BAB 13 : Menahan Sakit

" Maaf, aku minta maaf, aku salah. "

Hanya kata itulah yang bisa keluar dari mulut Anne begitu melihat secara langsung kemarahan dari suaminya yang tak lain adalah James. Rasanya sakit sekali hingga tubuhnya gemetar hebat, apalagi melihat kipas angin yang baru di beli itu hancur di tendang James, dia sekian ketakutan.

Sekian ini kali pertama bagi Anne dibentak oleh James, ini juga kali pertama ada orang yang membentuknya. Orang tuanya selama ini begitu kembar padanya saat bicara, dia juga memiliki teman yang tidak pernah berbicara kasar sekalipun meskipun temannya adalah gadis yang cerewet. Tidak tahu harus mengatakan apa lagi karena nyatanya setelah meminta maaf berkali-kali pun James masih terlihat marah.

James meraih jaketnya, dia keluar dari kamarnya dan bergegas luka keluar dari apartemen karena tidak ingin lebih liar lagi dalam menunjukan kemarahannya. Jujur dia menyesal sudah bereaksi berlebihan, padahal selama ini dia bisa saja menahan diri apapun tingkah menyebalkan yang di lakukan oleh Anne.

Dengan kecepatan sedang James menjalankan mobilnya menuju taman kota yang tenang dan sepi. Sesampainya di sana James duduk di sana dan merenung, sebentar dia menghela nafas, lalu memejamkan mata untuk membuat dirinya lebih tenang lagi. Sungguh dia tida tahu kenapa dia bisa begitu kehilangan kontrol, padahal selama ini dia tida pernah semarah itu kepada orang lain selain keluarganya kakeknya yang sangat membuat muak. Mungkinkah dia marah karena Anne terlihat akur dengan Arthur dan dia merasa takut jika Anne bersekongkol untuk menjauhkannya?

Tidak, dia benar-benar tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya dia lakukan. Jelas dia tahu dia tidak memiliki perasaan apapun untuk Anne, jadi tidak mungkin dia akan cemburu seperti yang di katakan Anne. James kembali menghela nafas, mungkin yang benar adalah karena situasi hatinya kurang baik gara-gara keluarga Ayahnya jadi sulit mengontrol diri, batin James yang kini ia percayai sebab kemarahannya yang tak terkontrol.

Setelah cukup lama dia berada disana dan pikirannya mulai tenang, James bangkit dan kini berniat untuk kembali ke apartemen. Lagi, dia harus ingat bahwa dia telah menghancurkan kipas angin yang baru saja dia beli, dan dia harus membelinya lagi agar nyaman saat tidur nanti.

Hampir tengah malam, akhirnya James sampai di rumah. Dia langsung masuk ke dalam kamar dan meletakkan kipas angin itu. Sebentar dia melihat Anne yang sepertinya sudah tidur. James menyalakan kipas angin yang baru di beli, sejenak dia mematung melihat bekas kipas tadi sudah tidak ada di kamar, lalu segera dia bangkit untuk mandi sebelum tidur nanti.

James merebahkan tubuhnya di samping Anne ketika ritual sebelum tidurnya selesai.

" Aku minta maaf ya? Tolong jangan marah lagi, aku takut melihat mu marah. " Ana memeluk James yang baru saja selesai merebahkan tubuhnya dan lagi-lagi meminta maaf padahal jelas bukan salahnya. James mematung, dia ingin mengatakan jika ini bukan salahnya, dan dia juga ingin meminta maaf karena terlaku emosi, tai sayangnya gengsi membuatnya tak ingin berkata-kata dan memilih tak bereaksi sembari membiarkan Ana memeluknya erat-erat.

Sebenarnya kalau di pikirkan kembali, Anne justru jauh lebih dewasa di banding James sendiri. Sempat James mengakui akan hal itu di dalam hatinya, tapi entah lah karena hatinya masih tak bisa menerima Anne sebagai istri, dan semua cintanya seolah sudah habis dia berikan untuk Angel seorang jadi mustahil kalau untuk mencintai Anne meski Anne adalah wanita yang paling tepat untuk dia cintai.

