BAB 8 : Usaha Menyakiti

Masih tidak ingin menyerah untuk membuat Anne terluka batinnya, hari ini sebenarnya James sudah bisa pulang dari kantor Ayahnya karena semua pekerjaan memang sudah selesai. Ayahnya yang merasa James terlalu memaksakan diri setelah menikah tentu ingin putranya menghabiskan banyak waktu bersama istrinya. Tapi sayang sekali yang dipikirkan James malah hanya tentang menyakiti Anne saja, sungguh tidak tahu bagaimana jadinya jika memang ada manusia yang benar-benar bisa membaca pikiran manusia.

Sengaja berlama-lama, James yang seharunya pulang menemani istrinya justru sibuk mendatangi tempat yang penuh kenangan bersama dengan Angel. Sembari bernostalgia dia terus membayangkan betapa indahnya saat nanti sudah bisa hidup bersama dengan Angel, yah tentunya juga setelah perceraian antara Anne dengannya terlaksana dengan lancar selancar mungkin.

Ini sudah telat hampir dua jam untuk pulang, jadi dengan malas juga James bangkit dari duduk santainya membayangkan masa depan dan wajah cantik Angel. Dia kembali masuk ke dalam mobil, bukan langsung pulang tujuannya, tapi dia mencari makan dulu untuk Anne dan dia nanti. Lagi-lagi dia belum kapok, jadi dia membeli makanan pinggir jalan dengan menu sayur dan lauk sederhana, hah! Sederhana sekali karena lauk yang di beli James adalah tempe goreng. Sebenarnya dia juga tidak berselera hanya makan seperti itu, tapi demi totalitas aktingnya untuk membuat Anne menderita dia juga ikut menderita dengan hanya memakan makanan amat sederhana.

Sesampainya di apartemen James menghela nafas sebal terlebih dulu sebelum membuka pintu apartemennya. Yah, lagi-lagi harus melihat wajah Anne yang menyebalkan itu, sebalnya dia juga harus terlihat biasa saja meski dia ingin memakai habis Anne yang tak lain adalah istrinya sendiri.

" Sayang? Akhirnya kau pulang juga! " Anne dengan senyum hangat dan sikap agak manjanya berjalan mendekati James, meraih tas yang di pegang James membuat pria itu sedikit mengeryit bingung. Apakah dia tidak lapar sehingga tidak bergegas merebut makanan yang dia pegang? Kalau di ingat lagi, dulu Anne sangat suka merebut makanan atau benda apapun yang di pegang Angel, atau James. Entah sedang berpura-pura menjadi istri yang patuh dan baik atau bagaimana, yang jelas James sama sekali tidak tersentuh dengan sikap baik Anne.

" Ini makanan untukmu. " James menyodorkan kantung plastik yang berisi dua bungkus makanan. Dengan segera Anne menerima itu, dia meletakkan dulu di meja ruang tamu, membantu James meletakkan sepatunya ke rak sepatu. Setelah James masuk ke kamar untuk membersihkan diri, dia dengan segera berjalan ke dapur untuk mengambil dua piring, sendok, dan juga air mineral. Dengan hati-hati dia menyiapkan semua itu, karena meksipun pekerjaan itu remeh dan amat sederhana, bagi Anne yang bahkan tidak pernah melakukan apapun tugas rumah tentu bukan hal yang mudah.

" Suamiku apa benar-benar tidak punya uang ya? Kasihan sekali. " Gumam Anne ketika membuka bungkus makanan dan hanya mendapati sayur capcai dan tempe goreng saja. Bukan ingin mengeluh, tapi dia malah merasa kasihan dengan James karena dia pikir James yang lelah pulang bekerja dan hanya bisa makan makanan yang sangat sederhana begini.

" Kenapa kau menatap makanan itu dengan tatapan sedih? Kalau kau tidak suka ya tinggal buang saja, jangan di paksakan kalau kau tidak suka. Aku sudah terbiasa makan makanan seperti itu, jadi aku tidak masalah. " James benar-benar puas sekali karena saat dia keluar dari kamarnya tadi, yang dia lihat selanjutnya adalah wajah sedih Anne sembari menatap makanan yang ia beli tadi.

