Anne duduk di pinggiran tempat tidur dengan degup jantung yang kuat biasa kencang. Awalnya dia ingin bersikap biasa saja agar tak begitu gugup, tapi begitu masuk ke kamar pengantin mereka yang sudah di hias dengan begitu indah, secara otomatis jantungnya tak bisa lagi di kontrol. Ada perasaan Malu, gugup, juga bahagia bercampur menjadi satu sehingga dia tak akan mampu mengungkapkan hanya dengan kata-kata. Sejenak dia menarik nafas dan menghembuskan perlahan berharap rasa gugup yang ia rasakan sedikit berkurang.
Cukup lama dia melakukan itu sembari menunggu James yang belum juga masuk ke dalam kamar. Kabar terakhir yang di sampaikan dari pembantu rumah tangga yang bekerja di rumahnya adalah, James sedang menemani anggota keluarganya sebelum mereka kembali ke rumah. Tapi sudah lewat satu jam dan James belum juga datang.
Anne bangkit dari duduknya berniat untuk keluar kamar dan mencari keberadaan James, tapi baru saja akan meraih handle pintu, rupanya pintu terbuka, dan James lah yang datang kesana. Bibir Anne tertarik membentuk lengkungan indah, dia tersenyum karena memang bahagia melihat James datang ke kamar pengantin mereka. Sebenarnya dia juga masih merasakan gugup yang luar biasa, bahkan jantungnya juga berdetak lebih hebat dari sebelumnya. Tapi ini adalah malam pengantin, malam pertama bagi pasangan yang baru menikah dan dia harus tetap tersenyum kepada suaminya. Suami? Ah, panggilan itu benar-benar bisa dia sematkan untuk James, iya! James adalah suaminya sekarang, James adalah miliknya seorang sekarang!
" Ayah dan Ibu mertua sudah pulang? "
James terlihat menahan agar tak menunjukan ekspresi apapun, dia mengangguk dan segera masuk ke kamar untuk mengganti bajunya. Sungguh dia mau harus menghabiskan malam bersama dengan Anne, wanita yang sama sekali tidak ia sukai, wanita yang selama ini bertingkah menyebalkan dengan sikap manjanya yang tidak tertolong.
" Kak James, aku akan memanggilmu sayang mulai sekarang, kau kan sudah menjadi suamiku, jadi panggilan sayang sangat cocok kan? " Anne tersenyum dengan begitu manis, James tentu bukan orang baru untuknya. Selama ini James sering datang ke rumah, kadang dia juga datang ke rumah James bersama dengan kakaknya, juga kadang dengan orang tuanya. Sudah tujuh tahun dia jatuh cinta dengan James, ah! Tujuh tahun itu terhitung saat Anne menyadari perasaan itu, karena mungkin saja perasaan suka kepada James sudah berlangsung sangat lama entah sejak kapan.
James, pria itu terdiam sebentar karena tidak tahu harus menjawab apa. Kala boleh jujur dia tentu saja tidak mau dan tidak setuju dipanggil sayang oleh Anne, selama ini dia benar-benar menganggap Anne seperti bocah sialan yang selalu bersikap manja kepadanya dengan begitu menyebalkan. Setiap kali dekat dengannya Anne akan berpura-pura tidak bisa melakukan apapun dan membuatnya terpaksa membantunya. Memang menyebalkan bukan? Tapi selama ini dia hanya bisa menuruti Anne karena orang tuanya, juga orang tua mereka sangat berteman baik, bahkan mereka tidak pernah ragu membantu satu sama lain meski mereka sendiri kadang dalam keadaan yang kurang baik dan mampu untuk membantu.
" Sayang, aku siapkan baju ganti untukmu ya? Oh iya, apa kita akan melakukan itu? "
James mengeryit menatap Anne. Jelas saja James bisa mengerti jika yang di maksud adalah melakukan hubungan suami istri seperti kebanyakan pasangan baru menikah lainnya. Sungguh dia tidak habis pikir dengan Anne yang begitu tidak bisa menjaga perkataan di hadapan pria dewasa sepertinya. Sebenarnya kalau dipikir lagi jelas wajar saja mengingat Anne sudah menjadi istrinya, tapi apakah Anne lupa bahwa hubungan di antara mereka tidak sedekat itu?
