James tersenyum puas begitu melihat kondisi apartemen yang akan di tinggali bersama dengan Anne nanti. Jauh sekali dari kata elit, dia sengaja ingin mengajak Anne untuk tinggal di sana. Sebuah apartemen yang terbilang murah, juga bekas di sewa orang selama beberapa waktu sehingga keadaan apartemen juga kurang bagus. Tapi sungguh itu tidak masalah, karena yakin yakin seyakinnya kalau Anne pasti akan mulai terganggu, lalu lama-lama akan menyerah dengan pernikahan ini.
Biar saja orang tua Anne dan juga orang tuanya menganggap mereka adalah pasangan yang serasi, toh nyatanya nanti dia juga akan membuktikan bahwa hanya Angel seorang saja yang cocok untuk dirinya. Gadis cantik berusia dua puluh delapan tahun itu, gadis yang selalu menjadi incaran kaum Adam di manapun dia berada, baik dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, hingga kuliah juga. Tentu saja semua pria menginginkan Angel, dan yang jelas dia yakin benar bahwa orang gila saja akan berpikir ulang kalau akan di nikahkan dengan wanita menyebalkan seperti Anne.
" Sempurna....... "
Ucapan James ini sukses membuat sahabatnya merasa bingung. Bagiamana tidak? Jelas dia tahu kalau James mampu tinggal di apartemen yang lebih baik, tapi kenapa malah menginginkan apartemen seperti yang ia tinggali? Jelas lah karena masalah ekonomi dan dia tidak terakhir berkecukupan seperti James makanya dia tinggal di sana, laku James? Bukankah aneh pria yang termasuk kaya malah ingin tinggal di tempat yang seperti ini?
" James, kau yakin? Kendalanya juga ada loh, kadang-kadang rembesan air bisa turun dari atas. "
" Itu malah akan jadi lebih bagus dan lebih seru! "
" Eh? " Sahabat James menggeleng keheranan, apa dia tidak salah dengar? Bagaimana bisa James yang jelas biasa tinggal di tempat bagus malah begitu bersemangat untuk tinggal di sana?
" James kau yakin akan tinggal disini bersama istrimu? Aku dengar istrimu itu kan- "
" Tenang saja, dia juga harus tahu bagaimana sulitnya hidup dan tidak melulu mengandalkan harta orang tua. Dia harus belajar bagiamana caranya merangkak naik dengan kemampuannya sendiri agar tidak lemah menghadapi kejamnya dunia. "
Sahabatnya James menghela nafas karena masih tak paham dengan cara berpikir James yang tidak terjangkau oleh akal sehatnya.
" James, jika kau mampu memberikan lebih untuk wanita mu kenapa kau malah membuatnya susah? Kau kan tahu dia di besarkan, di rawat, di cintai oleh orang tuanya sebaik mungkin dengan penuh kasih. Bagaimana bisa kau menikahinya hanya untuk kau ajak hidup sulit padahal kau mampu membuatnya hidup dengan lebih baik? "
James menghela nafas, memang Anne pantas mendapatkan itu? Heh! Tidak, menurutnya hanya Angel yang pantas untuk diperlakukan seperti itu. Yah, kalau saja istrinya Angel, jangankan apartemen yang serba elit, semua harta yang dia punya juga akan dengan senang hati dia serahkan kepada Angel. Dia akan dengan senang hati memperlakukan Angel seperti mutiara paling berharga di dunia, tidak perlu memasak, hanya perlu menemaninya seumur hidup saja itu sudah sangat jauh lebih dari pada cukup.
" Wanita kalau tidak di kenalkan dengan kerasnya kehidupan akan mudah menghamburkan uang seperti tak punya otak kalau mencari uang itu sulit. Aku hanya sedang mengajari dia bagaimana hidup yang sebenarnya. "
Sahabatnya James tak lagi ingin bicara. Dari cara James menanggapi ucapannya tadi sudah jelas kalau James sama sekali tidak mencintai istrinya itu, sangat di sayangkan karena James yang baik dan sangat solid itu ternyata bisa bersikap seperti sekarang ini, dan yang memprihatinkan adalah istrinya sendiri.
