BAB 12 : Rasa Sakit Pertama

Anne terdiam melihat betapa ramahnya pria yang kini menyapanya, dia terlihat seperti meilki maksud, tapi Anne juga merasa aneh kalau tiba-tiba mengusir atau menjauhi pria itu. Sempat memang terlintas di pikirannya, apakah pria yang tersenyum di hadapannya adalah pria yang hanya ingin membuat dirinya dalam kondisi sulit nantinya. Tapi mau bagiamana lagi selain meyambut saja karena tempat dimana dia berdiri bukanlah miliknya sehingga terasa aneh jika dia mengusirnya.

Arthur mengulurkan tangannya berharap Anne meyambutnya sehingga dia bisa mengobrol lebih jauh nantinya. Anne menerima uluran tangan itu, dia sedikit tersenyum meski enggan melakukannya. Begitu mereka sudah bersalaman Anne dengan cepat ingin melepaskan tangannya, tali Arthur dengan wajah seolah mengisyaratkan tengah bercanda menahannya sebentar.

" Ini benar-benar pertama kali bagiku berkenalan dengan seseorang yang begitu terburu-buru saat bersalaman. " Ujarnya, lalu kembali tersenyum dan melepaskan tangan Anne. Bagaimanapun dia tidak bisa bersikap berlebihan karena dia sudah melihat sendiri bahwa Anne bukanlah wanita yang mudah untuk di dekati. Selain itu dia sudah mendengar beberapa informasi dari Ayahnya tentan pengantin wanita James yang katanya adalah anak dari pengusaha besar, orang itu lah yang selama ini membantu bisnis Ayahnya James sehingga perusahaan milik mereka bertahan hingga sekarang ini.

Anne lagi-lagi hanya bisa memaksakan senyumnya, dia benar-benar mencoba untuk bersikap biasa saja meja sebenarnya dia tengah menahan rasa sebal yang luar biasa kepada pria yang begitu sok akrab dengannya. Ini bukan masalah sok jual mahal lalu menunjukan bagaimana kualitasnya sebagai seorang wanita, dibandingkan seperti itu Anne memang lebih memilih menahan diri untuk menghormati orang di sekitar agar tak terkesan suka merendahkan orang lain dengan sikap angkuh seperti kakaknya.

" Oh ya, kalau boleh tahu siapa namamu? " Arthur tentu saja sudah tahu benar siapa nama wanita yang berdiri di hadapannya yang tak lain juga adalah istri dari sepupunya sendiri. Tapi dia kan adalah pria yang membutuhkan sikap bosabasi agar bisa lebih dekat dengan lawan jenis.

" Anne. " Jawab Anne singkat sembari terus berharap agar pria di hadapannya ini segera menyingkir dan mencari saja wanita lain untuk bicara. Karena merasa sudah harus mengakhiri pembicaraan ini agar tak membuat James salah sangka nantinya, Anne berpura-pura membenahi rambut bagian depannya dengan jemari yang dihiasi cincin pernikahan. Tentu saja niatnya adalah untuk menunjukan kepada Arthur bahwa dia sudah menikah alias sudah menjadi milik orang lain.

Arthur tersenyum tipis, dia paham benar bahwa Anne sengaja memperlihatkan cincin pernikahan sebagai peringatan untuk segera menjauh darinya karena dia telah bersuami. Sayang sekali, Arthur tidak akan semudah itu menyerah, dan dia tahu benar bagaimana membuat Anne menikmati obrolan mereka sekarang.

" Oh iya, sepertinya aku pernah melihatmu di sala satu galeri lukisan, itu kalau aku tidak salah ingat. Ah, juga juga pernah melihat lukisan yang dibuat oleh Anne, apa aku sok tahu dengan ingatan samar-samar ini ya? "

Anne sedikit terkejut, sebenarnya dia memang melukis beberapa lukisan dan menitipkannya di galery milik kenalan Ibunya. Awalnya itu hanya untuk mengusir jenuh saja karena Anne lebih sering berada di dalam rumah di banding yang lainnya. Tidak di sangka kalau lukisan miliknya bisa di bilang cukup terkenal, hanya sana Anne tidak pernah menceritakan ini kepada orang luar selain keluarganya sendiri.

