Anne, dia adalah sosok yang saat ini semakin James benci. Tingkah manjanya, cara bicaranya yang malu-malu dan membuat emosinya naik, belum lagi cara menatap yang menurutnya menjijikan, semua itu benar-benar membuatnya semakin menyesal atas pernikahan yang terjadi. Rasanya dia benar-benar tidak bisa melihat wajah Anne karena yang ada dia akan semakin emosi, mengingat bagaimana Angel yang begitu menjaga perasaan adiknya sampai tak ingin satu mobil dengannya benar-benar telah melukai perasaannya.
Sebenarnya kenapa semua orang begitu mementingkan perasaan Anne? Kalau di ingat lagi, tatapan Ayah Bien selalu menunjukan perhatian lebih untuk Anne di banding Angel yang jelas lebih unggul, ah bahkan jauh kalau di bandingkan Anne yang serba tak bisa melakukan apapun. Memang orang kaya sangat aneh, anak yang hanya seperti benalu, manja tidak jelas begitu di sayang dan di berikan kasih sayang berlebih, padahal ada anak yang lebih pantas untuk mendapatkan kasih itu.
James membuang nafas kasarnya, sungguh dia tidak habis pikir dengan keluarga istrinya itu, jelas-jelas Ayah Bien adalah manusia biasanya yang tidak mungkin bisa memprediksikan masa depan orang lain, tapi sok bertaruh jika Anne adalah pasangan yang cocok untuknya. Cih! Kalau ingat tatapan Ayah Bien dia benar-benar merasa kesal dan muak, bagaimana bisa ada orang tua yang begitu keras kepala dan mementingkan kepentingan yang sendiri? Bukankah jelas dia begitu pilih kasih?
" Aku akan membuat hidupmu seperti di neraka, Anne. Kau sudah membuat aku dan Angel yang saling mencintai jadi seperti ini, jadi jangan salahkan aku kalau aku berbuat nekat. Aku akan membuatmu menyesal telah menikahi ku dan dengan sendirinya meminta cerai yang jelas tidak bisa Ayahmu menolak keinginan mu itu. " James tersenyum miring penuh kebencian, sekarang di otaknya sudah tersusun banyak sekali strategi untuk membuat Anne menderita dalam hubungan rumah tangga yang mereka jalani. Masa bodoh dengan malam pertama yang sudah ia lewati bersama Anne, karena saat itu yang ada di bayangan James adalah Angel, jadi semakin detik ini dia hanya menganggap bahwa dia melakukanya dengan Angel.
James mengeluarkan ponselnya, dia menghubungi salah satu sahabatnya untuk menanyakan perihal apartemen yang rencananya akan dia tinggali bersama Anne, atau lebih tepatnya tempat yang akan dia gunakan untuk menyiksa Anne secara batin.
" Aku kesana sekarang, baiklah jangan terlalu tidak enakan, aku memang sengaja memilih apartemen seperti yang kau tinggali, kau ada di rumah kan? Oke, sebentar lagi aku sampai. " Begitu sambungan telepon terputus, James tertawa dengan begitu terbahak-bahak membayangkan bagaimana wajah Anne yang menderita nanti, lalu saat Anne meminta cerai karena tidak tahan hidup bersama dengannya.
" Anne, Anne, aku benar-benar tidak sabar ingin melihat wajah menderita mu, lalu saat kau menangis tersedu-sedu dengan begitu manja. Cih! Andai saja kau bukan anak dari pria tua menyebalkan itu, andai saja kau bukan adik yang di sayangi oleh Angel, aku benar-benar akan menginjak mu, wajahmu, harga dirimu, semuanya tentang mu akan aku injak di bawah kakiku seperti sampah tak berguna. " James begitu dikuasi kebencian hingga mengeraskan rahangnya, membuat giginya berbunyi dengan rasa kesal tak terkontrol.
" Kalau saja bukan karena lahir dari keluarga kaya, kau tentu saja hanya akan menjadi beban bagi keluargamu, hah! Aku yakin kau pasti sudah di racun sampai mati oleh keluargamu sendiri yang tidak tahan dengan sikap menjijikan mu itu. "
Berbeda dengan James yang terus saja menyumpahi Anne, mengutuk dan mencerca mencaci maki tanpa batasan, Anne justru tengah menatap photo pernikahannya bersama James dengan binar bahagia yang tidak dapat ia sembunyikan. Dengan tatapan itu dia memohon kepada Tuhan untuk terus melindungi suaminya, selalu meletakkan suaminya di suasana yang bahagia, dan sehat selalu di manapun dia berada.
