BAB 15 : Bodoh Karena Cinta

" Aku akan coba yang ini ya? " Angel menunjuk Gaun pengantin yang dipilihkan James, tapi gaun itu juga adalah gaun yang dipilihkan Anne sebelumnya tapi mendapat penolakan dari Angel dengan alasan bukan seleranya. Tidak masuk akal memang, apakah setelah James menunjuk Gaun itu langsung membuat Angel berubah selera? Memang mungkin saja, tapi malah membuat Anne jadi merasa gelisah.

Setelah memutuskan gaun mana yang akan di pakai, Angel kini sedang bersiap untuk mencoba gaun pernikahan di tempat yang sudah di sediakan dan tak lupa pula ada dua pegawai butik yang membantunya. Sekitar tiga puluh menit, ah! Mungkin juga agak lebih karena cukup lama James menunggu disana bersama dengan Anne. Aneh, benar-benar sangat aneh karena begitu Angel pergi James menjadi sangat pendiam, dan dia malah sibuk dengan ponselnya. Sementara Anne juga terus terdiam karena takut akan salah bicara, dan pada akhirnya melihat lagi bagaimana menyeramkannya James saat marah nanti.

Tak, tak tak....

Suara sepatu heels berwarna putih dengan hiasan Swarovski mengiringi langkah kaki Angel yang sudah selesai, dan saya ini tengah berjalan di tempat yang sudah dia sediakan untuk berkaca, disana Anne dan James juga duduk menunggu.

James terdiam karena begitu terpesona melihat cantiknya Angel menggunakan pakaian pengantin, senyumnya amat lembut, manis, juga anggun. Rasanya benar-benar ingin menyimpan wajah cantik Angel saat ini untuk dirinya seorang saja, tapi mengingat bahwa Angel akan menikah dengan orang lain membuatnya kesal tak terima, lalu ujungnya menyalahkan Anne karena gara-gara dia lah James tidak bisa menikah dengan Angel.

" Bagaimana menurut kalian? " Tanya Angel kepada Anne dan James.

" Cantik! Kau, sangat cantik. " James tersenyum begitu tulus seolah menunjukan betapa jujurnya dia dan betapa bersungguh-sungguh nya dia dnegan ucapannya tadi. Anne sebenarnya masih merasa tidak nyaman, tapi mengingat Angel dan James sudah berteman sejak kecil, dia akhirnya hanya bisa memaksakan senyumnya mengangguk untuk mengiyakan ucapan James, juga jawaban untuk Angel.

Angel tersenyum semakin lebar yang sukses membuat James semakin terpesona saja.

" Terimakasih. "

" Angel, mau mengambil photo? Hari ini kau benar-benar sangat cantik, jadi sayang sekali kalau kau tidak menyimpan momen ini kan? "

Angel mengangguk dengan cepat, memang benar momen seperti sekarang tidak akan ada lagi. Yah, nantinya juga dia akan tetap menggunakan gaun pernikahan itu ketika dia menikah nanti, tapi tetap saja akan ada hal yang berbeda nantinya.

James mengeluarkan ponselnya, lalu bersiap untuk mengambil photo.

" Tersenyumlah lebih lebar, Angel. " Ucap James kepada Angel dan dengan segera Angel tersenyum lebih lebar.

" Lihatlah! " James berjalan mendekati Angel, lalu menunjukkan hasil jepretannya yang begitu banyak dia ambil tadi. Mulai dari saat Angel berwajah datar, mulai akan tersenyum, tersenyum kecil, kaku tersenyum lebar.

" Apa-apaan! Kenapa ada photoku saat menutup mata juga? " Protes Angel sembari memukul lengan James beberapa kali. Kemudian mereka melihat kembali photo di ponsel James dengan jarak yang semakin dekat. Sungguh mereka terlihat sangat serasi, pakaian yang di gunakan James juga cocok dengan gaun pernikahan yang dikenakan oleh Angel.

Bukan hanya Anne yang menatap dengan tatapan tak biasa, para pegawai butik juga bisa merasakan dengan jelas kedekatan mereka yang tidak wajar. Para pegawai butik di sana hanya bisa merasa iba melihat Anne yang terdiam tak melakukan apapun meski tatapannya nampak begitu pilu ketika melihat Angel dan James begitu dekat dan terkesan mesra.

