Noda

Mereka tiba di sebuah taman bermain keluarga, Zein sengaja hanya pergi ke taman bermain jadi mereka bisa kembali dengan cepat jika ada sesuatu yang mendesak.

Adira terus berusaha menghindar dari Zein, ketika mereka berjalan dia akan segera berada di sisi Lily sehingga jarak antara dia dan Zein tetap jauh.

Sebenarnya Zein merasa risih dengan sikap Adira tapi dia memilih untuk membiarkan wanita itu melakukan sesukanya, dia tidak mungkin memaksa Adira untuk tidak menjauh darinya.

Karena Lily meminta ingin menaiki wahana komidi putar, jadi Zein dan Adira harus menunggu sambil memperhatikan Lily yang sedang menikmati permainan itu.

Sesekali Adira melambai sambil tersenyum ke arah Lily. Zein melirik ke arah Adira dimana jarak mereka sangat jauh seolah mereka dua orang asing.

“ Harusnya orang tua akan berdekatan ketika melihat anak mereka ditaman bermain bukan malah berjauhan seperti ini ” guman Zein.

“ Apa yang aku pikirkan, tidak mungkin aku mengharap gadis itu berdiri di sampingku ” Zein kesal seolah merutuki pemikirannya sendiri.

Ada beberapa anak yang berlarian tak sabar menunggu giliran untuk segera menaiki wahana itu. Sehingga orang tua mereka juga harus ikut berlarian untuk mengejar anaknya. Anak-anak itu berlarian di sekitar Adira, sampai sudah beberapa kali dia menghindar agar tidak tertabrak.

Sampai tanpa sadar Adira tertabrak oleh seorang pria tanpa sengaja, membuat tubuhnya oleng dan dapat dipastikan dia akan terjatuh.

“ Astaga..akhh!! ” pekik Adira berusaha mempertahankan keseimbangannya.

“ Hati-hati! ” bersamaan dengan suara baritton yang memperingatkan dia dengan tegas itu, Adira bisa merasakan pinggangnya diraih oleh seseorang yang membuat dia tidak jadi jatuh.

Adira segera menoleh melihat siapa yang telah menolongnya dan setelah tahu siapa orang itu dia malah lebih panik daripada ketika akan jatuh. Dia dengan cepat ingin segera menyingkir, tapi Zein menahan.

“ Nona Anda baik-baik saja? Maaf saya tidak bermaksud menabrak Anda saya benar-benar minta maaf ” pria yang tadi menabrak Adira berniat membantu Adira.

“ Dia baik-baik saja, Anda bisa pergi sekarang ” tegas Zein menghalangi tangan pria itu ketika hendak menyentuh Adira.

“ Baiklah kalau begitu, sekali lagi saya minta maaf Nona ” pria itu lalu pergi.

“ Ma-maaf Mas ” ucap Adira panik, Zein mengertakkan rahangnya kesal ketika wanita itu malah secepat kilat menyingkirkan tangannya. Padahal Zein sudah menolongnya.

“ Kemarilah! ” tegas Zein menarik tangan Adira pergi dari kerumunan itu. Adira merasa bingung harus berbuat apa dia merasa sangat takut Zein akan melakukan sesuatu padanya.

“ Ma-Mas lepaskan tanganku ” pinta Adira, walaupun diabaikan oleh Zein.

“ Dia ingin melakukan apa? Aku tidak akan dihukum lagikan ” , batin Adira menciut.

“ Kita akan menunggu Lily disini, jangan pergi dari sini atau kau akan membuat kehebohan lagi ” tukas Zein melepaskan tangan Adira ketika merasa mereka sudah berada di area yang lebih aman.

Adira segera menggosok-gosok pergelangan tangannya.

“ Apa kau merasa kesakitan? ” tanya Zein penuh penekanan.

“ Apa Mas? ” tanya Adira kembali tak paham maksud Zein.

“ Sudahlah lupakan ” kesal Zein.

“ Aku tidak mengenggam tangannya dengan kuat sampai dia kesakitan ”

Adira kemudian berdiri diam saja di situ tidak berani memandang ke arah Zein. Tanpa sadar dia memang menunjukkan reaksi trauma yang cukup jelas.

