Anne terdiam membeku melihat Angel yang sudah duduk di di samping James ketika dia membuka pintu depan mobil, dia menelan Saliva bukan karena gugup, tapi karena dia merasa heran luar biasa. Memang benar Angel adalah sahabat baik, akrab bahkan tidak jarang orang akan salah paham dengan hubungan mereka, tapi apakah sosok istri tak ada artinya di bandingkan Angel yang hanya teman saja?
" Kau mau berdiri sampai kapan? Duduk saja di belakang, kau lihat Angel sudah terlanjur pakai seat belt kan? " Ucap James membuat Angel terperanjat, sungguh dia memang terkejut tadi melihat Anne tiba-tiba membuka pintu dan terus menatapnya. Lupa! Sungguh dia lupa kalau Anne sudah menikah dengan James, dan seharunya dia tidak duduk di sana. Bergegas Angel ingin membuka seat belt nya, tapi James melarang dan terus memerintahkan untuk Anne duduk di belakang.
" Kenapa kau harus membukanya? Tidak apa-apa kok, biarkan Ana duduk di belakang saja lagi pula ini juga kebiasaan lama kita kan? "
Angel menatap Anne yang terdiam, segera Anne menjauh dan menutup pintu mobil itu. Sebentar dia membuang nafas tak ingin berlarut hanyut dengan kecurigaan yang dia anggap tak berarti. Memang dia ingat benar setiap kali James mengajak Angel untuk dinner, lunch, juga jalan-jalan Anne akan merengek untuk ikut dan dia akan duduk di belakang mereka berdua. Tapi hatinya masih saja ingin protes dan mengatakan bahwa dia adalah istrinya James sekarang! dia ingin James menomor satukan di banding siapapun. Tidak, tentu saja dia tidak berani menyampaikan apa yang dia batin di dalam hati karena bayang-bayang James saat marah benar-benar tak bisa hilang dari ingatannya sekeras apapun dia mencoba beberapa waktu ini.
" Anne, maaf ya? Kakak benar-benar lupa kalau kalian sudah menikah. Kakak janji akan mengingatnya baik-baik setiap waktu agar tidak melakukan kesalahan lagi. "
Anne memuaskan senyum, dia benar-benar yakin kalau kalanya tidak akan mungkin berbohong, jadi yang tadi itu tentulah hanya salah paham saja karena kakaknya belum terbiasa dengan perubahan di antara mereka. Sial! Kalau saja Anne bisa berpikir seperti itu, tentu saja dia tidak perlu merasakan betapa nyeri dada nya sekarang. Masalahnya Anne mulai tidak bisa berpikir positif, jadi sulit baginya untuk tidak gelisah sekarang ini.
" Iya kak. " Jawab Anne singkat.
Sebentar tak ada suara, tapi ketika James mulai mengingat ekspresi lucu Angel saat di photo tadi, mereka membahas lagi dan akhirnya saling melempar ejekan satu sama lain, bahkan Angel lagi-lagi memukul lengan James, bahkan menyender di lengannya seolah adanya Anne tak memberikan batasan di antara mereka.
" Kau ingat kan saat dulu kau pulang kuliah dan kepanasan? Aku kan tidak sengaja memotret mu, matamu setengah terbuka, mulut mu meringis dan tampilan mu dekil. " Ucap James meledek Angel membuat Angel lagi-lagi kesal. Entah mau sampai kapan mereka akan terus bernostalgia mengingat masa lalu, menjelaskan betapa indahnya masa dimana saat mereka begitu akrab. Mereka juga menceritakan cerita mistis saat mereka kamping bersama, naik motor trail untuk naik gunung, mengendarai mobil Jeep bersama hingga hampir terguling. Mereka terus tertawa terbahak-bahak melupakan bahwa ada Anne yang sedari tadi terdiam, bahkan dia sempat menangis tanpa suara dan mereka tidak menyadarinya sama sekali.
Anne sebenarnya takut saat James dan Angel menceritakan kejadian mistis yang mereka alami, dia sangat takut tapi tidak berani mengganggu Angel dan James karena dia tidak berani menghadapi kemarahan James lagi. Padahal dia kan akan sering di tinggal di apartemen sendirian karena James sering pulang malam, setelah mendengar cerita mistis yang di alami James dan Angel dia pasti akan mudah ketakutan sekarang.
