Hari ini Anne berada di dalam perjalanan untuk menuju rumah orang tuanya. Benar-benar sangat bahagia, juga sangat rindu setelah satu bulan tinggal terpisah, ini juga kali pertama Anne mengunjungi kedua orang tuanya setelah tinggal terpisah. James tidak ikut, juga tidak bisa mengantarnya karena dia beralasan ada pertemuan dengan orang penting. Anne tentu saja tidak mungkin memaksanya dan memilih untuk naik taksi saja.
Ah, benar-benar gugup sekali selama dalam perjalanan karena dia membayangkan wajah bahagia orang tuanya, membuat dia jadi semakin tidak sabar untuk segera sampai ke rumah orang tuanya.
Satu jam lebih, akhirnya sampailah Anne di rumah orang tuanya. Dengan langkah kaki cepat dia berjalan masuk setelah keluar dari taksi, dia tentu saja tahu di jam sekarang dimana orang tuanya berada.
" Ayah, Ibu, kakak! " Anne berlari cepat memeluk kedua orang tuanya yang sedang sarapan, juga memeluk Angel.
" Sayang, kenapa datang tidak mengabari Ibu dulu? Kalau tahu kau akan datang pasti Ibu dan kakak mu akan membuat brownie kesukaan mu! " Protes Ibunya Anne yang langsung mendapatkan anggukan setuju dari Angel.
Ayah Bien nampak sedikit pendiam meski saat ini dia tengah memeluk Anne, dia tentu saja tahu dimana Anne tinggal, hanya saja dia tidak tahu bagaimana kehidupan mereka di dalam apartemen. Rasanya ingin sekali memaki James karena membawa putrinya tinggal di tempat yang begitu sederhana, tapi dia bisa apa karena ini adalah kehidupan rumah tangga anaknya yang tidak bisa juga sembarangan dia ikut campur.
" Maaf Ibu, nanti saja sebelum pulang kita buat brownie supaya kak James juga bisa ikut makan ya? "
" Iya. "
Angel sontak terdiam tak berani merespon, yang dia tahu adalah James sama sekali tidak menyukai coklat apapun jenisnya, entah akan seperti apa reaksinya kalau nanti Anne membawa brownie itu pulang kerumah untuk di suguhkan kepada James. Kalaupun ingin mengingatkan bahwa James tidak suka coklat Angel juga merasa bingung sendiri, bagaimana kalau Anne bertanya dari mana dia tahu? Angel tentu tidak bisa menjawab dan hanya kebingungan sendiri karena Ayahnya meminta agar Angel tidak sekalipun mengungkit soal hubungan masa lalu antara dirinya dan juga James.
Sebenarnya jauh di lubuk hatinya dia merasa begitu kecewa dengan Ayahnya, karena malah menikahkan Anne dengan pria yang dia cintai. Walaupun memang benar Gerry adalah pria yang baik, tapi sulit baginya untuk menerima Gerry karena selama bertahun-tahun di hatinya hanya ada James seorang saja.
" Oh iya, hari kakak mu akan pergi ke butik untuk memilih gaun pernikahannya, kau mau ikut? " Tanya Ibunya Anne.
" Ikut Bu, ikut! "
" Ya sudah, selesai sarapan kita berangkat ya? "
Seperti yang sudah mereka rencanakan, Angel, Anne dan Ibunya sudah bersiap untuk pergi ke butik, tapi baru saja mereka ingin mask ke dalam mobil Ayah Bien membuat langkah kaki mereka terhenti.
" Bu, bisa tidak kita temui pak Rosidi? Istrinya meninggal karena sakit yang sudah lama di deritanya. Nanti setelah selesai baru ke butik, mereka itu kan dekat dengan kita jadi tidak enak kalau hanya Ayah saja yang datang. "
Ibunya Anne dan Angel membelalak terkejut, segera dia mengangguk setuju untuk pergi bersama suaminya.
" Kalau begitu Angel pergi dengan adikmu saja tidak apa-apa ya? Nanti kalau selesai cepat Ibu langsung susul kesana ya nak? "
Angel tersenyum.
" Tidak apa-apa, Bu. Jangan buru-buru santai saja agar aman, Anne saja sudah cukup kok. " Ucap Angel yang membuat Ibu dan Ayahnya tenang.
