Menakutkan

Zein baru kembali dari perjalanan bisnisnya setelah beberapa hari terakhir dia bahkan tidak sempat untuk pulang. Walaupun pekerjaannya tidak di luar kota.

Karena hari ini sebenarnya akhir pekan dia memutuskan untuk tidak bekerja sampai malam, dia pulang ke rumah saat masih siang hari. Zein masih ingat memiliki janji yang harus di penuhi pada Lily.

Zein melangkah memasuki rumah, dia merasakan suasana yang berbeda dari rumah itu. Suara tawa terdengar jelas bahkan saat Zein masih berada di dekat pintu masuk. Dengan rasa penasarannya Zein mencari sumber suara itu dan mendapati Adira, Lily dan Aidan yang tertawa bersama.

Zein sangat terkejut melihat pemandangan itu, bagaimana bisa Adira tiba-tiba menjadi akrab dengan Aidan. Zein diserbu berbagai macam pertanyaan yang membuatnya semakin penasaran, dia bertanya-tanya apa yang dilakukan oleh ketiga orang itu sehingga mereka bisa sampai tertawa terpingkal-pingkal.

“ Apa sebaiknya aku bertanya? Atau itu malah akan merusak suasana ” , batin Zein tak karuan.

Lily akhirnya menyadari kehadiran Zein, sontak dia segera berlari memeluk Zein.

Adira dan Aidan dikejutkan dengan reaksi tiba-tiba dari Lily mereka berdua pun ikut terkejut ketika akhirnya menyadari Zein berada di sana.

“ Yeayy!!! Daddy pulang! Lily rindu ” seru Lily, Zein peka dan paham tentu saja anak bungsunya itu sangat merindukan dia karena mereka tidak bertemu selama beberapa hari. Zein mengendong Lily dan mendekap gadis kecil itu menunjukkan bahwa dia juga merasakan hal yang sama.

Anehnya Adira dan Aidan hanya dapat terdiam tidak tahu harus berbuat apa.

“ Kenapa dengan wajahmu? ” tanya Zein melihat wajah Aidan yang penuh dengan coretan.

Menggaruk kepalanya sebentar walaupun tidak gatal, Aidan memikirkan jawaban yang tepat.

“ Tadi kami bermain game, Dad. Tapi aku kalah terus dan hukumannya yang kalah akan mendapatkan coretan ”

Itu yang sejak tadi tidak bisa membuat Adira dan Lily berhenti menertawakan Aidan karena mereka bisa mencoret wajah Aidan, mulai dari menggambar kumis, bulatan dan coretan tak jelas yang membuat Aidan nampak konyol.

“ Kak Aidan gak pintar Daddy, Mama Adira bisa mengalahkan kakak terus menerus ” celoteh Lily sambil tertawa.

Adira sedikit merasa takut Zein akan marah segera dia mengambil beberapa lembar tisu basah dan memberikannya pada Aidan.

“ Bersihkan wajahmu ” bisik Adira pelan.

Aidan segera mengambil tisu itu lalu membersihkan wajahnya.

Zein merasa tidak enak ketika melihat perubahan sikap mereka. Nampaknya setelah mengetahui keberadaan Zein mereka berdua takut dan tidak nyaman.

“ Hari ini Daddy akan mengajak Lily jalan-jalan sesuai janji Daddy waktu itu ” ucap Zein pada Lily, segera mengatakan tujuannya agar dia dapat segera menjauh dari Adira yang sedari tadi menampakkan gelagat tidak nyaman.

Tidak mungkin Zein tidak tahu, sementara dari tadi Adira selalu membuang muka dan meremas jemarinya. Sangat jelas dia takut kepada Zein.

Zein entah mengapa merasa terganggu dengan hal itu, tapi bukannya dia yang dulu berharap agar gadis itu takut dan menjauh darinya.

“ Daddy mau bawa Lily jalan-jalan! Mama dengarkan Daddy mau bawa Lily jalan-jalan! ” sorak Lily kegirangan.

