“Kita akan ajak Mama kan Daddy? ” tanya Lily antusias.
Zein menatap ke arah Adira, Adira yang merasakan tatapan itu merasa canggung dan menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal.
“ Lily lebih suka pergi berdua dengan Daddy atau kita pergi bersama Mama Adira ”
“ Bertiga sama Mama dan Daddy ” jawab Lily cepat.
“ Baiklah kalau begitu cepatlah sembuh, Daddy akan pergi bekerja dulu. Tapi sebelum itu Daddy mau tanya Lily mau kalau sebagian les Lily dihentikan? ” ungkap Zein, mata Adira membulat mendengar pertanyaan Zein itu. Karena itu hal yang dia nantikan sejak lama.
“ Tapi kenapa Daddy? ” tanya Lily polos.
“ Dulu Lily ikut les karena bilang menyukainya, sekarang Daddy mau tahu Lily lebih suka menghabiskan waktu mengikuti les atau berada di rumah bersama Mama Adira ”
Lagi dan lagi Adira tak menyangka Zein akan berkata seperti itu, bayangkan saja rasanya seperti Zein benar-benar menganggap posisi Adira sebagai ibu untuk Lily dan itu untuk pertama kalinya menurut Adira.
“ Lily lebih suka di rumah sama Mama ” Lily nampak sangat antusias.
“ Daddy akan segera mengurusnya, kalau begitu Lily beristirahat dengan baik hari ini bersama Mama Adira ” ucap Zein dan melangkah pergi dari kamar itu.
Adira tak bisa lagi menahan rasa bahagianya setelah kepergian Zein dia segera berhambur memeluk Lily.
“ Makasih sayang, Mama benar-benar berterima kasih ” Adira tak henti-hentinya mengecupi pucuk kepala Lily. Dia sangat senang Lily memilih menghabiskan waktu bersamanya dari pada les yang melelahkan itu.
“ Dulu kenapa Lily mau mengikuti semua les itu? ” tanya Adira setelah dia dapat mengendalikan dirinya.
“ Lily gak suka tinggal sendiri dirumah bersama pengasuh, Daddy selalu pergi ke kantor dan Kak Noah juga. Kak Aidan sama Kak Nadia sekolah jadi Lily suka di tinggal sendiri. Ikut les lebih menyenangkan, tapi sekarangkan sudah ada Mama yang menemani Lily ” ungkap Lily bercerita pada Adira.
“ Iya Mamakan sudah ada di sini, jadi Lily gak perlu merasa takut Mama pergi atau kesepian lagi. Nanti kita akan bermain dan belajar sepuasnya ” tukas Adira.
“ Yeah!! ” seru Lily senang.
Sekarang Adira tahu alasan utama Lily mau di sibukkan dengan semua les itu. Itu karena dia merasa kesepian di tengah semua anggota keluarga lainnya yang sibuk dan dia merasa terabaikan.
Satu hal lainnya yang salah adalah Zein yang percaya bahwa Lily mengikuti semua les itu karena suka, tanpa tahu perasaan sebenarnya dan apa yang lebih dibutuhkan Lily bukanlah les tapi kasih sayang. Untungnya kali ini Zein nampaknya sudah menyadari hal itu.
“ Boleh aku masuk ” suara itu diiringi dengan ketukan pintu. Perbincangan asik antara Lily dan Adira terhenti mendengar itu.
Adira langsung bisa mengenali suara itu.
“ Masuklah ” jawab Adira.
Noah segera membuka pintu dan segera menghampiri Lily, sifat mereka masing-masing nampak mirip bedanya. Adira merasa lebih canggung kepada Noah karena usia Noah yang lebih tua darinya terkadang membuat dia kebingungan harus bagaimana bersikap pada anak tirinya itu.
Apalagi Noah sama dinginnya dengan Zein, sangat berbeda dengan Aidan yang banyak bicara sehingga Adira lebih bisa berkomunikasi walaupun terkadang dibuat kesal oleh tingkah Aidan.
“ Ini Kakak bawakan hadiah biar Lily cepat sembuh ” ucap Noah sembari menyerahkan kotak kecil yang dibawanya pada Lily.
Lily bersemangat dan segera membuka kotak hadiah itu.
“ Makasih Kak Lily suka sekali, nanti kalau puzzle nya sudah selesai Lily tunjukkan pada Kakak ”
“ Tidak perlu terburu-buru menyelesaikannya, lakukan saja sambil bermain ” Noah mengusap kepala Lily lembut.
Dari yang Adira perhatikan Noah adalah seorang yang perhatian. Hanya saja cara dia menunjukkan kasih sayangnya sangat canggung. Seperti pada Lily sendiri dia hanya akan datang dengan membawakan hadiah yang berbeda setiap harinya. Tapi tak pernah mau bermain atau mengajak Lily berbicara banyak. Noah juga bersikap sama kepada adik-adiknya yang lain, karena dia itu sangat introvert, pendiam dan juga dingin.
“ Kakak pergi dulu ya ” ucap Noah sesaat kemudian, dan sesuai dengan dugaan Adira setelah memberikan hadiah segera pergi seperti biasanya.
“ Iya Kak ” jawab Lily.