Bahkan saat Zein menyentuh atau mendekat ke arahnya bayangan penyiksaan waktu itu menghantuinya.

Saat Lily selesai bermain sepuasnya di taman bermain, Zein memutuskan mereka akan pulang, tapi sebelum itu Zein membawa mereka ke restoran. Dia tahu Adira dan Lily pasti sudah lapar.

Saat akan memasuki restoran tiba-tiba Adira merasa perutnya terasa sakit nyeri dan kram. Itu membuat dia berjalan lebih lambat sampai tertinggal jauh dari Zein dan Lily.

“ Berjalanlah sedikit lebih cepat ” tegur Zein.

“ I-iya Mas ” jawab Adira dia memegangi perutnya.

“ Kenapa tiba-tiba perutku sakit..ahh rasanya sangat nyeri ”

Zein dapat melihat Adira yang sedari tadi seolah menahan sakit.

“ Kau kenapa? ” tanya Zein.

“ Tidak apa-apa Mas, aku akan ke toilet sebentar. Mas sama Lily pergi duluan saja ” ucap Adira lalu segera menuju ke toilet. Saat melihat Adira berjalan Zein menyadari sesuatu.

“ Lily tunggu di sini sebentar ya, Daddy akan pesan kan makanannya dulu ” ucap Zein sebagai alasan pada Lily.

“ Iya Daddy ” jawab Lily cepat, Zein tahu tidak masalah membiarkan Lily berada di sana sebentar walau sendiri Lily anak yang baik dia akan menuruti perkataan Zein dan tidak pergi dari tempat itu.

“ Saya bisa minta tolong ” ucap Zein pada salah satu waitress.

“ Iya Pak, Apa bapak membutuhkan sesuatu? ” jawab Waitress itu sopan.

“ Tolong berikan jas ini pada gadis yang tadi baru saja pergi ke toilet ” Zein memberitahu dengan jelas ciri-ciri Adira pada Waitress itu.

“ Baik Pak akan saya berikan ”

“ Dan satu lagi...” Zein sedikit ragu apa dia harus meminta ini, tapi dia tidak bisa membiarkan Adira kebingungan sendiri.

“ Kalau kalian memiliki pembalut untuk wanita tolong berikan padanya juga. Saya akan membayar untuk itu semua nanti ” ucap Zein.

“ Baik Pak akan saya carikan terlebih dahulu ” jawab waitress itu lalu pergi.

Zein menghela napas, baru kali ini dia harus meminta tolong pada seseorang untuk hal-hal yang tentu memalukan bagi seorang pria seperti Zein.

Dia bahkan sampai memberikan jasnya untuk di pakai Adira menutupi noda merah mencolok yang sempat dilihat oleh Zein itu.

~`•~`•~`•~`•~`•

Adira sudah sedari tadi kebingungan sendiri di dalam toilet, dia menggigiti kukunya tidak tahu harus minta tolong pada siapa.

“ Nona saya pelayan restoran membawakan titipan dari suami Anda ” ucap waitress itu sembari mengetuk pintu toilet kebetulan yang berada di sana hanya Adira.

“ Suami? ” ungkap Adira bingung, lalu setelah mencerna kalimat itu dia membuka pintu toilet itu.

Waitress itu nampak terkejut sesaat, karena dia pikir wanita yang disebut istri oleh pria yang sudah nampak matang dan berumur itu juga adalah wanita dewasa. Tidak disangka malah gadis yang muda yang masih nampak belia.

Adira mengenali jas yang di pegang oleh waitress itu dan langsung tahu itu jas Zein.

“ Ini Nona ” waitress itu menyerahkannya pada Adira.

“ Di sana juga ada pembalut yang dapat Anda gunakan ”

“ Terima kasih banyak ” ucap Adira ketika dia akan berniat menutup pintu itu waitress itu menahan Adira.

“ Nona saya tahu kehidupan memang sulit, tapi Nona tidak harus melakukan hal seperti ini untuk bertahan..masih banyak jalan lain Nona ” ucap waitress itu prihatin.

Adira bingung dengan maksud waitress itu.