" Kau lapar tidak? Mau pergi makan dulu? " Tanya James, dan tentu saja bertanya kepada Angel.
" Aku maka di rumah saja deh, kau juga pasti banyak urusan kerjaan kan? "
" Tidak masalah kok. " James melempar senyum dengan tatapan yang begitu hangat membuat Anne merasa iri. Padahal James tidak pernah tersenyum seperti itu kepadanya barang sekali.
Mereka masih dalam perjalanan, tali sepanjang perjalanan hanya James dan Angel saja yang terus mengoceh kesana kemari menceritakan banyak hal sampai Anne tidak tahu beberapa banyak yang mereka ceritakan.
Anne menatap jendela kaca yang menunjukan betapa macetnya jalanan saat ini, biarlah dia melihat hal yang di anggap banyak orang menyebalkan. Tapi di banding mendengarkan obrolan James dan Angel, serta melihat bagaimana dekatnya mereka yang membuat dadanya sesak, suasana macet memang terasa lebih indah.
" Ah, Anne kau mau makan dulu tidak? Tadi James menawarkan padaku, tapi aku lupa tanya apa kau lapar? "
Anne yang fokus melihat mobil berjejeran mengantri jalan dan suara klakson membuatnya tak mendengar sama sekali saat Angel bertanya padanya.
" Anne? "
" Iya? " Anne yang baru tersadar buru-buru menatap kakaknya untuk bertanya apa yang dia tanyakan tadi.
" James tadi mengajak kita makan, aku bilang tidak karena aku lapar, tali aku lupa bertanya padamu. "
Lupa? Lagi-lagi lupa? Tadi lupa kalau James adalah suaminya, sekarang bertanya padanya karena lupa jika dia berada di sana? Entah ini kebiasaan atau memang mereka yang begitu asyik sampai lupa.
Anne memaksakan senyumnya, dia menggeleng karena jelas dia tidak ingin makan di saat begini. Sejujurnya dia lapar, karena selama tinggal bersama dengan James dia jarang sekali makan dnegan baik. Kadang saat dia baru akan makan James sudah selesai makan membuatnya tak ingin melanjutkan itu, belum lagi kalau James berwajah dingin, meminum air saja rasanya sulit untuknya. Padahal sudah melakukan semua itu, tapi kenapa masih juga dia tidak mampu mengimbangi James?
" Anne, kau mau pergi ke mana dulu? "
" Tidak, aku tidak ingin kemana-mana. Aku pulang saja menunggu Ibu dan Ayah pulang nanti agar bisa berpamitan sebelum pulang ke apartemen. "
Angel mengangguk.
" Ya sudah, berarti kita pulang saja ya? "
Tiga puluh menit kemudian, mereka akhirnya sampai di rumah orang tuanya Anne dan Angel.
" James, terimakasih untuk hari ini ya? " Ucap Angel kepada James.
" Tidak masalah, aku senang juga bisa membantu mu kok. " James tersenyum, bahkan sampai Angel masuk kedalam rumah James masih saja memandanginya membuat Anne yang masih berdiri di sana merasa begitu iri.
" Sayang, kau masuk juga ya? Ini kan pertama kalinya kita datang berkunjung setelah tinggal terpisah. "
James menghela nafas, dia kini berwajah dingin begitu juga dengan tatapan matanya saat menatap Anne.
" Aku ada pekerjaan penting, aku harus segera pergi. "
Anne mencengkram kain dress yang ia gunakan, sungguh dia ingin tatapan hangat, cara bicara yang lembut sama seperti saat James berbicara kepada Angel.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments
Neneng cinta
ksian anne hrsnya saar...gda cinta james buatmu,,,kamu jg hrs bahagia ne
2022-12-02
1
Naviah
Anne sadarlah James tidak mencintai mu belajar lah mencintai dirimu sendiri dan cari kebahagiaanmu sendiri
2022-09-19
1
rosediana
next kak
2022-09-18
0