Setelah bangun dari tidur, Anne bergegas untuk membersihkan diri ke kamar mandi setelah cukup lama menatap James yang masih tertidur pulas. Hari ini Anne benar-benar merasa begitu bahagia, dia terus teringat ucapan manis Jordan semalam, perlakuan lembutnya, sentuhannya yang begitu semangat seperti panas membara membuatnya merasakan sesuatu yang bahkan sulit di artikan dengan kata-kata. Belum lagi semalaman ini James memeluknya erat bahkan hingga pagi datang menyapa, sungguh dia begitu bahagia hingga semalam dia sangat sulit untuk memejamkan mata, sementara bibirnya tak bisa berhenti tersenyum sendirian.
Selama kegiatan membersihkan diri, sampai dia ke dapur untuk memasak juga Anne benar-benar tak bisa menahan bibirnya untuk tersenyum. Dia dengan begitu susah payah mencoba untuk memasak menggunakan perabotan yang serba seadanya, juga syukurlah karena ada bumbu racik sehingga mempermudah Anne soal rasa dari masakannya itu.
Hari ini sengaja Anne bangun pagi, karena selain ingin memasak untuk James, hari ini juga Adah hari pernikahan Angel dan Gerry, jadi Anne tidak ingin terlambat dan menggunakan alarm untuk membangunkannya. Syukurlah memasak menggunakan bumbu racikan sangatlah mudah, dan saat mencobanya tadi juga rasanya lumayan enak meski tidak seenak masakan yang di buat oleh pelayan di rumah orang tuanya.
Setelah selesai Anne berjalan untuk masuk ke kamarnya, dia harus membangunkan James agar tidak kesiangan dan James punya waktu sebentar untuk istirahat sebelum mereka datang ke acara pernikahan Angel.
" Sayang, sayang? Bangun! " Anne menggoyangkan lengan James perlahan, juga cara bicaranya masih terdengar lembut. Sayup-sayup mata James terbuka dengan dahi mengeryit, sungguh dia begitu terkejut karena melihat Anne begitu dia membuka mata. James bangkit dari posisinya, dia menguap wajahnya dengan kasar mencoba mengingat kembali karena takut dia salah ingat. Tidak, dia memang merasa menghabiskan malam bersama Angel, tapi saat melihat Anne lagi, dia yakin benar bahwa wanita yah dia anggap Angel adalah Anne. James langsung bisa menebak karena minat beberapa tanda merah yang ada di leher Anne, dan itu pasti dia yang melakukanya kan?
" Sayang, cepat mandi ya? Hari ini kan hari pernikahan kakak, jangan sampai kita terlambat. " Ucap Anne mengingatkan.
James tersentak, benar! Hari ini adalah hari pernikahan Angel dan Gerry, hari yang sangat membuat James frustasi beberapa waktu terakhir ini. Sungguh dia merasa tidak rela dengan apa yang terjadi ini, tapi ma bagaimana lagi karena dia juga tidak mampu menghentikannya.
" Sayang, aku sudah masak untuk kita sarapan. Kau mandi saja dulu, nanti baru sarapan ya? " Anne berucap dengan senyum merekah, sungguh miris sekali karena sejak semalam dia begitu bahagia hanya karena kesalahpahaman nya sendiri.
Tak ingin banyak bicara, James bangkit dari posisinya untuk segera menuju kamar mandi. Bukan karena begitu nurut dengan istrinya, semua itu karena dia juga tidak ingin datang pernikahannya Angel. Setelah selesai mandi James terpaksa menuruti saran Anne untuk sarapan terlebih dahulu, dia hanya bisa menghela nafas dan menggeleng ketika memakan makanan yang di buat oleh Anne. Aneh, semua rasanya hampir saja hambar. Tapi karena perasaan James sedang kacau, dia makan saja makanan itu tanpa perduli bagaimana rasanya meski ada beberapa saat dia merasa aneh sendiri lidahnya.
Beberapa saat kemudian.
Di sebuah hotel bintang lima, di sanalah pesta pernikahan Angel dan Gerry di gelar. Begitu masuk ke dalam sana James bergabung bersama orang tuanya yang sudah hadir di sana, semetara Anne kini tengah bersama kakaknya membantu perias pengantin membantu Angel bersiap.