“ Saya baik-baik saja, terima kasih atas perhatiannya saya hanya datang bulan. Anda tahu setiap wanita mengalami itu ” balas Adira seadanya.

“ Astaga...Nona masih sangat polos, saya tahu kadang para pria itu yang menjerumuskan. Anda jangan takut tinggalkan saja pria seperti itu Nona jangan mau hanya jadi pelampiasan nafsu pria-pria seperti itu ”

Adira melotot tak percaya, tak dia sangka waitress itu malah mengira Adira adalah wanita muda simpanan om-om atau gadis penyenang Sugar Daddy.

“ Pria itu suamiku, saya tetap berterima kasih atas perhatiannya tapi saya tidak berbohong dia memang suami saya ” jelas Adira sambil tertawa geli.

Waitress itu tetap nampak tak percaya tapi akhirnya dia memilih untuk pergi setelah permisi kepada Adira.

Adira menutup pintu toilet itu.

“ Tu-tunggu kalau Mas Zein menyuruh waitress untuk mengantarkan ini berarti...Mas Zein melihat ” Mata Adira melotot tak percaya baru sadar Zein mengetahui dia sedang datang bulan apalagi melihat noda itu. Tentu saja itu hal yang paling memalukan bagi wanita.

“ Akh!!! Tidak! ” rutuk Adira merasa malu sampai wajahnya memerah.

