" Maaf, aku minta maaf, aku salah. "
Hanya kata itulah yang bisa keluar dari mulut Anne begitu melihat secara langsung kemarahan dari suaminya yang tak lain adalah James. Rasanya sakit sekali hingga tubuhnya gemetar hebat, apalagi melihat kipas angin yang baru di beli itu hancur di tendang James, dia sekian ketakutan.
Sekian ini kali pertama bagi Anne dibentak oleh James, ini juga kali pertama ada orang yang membentuknya. Orang tuanya selama ini begitu kembar padanya saat bicara, dia juga memiliki teman yang tidak pernah berbicara kasar sekalipun meskipun temannya adalah gadis yang cerewet. Tidak tahu harus mengatakan apa lagi karena nyatanya setelah meminta maaf berkali-kali pun James masih terlihat marah.
James meraih jaketnya, dia keluar dari kamarnya dan bergegas luka keluar dari apartemen karena tidak ingin lebih liar lagi dalam menunjukan kemarahannya. Jujur dia menyesal sudah bereaksi berlebihan, padahal selama ini dia bisa saja menahan diri apapun tingkah menyebalkan yang di lakukan oleh Anne.
Dengan kecepatan sedang James menjalankan mobilnya menuju taman kota yang tenang dan sepi. Sesampainya di sana James duduk di sana dan merenung, sebentar dia menghela nafas, lalu memejamkan mata untuk membuat dirinya lebih tenang lagi. Sungguh dia tida tahu kenapa dia bisa begitu kehilangan kontrol, padahal selama ini dia tida pernah semarah itu kepada orang lain selain keluarganya kakeknya yang sangat membuat muak. Mungkinkah dia marah karena Anne terlihat akur dengan Arthur dan dia merasa takut jika Anne bersekongkol untuk menjauhkannya?
Tidak, dia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya dia lakukan. Jelas dia tahu dia tidak memiliki perasaan apapun untuk Anne, jadi tidak mungkin dia akan cemburu seperti yang di katakan Anne. James kembali menghela nafas, mungkin yang benar adalah karena situasi hatinya kurang baik gara-gara keluarga Ayahnya jadi sulit mengontrol diri, batin James yang kini ia percayai sebab kemarahannya yang tak terkontrol.
Setelah cukup lama dia berada disana dan pikirannya mulai tenang, James bangkit dan kini berniat untuk kembali ke apartemen. Lagi, dia harus ingat bahwa dia telah menghancurkan kipas angin yang baru saja dia beli, dan dia harus membelinya lagi agar nyaman saat tidur nanti.
Hampir tengah malam, akhirnya James sampai di rumah. Dia langsung masuk ke dalam kamar dan meletakkan kipas angin itu. Sebentar dia melihat Anne yang sepertinya sudah tidur. James menyalakan kipas angin yang baru di beli, sejenak dia mematung melihat bekas kipas tadi sudah tidak ada di kamar, lalu segera dia bangkit untuk mandi sebelum tidur nanti.
James merebahkan tubuhnya di samping Anne ketika ritual sebelum tidurnya selesai.
" Aku minta maaf ya? Tolong jangan marah lagi, aku takut melihat mu marah. " Ana memeluk James yang baru saja selesai merebahkan tubuhnya dan lagi-lagi meminta maaf padahal jelas bukan salahnya. James mematung, dia ingin mengatakan jika ini bukan salahnya, dan dia juga ingin meminta maaf karena terlaku emosi, tai sayangnya gengsi membuatnya tak ingin berkata-kata dan memilih tak bereaksi sembari membiarkan Ana memeluknya erat-erat.
Sebenarnya kalau di pikirkan kembali, Anne justru jauh lebih dewasa di banding James sendiri. Sempat James mengakui akan hal itu di dalam hatinya, tapi entah lah karena hatinya masih tak bisa menerima Anne sebagai istri, dan semua cintanya seolah sudah habis dia berikan untuk Angel seorang jadi mustahil kalau untuk mencintai Anne meski Anne adalah wanita yang paling tepat untuk dia cintai.