" Kita photo bersama ya? " James mengarahkan kamera ponselnya untuk mengarah ke arah mereka berdua, dengan kompak mereka tersenyum, berganti gaya dan pose. Konyol dan anggun mereka sudah mendapatkan semua gambarnya, hanya saja James dan Angel belum merasa puas ketika keseluruhan tubuh mereka belum terlihat.

" Anne tolong photo kami berdua! " Ucap James seraya menyerahkan ponselnya kepada Anne. Mau tak mau Anne menerima ponsel itu, sebenarnya tidak ada yang salah sih karena mereka sudah begitu akrab semenjak mereka berdua kecil, tapi kalau gaya photo seperti yang di inginkan James bukankah akan membuat orang lain akan salah paham?

Dengan tangan gemetar Anne mengarahkan kamera ponsel kepada James dan Angel. Mereka berpose dengan begitu akrab, tangan James memeluk pinggul Angel, lalu mereka mendekatkan wajah mereka dan memberikan dua jari mereka. Photo selanjutnya adalah Angel yang memeluk lengan James membuat mereka terlihat seperti pasangan pengantin sungguhan.

Perasaan itu benar-benar bukan hanya Anne saja yang merasakannya, tapi juga pegawai butik di sana keheranan dengan adik juga kakak ipar yang kedekatannya melebihi pasangan kekasih, semetara istrinya sedari tadi hanya diam seperti menahan tangis. Belum lagi sekarang mereka harus melihat Anne mengambil photo untuk suami dan kakaknya yang sedang berpose seperti pasangan pengantin. Karena merasa tak tega ketika melihat tangan Anne terus gemetar dan tatapannya pilu, salah satu dari pegawai toko berjalan mendekati Anne dan menawarkan diri untuk menggantikan Anne.

" Nona, biarkan saya saja yang mengambil photonya. Nona bisa berphoto bersama dengan suami dan kakak anda saja ya? " Pegawai itu tersenyum ramah menyembunyikan rasa iba nya sembari mengadakan tangannya untuk mengambil alih ponsel yang tengah Anne pegang dengan tangan gemetar.

" A aku, ti tidak ingin photo kok. Biar aku saja, aku bisa. "

Pegawai butik itu kembali tersenyum.

" Nona, seperti yang suami anda bilang tadi. Momen sekarang ini tidak akan pernah terulang lagi, memang nanti akan ada hampir mirip, tapi itu kan sudah hari pernikahan yang sesungguhnya. "

" Anne, sini! " Angel mengerakkan tangannya agar Anne segera mendekat kepadanya. Tak mungkin menolak, Anne mengangguk setuju dan berjalan mendekat. Angel berada di tengah-tengah, tapi pinggulnya masih saja dipeluk oleh James, sementara Angel melingkarkan tangannya memeluk leher Anne, menempelkan wajah mereka berdua dan tersenyum dengan begitu bersemangat.

" Tuan, senyum Anda kurang lebar. " Ucap pegawai toko itu, dia sejujurnya kesal dengan James yang langsung tidak ingin tersenyum begitu Anne ikut berphoto dengannya juga Angel, padahal jelas-jelas Anne adalah istrinya, jadi bagaimana bisa ada suami yang tidak berperasaan seperti ini?

James memang tersenyum kembali, tapi senyum itu benar-benar tidak terlihat tulus dan hangat seperti saat tersenyum kepada Angel tadi. Dia yang seorang perempuan tentu saja hatinya tidak bisa menerima saat ada wanita lain terlebih istri sah di sakiti secara terang-terangan begini. Padahal Anne juga cukup cantik, jadi apalah kurangnya sehingga suaminya begitu menunjukan rasa berat hati kepada istrinya sendiri?

Setelah kegiatan itu selesai, Anne yang pergi ke toilet ternyata di tinggalkan oleh James dan Angel yang lebih dulu masuk ke dalam mobil dan menunggu di sana.

