

" Ini nyaman! Ah, kalau tidur sembari dipeluk oleh mu pasti akan lebih nyaman, iya kan sayang? " Anne tersenyum menatap James yang kini terdiam tak bisa berkata-kata. Sungguh dia benci senyum indah yang terbit di wajah Anne. Sebenarnya dia membeli sofa berukuran kecil dan paling murah di toko hanya karena ingin Anne tidak nyaman, sama seperti ranjang tidur, tapi sialnya Anne malah menganggapnya ingin selalu bermesraan di balik barang serba kecil itu.

James terdiam sembari menatap Anne yang kini berjalan melihat-lihat isi kamar mereka. Sungguh dia benci semua ini, sungguh dia tidak suka dengan Anne, apalagi harus hidup bersama di tempat kecil dan tidak nyaman itu. Tapi kalau di pikir-pikir lagi, dia seperti nya belum kalah total kan? Karena seiring berjalannya waktu dia kan bisa menyiksa Anne dengan caranya sendiri.

" Sayang, tidak ada pendingin ruangannya ya? " Tanya Anne sembari celingukan mencari pendingin ruangan.

" Ah, aku lupa bilang padamu. Kita menggunakan ini, apa tidak masalah? Kalau tidak nyaman kau bisa- "

" Tidak masalah kok, bagaimana cara menghidupkannya? " Belum juga selesai James berbicara Anne malah tiba-tiba terlihat sangat antusias dengan kipas angin kecil yang di pegang oleh James sekarang ini.

" Wah, nyaman sekali! Rasanya seperti berdiri di tengah sawah dan di terpa angin ya? " Anne dengan polosnya berandai-andai. Bukan sok polos atau bagaimana, Anne sebelumya memang sama sekali tidak pernah menggunakan kipas angin. Tentu saja itu karena tubuh Anne kan dulu sangat gampang sekali sakit, bahkan sampai sekarang pun Anne masih mandi dengan air hangat sesuai permintaan orang tuanya meski Dokter mengatakan jika tubuhnya sudah jauh lebih baik dari pada sebelumnya.

James lagi-lagi kehilangan kata-kata dan larut oleh kebencian karena harus melihat lagi senyum di wajah Anne yang membuatnya begitu frustasi.

Tak lama terdengar suara perut berbunyi, dengan malu-malu Anne tersenyum sembari memegangi perutnya. Iya, itu adalah suara kerut Anne yang begitu nyaring menandakan bahwa dia merasa lapar sekarang ini.

James tiba-tiba memiliki ide baru, dia dengan wajah sok baik meminta izin kepada Anne untuk keluar mencari makanan, karena kalau ingin mengolah makanan di apartemen itu James harus menyiapkan dulu bahan-bahannya dan jelas membuatnya kerepotan nanti.

Dengan sengaja James berlama-lama di luar rumah, mungkin dia jam dia berputar-putar dengan mobilnya, dia sengaja melakukan itu karena ingin membuat Anne kelaparan dulu. Setelah cukup puas berputar mengelilingi jalanan, James dengan sengaja membeli nasi pinggir jalan yang ia yakini Anne pasti tidak akan menyukainya.

Setelah sampai di rumah dia melihat Anne duduk dengan wajah tak biasa. Iya, dia pasti sudah sangat kelaparan kan?

" Sayang? Sudah pulang? " Anne tersenyum menyambut kedatangan James.

" Maaf lama, tadi aku antri di restauran mahal tapi sudah keburu habis, jadi aku beli nas rames saja. "

" Oh tidak apa-apa kok. "

James memperhatikan Anne membuat bungkus nasi itu, lalu perlahan menyuapkan makanan ke mulutnya.

Heh! Lidah orang kaya sepertimu pasti langsung mual memakan itu!