" Aku memang pernah melukis beberapa lukisan, tapi aku tida yakin kalau yang kau ingat itu memang karyaku atau bukan. "

" Ah benarkah? Kalau tidak salah ingat lukisan yang waktu itu aku lihat adalah lukisan orang tua yang memeluk setangkai bunga lili. Aku sangat menyukai lukisan itu, aku juga sudah membujuk agar bisa membeli lukisan itu, tapi sayang sekali lukisan itu sama sekali tidak dijual. Aku hanya ingat nama pelukisnya saja, Anne. "

Anne tersenyum, kali ini senyumnya bukan karena terpaksa, tapi dia benar-benar merasa lumayan juga ketika karyanya bisa membuat orang lain tertarik. Sebenarnya dari empat lukisan yang dia buat, lukisan orang tua memeluk bunga lili adalah yang paling banyak diminati oleh orang, hanya saja Anne memang tidak menjual karyanya dan hanya ingin karyanya di pamerkan saja. Minat untuk membeli lukisan orang tua memeluk bunga lili tentu saja bukan Arthur seorang, karena sebelumnya juga sudah banyak orang yang ingin membelinya.

" Terimakasih karena sudah tertarik dengan lukisan itu. "

" Jadi itu benar lukisan mu ya? Ah, benar-benar beruntung sekali bisa bertemu langsung dengan lukisan yang membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama. " Arthur dan Anne sama-sama tersenyum.

James yang baru saja kembali benar-benar tak bisa menyembunyikan kekesalannya melihat Anne dan Arthur saling tersenyum seperti sedang saling menggoda. Tanpa pikir panjang dia segera melajukan langkah kakinya, dengan tatapan marah dia meraih pergelangan tangan Anne dan menatap Arthur dengan tatapan marah.

" Jangan mencoba membuatku marah, aku tidak akan sungkan membuat perhitungan denganmu. " Ucap James pelan dan hanya bisa di dengar jelas oleh Arthur, sementara samar-samar oleh Anne.

Masih belum puas memperingatkan Arthur, James dengan langkah kaki cepat membawa Anne keluar dari sana tak perduli betapa kesulitannya Anne dengan heels setinggi itu mengikuti langkah kaki James yang lebat dan cepat. Sesampainya di parkiran mobil yang sepi, James melepaskan cengkraman tangannya dan hampir saja membuat Anne terjatuh kalau saja tidak menahan tubuhnya dengan memegang mobil di sana.

" Kenapa kau tidak tahu malu hah?! Apa kau sengaja menggoda pria dengan kecentilan mu itu? "

Anne terdiam dengan tatapan terkejut, sungguh ini adalah kali pertama baginya untuk melihat James berbicara dengan kalimat yang tidak mengenakan dan juga nadanya yang terdengar begitu kasar.

" Sayang, aku tidak berniat menggoda pria itu, kami hanya- "

" Wanita tidak tahu malu cenderung tidak akan mengakuinya, jadi tutup saja mulutmu dan simpan saja sendiri penjelasan mu yang tidak penting! "

James membuka pintu mobilnya, dan menutup dengan kasar begitu dia berada di dalam. Dengan segera Anne ikut masuk, sebenarnya ini sangat menyakitkan untuknya, tapi mau bagaimana lagi kalau rasa cinta yang ia miliki begitu menuntut untuk terus berlapang dada?

" Maaf, sayang. " Ucap Anne begitu dia sampai di dalam mobil. James tak menghiraukannya dan memilih fokus untuk melakukan mobilnya.

Selama di perjalanan pulang Anne terus berpikir bagaimana dia akan mengakhiri pertengkaran ini, tapi sampai dirumah pun dia masih tak bisa menemukan caranya. Sedangkan James terus saja menunjukan kemarahannya yang semakin membuat Anna kebingungan.

Ah, tapi tiba-tiba Anne jadi teringat akan sebuah adegan yang mirip dengan sebuah film yang pernah ia tonton.

" Sayang, apa kau cemburu Hem? " Goda Anne.

James yang kalau itu sedang memainkan ponselnya terlihat jelas tidak setuju, tapi Anne malah jadi semakin ingin menggodanya.

