Adira meringis karena pelukan Lily membuat luka di punggungnya yang masih belum sembuh total terasa sakit.
“ Mama kenapa? ” tanya Lily khawatir.
“ Mama gak papa ” elak Adira sembari melepaskan lembut pelukan Lily.
“ Inikan udah waktunya Lily makan, tadi pelayan bilang sama Mama kalau Lily gak mau makan ” lanjut Adira mengalihkan topik.
“ Lily tidak selera makan...karena Mama..” Lily tidak melanjutkan ucapannya tapi wajahnya jelas dia bersedih.
“ Maaf ya anak Mama pasti sedih, biar Lily gak sedih lagi kasih tahu apa yang harus Mama lakukan buat menebus kesalahan ”
Lily menimang-nimang sejenak apa yang akan dia minta dari Adira.
“ Lily mau Mama jangan pernah tinggalin Lily sendiri ”
Adira merasa tersentak mendengar permintaan Lily itu.
“ Tanpa Lily minta pun Mama gak akan pergi, jadi Lily jangan khawatir tentang itu. Coba buat permintaan yang lain, mungkin seperti hal yang mau Lily lakuin sama Mama ”
“ Aku berjanji tidak akan meninggalkan Lily...walau jelas itu hanya omong kosong belaka karena semua akan berakhir setelah enam bulan berlalu. Tapi aku ingin menghabiskan enam bulan itu dengan membahagiakan Lily ”
“ Lily mau pergi liburan sama Mama, waktu Lily sakit Daddy bilang kita akan liburan tapi ternyata Daddy bohong ” ungkap Lily.
“ Baiklah Mama akan bawa Lily liburan bersama tapi tidak hari ini. Karena sebelum pergi kita harus minta izin Daddynya Lily. Sekarang ngimana kalau Mama nemanin Lily makan setelahnya kita bermain ” ajak Adira yang disambut sorakan bahagia dari Lily.
Adira berjalan bersama Lily menuju meja makan. Adira sudah berusaha untuk tak terlalu menampakkan dia kesakitan. Hanya saja bagaimana pun dia berusaha tubuhnya berkata lain, dia berjalan sedikit pincang karena kakinya yang dipenuhi luka.
Lily melihat kedua kaki Adira yang ditutupi perban, dia tahu Ibu sambungnya itu sedang tidak baik-baik saja.
“ Sekarang Lily mau makan apa biar Mama ambilkan ” ucap Adira begitu dia mempersiapkan semuanya dan Lily juga sudah dalam posisi siap untuk makan.
Aidan dan Nadia sudah sejak tadi berada di meja makan, Nadia sudah menyelesaikan makannya dia sedang bermain dengan ponselnya sekarang. Sementara Aidan masih menyantap makanannya, kehadiran Adira membuatnya kembali diselimuti rasa bersalah yang membuatnya sulit menelan makanan di mulutnya.
Selama Adira menyiapkan makanan untuk Lily dan menemani anak itu, dia menyadari sikap Aidan dan ekspresi wajah bersalah yang tidak bisa disembunyikan itu.
Aidan yang dulunya akan terus mengucapkan banyak hal untuk membuat Adira kesal, sekarang terdiam bahkan tidak berani memandang wajah Adira.
“ Harusnya dia tidak perlu seperti ini...aku tidak mungkin bisa membiarkan dia menerima hukuman dari Mas Zein, hukuman seberat itu jika di dapatkan dari orang tua pasti akan menyisakan rasa trauma yang besar pada anak itu. Aku tidak mau Aidan harus menanggung rasa trauma kepada Mas Zein, lebih baik aku yang bukan siapa-siapa yang menerimanya ”
“ Aku akan kembali ke kamarku ” ucap Nadia memecah keheningan, mungkin dia sudah bosan berada di sana.
Aidan masih menyantap makanannya dengan kepala tertunduk.
“ Mengapa dia bersikap tenang seperti itu? harusnya dia mengutuki aku yang telah menipu dan menyuruh dia menyembunyikan hal itu..Kalau dia merasa semua rasa sakit itu sudah sepantasnya dia marah tapi kenapa dia diam saja. Aku tidak akan sanggup menanggung rasa bersalah ini ” , ucap Aidan dalam hati.
Setelah menyelesaikan makannya tapi bicara apa pun dia segera meninggalkan meja makan.
~•`~•`~•`~•`~•`~•`~•`
Setelah beberapa hari berlalu Adira makin merasa sikap Aidan yang terus berusaha menghindari dia. Untuk Zein sendiri sejak kembali dari perjalanan bisnisnya tidak mengucapkan sepatah kata pun pada Adira.
Saat dia memasuki kamar itu mereka hanya diam dengan pikirannya masing-masing. Adira sebenarnya merasa trauma dan takut kepada Zein semenjak pria itu menyiksanya sekeras itu. Tubuh Adira akan bergetar hebat jika berada di dekat pria itu, sedikit pergerakan dari Zein saja mampu membuat kilasan kejadian itu langsung muncul. Jadi Adira merasa tenang jika Zein sama sekali tidak menghiraukan kehadirannya.