Dengan buru-buru Anne berjalan cepat untuk segera menyusul hingga pegawai butik menghentikannya dan menyerahkan tasnya yang bahkan tidak di bawa oleh suaminya sendiri saat Anne meninggalkannya untuk ke toilet.

" Nona, tidak ada yang lebih indah dari pada mencintai diri sendiri. " Ucap Pegawai butik yang membuat Anne terdiam.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Sulati Cus

Sulati Cus

bener tu cinta boleh bodoh jangan

2022-12-05

2

Meiliani Pelangi

Meiliani Pelangi

dengerin tuh nona Anne, omongan pegawai butik.

2022-10-11

1

Naviah

Naviah

Anne carilah kebahagiaanmu sendiri

2022-09-19

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 : Menikah Dan Sebuah Alasan
2 BAB 2 : Malam Menjengkelkan
3 BAB 3 : Kesalahan Besar
4 BAB 4 : Kehilangan Kontrol
5 BAB 5 : Kebencian Tak Berujung
6 BAB 6 : Spesial Untuk Menyakiti
7 BAB 7 : Gagal Dalam Rencana
8 BAB 8 : Usaha Menyakiti
9 BAB 9 : Lezat Tapi Tidak Nikmat
10 BAB 10 : Pesta Yang Menyesakkan
11 BAB 11 : Karena Dia Adalah Anne!
12 BAB 12 : Rasa Sakit Pertama
13 BAB 13 : Menahan Sakit
14 BAB 14 : Salah Paham?
15 BAB 15 : Bodoh Karena Cinta
16 BAB 16 : Ingin Merasakannya
17 BAB 17 : Firasat Yang Tertolak
18 BAB 18 : Istri Atau Sampah?
19 BAB 19 : Hancur, Tapi Pantang Menyerah
20 BAB 20 : Bukan Salahku!
21 BAB 21 : Keberanian
22 BAB 22 : Kenapa Dia Berubah?
23 BAB 23 : Semua Karena Cinta
24 BAB 24 : Nama Yang Berpengaruh
25 BAB 25 : Merasa Lelah
26 BAB 26 : Lelah Bukan Menyerah
27 BAB 27 : Tentang Perasaan
28 BAB 28 : Karena Itu Menyakitkan
29 BAB 29 : Luka Semakin Dalam
30 BAB 30 : Batas Hubungan
31 BAB 31 : Hati Yang Penuh Cinta
32 BAB 32 : Salahkan Masa lalu
33 BAB 33 : Karena Dia Wanitaku!
34 BAB 34 : Mengulang Kesalahan
35 BAB 35 : Cinta, Bukan Bodoh!
36 BAB 36 : Serba Salah!
37 BAB 37 : Janji Palsu Berkepanjangan
38 BAB 38 : Tahu Diri Penting!
39 BAB 39 : Rasa Benci Yang Timbul
40 BAB 40 : Aku Mendengarnya
41 BAB 41 : Larilah Jika Bisa
42 BAB 42 : Menyadari Sebuah Perasaan
43 BAB 43 : Lihat Aku Juga!
44 BAB 44 : Banyak Kekurangan
45 BAB 45 : Kesempatan Terakhir