Noah berjalan keluar, Adira mengikuti di belakang karena dia ingin bicara dengan Noah.
“ Noah bisa bicara sebentar denganku ” ucap Adira sembari menutup pintu kamar Lily agar pembicaraannya tidak di dengar anak itu.
“ Ada apa? ” tanya Noah.
“ Aku memang tidak berhak..dan tidak seharusnya mengatakan ini, tapi mungkin lebih baik lagi jika kamu tidak hanya datang dan memberi hadiah-hadiah itu pada Lily, dia pasti lebih senang lagi kalau kamu mengajaknya bermain ” jelas Adira.
Bayangkan saja setelah perkataan panjang lebar dari Adira Noah hanya diam saja tak merespon.
“ Apa dia mendengarkan perkataanku? ”, batin Adira.
“ Aku tahu Lily merasa kesepian karena kalian semua sibuk dengan urusan masing-masing dan seakan mengabaikannya. Caramu menunjukkan kasih sayang sudah benar, tetapi membanjiri seseorang dengan hadiah belum tentu membuat orang itu senang. Tapi bisa terasa seperti sebuah formalitas saja ” lanjut Adira lagi.
“ Nona A aku bisa lihat Lily masih membutuhkan sosok wanita yang bisa dianggap sebagai ibu sepertimu, tapi aku tidak butuh hal itu. Aku bukan anak kecil yang haus kasih sayang ” balas Noah kemudian.
“ Bu-bukan begitu maksudku, maaf aku yang seperti ini malah seperti berusaha memberimu nasihat aku tahu aku tidak pantas ” Adira tahu berbicara dengan Noah maka dia harus tahan dengan perkataan tajam dan sikap dinginnya.
“ Jadilah ibu untuk Lily karena dia memang membutuhkanmu, dan tidak perlu mengurusi hal lain ” tegas Noah kemudian berlalu pergi begitu saja.
Adira menghela napas sejenak.
“ Tidak ada yang tidak membutuhkan sosok ibu dihidupnya, baik itu sampai kita menua nanti kita akan selalu merindukan sosok ibu kita. Tapi setidaknya niat baik bisa didapatkan dari orang lain juga ” guman Adira pelan.
Ketika akan melangkah masuk kembali ke kamar Lily, Adira mendengar suara ribut-ribut dari dapur rumah itu.
“ Ada apa sih? ” tanyanya dan melangkah cepat menuju dapur.
“ Berani sekali kau bertindak semaumu di rumah ini?! ” bentak Vera kuat dan melayangkan tamparan yang sangat keras kepada seorang pelayan sampai pelayan wanita itu tersungkur.
Adira terkejut dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
“ Ada apa ini? ” tanya Adira, semua pelayan yang ada di sana membungkuk memberi hormat setelah mengetahui keberadaan Adira termasuk Vera.
“ Saya hanya mendisiplinkan dia Nyonya ” jawab Vera santai.
“ Berdirilah ” perintah Adira pada pelayan yang terjatuh itu.
“ Apa kesalahan yang dia lakukan sampai kau menamparnya seperti itu? ”
“ Dia dengan lancang mengajak pelayan lain untuk mengubah susunan barang-barang yang ada di dapur Nyonya ” jelas Vera.
Adira menatap peralatan yang berubah susunan di dapur itu.
“ Aku yang memberikan perintah untuk mengubah susunan peralatan dapur itu. Aku lebih nyaman jika susunannya seperti ini ” ucap Adira.
“ Sa-saya sudah mengatakan hal itu Nyonya, bahwasanya ini atas perintah Nyonya tapi Ibu Vera tak percaya ” ucap pelayan wanita itu gugup dan juga ketakutan.
Vera melotot marah melihat pelayan itu berani berbicara buruk tentangnya.
“ Kau tetap mengabaikan fakta bahwa aku yang memberikan perintah itu? Dan menolak perintahku? ” tanya Adira tegas dan penuh penekanan pada Vera.
“ Nyonya penyusunan peralatan dapur ini dulu diatur oleh Nyonya Starla, mengubahnya seperti itu sangat tidak baik ” balas Vera.
“ Lalu? ” tanya Adira tenang.
“ Tuan bisa marah jika mengetahui hal ini ”
Adira tertawa jengah mendengar hal itu.
“ Harusnya sebelum kau memikirkan kemarahan Mas Zein, kau juga mempertimbangkan kemarahanku karena perintahku tidak dilaksanakan ”
“ Saya hanya bermaksud ingin mempertahankan hak Nyonya Starla ”
“ Sekarang yang harus kau dengarkan itu aku! Jangan menggunakan Nyonya Starla sebagai benteng untuk melawanku! Aku tidak akan tinggal diam untuk hal ini, karena aku Nyonya dirumah ini! ” tegas Adira dengan suara lantang.
Happy Reading😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 143 Episodes
Comments
Yanti dian Nurhasyanti
wah kaya nya vera ingin naik daun dipersunting tuan zein🤭😁😁
2023-03-07
2
fifid dwi ariani
trus ceria
2023-02-20
1
Ta..h
nah mantap jngn mau di tindas meskipun ragamu kecil umur mu muda tp status mu tinggi di rmh itu.
2023-01-29
1