“ Baiklah sekarang Lily tunggu sebentar, setelah Daddy ganti baju kita akan pergi ” Zein menurunkan Lily dari gendongannya.

“ Daddy waktu itukan bilang akan mengajak Mama, sekarang kita akan pergi bersama Mamakan? ” tanya Lily dengan nada merengek.

Zein menatap ke arah Adira sebentar, ketika pandangan mata mereka bertemu Adira segera mengalihkan pandangannya.

“ Daddy pikir kita akan pergi berdua saja ” ucap Zein karena tahu dari ekspresi Adira tentu dia menolak ide Lily.

Lily langsung tak bersemangat mendengar jawaban Daddy nya itu.

“ Lily gak mau pergi jalan-jalan kalau begitu...Lily di sini saja sama Mama ” ungkap Lily merajuk.

Zein menghela napas sejenak bingung harus berbuat apa.

Aidan yang berada di sana juga memahami situasi itu, tentu Daddynya dan Adira tidak akan nyaman berdekatan setelah kejadian itu.

“ Lagian itu salah Daddy sendiri! Kenapa harus bersikap kejam seperti itu...dipikir-pikir pasti Nona A ketakutan melihat Daddy ”, rutuk Aidan dalam hati.

“ Kalau begitu kamu bisa tanya Mama Adira mau ikut atau tidak ” akhirnya Zein mengalah.

Lily segera menghampiri Adira.

“ Mama mau kan kita pergi jalan-jalan? Lily mau pergi kalau Mama ikut ” bujuk Lily.

“ Mama gak usah ikut ya Li, nanti Lily bisa jalan-jalan sepuasnya sama Daddy ” ucap Adira pelan mencoba memberi pengertian pada anak itu.

“ Gak mau! ” tolak Lily keras.

“ Lily gak boleh seperti itu, kalau orang lain tidak mau kita tidak boleh memaksa ” Aidan juga ikut berusaha membujuk Lily.

Wajah Lily sontak berubah murung, nampaknya gadis kecil itu akan segera menangis.

“ Adira ikutlah ” ucap Zein singkat lalu segera beranjak pergi.

Adira yang mendengar itu hanya bisa diam tercengang, nasibnya hanya bisa pasrah karena kalau Zein sendiri yang mengatakan untuk pergi maka itu sama seperti sebuah perintah yang tidak bisa di lawan.

Hanya Lily yang bersorak senang mendengar Daddynya mengatakan agar Adira ikut bersama mereka.

“ Mau bagaimana lagi..untuk kali ini terima saja Nona A anggap ini demi Lily ” bisik Aidan memberi semangat pada Adira.

Adira menghela napasnya mencoba menguatkan diri.

“ Ayo Mama akan bawa Lily ganti baju ” ucap Adira kemudian membawa Lily ke kamarnya.

Setelah Adira dan Lily selesai bersiap mereka segera menuju mobil dimana Zein sudah menunggu mereka.

Ketika Adira membuka pintu belakang dan berniat duduk bersama Lily di sana, Zein segera memberi perintah untuk dia duduk di depan di sampingnya.

Bukan karena alasan tertentu hanya saja Zein tidak ingin nampak seperti seseorang yang berperan sebagai supir bagi Adira dan Lily nantinya.

Adira duduk dengan gugup, hingga tanpa sadar dia meremas kuat tali tasnya mungkin untuk mengurangi rasa takut.

“ Akhh..” desisnya terkejut ketika Zein tiba-tiba menoleh dan mencondongkan tubuhnya mendekati Adira.

Napas Adira seketika naik turun jantungnya berdegup kencang menyadari Zein sedekat itu padanya. Bayangan kejadian saat Zein memukulnya dengan cambuk berputar-putar di kepalanya hingga ketika Zein bergerak sedikit saja Adira merasa takut Zein akan memukulnya lagi.

“ Ada apa dengan reaksimu itu? Aku hanya ingin memasangkan seatbelt ini, karena dari tadi kau tidak memasangnya ” rutuk Zein merasa reaksi Adira terlalu berlebihan, dia tidak berniat buruk tapi wanita itu menunjukkan ekspresi terancam.

