Setelah hari itu James semakin sulit di mengerti, dia juga semakin bersikap dingin membuat Anne kebingungan sendiri harus melakukan apa dan bagaimana menghadapi James, beberapa hari ini sering sekali pulang malam, juga ada bau alkohol yang tertinggal di pakaiannya. Anne sebenarnya tidak masalah asalkan saja James memberitahunya dan kapan dia akan pulang jadi tidak tidur saat James pulang malamnya. Tidak seperti istri lain yang mungkin akan marah dan curiga parah, Anne benar-benar yakin benar jika James tidak akan mungkin melakukan hal lebih selain hanya minum saja, dan itu pasti bersama dengan temannya.
Naif, entah bodoh! Tapi ya Kaka urusannya sudah menyangkut akan cinta, profesor saja mungkin akan menjadi bodoh. Malam ini Anne tidak bisa tidur, jadi dia memutuskan untuk membaca resep untuk menu sarapan karena rencananya besok pagi dia akan mencoba membuat sarapan untuk James dan dirinya sendiri. Bahan-bahan pangan sudah dia beli pagi tadi, hanya saja dia belum berani memasak karena belum yakin benar bisa menggunakan alat dapur dengan baik.
" Ternyata nama bumbu dapur saja banyak sekali ya? Bentuknya juga hampir sama semua, jadi bagaimana aku membedakannya nanti? " Gumam Anne kebingungan saat melihat lengkuas, jahe, kunyit, dan temulawak.
" Wah, ternyata ada juga bumbu racikan berbagai masakan yang sudah dikemas ya? Kalau begitu aku akan masak dengan itu saja besok. " Anne tersenyum bahagia, memang sih belum tahu caranya juga menggunakan bumbu racikan, tapi kalau hanya tinggal step itu harusnya mudah kan kalau sembari menonton video di internet?
Kegiatan Anne terhenti begitu suara ketukan pintu terdengar. Anne berjalan cepat menuju pintu, sebentar dia berdiri di sana untuk mendengar suara di balik pintu yang terdengar aneh. Siapa? James kan punya kunci apartemen, tapi suara pria yang seperti bergumam itu mirip seperti suara James. Sudahlah, tidak ingin menebak-nebak saja akhirnya Anne membuka pintu itu.
" Kak James?! " Anne terkejut bukan main mendapati James mabuk parah hingga saat dia membuka pintu tadi James menjatuhkan tubuh kepadanya. Untung saja dia siap maju tubuhnya kecil dia masih mampu memapah James dan membantunya berjalan masuk ke dalam kamar.
James menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur, sementara Anne dengan segera membuka sepatu, berikut juga kaos kaki yang di gunakan James. Tidak mungkin membiarkan James tidur dengan setelah kerja, dengan hati-hati Anne membuka satu persatu kancing kemeja yang James pakai, laku membuka gesper dan melepas celana James. Begitu pakaian itu sudah lepas dari tubuh James, Anne menghela nafas karena rupanya itu membuatnya lelah juga.
Anne meletakkan pakaian kotor itu ke keranjang yang memang khusus untuk baju kotor. Setelah itu dia berjalan menuju kemari untuk mengambil sepasang baju yang akan dia pakaikan kepada James.
" Sayang maaf ya kalau nanti agak kasar. " Ucap Anne, tapi tetap saja dia melakukannya dengan hati-hati. Sepertinya lebih dari lima belas menit barulah selesai Anne memakaikan pakaian untuk James.
Anne duduk terdiam di samping James sembari menatapnya. Sungguh dia bingung apa yang sebenarnya di pikirkan James, atau teman macam apa yang terus mengajak James untuk masuk beberapa malam terakhir ini. Anne menghela nafas, dia ingat benar kalau besok adalah hari pernikahan kakaknya, dan dia dengan segera menatap James kembali dengan tatapan yang begitu dalam.
Apakah karena kakak akan menikah? Apakah benar begitu? Tidak, tidak mungkin kan?
Anne menggelengkan kepalanya dengan cepat menepis apa yang baru saja dia pikirkan itu, ini sudah larut malam, dia juga harus tidur agar pagi besok bisa bangun tepat waktu dan bisa membuat sarapan untuk James.