" Sayang, mengaku saja kalau cemburu. "

James terlihat semakin marah, dia menendang kipas angin yang belum lama ini dia beli hingga patah dan remuk menjadi beberapa bagian.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Meiliani Pelangi

Meiliani Pelangi

Anne jaga sikapmu, jangan terlalu agresif dan menunjukkan cintamu yg berlebihan ke James.
biarkan James bucin yg mengejarmu dan mencintaimu begitu dalam.

2022-10-11

3

Naviah

Naviah

ya ampun sayang banget kipas anginnya 😅

2022-09-19

2

Santi

Santi

Kang kipas pasti seneng nih dagangannya laku...
sering dirusak pasti sering beli lagi..
mau jualan kipas ah.. dekat apartemen di James

2022-09-17

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 : Menikah Dan Sebuah Alasan
2 BAB 2 : Malam Menjengkelkan
3 BAB 3 : Kesalahan Besar
4 BAB 4 : Kehilangan Kontrol
5 BAB 5 : Kebencian Tak Berujung
6 BAB 6 : Spesial Untuk Menyakiti
7 BAB 7 : Gagal Dalam Rencana
8 BAB 8 : Usaha Menyakiti
9 BAB 9 : Lezat Tapi Tidak Nikmat
10 BAB 10 : Pesta Yang Menyesakkan
11 BAB 11 : Karena Dia Adalah Anne!
12 BAB 12 : Rasa Sakit Pertama
13 BAB 13 : Menahan Sakit
14 BAB 14 : Salah Paham?
15 BAB 15 : Bodoh Karena Cinta
16 BAB 16 : Ingin Merasakannya
17 BAB 17 : Firasat Yang Tertolak
18 BAB 18 : Istri Atau Sampah?
19 BAB 19 : Hancur, Tapi Pantang Menyerah
20 BAB 20 : Bukan Salahku!
21 BAB 21 : Keberanian
22 BAB 22 : Kenapa Dia Berubah?
23 BAB 23 : Semua Karena Cinta
24 BAB 24 : Nama Yang Berpengaruh
25 BAB 25 : Merasa Lelah
26 BAB 26 : Lelah Bukan Menyerah
27 BAB 27 : Tentang Perasaan
28 BAB 28 : Karena Itu Menyakitkan
29 BAB 29 : Luka Semakin Dalam
30 BAB 30 : Batas Hubungan
31 BAB 31 : Hati Yang Penuh Cinta
32 BAB 32 : Salahkan Masa lalu
33 BAB 33 : Karena Dia Wanitaku!
34 BAB 34 : Mengulang Kesalahan
35 BAB 35 : Cinta, Bukan Bodoh!
36 BAB 36 : Serba Salah!
37 BAB 37 : Janji Palsu Berkepanjangan
38 BAB 38 : Tahu Diri Penting!
39 BAB 39 : Rasa Benci Yang Timbul
40 BAB 40 : Aku Mendengarnya
41 BAB 41 : Larilah Jika Bisa
42 BAB 42 : Menyadari Sebuah Perasaan
43 BAB 43 : Lihat Aku Juga!
44 BAB 44 : Banyak Kekurangan