Malam semakin larut, tapi James dan Anne justru tak bisa tidur. Anne tetap terus memeluk James meski dia memejamkan mata berpura-pura untuk tidur, sedangkan James masih terus membuka mata menatap kosong dengan segala pemikirannya.
Besok paginya, Anne terbangun dari tidurnya saat matahari sudah mulai naik menyuguhkan hawa panas dan sinarnya yang menembus jendela kaca kamarnya. Perlahan Anne bangkit, dia berjalan ke kamar mandi terlebih dulu untuk mencuci wajahnya, barulah dia berangkat ke dapur. Tidak ada paham pangan yang bisa di olah, hanya ada mie instan, dan juga roti tawar dengan selai coklat dan mentega saja.
Anne jelas sudah terbiasa dengan menu seperti itu saat sarapan, tapi dia tidak yakin bagaimana dengan James. Anne menghela nafas, dia sungguh bingung karena tidak tahu harus memasak apa, dia kan juga memang tidak bisa memasak. Tapi kalau hanya menyiapkan roti tawar dengan selai bukanya itu tidak membuat kenyang?
" Apa aku pergi belanja dengan uang ku saja ya? " Gumam Anne, merasa kalau pemikirannya ini benar, segera di angkut untuk mengganti bajunya dulu karena merasa kurang pantas saja keluar dengan dress tidur di tubuhnya. Setelah selesai menggunakan celana panjang dan kaos polos, tak lupa juga dia membawa dompet serta ponsel, Anne berbalik badan untuk keluar dari kamar.
" Mau kemana kau? " Tanya James yang tidak tahu sejak kapan sudah terbangun.
" Em, aku pergi beli makanan dulu ya? Di sini hanya di mie instan dan juga roti saja. Semalam kau kan tidak makan, jadi makan begitu saja pasti tidak akan membuatmu kenyang. "
James menghela nafas.
" Aku saja yang keluar. " Ucap James lalu segera bangkit dari posisinya.
" Tidak usah, kau pasti lelah kan? Aku saja tidak apa-apa kok. " Ucap Anne yang merasa begitu kasihan dengan James.
" Sudah ku bilang biar aku saja, lagi pula aku sudah bilang kan kalau aku tidak akan pernah mau menggunakan uang mu yang sudah pasti milik Ayahmu. Aku sudah pernah mengatakan ini kan? Jadi berhentilah melakukan apapun yang tidak aku minta karena aku tidak suka berhutang apapun padamu, terlebih Ayahmu. "
Anne terdiam karena tidak tahu harus bagaimana menangapi ucapan James barusan. Jujur saja di dalam hati Anne sedikit menggerutu tak terima karena James seperti menggambarkan jika Ayahnya adalah orang yang memiliki sifat dan sikap buruk. Tapi bisa apa dia karena yang ia tahu istri adalah sosok yang hanya bisa mengikuti apa yang di katakan suami.
" Kalau begitu, aku akan menunggu di sini. "
James tadinya masa bodoh saja dengan ucapan Anne barusan, tapi melihat Anne yang sudah rapih, ditambah juga Anne jarang keluar rumah, James jadi merasa sedikit iba.
" Tunggu saja, aku mandi dulu nanti baru kita keluar untuk cari sarapan. "
" Iya. " Anne tersenyum karena merasa bahagia, padahal hanya keluar untuk sarapan bersama, tapi dia benar-benar tidak bisa menyembunyikan kebahagiannya. Begitu James masuk ke dalam kamar yang dilakukan Anne adalah menyiapkan baju ganti untuknya, karena ini adalah hari Minggu, jadi Anne menyiapkan baju santai saja.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments
Naviah
semangat thor
2022-09-19
0
Eka ELissa
gk komen dulu ya maak lagi kjar bap..😭😭😭🙏
2022-09-17
3
Della Eriana
semangat trs ya
2022-09-15
1