" Syukurlah, aku tadi berpikir bahwa kau yang lelah bekerja tapi pulang harus makan makanan sederhana. Kalau kau tidak masalah dengan makanan ini, tentu saja aku juga tidak masalah. Ayo sayang, kita makan karena ini sudah cukup malam dan kau juga harus segera tidur kan? "

James mengeraskan rahangnya. Sialan! Ini benar-benar menyiksanya karena lagi-lagi dia harus kecewa dengan harapan yang ia ciptakan sendiri. Di dalam hati James benar-benar menggerutu kesal, kenapa sangat sulit membuat Anne bersedih? Kalau begini terus bisa-bisa gagal total rencana untuk bercerai dengan Anne kan?

Tak ingin membuang waktu, James dengan segera menelan makanannya dengan cepat membuat Anne merasa kaget, dan dia memperingati agar James pelan saja makannya, jangan sampai tersedak. Pria itu ogah mendengar nasehat Anne yang tak berarti apapun. Segera setelah selesai menghabiskan makannya James masuk ke dalam kamar, dia tersenyum karena saat makan dia benar-benar mencari cara untuk membuat Anne sedih dan sekarang dia tahu bagaimana caranya.

Kipas angin!

Itu adalah tujuan James sekarang, dia dengan cepat merusak kipas angin hingga sukses tak berfungsi lagi.

Setelah beberapa saat, Anne masuk ke dalam kamar dan mendapati James yang sedang berpura-pura membenahi kipas angin satu-satunya yang mereka punya.

" Sayang? Kipasnya kenapa? " Tanya Anne bingung.

" Rusak, kipasnya sudah tidak bisa berfungsi lagi. Aku sudah coba memperbaikinya, tapi tetap tidak bisa. " Jawab James yang tentu saja berbohong.

Anne menghela nafas, sungguh yang dipikirkan Anne hanyalah James seorang. Dia rela saja kepanasan, tapi dia benar-benar kasihan dengan James yang pasti akan kepanasan, padahal sudah lelah bekerja untuk menghidupinya juga.

" Sayang, kita keluar dulu sebentar yuk? Kita beli saja yang baru. " Ajak Anne yang langsung mendapatkan tatapan tak setuju dari James.

" Tokonya pasti sudah tutup! Lagi pula uang ku juga tidak cukup untuk membeli kipas angin. " James memasang wajah kesalnya, dia masih berpura-pura membenahi kipas angin itu seolah begitu ingin menggunakannya.

" Sayang, pakai saja uangku dulu ya? Nanti kalau sudah ada baru ganti lagi. "

" Tidak! Kau tahu bagaimana ketatnya Ayahmu kan? Aku tidak ingin ada urusan apapun dengan Ayahmu, uang yang kau punya itu kan pasti uang Ayahmu! "

Anne terdiam tak lagi bisa berkata, memang benar uang yang ia punya pemberian Ayahnya, tapi dia yakin benar Ayahnya bukan orang yang sangat perhitungan dengan uang, tapi kalau mengingat posisinya yang sudah menjadi istri dari James dia benar-benar hanya bisa mengikuti saja apa maunya James.

" Ya sudah, tidak apa-apa kok. Kita coba tidur saja, nanti kalau kau sudah ada uang, baru kita beli yang baru ya? " Anne memang sudah mulai berkeringat, tapi demi tak menyakiti hati suaminya dia tetap mencoba sebaik mungkin menjaga perkataannya.

James terdiam lagi merasakan kesal karena gagal.

Besok paginya, James sengaja lagi membeli makanan yang luar biasa simpel untuk sarapan mereka, yaitu nasi putih dan juga tahu goreng yang hampir tak memiliki rasa.