Sayang sekali, baru saja dia bangkit ternyata James malah muntah tepat di pangkuannya. Tentu saja Anne terbelalak karena terkejut, tapi ma bagaimana lagi toh sudah kena muntahan James. Anne sebenarnya ingin menangis karena ini adalah kali pertama dia kena muntahan, sudah begitu juga lumayan banyak sekali, dan yang membuat tak tahan adalah bau alkohol yang sangat menyengat.
Tak ada pilihan lain, Anne perlahan bangkit untuk melepas pakaiannya dulu, dan membersihkannya. Setelah selesai dia kembali mengurusi James karena baju yang di kenakan James juga terkena sedikit muntahannya. James adalah orang yang begitu bersih dengan dirinya, jadi Anne mengambil satu lagi baju untuk kembali mengganti bajunya.
Tidak bisa istirahat, karena dia harus membersihkan lantai yang terkena muntahan juga. Jadi segera lah dia mengambil alat untuk mengepel. Ini sudah berjalan beberapa hari, jadi Anne sudah lumayan bisa menggunakan alat pel lantai dengan benar. Setelah selesai Anne menggadaikan kipas angin di kamarnya ke arah lantai sampai dengan kering, barulah setelah itu Anne menyemprotkan sedikit pewangi ruangan agar nantinya tidak lagi tersisa bau alkohol di sana.
Bergegas Anne kembali ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena dia tidak tahan dengan bau alkohol yang tertunggak di tubuhnya, barulah setelah mandi dia bisa merasa lega karena tak ada lagi bau alkohol di tubuhnya. Perlahan Anne merangkai naik ke atas tempat tidur setelah mengeringkan rambut dia menggunakan dress tidur seksi seperti biasanya.
" Sayang, kenapa kau wangi sekali? " James bangkit dari posisinya, dengan dahi mengeryit dia menatap Anne yang menatapnya dengan tatapan terkejut.
" Kak James? Kenapa bangun? Ma maaf kalau aku mengganggu tidur mu. "
James tak menjawab apapun, dia mengerakkan ibu jarinya untuk mengusap bibir Anne, dia masih mengeryit, lalu lama kelamaan dia tersenyum.
" Tahu tidak? Sebenarnya aku sangat merindukan mu, aku rindu sekali saat kau memeluk dan mencium ku, aku rindu semuanya tentang mu. Bagaimana kau bisa bertanggung jawab menghilangkan kerinduan ini? " James masih memainkan Ibu jarinya mengusap lembut bibir Anne membuat jantung Anne berdegup begitu kencang. Di malam yang sunyi seperti sekarang ini, jelas saja Anne bisa mendengar debaran jantungnya, dia juga yakin benar kalau James juga pasti bisa mendengarnya.
" Kau jahat sekali karena mengacuhkan ku, padahal aku ingin sekali memelukmu. " Ucap lagi James yang membuat Anne terbang dengan rasa bahagianya. Dia benar-benar tidak tahu jika James menganggap wanita yang berada di dekatnya adalah Angel.
" A aku pikir kau membenciku, ternyata kau juga mencintaiku? " Tanya Anne yang tak bisa menyembunyikan senyum bahagia di wajahnya.
" Kau ini bicara apa? Bagaimana aku bisa membencimu? Aku ini memiliki rasa cinta yang besar, jauh lebih besar dari yang kau pikirkan. Hanya saja aku harus menahannya karena Ayahmu. "
Anne kembali tersenyum.
" Kau tidak boleh menahan perasaan itu, kita kan sudah bersama sekarang? " Anne dengan polosnya mengatakan itu.
James tersenyum.
" Benar sekali, jadi aku akan melakukan apa yang ingin aku lakukan padamu sedari dulu. "
James menyatukan bibirnya dengan bibir Anne, perlahan mendorong tubuh Anne untuk berada di dalam posisi tidur.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments
Naviah
malang bener nasib Anne😭 bikin gergetan
2022-09-19
1
rosediana
lanjuy
2022-09-18
0
memei
ayo donk ketahuan biar Anne tahu diri dan meninggalkan James yg GK tau diri
2022-09-16
2