Adira memilih untuk menghabiskan lebih banyak waktu bermain dan berada di kamar Lily sebenarnya juga untuk menghindari tatapan dan tingkah para pelayan yang semakin nampak tidak suka dan menyudutkan dia.
“ Kenapa makanan untuk Lily selalu dibuat dengan campuran kentang, aku sudah bilang untuk tidak menambahkan kentang dalam makanannya ” kali ini Adira tidak bisa menahan diri untuk tidak protes kepada para pelayan, Lily menderita autoimun makanan seperti kentang tidak baik untuknya.
Para pelayan yang ada di dapur itu hanya diam seolah tak mendengar perkataan Adira tadi. Mereka semua mengabaikan Adira.
“ Kalian tidak dengar perkataanku tadi ” Adira mulai merasa tidak tahan dengan tingkah para pelayan itu.
“ Mereka hanya akan mendengarkan perintah Nyonya rumah ini, bukan gadis desa yang merasa jadi Nyonya ” tukas Vera dengan sombongnya, para pelayan yang mendengar sindiran itu menertawakan Adira.
Sikap Vera yang dulunya sudah kurang sopan, tentu saja semakin dia tunjukkan setelah melihat Adira yang dihukum oleh Zein waktu itu.
Adira mengepal tangannya kuat amarahnya memuncak mendengar hinaan itu.
“ Apa maksudmu bicara seperti itu?! ”
Sebelum Adira sempat mengucapkan kata-kata yang tadi dia tahan, Aidan masuk ke dapur dan langsung membentak Vera.
“ Tuan Muda saya hanya memberitahu Nyonya Adira ” jawab Vera sopan tapi jelas dia gemetar ketakutan.
“ Memberitahu bahwa dia bukan siapa-siapa dirumah ini hanya gadis desa dan tidak berhak memerintah kalian begitu maksudmu?!! ” Aidan semakin bertambah marah karena kepala pelayan itu bukan malah menyadari kesalahannya tapi berbalik membela diri seolah tak bersalah.
“ Ti-tidak Tuan Muda ” Vera tergagap sangking takutnya.
“ Sejak kapan para pelayan berani menatap dan tidak menundukkan kepala saat majikannya berada di depannya. Kalian semua tidak memandang dia majikan!! ” bentak Aidan yang membuat semua pelayan yang ada di sana seketika menunduk ketakutan.
Adira sendiri terkejut melihat kemarahan Aidan yang meledak seperti itu.
“ Aku akan memecat kalian semua!! Harusnya sebelum kalian bertingkah tidak sopan, kalian ingat kembali aturan di rumah ini! Bahwa kalian berada di sini di gaji untuk bekerja bukan menggosip dan malah merendahkan orang lain!! Banyak sekali orang yang menginginkan pekerjaan ini, bukan permasalahan besar bagiku mengusir kalian semua!! ”
“ Ti-tidak Tuan Muda ” Vera semakin takut ketika Aidan mengatakan mereka semua akan di pecat.
“ Kami mohon Tuan jangan pecat kami ”
“ Tuan saya mohon jangan pecat saya..keluargaku tidak akan bisa hidup jika saya di pecat ”
“ Tuan saya mohon jangan pecat saya, Ibu Vera yang memaksa kami untuk tidak mendengar jika Nyonya memberi perintah. Saya mohon Tuan ampuni saya ” para pelayan itu langsung bersujud memohon agar mereka tidak di pecat.
“ Jadi kau yang memaksa para pelayan di rumah ini bersikap tidak sopan kepada Nona A?! ” Aidan langsung menatap Vera dengan tatapan membunuh.
“ Bu-bukan begitu Tuan, itu semua ti-tidak benar ”
“ Hari ini juga kau di pecat dari rumah ini!! Dan jangan pernah menunjukkan wajahmu lagi! ”
“ Ti-tidak Tuan Muda Anda tidak berhak memecatku, a-aku sudah bekerja selama 5 tahun di rumah ini Nyonya Starla sendiri yang mengangkat aku jadi kepala pelayan. Anda tidak berhak memecat saya ” dengan tidak tahu malunya Vera masih berpikir Aidan tidak berhak memecat Vera.
“ Kau pikir menjadi superpower dengan alasan Mommy yang mempekerjakan kau!! Jangan salah aku bisa mengusirmu secepatnya dari rumah ini. Penjaga!! ” teriak Aidan.
Segera beberapa pengawal pria yang ditugaskan berjaga di rumah itu berkumpul di sana.
“ Seret semua pelayan tidak tahu diri ini!! Jangan biarkan mereka memasuki rumah ini lagi!! ” perintah Aidan tanpa ampun.
Adira benar-benar terkejut tidak menyangka Aidan akan memecat semua pelayan itu sekaligus.
“ Aidan apa tidak masalah kau langsung memecat mereka semua? ” ucap Adira pelan khawatir tindakan Aidan akan menimbulkan masalah nantinya.
Happy Reading
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 143 Episodes
Comments
fifid dwi ariani
trus sabar
2023-02-20
2
Ta..h
y aidan si vera g tau diri
2023-01-29
1
Mayyuzira
bagus aidan
2022-12-08
1