“ A-aku hanya terkejut Mas ” jawab Adira terbata-bata.

“ Kau kenapa Adira kendalikan dirimu...tahan sebentar saja sampai hari ini berlalu tolong jangan bereaksi seperti itu lagi ” , ucap Adira dalam hati mencoba mengendalikan dirinya sendiri.

“ Duduklah di belakang bersama Lily ” kesal Zein.

“ Baik Mas ” jawab Adira cepat seolah itu sebuah perintah yang mampu menyelamatkannya.

Setelah Adira duduk bersama Lily dia baru dapat bernapas tenang.

“ Apa aku semenakutkan itu? Sampai untuk duduk di sini saja membuatnya gemetaran ”

Zein melajukan mobil itu sambil sesekali melihat Lily dan Adira.

Adira menatap sejenak ke arah keluar mobil.

“ Berada di sampingnya saja membuatku setakut ini, lalu bagaimana aku akan bisa bertahan jika harus jalan-jalan bersamanya ” guman Adira pelan.

Happy Reading😘

Terpopuler

Comments

fifid dwi ariani

fifid dwi ariani

trus ceria

2023-02-20

1

Ta..h

Ta..h

buat zein menyesal dan merasa bersalah y

2023-01-29

1

Mayyuzira

Mayyuzira

kasian sekali adira.sedih Thor ceritamu

2022-12-08

1

lihat semua
Episodes
1 Ibu Sambung
2 Flashback
3 Untung-Rugi
4 Lily dan Les Berlebihan
5 Batasan
6 Izin?
7 Enam Bulan
8 Menjaga Lily
9 Kejanggalan Sikap Vera
10 Aku Nyonya di Rumah Ini
11 Masalah Aidan
12 Rapat Disiplin
13 Memangnya Dia Sudah Tante-Tante
14 Amarah Zein
15 Kecewa
16 Aku Akan Memecat Kalian Semua
17 Dua Sisi Aidan
18 Sifat Keibuan
19 Menakutkan
20 Noda
21 Cahaya Bulan
22 Piyama Kimono
23 Cara Berterimakasih
24 Pesta Basecamp
25 Takdir Kehidupan Yang Aneh
26 Pertemuan Bisnis
27 Selera Humor Yang Bagus
28 Memeluk Guling
29 Berusahalah Mengingat Kejadian Itu
30 Aku Akan Membunuhnya
31 Waktu Berlalu Dengan Cepat
32 Perlakuan Baik dan Perhatian
33 Terbuat Dari Apa Hatinya
34 Bantuan Noah
35 Mencari Itu Pakai Mata Bukan Pakai Mulut
36 Aroma Tubuh
37 Ciuman
38 Buket Bunga Untuk Nadia
39 Hanya Anak Gadisku
40 Kau Juga Akan Pergi
41 Ceraikan Dia
42 Adira Membunuh Mommy?!
43 Bukti Terakhir
44 Imajinasi Gila
45 Aku Tidak Ingin Dia Mengingat Kejadian Itu
46 Tuduhan Pembunuhan
47 Aku Tidak Melakukan Hal Itu
48 Mencabut Laporan
49 Hentikan Sampai Di Sini
50 Teruslah Hidup
51 Resmi Bercerai
52 Kehidupan Baru
