Masih tidak ingin menyerah untuk membuat Anne terluka batinnya, hari ini sebenarnya James sudah bisa pulang dari kantor Ayahnya karena semua pekerjaan memang sudah selesai. Ayahnya yang merasa James terlalu memaksakan diri setelah menikah tentu ingin putranya menghabiskan banyak waktu bersama istrinya. Tapi sayang sekali yang dipikirkan James malah hanya tentang menyakiti Anne saja, sungguh tidak tahu bagaimana jadinya jika memang ada manusia yang benar-benar bisa membaca pikiran manusia.
Sengaja berlama-lama, James yang seharunya pulang menemani istrinya justru sibuk mendatangi tempat yang penuh kenangan bersama dengan Angel. Sembari bernostalgia dia terus membayangkan betapa indahnya saat nanti sudah bisa hidup bersama dengan Angel, yah tentunya juga setelah perceraian antara Anne dengannya terlaksana dengan lancar selancar mungkin.
Ini sudah telat hampir dua jam untuk pulang, jadi dengan malas juga James bangkit dari duduk santainya membayangkan masa depan dan wajah cantik Angel. Dia kembali masuk ke dalam mobil, bukan langsung pulang tujuannya, tapi dia mencari makan dulu untuk Anne dan dia nanti. Lagi-lagi dia belum kapok, jadi dia membeli makanan pinggir jalan dengan menu sayur dan lauk sederhana, hah! Sederhana sekali karena lauk yang di beli James adalah tempe goreng. Sebenarnya dia juga tidak berselera hanya makan seperti itu, tapi demi totalitas aktingnya untuk membuat Anne menderita dia juga ikut menderita dengan hanya memakan makanan amat sederhana.
Sesampainya di apartemen James menghela nafas sebal terlebih dulu sebelum membuka pintu apartemennya. Yah, lagi-lagi harus melihat wajah Anne yang menyebalkan itu, sebalnya dia juga harus terlihat biasa saja meski dia ingin memakai habis Anne yang tak lain adalah istrinya sendiri.
" Sayang? Akhirnya kau pulang juga! " Anne dengan senyum hangat dan sikap agak manjanya berjalan mendekati James, meraih tas yang di pegang James membuat pria itu sedikit mengeryit bingung. Apakah dia tidak lapar sehingga tidak bergegas merebut makanan yang dia pegang? Kalau di ingat lagi, dulu Anne sangat suka merebut makanan atau benda apapun yang di pegang Angel, atau James. Entah sedang berpura-pura menjadi istri yang patuh dan baik atau bagaimana, yang jelas James sama sekali tidak tersentuh dengan sikap baik Anne.
" Ini makanan untukmu. " James menyodorkan kantung plastik yang berisi dua bungkus makanan. Dengan segera Anne menerima itu, dia meletakkan dulu di meja ruang tamu, membantu James meletakkan sepatunya ke rak sepatu. Setelah James masuk ke kamar untuk membersihkan diri, dia dengan segera berjalan ke dapur untuk mengambil dua piring, sendok, dan juga air mineral. Dengan hati-hati dia menyiapkan semua itu, karena meksipun pekerjaan itu remeh dan amat sederhana, bagi Anne yang bahkan tidak pernah melakukan apapun tugas rumah tentu bukan hal yang mudah.
" Suamiku apa benar-benar tidak punya uang ya? Kasihan sekali. " Gumam Anne ketika membuka bungkus makanan dan hanya mendapati sayur capcai dan tempe goreng saja. Bukan ingin mengeluh, tapi dia malah merasa kasihan dengan James karena dia pikir James yang lelah pulang bekerja dan hanya bisa makan makanan yang sangat sederhana begini.
" Kenapa kau menatap makanan itu dengan tatapan sedih? Kalau kau tidak suka ya tinggal buang saja, jangan di paksakan kalau kau tidak suka. Aku sudah terbiasa makan makanan seperti itu, jadi aku tidak masalah. " James benar-benar puas sekali karena saat dia keluar dari kamarnya tadi, yang dia lihat selanjutnya adalah wajah sedih Anne sembari menatap makanan yang ia beli tadi.