Sial! Benar-benar sial karena lagi-lagi Anne tersenyum dan mengatakan makannya lumayan enak, dan dia tidak masalah juga memakan itu setiap hari.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Marhaban ya Nur17

Marhaban ya Nur17

James ahirnya dibutakan krn kebencian

2025-01-30

0

Disya♡💕

Disya♡💕

James ga bersyukur banget sih

2024-05-23

0

Naviah

Naviah

kasian banget Anne dia tulus banget sama James bahkan dia lebih mengutamakan James dari pada dia sendiri 😭☹️

2022-09-19

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 : Menikah Dan Sebuah Alasan
2 BAB 2 : Malam Menjengkelkan
3 BAB 3 : Kesalahan Besar
4 BAB 4 : Kehilangan Kontrol
5 BAB 5 : Kebencian Tak Berujung
6 BAB 6 : Spesial Untuk Menyakiti
7 BAB 7 : Gagal Dalam Rencana
8 BAB 8 : Usaha Menyakiti
9 BAB 9 : Lezat Tapi Tidak Nikmat
10 BAB 10 : Pesta Yang Menyesakkan
11 BAB 11 : Karena Dia Adalah Anne!
12 BAB 12 : Rasa Sakit Pertama
13 BAB 13 : Menahan Sakit
14 BAB 14 : Salah Paham?
15 BAB 15 : Bodoh Karena Cinta
16 BAB 16 : Ingin Merasakannya
17 BAB 17 : Firasat Yang Tertolak
18 BAB 18 : Istri Atau Sampah?
19 BAB 19 : Hancur, Tapi Pantang Menyerah
20 BAB 20 : Bukan Salahku!
21 BAB 21 : Keberanian
22 BAB 22 : Kenapa Dia Berubah?
23 BAB 23 : Semua Karena Cinta
24 BAB 24 : Nama Yang Berpengaruh
25 BAB 25 : Merasa Lelah
26 BAB 26 : Lelah Bukan Menyerah
27 BAB 27 : Tentang Perasaan
28 BAB 28 : Karena Itu Menyakitkan
29 BAB 29 : Luka Semakin Dalam
30 BAB 30 : Batas Hubungan
31 BAB 31 : Hati Yang Penuh Cinta
32 BAB 32 : Salahkan Masa lalu
33 BAB 33 : Karena Dia Wanitaku!
34 BAB 34 : Mengulang Kesalahan
35 BAB 35 : Cinta, Bukan Bodoh!
36 BAB 36 : Serba Salah!
37 BAB 37 : Janji Palsu Berkepanjangan
38 BAB 38 : Tahu Diri Penting!
39 BAB 39 : Rasa Benci Yang Timbul
40 BAB 40 : Aku Mendengarnya
41 BAB 41 : Larilah Jika Bisa
42 BAB 42 : Menyadari Sebuah Perasaan
43 BAB 43 : Lihat Aku Juga!
44 BAB 44 : Banyak Kekurangan
45 BAB 45 : Kesempatan Terakhir
46 BAB 46 : Aku Akan Tetap Bertahan
47 BAB 47 : Berikan Aku Waktu