Malam semakin larut, tapi James dan Anne justru tak bisa tidur. Anne tetap terus memeluk James meski dia memejamkan mata berpura-pura untuk tidur, sedangkan James masih terus membuka mata menatap kosong dengan segala pemikirannya.

Besok paginya, Anne terbangun dari tidurnya saat matahari sudah mulai naik menyuguhkan hawa panas dan sinarnya yang menembus jendela kaca kamarnya. Perlahan Anne bangkit, dia berjalan ke kamar mandi terlebih dulu untuk mencuci wajahnya, barulah dia berangkat ke dapur. Tidak ada paham pangan yang bisa di olah, hanya ada mie instan, dan juga roti tawar dengan selai coklat dan mentega saja.

Anne jelas sudah terbiasa dengan menu seperti itu saat sarapan, tapi dia tidak yakin bagaimana dengan James. Anne menghela nafas, dia sungguh bingung karena tidak tahu harus memasak apa, dia kan juga memang tidak bisa memasak. Tapi kalau hanya menyiapkan roti tawar dengan selai bukanya itu tidak membuat kenyang?

" Apa aku pergi belanja dengan uang ku saja ya? " Gumam Anne, merasa kalau pemikirannya ini benar, segera di angkut untuk mengganti bajunya dulu karena merasa kurang pantas saja keluar dengan dress tidur di tubuhnya. Setelah selesai menggunakan celana panjang dan kaos polos, tak lupa juga dia membawa dompet serta ponsel, Anne berbalik badan untuk keluar dari kamar.

" Mau kemana kau? " Tanya James yang tidak tahu sejak kapan sudah terbangun.

" Em, aku pergi beli makanan dulu ya? Di sini hanya di mie instan dan juga roti saja. Semalam kau kan tidak makan, jadi makan begitu saja pasti tidak akan membuatmu kenyang. "

James menghela nafas.

" Aku saja yang keluar. " Ucap James lalu segera bangkit dari posisinya.

" Tidak usah, kau pasti lelah kan? Aku saja tidak apa-apa kok. " Ucap Anne yang merasa begitu kasihan dengan James.

" Sudah ku bilang biar aku saja, lagi pula aku sudah bilang kan kalau aku tidak akan pernah mau menggunakan uang mu yang sudah pasti milik Ayahmu. Aku sudah pernah mengatakan ini kan? Jadi berhentilah melakukan apapun yang tidak aku minta karena aku tidak suka berhutang apapun padamu, terlebih Ayahmu. "

Anne terdiam karena tidak tahu harus bagaimana menangapi ucapan James barusan. Jujur saja di dalam hati Anne sedikit menggerutu tak terima karena James seperti menggambarkan jika Ayahnya adalah orang yang memiliki sifat dan sikap buruk. Tapi bisa apa dia karena yang ia tahu istri adalah sosok yang hanya bisa mengikuti apa yang di katakan suami.

" Kalau begitu, aku akan menunggu di sini. "

James tadinya masa bodoh saja dengan ucapan Anne barusan, tapi melihat Anne yang sudah rapih, ditambah juga Anne jarang keluar rumah, James jadi merasa sedikit iba.

" Tunggu saja, aku mandi dulu nanti baru kita keluar untuk cari sarapan. "

" Iya. " Anne tersenyum karena merasa bahagia, padahal hanya keluar untuk sarapan bersama, tapi dia benar-benar tidak bisa menyembunyikan kebahagiannya. Begitu James masuk ke dalam kamar yang dilakukan Anne adalah menyiapkan baju ganti untuknya, karena ini adalah hari Minggu, jadi Anne menyiapkan baju santai saja.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Naviah