Happy Reading😘

Terpopuler

Comments

fifid dwi ariani

fifid dwi ariani

trus sabar

2023-02-20

1

Rutin Saragih

Rutin Saragih

suka dengan ceritanya, makasih author🤣

2022-09-27

1

Masyitah Ellysa

Masyitah Ellysa

next yaa author 😘ceritanya best 👍😘

2022-09-26

1

lihat semua
Episodes
1 Ibu Sambung
2 Flashback
3 Untung-Rugi
4 Lily dan Les Berlebihan
5 Batasan
6 Izin?
7 Enam Bulan
8 Menjaga Lily
9 Kejanggalan Sikap Vera
10 Aku Nyonya di Rumah Ini
11 Masalah Aidan
12 Rapat Disiplin
13 Memangnya Dia Sudah Tante-Tante
14 Amarah Zein
15 Kecewa
16 Aku Akan Memecat Kalian Semua
17 Dua Sisi Aidan
18 Sifat Keibuan
19 Menakutkan
20 Noda
21 Cahaya Bulan
22 Piyama Kimono
23 Cara Berterimakasih
24 Pesta Basecamp
25 Takdir Kehidupan Yang Aneh
26 Pertemuan Bisnis
27 Selera Humor Yang Bagus
28 Memeluk Guling
29 Berusahalah Mengingat Kejadian Itu
30 Aku Akan Membunuhnya
31 Waktu Berlalu Dengan Cepat
32 Perlakuan Baik dan Perhatian
33 Terbuat Dari Apa Hatinya
34 Bantuan Noah
35 Mencari Itu Pakai Mata Bukan Pakai Mulut
36 Aroma Tubuh
37 Ciuman
38 Buket Bunga Untuk Nadia
39 Hanya Anak Gadisku
40 Kau Juga Akan Pergi
41 Ceraikan Dia
42 Adira Membunuh Mommy?!
43 Bukti Terakhir
44 Imajinasi Gila
45 Aku Tidak Ingin Dia Mengingat Kejadian Itu
46 Tuduhan Pembunuhan
47 Aku Tidak Melakukan Hal Itu
48 Mencabut Laporan
49 Hentikan Sampai Di Sini
50 Teruslah Hidup
51 Resmi Bercerai
52 Kehidupan Baru
53 Makian
54 Keluarga Ini Memang Tidak Butuh Saling Bicara
55 Perasaan Itu Akan Hilang Seiring Waktu
56 Kamu Sangat Mencintai Suamimu
57 Apa Dia Butuh Alasan Khusus
58 Kerinduan Dan Penyesalan
59 Melanjutkan Hidup
60 Bertemu Diwaktu Yang Sangat Terlambat
61 Dia Itu Mantan Suamiku
62 Anak Itu Tetaplah Darah Dagingku
63 Pergi Dari Sini!
64 Lily Gak Mau Mama Kesakitan
65 Daddy Sudah Mencintai Adira Sejak Lama
66 Ironi
67 Mungkin Bawaan Bayinya
68 Memaafkan Diri Sendiri
69 Mengapa Kalian Tidak Bahagia?
70 Resiko Yang Kalian Pilih Sendiri
71 Apa Mereka Sudah Bisa Diusir?
72 Bukan Tempat Penitipan Anak
73 Sebutan Anak Itu
74 Di sini Sangat Hangat
75 Kakak-kakak Pergi Menemui Mama Adira
76 Gosip
77 Mengapa Dia Mengikuti Aku?
78 Penghuni Baru Mansion Tua
79 Orang Asing Yang Baru Saling Kenal
80 Kelinci Kecil
81 Kita Cari Daddy
82 Apa Karena Lily Tidak Dilahirkan Sama Mama Adira?
83 Mendalami Peran
84 Teror Ancaman
85 Aku Mohon
86 Ada Yang Ingin Membunuh Bayiku
87 Berapa Lama Anda Mengenal Adira?
88 Harus Dirawat Oleh Mantan Suami
89 Tidak Semua Yang Terjadi Mengakibatkan Hal Buruk
90 Bagaimana Lagi Merindukanmu
91 Tidak
92 Cari Bajing*n Itu Sekarang Juga!!
93 Sifat Asli
94 Aku Akan Ikut
95 Pria Itu Memang Harus Mati
96 Momentum
97 Jangan Memaksakan Diri
98 Keluarga Besar
99 Baby Blues
100 Sangat Merindukan
101 Seorang Pria Menangis
102 Apa Mas Merasa Takut Menggendongnya?
103 Ayah Yang Baik
104 Di Jaga Nadia
105 Menikmati Waktu
106 Aku?
107 Nama Yang Sangat Bagus
108 Waktu Berlalu
109 Lamaran
110 Persiapan
111 Pernikahan
112 Bulan Madu
113 Sedikit Sulit
114 S2 Helena Noah
115 S2 Helena Noah
116 S2 Helena Noah
117 S2 Helena Noah
118 S2 Helena Noah
119 S2 Helena Noah
120 S2 Helena Noah
121 S2 Helena Noah
122 S2 Helena Noah
123 S2 Helena Noah
124 S2 Helena Noah
125 S2 Helena Noah
126 S2 Helena Noah
127 S2 Helena Noah
128 S2 Helena Noah
129 S2 HELENA NOAH
130 S2 Helena Noah
131 S2 Helena Noah
132 S2 HELENA NOAH
133 S2 HELENA NOAH
134 S2 Helena Noah
135 S2 Helena Noah
136 S2 Helena Noah
137 S2 Helena Noah
138 S2 Helena Noah
139 HELENA NOAH S2
140 S2 HELENA NOAH
141 S2 HELENA NOAH
142 S2 Helena Noah
143 S2 Helena Noah
Episodes