" Wah, rasanya enak sekali! Ini lebih enak dari pada masakan koki di rumah Ayah! "

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Marhaban ya Nur17

Marhaban ya Nur17

James" konyol

2025-01-30

0

Sulati Cus

Sulati Cus

siksaan g sesuai harapan 😂

2022-12-06

3

Aneuk Pocut

Aneuk Pocut

bngettt nyesal nyaaa

2022-11-09

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 : Menikah Dan Sebuah Alasan
2 BAB 2 : Malam Menjengkelkan
3 BAB 3 : Kesalahan Besar
4 BAB 4 : Kehilangan Kontrol
5 BAB 5 : Kebencian Tak Berujung
6 BAB 6 : Spesial Untuk Menyakiti
7 BAB 7 : Gagal Dalam Rencana
8 BAB 8 : Usaha Menyakiti
9 BAB 9 : Lezat Tapi Tidak Nikmat
10 BAB 10 : Pesta Yang Menyesakkan
11 BAB 11 : Karena Dia Adalah Anne!
12 BAB 12 : Rasa Sakit Pertama
13 BAB 13 : Menahan Sakit
14 BAB 14 : Salah Paham?
15 BAB 15 : Bodoh Karena Cinta
16 BAB 16 : Ingin Merasakannya
17 BAB 17 : Firasat Yang Tertolak
18 BAB 18 : Istri Atau Sampah?
19 BAB 19 : Hancur, Tapi Pantang Menyerah
20 BAB 20 : Bukan Salahku!
21 BAB 21 : Keberanian
22 BAB 22 : Kenapa Dia Berubah?
23 BAB 23 : Semua Karena Cinta
24 BAB 24 : Nama Yang Berpengaruh
25 BAB 25 : Merasa Lelah
26 BAB 26 : Lelah Bukan Menyerah
27 BAB 27 : Tentang Perasaan
28 BAB 28 : Karena Itu Menyakitkan
29 BAB 29 : Luka Semakin Dalam
30 BAB 30 : Batas Hubungan
31 BAB 31 : Hati Yang Penuh Cinta
32 BAB 32 : Salahkan Masa lalu
33 BAB 33 : Karena Dia Wanitaku!
34 BAB 34 : Mengulang Kesalahan
35 BAB 35 : Cinta, Bukan Bodoh!
36 BAB 36 : Serba Salah!
37 BAB 37 : Janji Palsu Berkepanjangan
38 BAB 38 : Tahu Diri Penting!
39 BAB 39 : Rasa Benci Yang Timbul
40 BAB 40 : Aku Mendengarnya
41 BAB 41 : Larilah Jika Bisa
42 BAB 42 : Menyadari Sebuah Perasaan
43 BAB 43 : Lihat Aku Juga!
44 BAB 44 : Banyak Kekurangan
45 BAB 45 : Kesempatan Terakhir
46 BAB 46 : Aku Akan Tetap Bertahan
47 BAB 47 : Berikan Aku Waktu
48 BAB 48 : Mari Berpisah Sebentar
49 BAB 49 : Proses Menjadi Suami Baik