Cantik, Angel benar-benar sangat cantik dan hampir semua orang yang melihatnya memuji kecantikan Angel.
Kini tibalah sumpah pernikahan akan di ambil, setelah beberapa step sebelumnya terselesaikan. Gerry dengan lantang mengucapkan barusan kata sumpah setianya kepada sang istri yang tak lain adalah Angel.
Mereka saling melempar senyum seolah mereka adalah pasangan yang saling mencintai. Momen itu adalah momen di mana semua keluarga menangis haru, bahkan tau undangan juga ikut terharu.
Ane juga merasakan yang sama, dia tersenyum bahagia dengan mata berkaca-kaca, tapi begitu tatapannya tak Sengaja menatap ke arah James, Anne menjadi terdiam dengan dugaan yang membuatnya berdebar tak mampu mengontrol laju jantungnya.
James tengah mengeraskan rahang, dia menatap Angel dan Gerry tak seperti orang yang merasa bahagia atau terharu. Tangannya yang mengelola jelaslah dia sedang menahan marah, dengan siapa James marah? batin Anne di dalam hati. Tak lama dari itu James berbalik badan, dan dia menjauh dengan wajah yang tidak bisa Anne artikan.
Merasa khawatir, tapi juga penasaran kemana James akan pergi dan apa yang akan dia lakukan, bergegas Anne mengikuti James dan terdiam di balik dinding sembari menatap James yang berhenti di tempat sepi sembari memegangi dadanya. Cukup lama James terdiam menunduk menyenderkan tubuhnya di dinding sembari memegangi dadanya hingga membuat Anne khawatir. Tadinya Anne ingin segera beranjak dan bertanya kepada James apa yang terjadi, dan apa yang sakit. Tapi, baru dia ingin melangkahkan kaki suara bergetar dari bibir James terdengar sangat jelas oleh Anne.
" Kenapa kau harus menikah dengan pria lain, Angel? Padahal kau tahu benar seperti apa besarnya cinta kita untu satu sama lain, kau hanya perlu menunggu karena pernikahan ku bersama Anne juga tidak akan lama. "
Anne terdiam dengan wajah terkejut, tadi matanya merah berkaca-kaca karena dia merasa terharu, sekarang matanya merah dan ingin menangis karena begitu sedih, kecewa terpukul dengan ucapan James. Kenapa? Padahal semalam James mengungkapkan betapa dia mencintai Anne kan? Anne mencengkram kain dress yang ia gunakan.
Apakah, semua yang di ucapkan kak James sebenarnya adalah untuk kakak?
Rasa tidak ingin mempercayainya, tapi ucapan James lagi-lagi terdengar jelas di telinganya membuatnya terdiam menikmati saja seberapa besarnya luka yang ia rasakan.
" Ayahmu, brengsek itu malah memintaku menikahi putrinya yang menyebalkan! Wanita tidak berguna seperti itu memang siapa yang mau?! Padahal jelas-jelas aku sudah menolak kan? "
Menyebalkan, tidak berguna? Anne menutup mulutnya tak ingin kalau sampai suara tangisnya lolos dari bibirnya dan membuat James mengetahui keberadaannya. Sebenarnya dia sudah sangat hancur dan ingin pergi dari sana untuk menjaga perasaannya agar tak semakin terluka, tapi kapan lagi dia bisa mendengar kejujuran tentang James yang bahkan tak satupun dia ketahui.
" Sekarang aku harus bagaimana Angel? Aku tidak bisa menerima kenyataan bahwa sekarang kau sudah menjadi istrinya orang lain, aku tidak bisa menerimanya. "
Ane tidak tahan lagi, perlahan dia memundurkan langkahnya selain jauh, dan dia berlari begitu jarak mereka sudah cukup jauh.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments
Meiliani Pelangi
dasar suami gak punya otak.
sabar Anne!!!!!!
2022-10-10
0
Naviah
semangat thor
2022-09-19
1
rosediana
lanjut
2022-09-18
1