Naviah

semangat thor

2022-09-19

0

Eka ELissa

Eka ELissa

gk komen dulu ya maak lagi kjar bap..😭😭😭🙏

2022-09-17

3

Della Eriana

Della Eriana

semangat trs ya

2022-09-15

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1 : Menikah Dan Sebuah Alasan
2 BAB 2 : Malam Menjengkelkan
3 BAB 3 : Kesalahan Besar
4 BAB 4 : Kehilangan Kontrol
5 BAB 5 : Kebencian Tak Berujung
6 BAB 6 : Spesial Untuk Menyakiti
7 BAB 7 : Gagal Dalam Rencana
8 BAB 8 : Usaha Menyakiti
9 BAB 9 : Lezat Tapi Tidak Nikmat
10 BAB 10 : Pesta Yang Menyesakkan
11 BAB 11 : Karena Dia Adalah Anne!
12 BAB 12 : Rasa Sakit Pertama
13 BAB 13 : Menahan Sakit
14 BAB 14 : Salah Paham?
15 BAB 15 : Bodoh Karena Cinta
16 BAB 16 : Ingin Merasakannya
17 BAB 17 : Firasat Yang Tertolak
18 BAB 18 : Istri Atau Sampah?
19 BAB 19 : Hancur, Tapi Pantang Menyerah
20 BAB 20 : Bukan Salahku!
21 BAB 21 : Keberanian
22 BAB 22 : Kenapa Dia Berubah?
23 BAB 23 : Semua Karena Cinta
24 BAB 24 : Nama Yang Berpengaruh
25 BAB 25 : Merasa Lelah
26 BAB 26 : Lelah Bukan Menyerah
27 BAB 27 : Tentang Perasaan
28 BAB 28 : Karena Itu Menyakitkan
29 BAB 29 : Luka Semakin Dalam
30 BAB 30 : Batas Hubungan
31 BAB 31 : Hati Yang Penuh Cinta
32 BAB 32 : Salahkan Masa lalu
33 BAB 33 : Karena Dia Wanitaku!
34 BAB 34 : Mengulang Kesalahan
35 BAB 35 : Cinta, Bukan Bodoh!
36 BAB 36 : Serba Salah!
37 BAB 37 : Janji Palsu Berkepanjangan
38 BAB 38 : Tahu Diri Penting!
39 BAB 39 : Rasa Benci Yang Timbul
40 BAB 40 : Aku Mendengarnya
41 BAB 41 : Larilah Jika Bisa
42 BAB 42 : Menyadari Sebuah Perasaan
43 BAB 43 : Lihat Aku Juga!
44 BAB 44 : Banyak Kekurangan
45 BAB 45 : Kesempatan Terakhir
46 BAB 46 : Aku Akan Tetap Bertahan
47 BAB 47 : Berikan Aku Waktu
48 BAB 48 : Mari Berpisah Sebentar
49 BAB 49 : Proses Menjadi Suami Baik
50 BAB 50 : Perubahan Secara Perlahan
51 BAB 51 : Sekretaris Baru