50 BAB 50 : Perubahan Secara Perlahan
51 BAB 51 : Sekretaris Baru
52 BAB 52 : Tidak Seperti Pria Biasanya
53 BAB 53 : Karena Aku Merindukannya
54 BAB 54 : Karena Itu Bukanlah Alasan
55 BAB 55 : Mempesona Tapi Terabaikan
56 BAB 56 : Menahan Kesal
57 BAB 57 : Terpesona Oleh Larisa?
58 BAB 58 : Memohon
59 BAB 59 : Kebahagiaan
60 BAB 60 : Tidak Boleh Menyakitinya!
61 BAB 61 : Aku Bisa Melihatnya!
62 BAB 62 : Rencana Larisa
63 BAB 63 : Penerus Keluarga
64 BAB 64 : Aku Tidak Mampu Melakukanya!
65 BAB 65 : Aku Minta Maaf!
66 BAB 66 : Tidak Ada Perasaan
67 BAB 67 : Jangan Terlalu Fokus!
68 BAB 68 : Menerima Dan Niat
69 BAB 69 : Sebuah Harapan
70 BAB 70 : Aku Akan Bertahan
71 BAB 71 : Keyakinan
72 BAB 72 : Menghindari Stres
73 BAB 73 : Perasaan Aneh Dan Bersalah
74 BAB 74 : Pilihan Terbaik
75 BAB 75 : Pergi Dari Rumah
76 BAB 76 : Sebuah Tindakan
77 BAB 77 : Tidak Ada Lain Kali
78 BAB 78 : Menggenggam Janji
79 BAB 79 : Tidak Akan Bisa Melupakannya
80 BAB 80 : Ujian Kepantasan
81 BAB 81 : Kurang Pergaulan
82 BAB 82 : Pilihan Terbaik
83 BAB 83 : Paling Buruk
84 BAB 84 : Melihat Dari Jauh
85 BAB 85 : Sebuah Ketakutan
86 BAB 86 : Peringatan Telak
87 BAB 87 : Pengertian Dan Bunga Beracun
88 BAB 88 : Bunga Mawar Dan Racun
89 BAB 89 : Perasaan Terlarang
90 BAB 90 : Berat Hati
91 BAB 91: Kejutan Paling Menyakitkan
92 BAB 92 : Dia Pelakunya?
93 BAB 93 : Menahan Kesal Itu Sulit
94 BAB 94 : Munafik Terhebat
95 BAB 95 : Kerinduan Meluap
96 BAB 96 : Menunjukan Yang Terbaik
97 BAB 97 : Gundah Bersamaan
98 BAB 98 : Jangan Pergi
99 BAB 99 : Pengakuan Perasaan
100 BAB 100 : Menuju Pernikahan Sempurna
101 BAB 101 : Siap Menghadapi Segalanya
102 BAB 102 : Memohon Dengan Sungguh-sungguh
103 BAB 103 : Selamat pagi, istri?
104 BAB 104 : Bahagia Sekali
105 BAB 105 : Akhir Untuk Arthur
106 BAB 106 : Bagaimana Bisa Menolak?
107 BAB 107 : Final Episode
108 Promosi Novel Baru! seru banget, kepoin yuk!!!
Episodes