" Aku tidak ada waktu melayani obrolan mu. Tidak usah melakukan apapun sebagai istriku, aku akan mengurus diriku sendiri. " James berjalan menuju kamar mandi, sementara Anne terdiam begitu mendengar apa yang di katakan James barusan.
" Kenapa? Padahal aku kan istrinya, melayaninya tentu saja adalah kewajiban ku kan? " Gumam Anne dengan mimik sedihnya, hanya sebentar dia terlihat sedih, karena Anne memang adalah anak yang cenderung selalu berpikir positif dengan pemikiran yang selalu menjurus kedalam kebahagiaan.
" Tidak apa-apa! Kak James pasti masih terkejut dengan pernikahan ini. Pokoknya aku harus berusaha sebaik mungkin untuk membuat kak James bahagia. Aku tahu dia pasti akan bahagia kalau aku bersikap baik kan? " Anne tersenyum karena mampu menghibur dirinya sendiri.
Setelah James keluar dari kamar mandi, Anne segera berjalan mendekatinya sembari menenteng handuk kecil untuk mengeringkan rambut James.
" Sayang, aku bantu keringkan rambutmu ya? "
" Tidak perlu, aku bisa melakukannya sendiri. "
Tak menghiraukan apa yang dikatakan James, Anne meraih lengan James dan menariknya untuk duduk lalu dengan segera dia mengeringkan rambut James. Bukan mengeringkan rambut yang membuat James terkejut, tapi posisi Anne yang duduk di pangkuannya menghadap ke arahnya, tangannya yang naik ke atas mengeringkan rambutnya membuat bagian dada Anne berada tepat di hadapannya. James bukanlah pria yang begitu tidak bersekat sehingga tidak bereaksi, tentu saja dia cukup berdebar karena melihat benda kembar itu sedikit menyembul melebihi kain baju tidur yang begitu minim.
" Hentikan! "
Ucap James karena tidak ingin sampai lepas kendali, dan lagi perasaan berdebar melihat dada Anne ini malah membuatnya terganggu. Kalau saja itu adalah Angel, sudah pasti bisa dia sergap sepuasnya. Tapi Anne, wanita itu benar-benar membuatnya selalu melihat batasan yang dia sendiri lah yang membangunnya.
" Kenapa? Aku hanya membantu kok. " Ucap Anne tak membuatnya berhenti dari apa yang tengah ia lakukan. Anne yang semakin kuat menggosok rambut James tentu saja membuat dadanya ikut bergerak membuat James semakin tak tahan. Dengan cepat James bangkit, menjatuhkan tubuh Anne ke tempat tidur. Dia pikir itu sudah selesai, tapi sialnya saat dia menjatuhkan Anne bagian bawah dress yang digunakan Anne tersingkap ke atas hingga menunjukan paha mulus Anne beserta bagian intinya yang masih terbungkus kain segitiga berwarna hitam. James sempat menatap bagian itu beberapa detik, setelah menelan saliva dengan segera dia membuang pandangan karena tak mau terlalu lama melihat apa yang seharusnya dia yakini tidak perlu dilihat.
" Lain kali jangan melakukan apapun saat aku tidak memintanya. "
Anne menghela nafas, dia bangkit dari posisinya meski dia malu sekali dengan apa yang terjadi barusan. Sebenarnya sih dia juga pernah menggunakan bikini saat James datang kerumahnya, dia kakaknya dan James berenang bersama dan tentu saja dia menggunakan bikini. Tapi sekarang di saat hubungan mereka sudah berubah menjadi suami istri, Anne benar-benar merasa malu sendiri jadinya.
" Sayang, kenapa sih harus ketus begitu? Ini kan malam pertama kita, jadi ayo tersenyum! " Anne mengecup bibir James singkat membuat pria itu melotot kaget.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments
Adi ABANG adi
bagi kontak dong
2022-10-05
2
Adi ABANG adi
halo
2022-10-05
2
Fasha Awi
yuk up lgi kk,, semangat
2022-10-03
1