" Syukurlah, aku tadi berpikir bahwa kau yang lelah bekerja tapi pulang harus makan makanan sederhana. Kalau kau tidak masalah dengan makanan ini, tentu saja aku juga tidak masalah. Ayo sayang, kita makan karena ini sudah cukup malam dan kau juga harus segera tidur kan? "
James mengeraskan rahangnya. Sialan! Ini benar-benar menyiksanya karena lagi-lagi dia harus kecewa dengan harapan yang ia ciptakan sendiri. Di dalam hati James benar-benar menggerutu kesal, kenapa sangat sulit membuat Anne bersedih? Kalau begini terus bisa-bisa gagal total rencana untuk bercerai dengan Anne kan?
Tak ingin membuang waktu, James dengan segera menelan makanannya dengan cepat membuat Anne merasa kaget, dan dia memperingati agar James pelan saja makannya, jangan sampai tersedak. Pria itu ogah mendengar nasehat Anne yang tak berarti apapun. Segera setelah selesai menghabiskan makannya James masuk ke dalam kamar, dia tersenyum karena saat makan dia benar-benar mencari cara untuk membuat Anne sedih dan sekarang dia tahu bagaimana caranya.
Kipas angin!
Itu adalah tujuan James sekarang, dia dengan cepat merusak kipas angin hingga sukses tak berfungsi lagi.
Setelah beberapa saat, Anne masuk ke dalam kamar dan mendapati James yang sedang berpura-pura membenahi kipas angin satu-satunya yang mereka punya.
" Sayang? Kipasnya kenapa? " Tanya Anne bingung.
" Rusak, kipasnya sudah tidak bisa berfungsi lagi. Aku sudah coba memperbaikinya, tapi tetap tidak bisa. " Jawab James yang tentu saja berbohong.
Anne menghela nafas, sungguh yang dipikirkan Anne hanyalah James seorang. Dia rela saja kepanasan, tapi dia benar-benar kasihan dengan James yang pasti akan kepanasan, padahal sudah lelah bekerja untuk menghidupinya juga.
" Sayang, kita keluar dulu sebentar yuk? Kita beli saja yang baru. " Ajak Anne yang langsung mendapatkan tatapan tak setuju dari James.
" Tokonya pasti sudah tutup! Lagi pula uang ku juga tidak cukup untuk membeli kipas angin. " James memasang wajah kesalnya, dia masih berpura-pura membenahi kipas angin itu seolah begitu ingin menggunakannya.
" Sayang, pakai saja uangku dulu ya? Nanti kalau sudah ada baru ganti lagi. "
" Tidak! Kau tahu bagaimana ketatnya Ayahmu kan? Aku tidak ingin ada urusan apapun dengan Ayahmu, uang yang kau punya itu kan pasti uang Ayahmu! "
Anne terdiam tak lagi bisa berkata, memang benar uang yang ia punya pemberian Ayahnya, tapi dia yakin benar Ayahnya bukan orang yang sangat perhitungan dengan uang, tapi kalau mengingat posisinya yang sudah menjadi istri dari James dia benar-benar hanya bisa mengikuti saja apa maunya James.
" Ya sudah, tidak apa-apa kok. Kita coba tidur saja, nanti kalau kau sudah ada uang, baru kita beli yang baru ya? " Anne memang sudah mulai berkeringat, tapi demi tak menyakiti hati suaminya dia tetap mencoba sebaik mungkin menjaga perkataannya.
James terdiam lagi merasakan kesal karena gagal.
Besok paginya, James sengaja lagi membeli makanan yang luar biasa simpel untuk sarapan mereka, yaitu nasi putih dan juga tahu goreng yang hampir tak memiliki rasa.
Sial! Benar-benar sial karena lagi-lagi Anne tersenyum dan mengatakan makannya lumayan enak, dan dia tidak masalah juga memakan itu setiap hari.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments
Marhaban ya Nur17
James ahirnya dibutakan krn kebencian
2025-01-30
0
Disya♡💕
James ga bersyukur banget sih
2024-05-23
0
Naviah
kasian banget Anne dia tulus banget sama James bahkan dia lebih mengutamakan James dari pada dia sendiri 😭☹️
2022-09-19
1