Updated 108 Episodes

1
BAB 1 : Menikah Dan Sebuah Alasan
2
BAB 2 : Malam Menjengkelkan
3
BAB 3 : Kesalahan Besar
4
BAB 4 : Kehilangan Kontrol
5
BAB 5 : Kebencian Tak Berujung
6
BAB 6 : Spesial Untuk Menyakiti
7
BAB 7 : Gagal Dalam Rencana
8
BAB 8 : Usaha Menyakiti
9
BAB 9 : Lezat Tapi Tidak Nikmat
10
BAB 10 : Pesta Yang Menyesakkan
11
BAB 11 : Karena Dia Adalah Anne!
12
BAB 12 : Rasa Sakit Pertama
13
BAB 13 : Menahan Sakit
14
BAB 14 : Salah Paham?
15
BAB 15 : Bodoh Karena Cinta
16
BAB 16 : Ingin Merasakannya
17
BAB 17 : Firasat Yang Tertolak
18
BAB 18 : Istri Atau Sampah?
19
BAB 19 : Hancur, Tapi Pantang Menyerah
20
BAB 20 : Bukan Salahku!
21
BAB 21 : Keberanian
22
BAB 22 : Kenapa Dia Berubah?
23
BAB 23 : Semua Karena Cinta
24
BAB 24 : Nama Yang Berpengaruh
25
BAB 25 : Merasa Lelah
26
BAB 26 : Lelah Bukan Menyerah
27
BAB 27 : Tentang Perasaan
28
BAB 28 : Karena Itu Menyakitkan
29
BAB 29 : Luka Semakin Dalam
30
BAB 30 : Batas Hubungan
31
BAB 31 : Hati Yang Penuh Cinta
32
BAB 32 : Salahkan Masa lalu
33
BAB 33 : Karena Dia Wanitaku!
34
BAB 34 : Mengulang Kesalahan
35
BAB 35 : Cinta, Bukan Bodoh!
36
BAB 36 : Serba Salah!
37
BAB 37 : Janji Palsu Berkepanjangan
38
BAB 38 : Tahu Diri Penting!
39
BAB 39 : Rasa Benci Yang Timbul
40
BAB 40 : Aku Mendengarnya
41
BAB 41 : Larilah Jika Bisa
42
BAB 42 : Menyadari Sebuah Perasaan
43
BAB 43 : Lihat Aku Juga!
44
BAB 44 : Banyak Kekurangan
45
BAB 45 : Kesempatan Terakhir
46
BAB 46 : Aku Akan Tetap Bertahan
47
BAB 47 : Berikan Aku Waktu
48
BAB 48 : Mari Berpisah Sebentar
49
BAB 49 : Proses Menjadi Suami Baik
50
BAB 50 : Perubahan Secara Perlahan
51
BAB 51 : Sekretaris Baru
52
BAB 52 : Tidak Seperti Pria Biasanya
53
BAB 53 : Karena Aku Merindukannya
54
BAB 54 : Karena Itu Bukanlah Alasan
55
BAB 55 : Mempesona Tapi Terabaikan
56
BAB 56 : Menahan Kesal
57
BAB 57 : Terpesona Oleh Larisa?
58
BAB 58 : Memohon
59
BAB 59 : Kebahagiaan
60
BAB 60 : Tidak Boleh Menyakitinya!
61
BAB 61 : Aku Bisa Melihatnya!
62
BAB 62 : Rencana Larisa
63
BAB 63 : Penerus Keluarga
64
BAB 64 : Aku Tidak Mampu Melakukanya!
65
BAB 65 : Aku Minta Maaf!
66
BAB 66 : Tidak Ada Perasaan
67
BAB 67 : Jangan Terlalu Fokus!
68
BAB 68 : Menerima Dan Niat
69
BAB 69 : Sebuah Harapan
70
BAB 70 : Aku Akan Bertahan
71
BAB 71 : Keyakinan
72
BAB 72 : Menghindari Stres
73
BAB 73 : Perasaan Aneh Dan Bersalah
74
BAB 74 : Pilihan Terbaik
75
BAB 75 : Pergi Dari Rumah
76
BAB 76 : Sebuah Tindakan
77
BAB 77 : Tidak Ada Lain Kali
78
BAB 78 : Menggenggam Janji
79
BAB 79 : Tidak Akan Bisa Melupakannya
80
BAB 80 : Ujian Kepantasan
81
BAB 81 : Kurang Pergaulan
82
BAB 82 : Pilihan Terbaik
83
BAB 83 : Paling Buruk
84
BAB 84 : Melihat Dari Jauh
85
BAB 85 : Sebuah Ketakutan
86
BAB 86 : Peringatan Telak
87
BAB 87 : Pengertian Dan Bunga Beracun
88
BAB 88 : Bunga Mawar Dan Racun
89
BAB 89 : Perasaan Terlarang
90
BAB 90 : Berat Hati
91
BAB 91: Kejutan Paling Menyakitkan
92
BAB 92 : Dia Pelakunya?
93
BAB 93 : Menahan Kesal Itu Sulit
94
BAB 94 : Munafik Terhebat
95
BAB 95 : Kerinduan Meluap
96
BAB 96 : Menunjukan Yang Terbaik
97
BAB 97 : Gundah Bersamaan
98
BAB 98 : Jangan Pergi
99
BAB 99 : Pengakuan Perasaan
100
BAB 100 : Menuju Pernikahan Sempurna
101
BAB 101 : Siap Menghadapi Segalanya
102
BAB 102 : Memohon Dengan Sungguh-sungguh
103
BAB 103 : Selamat pagi, istri?
104
BAB 104 : Bahagia Sekali
105
BAB 105 : Akhir Untuk Arthur
106
BAB 106 : Bagaimana Bisa Menolak?
107
BAB 107 : Final Episode
108
Promosi Novel Baru! seru banget, kepoin yuk!!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!