53 Makian
54 Keluarga Ini Memang Tidak Butuh Saling Bicara
55 Perasaan Itu Akan Hilang Seiring Waktu
56 Kamu Sangat Mencintai Suamimu
57 Apa Dia Butuh Alasan Khusus
58 Kerinduan Dan Penyesalan
59 Melanjutkan Hidup
60 Bertemu Diwaktu Yang Sangat Terlambat
61 Dia Itu Mantan Suamiku
62 Anak Itu Tetaplah Darah Dagingku
63 Pergi Dari Sini!
64 Lily Gak Mau Mama Kesakitan
65 Daddy Sudah Mencintai Adira Sejak Lama
66 Ironi
67 Mungkin Bawaan Bayinya
68 Memaafkan Diri Sendiri
69 Mengapa Kalian Tidak Bahagia?
70 Resiko Yang Kalian Pilih Sendiri
71 Apa Mereka Sudah Bisa Diusir?
72 Bukan Tempat Penitipan Anak
73 Sebutan Anak Itu
74 Di sini Sangat Hangat
75 Kakak-kakak Pergi Menemui Mama Adira
76 Gosip
77 Mengapa Dia Mengikuti Aku?
78 Penghuni Baru Mansion Tua
79 Orang Asing Yang Baru Saling Kenal
80 Kelinci Kecil
81 Kita Cari Daddy
82 Apa Karena Lily Tidak Dilahirkan Sama Mama Adira?
83 Mendalami Peran
84 Teror Ancaman
85 Aku Mohon
86 Ada Yang Ingin Membunuh Bayiku
87 Berapa Lama Anda Mengenal Adira?
88 Harus Dirawat Oleh Mantan Suami
89 Tidak Semua Yang Terjadi Mengakibatkan Hal Buruk
90 Bagaimana Lagi Merindukanmu
91 Tidak
92 Cari Bajing*n Itu Sekarang Juga!!
93 Sifat Asli
94 Aku Akan Ikut
95 Pria Itu Memang Harus Mati
96 Momentum
97 Jangan Memaksakan Diri
98 Keluarga Besar
99 Baby Blues
100 Sangat Merindukan
101 Seorang Pria Menangis
102 Apa Mas Merasa Takut Menggendongnya?
103 Ayah Yang Baik
104 Di Jaga Nadia
105 Menikmati Waktu
106 Aku?
107 Nama Yang Sangat Bagus
108 Waktu Berlalu
109 Lamaran
110 Persiapan
111 Pernikahan
112 Bulan Madu
113 Sedikit Sulit
114 S2 Helena Noah
115 S2 Helena Noah
116 S2 Helena Noah
117 S2 Helena Noah
118 S2 Helena Noah
119 S2 Helena Noah
120 S2 Helena Noah
121 S2 Helena Noah
122 S2 Helena Noah
123 S2 Helena Noah
124 S2 Helena Noah
125 S2 Helena Noah
126 S2 Helena Noah
127 S2 Helena Noah
128 S2 Helena Noah
129 S2 HELENA NOAH
130 S2 Helena Noah
131 S2 Helena Noah
132 S2 HELENA NOAH
133 S2 HELENA NOAH
134 S2 Helena Noah
135 S2 Helena Noah
136 S2 Helena Noah
137 S2 Helena Noah
138 S2 Helena Noah
139 HELENA NOAH S2
140 S2 HELENA NOAH
141 S2 HELENA NOAH
142 S2 Helena Noah
143 S2 Helena Noah
Episodes