46 BAB 46 : Aku Akan Tetap Bertahan
47 BAB 47 : Berikan Aku Waktu
48 BAB 48 : Mari Berpisah Sebentar
49 BAB 49 : Proses Menjadi Suami Baik
50 BAB 50 : Perubahan Secara Perlahan
51 BAB 51 : Sekretaris Baru
52 BAB 52 : Tidak Seperti Pria Biasanya
53 BAB 53 : Karena Aku Merindukannya
54 BAB 54 : Karena Itu Bukanlah Alasan
55 BAB 55 : Mempesona Tapi Terabaikan
56 BAB 56 : Menahan Kesal
57 BAB 57 : Terpesona Oleh Larisa?
58 BAB 58 : Memohon
59 BAB 59 : Kebahagiaan
60 BAB 60 : Tidak Boleh Menyakitinya!
61 BAB 61 : Aku Bisa Melihatnya!
62 BAB 62 : Rencana Larisa
63 BAB 63 : Penerus Keluarga
64 BAB 64 : Aku Tidak Mampu Melakukanya!
65 BAB 65 : Aku Minta Maaf!
66 BAB 66 : Tidak Ada Perasaan
67 BAB 67 : Jangan Terlalu Fokus!
68 BAB 68 : Menerima Dan Niat
69 BAB 69 : Sebuah Harapan
70 BAB 70 : Aku Akan Bertahan
71 BAB 71 : Keyakinan
72 BAB 72 : Menghindari Stres
73 BAB 73 : Perasaan Aneh Dan Bersalah
74 BAB 74 : Pilihan Terbaik
75 BAB 75 : Pergi Dari Rumah
76 BAB 76 : Sebuah Tindakan
77 BAB 77 : Tidak Ada Lain Kali
78 BAB 78 : Menggenggam Janji
79 BAB 79 : Tidak Akan Bisa Melupakannya
80 BAB 80 : Ujian Kepantasan
81 BAB 81 : Kurang Pergaulan
82 BAB 82 : Pilihan Terbaik
83 BAB 83 : Paling Buruk
84 BAB 84 : Melihat Dari Jauh
85 BAB 85 : Sebuah Ketakutan
86 BAB 86 : Peringatan Telak
87 BAB 87 : Pengertian Dan Bunga Beracun
88 BAB 88 : Bunga Mawar Dan Racun
89 BAB 89 : Perasaan Terlarang
90 BAB 90 : Berat Hati
91 BAB 91: Kejutan Paling Menyakitkan
92 BAB 92 : Dia Pelakunya?
93 BAB 93 : Menahan Kesal Itu Sulit
94 BAB 94 : Munafik Terhebat
95 BAB 95 : Kerinduan Meluap
96 BAB 96 : Menunjukan Yang Terbaik
97 BAB 97 : Gundah Bersamaan
98 BAB 98 : Jangan Pergi
99 BAB 99 : Pengakuan Perasaan
100 BAB 100 : Menuju Pernikahan Sempurna
101 BAB 101 : Siap Menghadapi Segalanya
102 BAB 102 : Memohon Dengan Sungguh-sungguh
103 BAB 103 : Selamat pagi, istri?
104 BAB 104 : Bahagia Sekali
105 BAB 105 : Akhir Untuk Arthur
106 BAB 106 : Bagaimana Bisa Menolak?
107 BAB 107 : Final Episode
108 Promosi Novel Baru! seru banget, kepoin yuk!!!
Episodes