52 BAB 52 : Tidak Seperti Pria Biasanya
53 BAB 53 : Karena Aku Merindukannya
54 BAB 54 : Karena Itu Bukanlah Alasan
55 BAB 55 : Mempesona Tapi Terabaikan
56 BAB 56 : Menahan Kesal
57 BAB 57 : Terpesona Oleh Larisa?
58 BAB 58 : Memohon
59 BAB 59 : Kebahagiaan
60 BAB 60 : Tidak Boleh Menyakitinya!
61 BAB 61 : Aku Bisa Melihatnya!
62 BAB 62 : Rencana Larisa
63 BAB 63 : Penerus Keluarga
64 BAB 64 : Aku Tidak Mampu Melakukanya!
65 BAB 65 : Aku Minta Maaf!
66 BAB 66 : Tidak Ada Perasaan
67 BAB 67 : Jangan Terlalu Fokus!
68 BAB 68 : Menerima Dan Niat
69 BAB 69 : Sebuah Harapan
70 BAB 70 : Aku Akan Bertahan
71 BAB 71 : Keyakinan
72 BAB 72 : Menghindari Stres
73 BAB 73 : Perasaan Aneh Dan Bersalah
74 BAB 74 : Pilihan Terbaik
75 BAB 75 : Pergi Dari Rumah
76 BAB 76 : Sebuah Tindakan
77 BAB 77 : Tidak Ada Lain Kali
78 BAB 78 : Menggenggam Janji
79 BAB 79 : Tidak Akan Bisa Melupakannya
80 BAB 80 : Ujian Kepantasan
81 BAB 81 : Kurang Pergaulan
82 BAB 82 : Pilihan Terbaik
83 BAB 83 : Paling Buruk
84 BAB 84 : Melihat Dari Jauh
85 BAB 85 : Sebuah Ketakutan
86 BAB 86 : Peringatan Telak
87 BAB 87 : Pengertian Dan Bunga Beracun
88 BAB 88 : Bunga Mawar Dan Racun
89 BAB 89 : Perasaan Terlarang
90 BAB 90 : Berat Hati
91 BAB 91: Kejutan Paling Menyakitkan
92 BAB 92 : Dia Pelakunya?
93 BAB 93 : Menahan Kesal Itu Sulit
94 BAB 94 : Munafik Terhebat
95 BAB 95 : Kerinduan Meluap
96 BAB 96 : Menunjukan Yang Terbaik
97 BAB 97 : Gundah Bersamaan
98 BAB 98 : Jangan Pergi
99 BAB 99 : Pengakuan Perasaan
100 BAB 100 : Menuju Pernikahan Sempurna
101 BAB 101 : Siap Menghadapi Segalanya
102 BAB 102 : Memohon Dengan Sungguh-sungguh
103 BAB 103 : Selamat pagi, istri?
104 BAB 104 : Bahagia Sekali
105 BAB 105 : Akhir Untuk Arthur
106 BAB 106 : Bagaimana Bisa Menolak?
107 BAB 107 : Final Episode
108 Promosi Novel Baru! seru banget, kepoin yuk!!!
Episodes