Updated 143 Episodes

1
Ibu Sambung
2
Flashback
3
Untung-Rugi
4
Lily dan Les Berlebihan
5
Batasan
6
Izin?
7
Enam Bulan
8
Menjaga Lily
9
Kejanggalan Sikap Vera
10
Aku Nyonya di Rumah Ini
11
Masalah Aidan
12
Rapat Disiplin
13
Memangnya Dia Sudah Tante-Tante
14
Amarah Zein
15
Kecewa
16
Aku Akan Memecat Kalian Semua
17
Dua Sisi Aidan
18
Sifat Keibuan
19
Menakutkan
20
Noda
21
Cahaya Bulan
22
Piyama Kimono
23
Cara Berterimakasih
24
Pesta Basecamp
25
Takdir Kehidupan Yang Aneh
26
Pertemuan Bisnis
27
Selera Humor Yang Bagus
28
Memeluk Guling
29
Berusahalah Mengingat Kejadian Itu
30
Aku Akan Membunuhnya
31
Waktu Berlalu Dengan Cepat
32
Perlakuan Baik dan Perhatian
33
Terbuat Dari Apa Hatinya
34
Bantuan Noah
35
Mencari Itu Pakai Mata Bukan Pakai Mulut
36
Aroma Tubuh
37
Ciuman
38
Buket Bunga Untuk Nadia
39
Hanya Anak Gadisku
40
Kau Juga Akan Pergi
41
Ceraikan Dia
42
Adira Membunuh Mommy?!
43
Bukti Terakhir
44
Imajinasi Gila
45
Aku Tidak Ingin Dia Mengingat Kejadian Itu
46
Tuduhan Pembunuhan
47
Aku Tidak Melakukan Hal Itu
48
Mencabut Laporan
49
Hentikan Sampai Di Sini
50
Teruslah Hidup
51
Resmi Bercerai
52
Kehidupan Baru
53
Makian
54
Keluarga Ini Memang Tidak Butuh Saling Bicara
55
Perasaan Itu Akan Hilang Seiring Waktu
56
Kamu Sangat Mencintai Suamimu
57
Apa Dia Butuh Alasan Khusus
58
Kerinduan Dan Penyesalan
59
Melanjutkan Hidup
60
Bertemu Diwaktu Yang Sangat Terlambat
61
Dia Itu Mantan Suamiku
62
Anak Itu Tetaplah Darah Dagingku
63
Pergi Dari Sini!
64
Lily Gak Mau Mama Kesakitan
65
Daddy Sudah Mencintai Adira Sejak Lama
66
Ironi
67
Mungkin Bawaan Bayinya
68
Memaafkan Diri Sendiri
69
Mengapa Kalian Tidak Bahagia?
70
Resiko Yang Kalian Pilih Sendiri
71
Apa Mereka Sudah Bisa Diusir?
72
Bukan Tempat Penitipan Anak
73
Sebutan Anak Itu
74
Di sini Sangat Hangat
75
Kakak-kakak Pergi Menemui Mama Adira
76
Gosip
77
Mengapa Dia Mengikuti Aku?
78
Penghuni Baru Mansion Tua
79
Orang Asing Yang Baru Saling Kenal
80
Kelinci Kecil
81
Kita Cari Daddy
82
Apa Karena Lily Tidak Dilahirkan Sama Mama Adira?
83
Mendalami Peran
84
Teror Ancaman
85
Aku Mohon
86
Ada Yang Ingin Membunuh Bayiku
87
Berapa Lama Anda Mengenal Adira?
88
Harus Dirawat Oleh Mantan Suami
89
Tidak Semua Yang Terjadi Mengakibatkan Hal Buruk
90
Bagaimana Lagi Merindukanmu
91
Tidak
92
Cari Bajing*n Itu Sekarang Juga!!
93
Sifat Asli
94
Aku Akan Ikut
95
Pria Itu Memang Harus Mati
96
Momentum
97
Jangan Memaksakan Diri
98
Keluarga Besar
99
Baby Blues
100
Sangat Merindukan
101
Seorang Pria Menangis
102
Apa Mas Merasa Takut Menggendongnya?
103
Ayah Yang Baik
104
Di Jaga Nadia
105
Menikmati Waktu
106
Aku?
107
Nama Yang Sangat Bagus
108
Waktu Berlalu
109
Lamaran
110
Persiapan
111
Pernikahan
112
Bulan Madu
113
Sedikit Sulit
114
S2 Helena Noah
115
S2 Helena Noah
116
S2 Helena Noah
117
S2 Helena Noah
118
S2 Helena Noah
119
S2 Helena Noah
120
S2 Helena Noah
121
S2 Helena Noah
122
S2 Helena Noah
123
S2 Helena Noah
124
S2 Helena Noah
125
S2 Helena Noah
126
S2 Helena Noah
127
S2 Helena Noah
128
S2 Helena Noah
129
S2 HELENA NOAH
130
S2 Helena Noah
131
S2 Helena Noah
132
S2 HELENA NOAH
133
S2 HELENA NOAH
134
S2 Helena Noah
135
S2 Helena Noah
136
S2 Helena Noah
137
S2 Helena Noah
138
S2 Helena Noah
139
HELENA NOAH S2
140
S2 HELENA NOAH
141
S2 HELENA NOAH
142
S2 Helena Noah
143
S2 Helena Noah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!