Updated 143 Episodes

1
Ibu Sambung
2
Flashback
3
Untung-Rugi
4
Lily dan Les Berlebihan
5
Batasan
6
Izin?
7
Enam Bulan
8
Menjaga Lily
9
Kejanggalan Sikap Vera
10
Aku Nyonya di Rumah Ini
11
Masalah Aidan
12
Rapat Disiplin
13
Memangnya Dia Sudah Tante-Tante
14
Amarah Zein
15
Kecewa
16
Aku Akan Memecat Kalian Semua
17
Dua Sisi Aidan
18
Sifat Keibuan
19
Menakutkan
20
Noda
21
Cahaya Bulan
22
Piyama Kimono
23
Cara Berterimakasih
24
Pesta Basecamp
25
Takdir Kehidupan Yang Aneh
26
Pertemuan Bisnis
27
Selera Humor Yang Bagus
28
Memeluk Guling
29
Berusahalah Mengingat Kejadian Itu
30
Aku Akan Membunuhnya
31
Waktu Berlalu Dengan Cepat
32
Perlakuan Baik dan Perhatian
33
Terbuat Dari Apa Hatinya
34
Bantuan Noah
35
Mencari Itu Pakai Mata Bukan Pakai Mulut
36
Aroma Tubuh
37
Ciuman
38
Buket Bunga Untuk Nadia
39
Hanya Anak Gadisku
40
Kau Juga Akan Pergi
41
Ceraikan Dia
42
Adira Membunuh Mommy?!
43
Bukti Terakhir
44
Imajinasi Gila
45
Aku Tidak Ingin Dia Mengingat Kejadian Itu
46
Tuduhan Pembunuhan
47
Aku Tidak Melakukan Hal Itu
48
Mencabut Laporan
49
Hentikan Sampai Di Sini
50
Teruslah Hidup
51
Resmi Bercerai
52
Kehidupan Baru
53
Makian
54
Keluarga Ini Memang Tidak Butuh Saling Bicara
55
Perasaan Itu Akan Hilang Seiring Waktu
56
Kamu Sangat Mencintai Suamimu
57
Apa Dia Butuh Alasan Khusus
58
Kerinduan Dan Penyesalan
59
Melanjutkan Hidup
60
Bertemu Diwaktu Yang Sangat Terlambat
61
Dia Itu Mantan Suamiku
62
Anak Itu Tetaplah Darah Dagingku
63
Pergi Dari Sini!
64
Lily Gak Mau Mama Kesakitan
65
Daddy Sudah Mencintai Adira Sejak Lama
66
Ironi
67
Mungkin Bawaan Bayinya
68
Memaafkan Diri Sendiri
69
Mengapa Kalian Tidak Bahagia?
70
Resiko Yang Kalian Pilih Sendiri
71
Apa Mereka Sudah Bisa Diusir?
72
Bukan Tempat Penitipan Anak
73
Sebutan Anak Itu
74
Di sini Sangat Hangat
75
Kakak-kakak Pergi Menemui Mama Adira
76
Gosip
77
Mengapa Dia Mengikuti Aku?
78
Penghuni Baru Mansion Tua
79
Orang Asing Yang Baru Saling Kenal
80
Kelinci Kecil
81
Kita Cari Daddy
82
Apa Karena Lily Tidak Dilahirkan Sama Mama Adira?
83
Mendalami Peran
84
Teror Ancaman
85
Aku Mohon
86
Ada Yang Ingin Membunuh Bayiku
87
Berapa Lama Anda Mengenal Adira?
88
Harus Dirawat Oleh Mantan Suami
89
Tidak Semua Yang Terjadi Mengakibatkan Hal Buruk
90
Bagaimana Lagi Merindukanmu
91
Tidak
92
Cari Bajing*n Itu Sekarang Juga!!
93
Sifat Asli
94
Aku Akan Ikut
95
Pria Itu Memang Harus Mati
96
Momentum
97
Jangan Memaksakan Diri
98
Keluarga Besar
99
Baby Blues
100
Sangat Merindukan
101
Seorang Pria Menangis
102
Apa Mas Merasa Takut Menggendongnya?
103
Ayah Yang Baik
104
Di Jaga Nadia
105
Menikmati Waktu
106
Aku?
107
Nama Yang Sangat Bagus
108
Waktu Berlalu
109
Lamaran
110
Persiapan
111
Pernikahan
112
Bulan Madu
113
Sedikit Sulit
114
S2 Helena Noah
115
S2 Helena Noah
116
S2 Helena Noah
117
S2 Helena Noah
118
S2 Helena Noah
119
S2 Helena Noah
120
S2 Helena Noah
121
S2 Helena Noah
122
S2 Helena Noah
123
S2 Helena Noah
124
S2 Helena Noah
125
S2 Helena Noah
126
S2 Helena Noah
127
S2 Helena Noah
128
S2 Helena Noah
129
S2 HELENA NOAH
130
S2 Helena Noah
131
S2 Helena Noah
132
S2 HELENA NOAH
133
S2 HELENA NOAH
134
S2 Helena Noah
135
S2 Helena Noah
136
S2 Helena Noah
137
S2 Helena Noah
138
S2 Helena Noah
139
HELENA NOAH S2
140
S2 HELENA NOAH
141
S2 HELENA NOAH
142
S2 Helena Noah
143
S2 Helena Noah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!