Updated 108 Episodes

1
BAB 1 : Menikah Dan Sebuah Alasan
2
BAB 2 : Malam Menjengkelkan
3
BAB 3 : Kesalahan Besar
4
BAB 4 : Kehilangan Kontrol
5
BAB 5 : Kebencian Tak Berujung
6
BAB 6 : Spesial Untuk Menyakiti
7
BAB 7 : Gagal Dalam Rencana
8
BAB 8 : Usaha Menyakiti
9
BAB 9 : Lezat Tapi Tidak Nikmat
10
BAB 10 : Pesta Yang Menyesakkan
11
BAB 11 : Karena Dia Adalah Anne!
12
BAB 12 : Rasa Sakit Pertama
13
BAB 13 : Menahan Sakit
14
BAB 14 : Salah Paham?
15
BAB 15 : Bodoh Karena Cinta
16
BAB 16 : Ingin Merasakannya
17
BAB 17 : Firasat Yang Tertolak
18
BAB 18 : Istri Atau Sampah?
19
BAB 19 : Hancur, Tapi Pantang Menyerah
20
BAB 20 : Bukan Salahku!
21
BAB 21 : Keberanian
22
BAB 22 : Kenapa Dia Berubah?
23
BAB 23 : Semua Karena Cinta
24
BAB 24 : Nama Yang Berpengaruh
25
BAB 25 : Merasa Lelah
26
BAB 26 : Lelah Bukan Menyerah
27
BAB 27 : Tentang Perasaan
28
BAB 28 : Karena Itu Menyakitkan
29
BAB 29 : Luka Semakin Dalam
30
BAB 30 : Batas Hubungan
31
BAB 31 : Hati Yang Penuh Cinta
32
BAB 32 : Salahkan Masa lalu
33
BAB 33 : Karena Dia Wanitaku!
34
BAB 34 : Mengulang Kesalahan
35
BAB 35 : Cinta, Bukan Bodoh!
36
BAB 36 : Serba Salah!
37
BAB 37 : Janji Palsu Berkepanjangan
38
BAB 38 : Tahu Diri Penting!
39
BAB 39 : Rasa Benci Yang Timbul
40
BAB 40 : Aku Mendengarnya
41
BAB 41 : Larilah Jika Bisa
42
BAB 42 : Menyadari Sebuah Perasaan
43
BAB 43 : Lihat Aku Juga!
44
BAB 44 : Banyak Kekurangan
45
BAB 45 : Kesempatan Terakhir
46
BAB 46 : Aku Akan Tetap Bertahan
47
BAB 47 : Berikan Aku Waktu
48
BAB 48 : Mari Berpisah Sebentar
49
BAB 49 : Proses Menjadi Suami Baik
50
BAB 50 : Perubahan Secara Perlahan
51
BAB 51 : Sekretaris Baru
52
BAB 52 : Tidak Seperti Pria Biasanya
53
BAB 53 : Karena Aku Merindukannya
54
BAB 54 : Karena Itu Bukanlah Alasan
55
BAB 55 : Mempesona Tapi Terabaikan
56
BAB 56 : Menahan Kesal
57
BAB 57 : Terpesona Oleh Larisa?
58
BAB 58 : Memohon
59
BAB 59 : Kebahagiaan
60
BAB 60 : Tidak Boleh Menyakitinya!
61
BAB 61 : Aku Bisa Melihatnya!
62
BAB 62 : Rencana Larisa
63
BAB 63 : Penerus Keluarga
64
BAB 64 : Aku Tidak Mampu Melakukanya!
65
BAB 65 : Aku Minta Maaf!
66
BAB 66 : Tidak Ada Perasaan
67
BAB 67 : Jangan Terlalu Fokus!
68
BAB 68 : Menerima Dan Niat
69
BAB 69 : Sebuah Harapan
70
BAB 70 : Aku Akan Bertahan
71
BAB 71 : Keyakinan
72
BAB 72 : Menghindari Stres
73
BAB 73 : Perasaan Aneh Dan Bersalah
74
BAB 74 : Pilihan Terbaik
75
BAB 75 : Pergi Dari Rumah
76
BAB 76 : Sebuah Tindakan
77
BAB 77 : Tidak Ada Lain Kali
78
BAB 78 : Menggenggam Janji
79
BAB 79 : Tidak Akan Bisa Melupakannya
80
BAB 80 : Ujian Kepantasan
81
BAB 81 : Kurang Pergaulan
82
BAB 82 : Pilihan Terbaik
83
BAB 83 : Paling Buruk
84
BAB 84 : Melihat Dari Jauh
85
BAB 85 : Sebuah Ketakutan
86
BAB 86 : Peringatan Telak
87
BAB 87 : Pengertian Dan Bunga Beracun
88
BAB 88 : Bunga Mawar Dan Racun
89
BAB 89 : Perasaan Terlarang
90
BAB 90 : Berat Hati
91
BAB 91: Kejutan Paling Menyakitkan
92
BAB 92 : Dia Pelakunya?
93
BAB 93 : Menahan Kesal Itu Sulit
94
BAB 94 : Munafik Terhebat
95
BAB 95 : Kerinduan Meluap
96
BAB 96 : Menunjukan Yang Terbaik
97
BAB 97 : Gundah Bersamaan
98
BAB 98 : Jangan Pergi
99
BAB 99 : Pengakuan Perasaan
100
BAB 100 : Menuju Pernikahan Sempurna
101
BAB 101 : Siap Menghadapi Segalanya
102
BAB 102 : Memohon Dengan Sungguh-sungguh
103
BAB 103 : Selamat pagi, istri?
104
BAB 104 : Bahagia Sekali
105
BAB 105 : Akhir Untuk Arthur
106
BAB 106 : Bagaimana Bisa Menolak?
107
BAB 107 : Final Episode
108
Promosi Novel Baru! seru banget, kepoin yuk!!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!