Beberapa saat kemudian, Angel dan Anne sudah berada di sebuah butik dimana mereka telah membuat janji temu sebelumnya. Seperti kebanyakan para anak muda jaman sekarang, Angel sempat mengambil photo saat sedang menunggu bersama dengan Anne yang saat itu sedang melihat ponselnya. Angel mengunggah photo itu dengan keterangan, bersama adik untuk memilih gaun pernikahan. Rupanya James melihat unggahan itu, lalu memberikan komentar untuk bertanya dimana lokasi butik itu. Angel melihat komentar itu dan segera membalasnya dengan mengirimkan lokasi mereka, entah apa tujuannya karena hanya Angel sendirilah yang tahu.
Beberapa saat kemudian.
" Kak, lihat ini! Bagian atasnya memang menerawang, tapi di bagian dadanya kan tertutup, ini terlihat keren sekali loh. Aku yakin gaun ini pasti sangat cocok untuk kakak. " Ucap Anne dengan semangat menunjukan gaun pernikahan itu, Angel sebentar melihat gaun itu lalu tersenyum.
" Bagus sih, tapi ini bukan selera kakak. Cari lagi yang lain saja deh. " Ucap Angel yang langsung membuat Anne memanyunkan bibirnya. Padahal gaun itu sangat bagus, dan Anne yakin sekali kalau gaun itu sangat cocok untuk Kakaknya.
" Eh, itu James? " Ucap Angel yang jelas bisa di dengar oleh Anne. Dengan semangat dan senyum lebar di wajahnya dia melambaikan tangan untuk memanggil suaminya agar bergabung dengannya.
" Sayang! "
Mendengar suara Anne segera James menoleh, James tersenyum, tapi bukan kepada Anne, melainkan kepada Angel yang juga tengah tersenyum tipis.
" Sayang kok bisa datang kesini? " Tanya Anne begitu James bergabung dengan mereka.
" Kebetulan lewat saja. " Ucap James cepat laku menatap Angel kembali dan tersenyum kepadanya. Anne yang bisa melihat itu tentu saja merasa agak curiga, ah tapi dia tidak ingin berpikir macam-macam dulu.
" Sudah dapat gaunnya? " Tanya James kepada Angel.
Angel menghela nafas, laku menggeleng.
" Belum, sangat sulit menentukan yang mana di antara banyak gaun disini. "
" Mau aku bantu? "
" Sungguh kau ingin membantu? "
" Tentu saja. "
Seolah mengabaikan Anne yang terdiam dengan tatapan bingung, James dan Angel memilih gaun pengantin. Mereka berdiskusi dengan sangat serius seperti sepasang kekasih yang akan menikah dan tengah menentukan gaun mana untuk di pakai.
" Eh, ini calon suaminya ya Nona? Tampan sekali, sangat cocok dengan Nona. " Ucap Pelayan Butik yang baru saja datang untuk kembali melayani mereka setelah beberapa saat lalu pergi untuk mengambil majalah butik untuk di tunjukan kepada Angel.
Angel dan James kompak terdiam.
" Dia, adik ipar ku. " Jawab Angel dengan mimik tak enak kepada Anne yang memilih diam dengan segala pemikirannya.
" Aduh, maaf sekali karena asal bicara! "
" Tidak apa-apa kok. " James tersenyum seolah tak keberatan dengan apa yang dikatakan pelayan butik tadi membuat Anne mencengkram kain dress yang ia gunakan dengan kuat.
" Ini majalahnya ya Nona, kalau tidak cocok dengan stok bisa lihat di majalah butik. " Ucap pelayan itu yang masih tak enak hati sembari meletakkan majalah butik ke meja yang tersedia di sana.
Angel mengangguk dan kembali lagi untuk melihat Gaun sembari terus berdiskusi dengan James.
" Angel, bagaimana dengan gaun ini? "
Angel menatap dengan serius, dan pada akhirnya dia mengangguk setuju.
Anne dia hanya bisa terbelalak heran. Padahal Gaun itu adalah gaun yang dia pilihkan tadi.
Ah, mungkin karena memang mereka sudah berteman sejak kecil saja. Batin Anne.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments
Anonymous
Lalu bukan laku.
Masih banyak banget typonya thor
2022-11-18
2
Naviah
nyesek banget jadi Anne😭😰
2022-09-19
1
Della Eriana
semangat trs ya
2022-09-15
1