48 BAB 48 : Mari Berpisah Sebentar
49 BAB 49 : Proses Menjadi Suami Baik
50 BAB 50 : Perubahan Secara Perlahan
51 BAB 51 : Sekretaris Baru
52 BAB 52 : Tidak Seperti Pria Biasanya
53 BAB 53 : Karena Aku Merindukannya
54 BAB 54 : Karena Itu Bukanlah Alasan
55 BAB 55 : Mempesona Tapi Terabaikan
56 BAB 56 : Menahan Kesal
57 BAB 57 : Terpesona Oleh Larisa?
58 BAB 58 : Memohon
59 BAB 59 : Kebahagiaan
60 BAB 60 : Tidak Boleh Menyakitinya!
61 BAB 61 : Aku Bisa Melihatnya!
62 BAB 62 : Rencana Larisa
63 BAB 63 : Penerus Keluarga
64 BAB 64 : Aku Tidak Mampu Melakukanya!
65 BAB 65 : Aku Minta Maaf!
66 BAB 66 : Tidak Ada Perasaan
67 BAB 67 : Jangan Terlalu Fokus!
68 BAB 68 : Menerima Dan Niat
69 BAB 69 : Sebuah Harapan
70 BAB 70 : Aku Akan Bertahan
71 BAB 71 : Keyakinan
72 BAB 72 : Menghindari Stres
73 BAB 73 : Perasaan Aneh Dan Bersalah
74 BAB 74 : Pilihan Terbaik
75 BAB 75 : Pergi Dari Rumah
76 BAB 76 : Sebuah Tindakan
77 BAB 77 : Tidak Ada Lain Kali
78 BAB 78 : Menggenggam Janji
79 BAB 79 : Tidak Akan Bisa Melupakannya
80 BAB 80 : Ujian Kepantasan
81 BAB 81 : Kurang Pergaulan
82 BAB 82 : Pilihan Terbaik
83 BAB 83 : Paling Buruk
84 BAB 84 : Melihat Dari Jauh
85 BAB 85 : Sebuah Ketakutan
86 BAB 86 : Peringatan Telak
87 BAB 87 : Pengertian Dan Bunga Beracun
88 BAB 88 : Bunga Mawar Dan Racun
89 BAB 89 : Perasaan Terlarang
90 BAB 90 : Berat Hati
91 BAB 91: Kejutan Paling Menyakitkan
92 BAB 92 : Dia Pelakunya?
93 BAB 93 : Menahan Kesal Itu Sulit
94 BAB 94 : Munafik Terhebat
95 BAB 95 : Kerinduan Meluap
96 BAB 96 : Menunjukan Yang Terbaik
97 BAB 97 : Gundah Bersamaan
98 BAB 98 : Jangan Pergi
99 BAB 99 : Pengakuan Perasaan
100 BAB 100 : Menuju Pernikahan Sempurna
101 BAB 101 : Siap Menghadapi Segalanya
102 BAB 102 : Memohon Dengan Sungguh-sungguh
103 BAB 103 : Selamat pagi, istri?
104 BAB 104 : Bahagia Sekali
105 BAB 105 : Akhir Untuk Arthur
106 BAB 106 : Bagaimana Bisa Menolak?
107 BAB 107 : Final Episode
108 Promosi Novel Baru! seru banget, kepoin yuk!!!
Episodes