" Apartemen ini memang buruk, tapi lumayan juga kak untuk tempat pengajaran. "
" James, aku punya firasat kalau kau akan menyesali apa yang kau lakukan. "
James tertawa kecil seolah begitu meremehkan ucapan sahabatnya tadi. Menyesali? Sekarang dia memang sedang menyesali nasib kenapa harus menikahi Anne si gadis manja menyebalkan yang selalu membuatnya naik darah hanya karena memikirkannya saja.
Dua hari kemudian, ini adalah hari dimana James dan Anne akan pindah. Dengan alasan ingin mandiri dalam segala hal James menolak bantuan Ayah mertuanya, mulai dari menolak untuk di antar, menolak perabotan yang akan di butuhkan di tempat tinggal yang baru, bahkan juga menolak cek yang isinya lumayan fantastis.
James menyetir mobilnya dengan perasaan begitu bahagia karena dia terus membayangkan bagaimana indahnya minat wajah Anne saat menangis nanti, lalu lama kelamaan akan meminta cerai dengan sendirinya sehingga dia bisa bebas membaik mendekati Angel dan merajut kembali hubungan mereka yang sempat terganggu oleh Anne.
Anne juga terlihat senang karena melihat James yang terus tersenyum, dia pikir James amanat bahagia karena akan segera tinggal bersama dengan Anne, sehingga mereka akan bebas tanpa ganguan siapapun.
Begitu sampai di gedung apartemen itu Anne memang sempat mengeryit, tapi karena yang paling penting untuknya adalah tinggal bersama dengan James, dia tentu saja tidak akan protes apapun kepada James.
" Ini adalah tempat tinggal kita yang baru. " Ucap James seraya membuka pintu apartemennya. Awalnya Anne terdiam seperti terkejut, dan itu benar-benar membuat James kegirangan karena dia yakin akan segera melihat wajah sedih Anne, bahkan bisa jadi juga Anne akan langsung minta kembali ke rumahnya, atau juga langsung meminta cerai.
" Ternyata tempatnya lumayan bagus juga! "
Hilang, hilang sudah senyum di wajah James karena terus membayangkan wajah sedih Anne, dia jadi terdiam kecewa karena yang ia lihat malah senyum sumringah dari bibir Anne nampak tak di buat-buat.
" Tempatnya tidak terlalu besar, jadi tidak akan begitu lelah untuk membersihkannya. " Ucap Anne lalu tersenyum kepada James yang kini masih terdiam mematung dengan wajah lesu kecewa.
Tidak, James belum ingin menyerah sekarang, jadi dia mengatakan semua kondisi apartemen yang buruk sehingga membuat Anne merasa takut dan jijik, setidaknya hal itu akan membuat batin Anne tersiksa dan lama kelamaan dia akan meminta cerai dengan sendirinya.
" Kau harus tahu ini, kadang air bisa rembes dari atas. Apartemen ini sudah beberapa kali ganti orang, kamar mandinya juga tidak sebersih kamar mu di rumah orang tuamu. Aku tidak memandang pendingin ruangan, alat masak juga seadanya saja. Aku tidak punya banyak uang yang cukup, jadi hanya bisa menyewa apartemen ini. "
Anne tersenyum lalu mengangguk dnegan patuh.
" Tidak apa-apa kok, telat ini juga lumayan untuk kita berdua, kalau masala masak aku kan tidak bisa masak, jadi aku bisa beli untuk kita berdua. "
" Aku tidak akan menerima uangmu, karena itu pasti dari Ayah mu kan? Selama kau denganku kau tidak boleh menggunakan uang mu, dan kalau kau siap hidup susah denganku maka kau bisa tinggal bersamaku. "
Anne mengangguk karena memilki pendapat sendiri atas ucapan James.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments
Disya♡💕
Anne punya penyakit ya
2024-05-23
0
listi ani
pada akhirnya nanti James akan menyesali....
2022-10-24
1
Meiliani Pelangi
begitukah sikap pria dinovel-novel yang menikah karena paksaan? 🤔
2022-10-11
0