" Aku akan coba yang ini ya? " Angel menunjuk Gaun pengantin yang dipilihkan James, tapi gaun itu juga adalah gaun yang dipilihkan Anne sebelumnya tapi mendapat penolakan dari Angel dengan alasan bukan seleranya. Tidak masuk akal memang, apakah setelah James menunjuk Gaun itu langsung membuat Angel berubah selera? Memang mungkin saja, tapi malah membuat Anne jadi merasa gelisah.
Setelah memutuskan gaun mana yang akan di pakai, Angel kini sedang bersiap untuk mencoba gaun pernikahan di tempat yang sudah di sediakan dan tak lupa pula ada dua pegawai butik yang membantunya. Sekitar tiga puluh menit, ah! Mungkin juga agak lebih karena cukup lama James menunggu disana bersama dengan Anne. Aneh, benar-benar sangat aneh karena begitu Angel pergi James menjadi sangat pendiam, dan dia malah sibuk dengan ponselnya. Sementara Anne juga terus terdiam karena takut akan salah bicara, dan pada akhirnya melihat lagi bagaimana menyeramkannya James saat marah nanti.
Tak, tak tak....
Suara sepatu heels berwarna putih dengan hiasan Swarovski mengiringi langkah kaki Angel yang sudah selesai, dan saya ini tengah berjalan di tempat yang sudah dia sediakan untuk berkaca, disana Anne dan James juga duduk menunggu.
James terdiam karena begitu terpesona melihat cantiknya Angel menggunakan pakaian pengantin, senyumnya amat lembut, manis, juga anggun. Rasanya benar-benar ingin menyimpan wajah cantik Angel saat ini untuk dirinya seorang saja, tapi mengingat bahwa Angel akan menikah dengan orang lain membuatnya kesal tak terima, lalu ujungnya menyalahkan Anne karena gara-gara dia lah James tidak bisa menikah dengan Angel.
" Bagaimana menurut kalian? " Tanya Angel kepada Anne dan James.
" Cantik! Kau, sangat cantik. " James tersenyum begitu tulus seolah menunjukan betapa jujurnya dia dan betapa bersungguh-sungguh nya dia dnegan ucapannya tadi. Anne sebenarnya masih merasa tidak nyaman, tapi mengingat Angel dan James sudah berteman sejak kecil, dia akhirnya hanya bisa memaksakan senyumnya mengangguk untuk mengiyakan ucapan James, juga jawaban untuk Angel.
Angel tersenyum semakin lebar yang sukses membuat James semakin terpesona saja.
" Terimakasih. "
" Angel, mau mengambil photo? Hari ini kau benar-benar sangat cantik, jadi sayang sekali kalau kau tidak menyimpan momen ini kan? "
Angel mengangguk dengan cepat, memang benar momen seperti sekarang tidak akan ada lagi. Yah, nantinya juga dia akan tetap menggunakan gaun pernikahan itu ketika dia menikah nanti, tapi tetap saja akan ada hal yang berbeda nantinya.
James mengeluarkan ponselnya, lalu bersiap untuk mengambil photo.
" Tersenyumlah lebih lebar, Angel. " Ucap James kepada Angel dan dengan segera Angel tersenyum lebih lebar.
" Lihatlah! " James berjalan mendekati Angel, lalu menunjukkan hasil jepretannya yang begitu banyak dia ambil tadi. Mulai dari saat Angel berwajah datar, mulai akan tersenyum, tersenyum kecil, kaku tersenyum lebar.
" Apa-apaan! Kenapa ada photoku saat menutup mata juga? " Protes Angel sembari memukul lengan James beberapa kali. Kemudian mereka melihat kembali photo di ponsel James dengan jarak yang semakin dekat. Sungguh mereka terlihat sangat serasi, pakaian yang di gunakan James juga cocok dengan gaun pernikahan yang dikenakan oleh Angel.
Bukan hanya Anne yang menatap dengan tatapan tak biasa, para pegawai butik juga bisa merasakan dengan jelas kedekatan mereka yang tidak wajar. Para pegawai butik di sana hanya bisa merasa iba melihat Anne yang terdiam tak melakukan apapun meski tatapannya nampak begitu pilu ketika melihat Angel dan James begitu dekat dan terkesan mesra.