Dia mengusap wajah James di photo tersebut, masih dengan senyum indah dan bahagia. Malam pertama sudah terlewati dengan sukses, dia sekarang benar-benar sah dalam negara dan hubungan pribadi antar suami istri. Entah akan seperti apa hidupnya nanti bersama dengan James saya mereka tinggal bersama, yang pasti Anne akan berusaha menjadi istri yang baik.
" James, suamiku sayang. " Anne merona malu sendiri dengan panggilan itu, padahal tidak ada James di sana, tapi dia yang amat mencintai James benar-benar di hat gila sendiri.
" Sayang, kau harus kembali dengan sehat ke rumah ya? Jangan sampai terjadi sesuatu padamu, aku menunggumu di rumah. Ah, aku juga selalu merindukan mu. " Ucap Anne malu-malu.
Sebenarnya pertanyaan besarnya kenapa Ayahnya Anne justru menikahkan Anne dengan James? Semua itu karena Ayahnya Anne tahu benar bagaimana Anne begitu jatuh cinta dengan James, pandangannya, senyum malu-malu nya hanya terkuat saat ada James. Anne yang saat kecil sering sekali sakit, empat kali dalam keadaan kritis, dua kali koma berat, juga mati suri sekali membuat Ayah Bien memberikan perhatian lebih kepada Anne. Dia bukan tidak tahu bagaimana hubungan Angel dengan James, karena alasan pertama tadi dia bertindak egois, dan berharap benar jika James akan mencintai Anne suatu hari nanti sehingga Anne akan lebih bahagia dengan hidupnya.
Ayah Bien saat itu tidak sengaja lewat kamar putrinya dan melihat bagaimana Anne tersenyum bahagia minat photo pernikahannya bersama dengan James. Dia bahagia melihat putrinya bahagia meski di lain sisi dia juga merasa sedih karena telah mengorbankan kebahagiaan satu putrinya. Dia menganggap kalau Angel adalah gadis yang tegar, dia sehat sedari lahir, dia cerdas, dia latih dan sangat ulet dalam bekerja juga dalam hidupnya. Jadi Ayah Bien benar-benar bertaruh besar untuk kebahagiaan kedua putrinya meski membuat jalan seperti ini pada awalnya.
" Ayah? Sejak kapan Ayah di sana? " Anne yang terkejut melihat Ayahnya benar-benar merasa malu sendiri. Dia lupa menutup pintu kamarnya, sehingga membuat Ayahnya minat kekonyolan yang barusan ia lakukan.
Ayah Bien tersenyum, dia berjalan masuk ke dalam kamar dan mengusap kepala Anne perlahan. Benar-benar tidak menyangka kalau Anne yang dulu sudah di vonis tidak akan hidup lama sekarang sudah berusia dua puluh tiga tahun dan sehat meski Dokter melarangnya untuk beraktifitas yang akan bentak menguras energinya.
" Kau bahagia kan dengan pernikahan ini? " Tanya Ayah dengan tatapan lembut.
Anne tersenyum malu dan mengangguk membuat Ayah juga ikut tersenyum merasakan kebahagiaan itu.
" Ayah bahagia melihatmu bahagia, jadi berbahagialah selalu ya? "
Anne terdiam sebentar menatap Ayahnya yang selalu begitu baik dan lembut padanya. Anne memeluk Ayahnya karena masih tak rela juga kalau sebentar lagi dia akan tinggal terpisah dengan Ayah yang selalu memperlakukan dirinya bak permata yang amat berharga.
" Ayah, aku janji akan bahagia terus, jangan khawatir ya? "
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments
Marhaban ya Nur17
tuh kan Anne emng punya penyakit makanya jd sepecial
2025-01-30
0
Naviah
semangat thor💪
James jangan terlalu benci terhadap Anne,
2022-09-19
0
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
anne kasihan bner ...
2022-09-14
1