Updated 108 Episodes

1
BAB 1 : Menikah Dan Sebuah Alasan
2
BAB 2 : Malam Menjengkelkan
3
BAB 3 : Kesalahan Besar
4
BAB 4 : Kehilangan Kontrol
5
BAB 5 : Kebencian Tak Berujung
6
BAB 6 : Spesial Untuk Menyakiti
7
BAB 7 : Gagal Dalam Rencana
8
BAB 8 : Usaha Menyakiti
9
BAB 9 : Lezat Tapi Tidak Nikmat
10
BAB 10 : Pesta Yang Menyesakkan
11
BAB 11 : Karena Dia Adalah Anne!
12
BAB 12 : Rasa Sakit Pertama
13
BAB 13 : Menahan Sakit
14
BAB 14 : Salah Paham?
15
BAB 15 : Bodoh Karena Cinta
16
BAB 16 : Ingin Merasakannya
17
BAB 17 : Firasat Yang Tertolak
18
BAB 18 : Istri Atau Sampah?
19
BAB 19 : Hancur, Tapi Pantang Menyerah
20
BAB 20 : Bukan Salahku!
21
BAB 21 : Keberanian
22
BAB 22 : Kenapa Dia Berubah?
23
BAB 23 : Semua Karena Cinta
24
BAB 24 : Nama Yang Berpengaruh
25
BAB 25 : Merasa Lelah
26
BAB 26 : Lelah Bukan Menyerah
27
BAB 27 : Tentang Perasaan
28
BAB 28 : Karena Itu Menyakitkan
29
BAB 29 : Luka Semakin Dalam
30
BAB 30 : Batas Hubungan
31
BAB 31 : Hati Yang Penuh Cinta
32
BAB 32 : Salahkan Masa lalu
33
BAB 33 : Karena Dia Wanitaku!
34
BAB 34 : Mengulang Kesalahan
35
BAB 35 : Cinta, Bukan Bodoh!
36
BAB 36 : Serba Salah!
37
BAB 37 : Janji Palsu Berkepanjangan
38
BAB 38 : Tahu Diri Penting!
39
BAB 39 : Rasa Benci Yang Timbul
40
BAB 40 : Aku Mendengarnya
41
BAB 41 : Larilah Jika Bisa
42
BAB 42 : Menyadari Sebuah Perasaan
43
BAB 43 : Lihat Aku Juga!
44
BAB 44 : Banyak Kekurangan
45
BAB 45 : Kesempatan Terakhir
46
BAB 46 : Aku Akan Tetap Bertahan
47
BAB 47 : Berikan Aku Waktu
48
BAB 48 : Mari Berpisah Sebentar
49
BAB 49 : Proses Menjadi Suami Baik
50
BAB 50 : Perubahan Secara Perlahan
51
BAB 51 : Sekretaris Baru
52
BAB 52 : Tidak Seperti Pria Biasanya
53
BAB 53 : Karena Aku Merindukannya
54
BAB 54 : Karena Itu Bukanlah Alasan
55
BAB 55 : Mempesona Tapi Terabaikan
56
BAB 56 : Menahan Kesal
57
BAB 57 : Terpesona Oleh Larisa?
58
BAB 58 : Memohon
59
BAB 59 : Kebahagiaan
60
BAB 60 : Tidak Boleh Menyakitinya!
61
BAB 61 : Aku Bisa Melihatnya!
62
BAB 62 : Rencana Larisa
63
BAB 63 : Penerus Keluarga
64
BAB 64 : Aku Tidak Mampu Melakukanya!
65
BAB 65 : Aku Minta Maaf!
66
BAB 66 : Tidak Ada Perasaan
67
BAB 67 : Jangan Terlalu Fokus!
68
BAB 68 : Menerima Dan Niat
69
BAB 69 : Sebuah Harapan
70
BAB 70 : Aku Akan Bertahan
71
BAB 71 : Keyakinan
72
BAB 72 : Menghindari Stres
73
BAB 73 : Perasaan Aneh Dan Bersalah
74
BAB 74 : Pilihan Terbaik
75
BAB 75 : Pergi Dari Rumah
76
BAB 76 : Sebuah Tindakan
77
BAB 77 : Tidak Ada Lain Kali
78
BAB 78 : Menggenggam Janji
79
BAB 79 : Tidak Akan Bisa Melupakannya
80
BAB 80 : Ujian Kepantasan
81
BAB 81 : Kurang Pergaulan
82
BAB 82 : Pilihan Terbaik
83
BAB 83 : Paling Buruk
84
BAB 84 : Melihat Dari Jauh
85
BAB 85 : Sebuah Ketakutan
86
BAB 86 : Peringatan Telak
87
BAB 87 : Pengertian Dan Bunga Beracun
88
BAB 88 : Bunga Mawar Dan Racun
89
BAB 89 : Perasaan Terlarang
90
BAB 90 : Berat Hati
91
BAB 91: Kejutan Paling Menyakitkan
92
BAB 92 : Dia Pelakunya?
93
BAB 93 : Menahan Kesal Itu Sulit
94
BAB 94 : Munafik Terhebat
95
BAB 95 : Kerinduan Meluap
96
BAB 96 : Menunjukan Yang Terbaik
97
BAB 97 : Gundah Bersamaan
98
BAB 98 : Jangan Pergi
99
BAB 99 : Pengakuan Perasaan
100
BAB 100 : Menuju Pernikahan Sempurna
101
BAB 101 : Siap Menghadapi Segalanya
102
BAB 102 : Memohon Dengan Sungguh-sungguh
103
BAB 103 : Selamat pagi, istri?
104
BAB 104 : Bahagia Sekali
105
BAB 105 : Akhir Untuk Arthur
106
BAB 106 : Bagaimana Bisa Menolak?
107
BAB 107 : Final Episode
108
Promosi Novel Baru! seru banget, kepoin yuk!!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!