" Kita photo bersama ya? " James mengarahkan kamera ponselnya untuk mengarah ke arah mereka berdua, dengan kompak mereka tersenyum, berganti gaya dan pose. Konyol dan anggun mereka sudah mendapatkan semua gambarnya, hanya saja James dan Angel belum merasa puas ketika keseluruhan tubuh mereka belum terlihat.
" Anne tolong photo kami berdua! " Ucap James seraya menyerahkan ponselnya kepada Anne. Mau tak mau Anne menerima ponsel itu, sebenarnya tidak ada yang salah sih karena mereka sudah begitu akrab semenjak mereka berdua kecil, tapi kalau gaya photo seperti yang di inginkan James bukankah akan membuat orang lain akan salah paham?
Dengan tangan gemetar Anne mengarahkan kamera ponsel kepada James dan Angel. Mereka berpose dengan begitu akrab, tangan James memeluk pinggul Angel, lalu mereka mendekatkan wajah mereka dan memberikan dua jari mereka. Photo selanjutnya adalah Angel yang memeluk lengan James membuat mereka terlihat seperti pasangan pengantin sungguhan.
Perasaan itu benar-benar bukan hanya Anne saja yang merasakannya, tapi juga pegawai butik di sana keheranan dengan adik juga kakak ipar yang kedekatannya melebihi pasangan kekasih, semetara istrinya sedari tadi hanya diam seperti menahan tangis. Belum lagi sekarang mereka harus melihat Anne mengambil photo untuk suami dan kakaknya yang sedang berpose seperti pasangan pengantin. Karena merasa tak tega ketika melihat tangan Anne terus gemetar dan tatapannya pilu, salah satu dari pegawai toko berjalan mendekati Anne dan menawarkan diri untuk menggantikan Anne.
" Nona, biarkan saya saja yang mengambil photonya. Nona bisa berphoto bersama dengan suami dan kakak anda saja ya? " Pegawai itu tersenyum ramah menyembunyikan rasa iba nya sembari mengadakan tangannya untuk mengambil alih ponsel yang tengah Anne pegang dengan tangan gemetar.
" A aku, ti tidak ingin photo kok. Biar aku saja, aku bisa. "
Pegawai butik itu kembali tersenyum.
" Nona, seperti yang suami anda bilang tadi. Momen sekarang ini tidak akan pernah terulang lagi, memang nanti akan ada hampir mirip, tapi itu kan sudah hari pernikahan yang sesungguhnya. "
" Anne, sini! " Angel mengerakkan tangannya agar Anne segera mendekat kepadanya. Tak mungkin menolak, Anne mengangguk setuju dan berjalan mendekat. Angel berada di tengah-tengah, tapi pinggulnya masih saja dipeluk oleh James, sementara Angel melingkarkan tangannya memeluk leher Anne, menempelkan wajah mereka berdua dan tersenyum dengan begitu bersemangat.
" Tuan, senyum Anda kurang lebar. " Ucap pegawai toko itu, dia sejujurnya kesal dengan James yang langsung tidak ingin tersenyum begitu Anne ikut berphoto dengannya juga Angel, padahal jelas-jelas Anne adalah istrinya, jadi bagaimana bisa ada suami yang tidak berperasaan seperti ini?
James memang tersenyum kembali, tapi senyum itu benar-benar tidak terlihat tulus dan hangat seperti saat tersenyum kepada Angel tadi. Dia yang seorang perempuan tentu saja hatinya tidak bisa menerima saat ada wanita lain terlebih istri sah di sakiti secara terang-terangan begini. Padahal Anne juga cukup cantik, jadi apalah kurangnya sehingga suaminya begitu menunjukan rasa berat hati kepada istrinya sendiri?
Setelah kegiatan itu selesai, Anne yang pergi ke toilet ternyata di tinggalkan oleh James dan Angel yang lebih dulu masuk ke dalam mobil dan menunggu di sana.
Dengan buru-buru Anne berjalan cepat untuk segera menyusul hingga pegawai butik menghentikannya dan menyerahkan tasnya yang bahkan tidak di bawa oleh suaminya sendiri saat Anne meninggalkannya untuk ke toilet.
" Nona, tidak ada yang lebih indah dari pada mencintai diri sendiri. " Ucap Pegawai butik yang membuat Anne terdiam.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments
Sulati Cus
bener tu cinta boleh bodoh jangan
2022-12-05
2
Meiliani Pelangi
dengerin tuh nona Anne, omongan pegawai butik.
2022-10-11
1
Naviah
Anne carilah kebahagiaanmu sendiri
2022-09-19
1