Updated 108 Episodes

1
BAB 1 : Menikah Dan Sebuah Alasan
2
BAB 2 : Malam Menjengkelkan
3
BAB 3 : Kesalahan Besar
4
BAB 4 : Kehilangan Kontrol
5
BAB 5 : Kebencian Tak Berujung
6
BAB 6 : Spesial Untuk Menyakiti
7
BAB 7 : Gagal Dalam Rencana
8
BAB 8 : Usaha Menyakiti
9
BAB 9 : Lezat Tapi Tidak Nikmat
10
BAB 10 : Pesta Yang Menyesakkan
11
BAB 11 : Karena Dia Adalah Anne!
12
BAB 12 : Rasa Sakit Pertama
13
BAB 13 : Menahan Sakit
14
BAB 14 : Salah Paham?
15
BAB 15 : Bodoh Karena Cinta
16
BAB 16 : Ingin Merasakannya
17
BAB 17 : Firasat Yang Tertolak
18
BAB 18 : Istri Atau Sampah?
19
BAB 19 : Hancur, Tapi Pantang Menyerah
20
BAB 20 : Bukan Salahku!
21
BAB 21 : Keberanian
22
BAB 22 : Kenapa Dia Berubah?
23
BAB 23 : Semua Karena Cinta
24
BAB 24 : Nama Yang Berpengaruh
25
BAB 25 : Merasa Lelah
26
BAB 26 : Lelah Bukan Menyerah
27
BAB 27 : Tentang Perasaan
28
BAB 28 : Karena Itu Menyakitkan
29
BAB 29 : Luka Semakin Dalam
30
BAB 30 : Batas Hubungan
31
BAB 31 : Hati Yang Penuh Cinta
32
BAB 32 : Salahkan Masa lalu
33
BAB 33 : Karena Dia Wanitaku!
34
BAB 34 : Mengulang Kesalahan
35
BAB 35 : Cinta, Bukan Bodoh!
36
BAB 36 : Serba Salah!
37
BAB 37 : Janji Palsu Berkepanjangan
38
BAB 38 : Tahu Diri Penting!
39
BAB 39 : Rasa Benci Yang Timbul
40
BAB 40 : Aku Mendengarnya
41
BAB 41 : Larilah Jika Bisa
42
BAB 42 : Menyadari Sebuah Perasaan
43
BAB 43 : Lihat Aku Juga!
44
BAB 44 : Banyak Kekurangan
45
BAB 45 : Kesempatan Terakhir
46
BAB 46 : Aku Akan Tetap Bertahan
47
BAB 47 : Berikan Aku Waktu
48
BAB 48 : Mari Berpisah Sebentar
49
BAB 49 : Proses Menjadi Suami Baik
50
BAB 50 : Perubahan Secara Perlahan
51
BAB 51 : Sekretaris Baru
52
BAB 52 : Tidak Seperti Pria Biasanya
53
BAB 53 : Karena Aku Merindukannya
54
BAB 54 : Karena Itu Bukanlah Alasan
55
BAB 55 : Mempesona Tapi Terabaikan
56
BAB 56 : Menahan Kesal
57
BAB 57 : Terpesona Oleh Larisa?
58
BAB 58 : Memohon
59
BAB 59 : Kebahagiaan
60
BAB 60 : Tidak Boleh Menyakitinya!
61
BAB 61 : Aku Bisa Melihatnya!
62
BAB 62 : Rencana Larisa
63
BAB 63 : Penerus Keluarga
64
BAB 64 : Aku Tidak Mampu Melakukanya!
65
BAB 65 : Aku Minta Maaf!
66
BAB 66 : Tidak Ada Perasaan
67
BAB 67 : Jangan Terlalu Fokus!
68
BAB 68 : Menerima Dan Niat
69
BAB 69 : Sebuah Harapan
70
BAB 70 : Aku Akan Bertahan
71
BAB 71 : Keyakinan
72
BAB 72 : Menghindari Stres
73
BAB 73 : Perasaan Aneh Dan Bersalah
74
BAB 74 : Pilihan Terbaik
75
BAB 75 : Pergi Dari Rumah
76
BAB 76 : Sebuah Tindakan
77
BAB 77 : Tidak Ada Lain Kali
78
BAB 78 : Menggenggam Janji
79
BAB 79 : Tidak Akan Bisa Melupakannya
80
BAB 80 : Ujian Kepantasan
81
BAB 81 : Kurang Pergaulan
82
BAB 82 : Pilihan Terbaik
83
BAB 83 : Paling Buruk
84
BAB 84 : Melihat Dari Jauh
85
BAB 85 : Sebuah Ketakutan
86
BAB 86 : Peringatan Telak
87
BAB 87 : Pengertian Dan Bunga Beracun
88
BAB 88 : Bunga Mawar Dan Racun
89
BAB 89 : Perasaan Terlarang
90
BAB 90 : Berat Hati
91
BAB 91: Kejutan Paling Menyakitkan
92
BAB 92 : Dia Pelakunya?
93
BAB 93 : Menahan Kesal Itu Sulit
94
BAB 94 : Munafik Terhebat
95
BAB 95 : Kerinduan Meluap
96
BAB 96 : Menunjukan Yang Terbaik
97
BAB 97 : Gundah Bersamaan
98
BAB 98 : Jangan Pergi
99
BAB 99 : Pengakuan Perasaan
100
BAB 100 : Menuju Pernikahan Sempurna
101
BAB 101 : Siap Menghadapi Segalanya
102
BAB 102 : Memohon Dengan Sungguh-sungguh
103
BAB 103 : Selamat pagi, istri?
104
BAB 104 : Bahagia Sekali
105
BAB 105 : Akhir Untuk Arthur
106
BAB 106 : Bagaimana Bisa Menolak?
107
BAB 107 : Final Episode
108
Promosi Novel Baru! seru banget, kepoin yuk!!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!