45 BAB 45 : Kesempatan Terakhir
46 BAB 46 : Aku Akan Tetap Bertahan
47 BAB 47 : Berikan Aku Waktu
48 BAB 48 : Mari Berpisah Sebentar
49 BAB 49 : Proses Menjadi Suami Baik
50 BAB 50 : Perubahan Secara Perlahan
51 BAB 51 : Sekretaris Baru
52 BAB 52 : Tidak Seperti Pria Biasanya
53 BAB 53 : Karena Aku Merindukannya
54 BAB 54 : Karena Itu Bukanlah Alasan
55 BAB 55 : Mempesona Tapi Terabaikan
56 BAB 56 : Menahan Kesal
57 BAB 57 : Terpesona Oleh Larisa?
58 BAB 58 : Memohon
59 BAB 59 : Kebahagiaan
60 BAB 60 : Tidak Boleh Menyakitinya!
61 BAB 61 : Aku Bisa Melihatnya!
62 BAB 62 : Rencana Larisa
63 BAB 63 : Penerus Keluarga
64 BAB 64 : Aku Tidak Mampu Melakukanya!
65 BAB 65 : Aku Minta Maaf!
66 BAB 66 : Tidak Ada Perasaan
67 BAB 67 : Jangan Terlalu Fokus!
68 BAB 68 : Menerima Dan Niat
69 BAB 69 : Sebuah Harapan
70 BAB 70 : Aku Akan Bertahan
71 BAB 71 : Keyakinan
72 BAB 72 : Menghindari Stres
73 BAB 73 : Perasaan Aneh Dan Bersalah
74 BAB 74 : Pilihan Terbaik
75 BAB 75 : Pergi Dari Rumah
76 BAB 76 : Sebuah Tindakan
77 BAB 77 : Tidak Ada Lain Kali
78 BAB 78 : Menggenggam Janji
79 BAB 79 : Tidak Akan Bisa Melupakannya
80 BAB 80 : Ujian Kepantasan
81 BAB 81 : Kurang Pergaulan
82 BAB 82 : Pilihan Terbaik
83 BAB 83 : Paling Buruk
84 BAB 84 : Melihat Dari Jauh
85 BAB 85 : Sebuah Ketakutan
86 BAB 86 : Peringatan Telak
87 BAB 87 : Pengertian Dan Bunga Beracun
88 BAB 88 : Bunga Mawar Dan Racun
89 BAB 89 : Perasaan Terlarang
90 BAB 90 : Berat Hati
91 BAB 91: Kejutan Paling Menyakitkan
92 BAB 92 : Dia Pelakunya?
93 BAB 93 : Menahan Kesal Itu Sulit
94 BAB 94 : Munafik Terhebat
95 BAB 95 : Kerinduan Meluap
96 BAB 96 : Menunjukan Yang Terbaik
97 BAB 97 : Gundah Bersamaan
98 BAB 98 : Jangan Pergi
99 BAB 99 : Pengakuan Perasaan
100 BAB 100 : Menuju Pernikahan Sempurna
101 BAB 101 : Siap Menghadapi Segalanya
102 BAB 102 : Memohon Dengan Sungguh-sungguh
103 BAB 103 : Selamat pagi, istri?
104 BAB 104 : Bahagia Sekali
105 BAB 105 : Akhir Untuk Arthur
106 BAB 106 : Bagaimana Bisa Menolak?
107 BAB 107 : Final Episode
108 Promosi Novel Baru! seru banget, kepoin yuk!!!
Episodes

Updated 108 Episodes

1
BAB 1 : Menikah Dan Sebuah Alasan
2
BAB 2 : Malam Menjengkelkan
3
BAB 3 : Kesalahan Besar
4
BAB 4 : Kehilangan Kontrol
5
BAB 5 : Kebencian Tak Berujung
6
BAB 6 : Spesial Untuk Menyakiti
7
BAB 7 : Gagal Dalam Rencana
8
BAB 8 : Usaha Menyakiti
9
BAB 9 : Lezat Tapi Tidak Nikmat
10
BAB 10 : Pesta Yang Menyesakkan
11
BAB 11 : Karena Dia Adalah Anne!
12
BAB 12 : Rasa Sakit Pertama
13
BAB 13 : Menahan Sakit
14
BAB 14 : Salah Paham?
15
BAB 15 : Bodoh Karena Cinta
16
BAB 16 : Ingin Merasakannya
17
BAB 17 : Firasat Yang Tertolak
18
BAB 18 : Istri Atau Sampah?
19
BAB 19 : Hancur, Tapi Pantang Menyerah
20
BAB 20 : Bukan Salahku!
21
BAB 21 : Keberanian
22
BAB 22 : Kenapa Dia Berubah?
23
BAB 23 : Semua Karena Cinta
24
BAB 24 : Nama Yang Berpengaruh
25
BAB 25 : Merasa Lelah
26
BAB 26 : Lelah Bukan Menyerah
27
BAB 27 : Tentang Perasaan
28
BAB 28 : Karena Itu Menyakitkan
29
BAB 29 : Luka Semakin Dalam
30
BAB 30 : Batas Hubungan
31
BAB 31 : Hati Yang Penuh Cinta
32
BAB 32 : Salahkan Masa lalu
33
BAB 33 : Karena Dia Wanitaku!
34
BAB 34 : Mengulang Kesalahan
35
BAB 35 : Cinta, Bukan Bodoh!
36
BAB 36 : Serba Salah!
37
BAB 37 : Janji Palsu Berkepanjangan
38
BAB 38 : Tahu Diri Penting!
39
BAB 39 : Rasa Benci Yang Timbul
40
BAB 40 : Aku Mendengarnya
41
BAB 41 : Larilah Jika Bisa
42
BAB 42 : Menyadari Sebuah Perasaan
43
BAB 43 : Lihat Aku Juga!
44
BAB 44 : Banyak Kekurangan
45
BAB 45 : Kesempatan Terakhir
46
BAB 46 : Aku Akan Tetap Bertahan
47
BAB 47 : Berikan Aku Waktu
48
BAB 48 : Mari Berpisah Sebentar
49
BAB 49 : Proses Menjadi Suami Baik
50
BAB 50 : Perubahan Secara Perlahan
51
BAB 51 : Sekretaris Baru
52
BAB 52 : Tidak Seperti Pria Biasanya
53
BAB 53 : Karena Aku Merindukannya
54
BAB 54 : Karena Itu Bukanlah Alasan
55
BAB 55 : Mempesona Tapi Terabaikan
56
BAB 56 : Menahan Kesal
57
BAB 57 : Terpesona Oleh Larisa?
58
BAB 58 : Memohon
59
BAB 59 : Kebahagiaan
60
BAB 60 : Tidak Boleh Menyakitinya!
61
BAB 61 : Aku Bisa Melihatnya!
62
BAB 62 : Rencana Larisa
63
BAB 63 : Penerus Keluarga
64
BAB 64 : Aku Tidak Mampu Melakukanya!
65
BAB 65 : Aku Minta Maaf!
66
BAB 66 : Tidak Ada Perasaan
67
BAB 67 : Jangan Terlalu Fokus!
68
BAB 68 : Menerima Dan Niat
69
BAB 69 : Sebuah Harapan
70
BAB 70 : Aku Akan Bertahan
71
BAB 71 : Keyakinan
72
BAB 72 : Menghindari Stres
73
BAB 73 : Perasaan Aneh Dan Bersalah
74
BAB 74 : Pilihan Terbaik
75
BAB 75 : Pergi Dari Rumah
76
BAB 76 : Sebuah Tindakan
77
BAB 77 : Tidak Ada Lain Kali
78
BAB 78 : Menggenggam Janji
79
BAB 79 : Tidak Akan Bisa Melupakannya
80
BAB 80 : Ujian Kepantasan
81
BAB 81 : Kurang Pergaulan
82
BAB 82 : Pilihan Terbaik
83
BAB 83 : Paling Buruk
84
BAB 84 : Melihat Dari Jauh
85
BAB 85 : Sebuah Ketakutan
86
BAB 86 : Peringatan Telak
87
BAB 87 : Pengertian Dan Bunga Beracun
88
BAB 88 : Bunga Mawar Dan Racun
89
BAB 89 : Perasaan Terlarang
90
BAB 90 : Berat Hati
91
BAB 91: Kejutan Paling Menyakitkan
92
BAB 92 : Dia Pelakunya?
93
BAB 93 : Menahan Kesal Itu Sulit
94
BAB 94 : Munafik Terhebat
95
BAB 95 : Kerinduan Meluap
96
BAB 96 : Menunjukan Yang Terbaik
97
BAB 97 : Gundah Bersamaan
98
BAB 98 : Jangan Pergi
99
BAB 99 : Pengakuan Perasaan
100
BAB 100 : Menuju Pernikahan Sempurna
101
BAB 101 : Siap Menghadapi Segalanya
102
BAB 102 : Memohon Dengan Sungguh-sungguh
103
BAB 103 : Selamat pagi, istri?
104
BAB 104 : Bahagia Sekali
105
BAB 105 : Akhir Untuk Arthur
106
BAB 106 : Bagaimana Bisa Menolak?
107
BAB 107 : Final Episode
108
Promosi Novel Baru! seru banget, kepoin yuk!!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!