Masalah Aidan

“ Saya hanya bermaksud ingin mempertahankan hak Nyonya Starla ”

“ Sekarang yang harus kau dengarkan itu aku! Jangan menggunakan Nyonya Starla serbagai benteng untuk melawanku! Aku tidak akan tinggal diam untuk hal ini, karena aku Nyonya dirumah ini! ” tegas Adira dengan suara lantang.

Semua pelayan yang berada di sana bergetar baru kali ini mereka menyaksikan kemarahan Adira, awalnya mereka berpikir bahwa dia hanya gadis desa yang hanya tahu menggoda tanpa tahu cara mengatur rumah tangganya.

“ Kau tidak mengakui keberadaanku di rumah ini? ” tanya Adira lagi.

“ Nyonya orang baru Anda belum tahu benar aturan di rumah ini, saya hanya melakukan tugas saya ” ucap Vera kekeh dengan pendiriannya.

“ Hahahaha ” Adira tertawa cengah.

“ Aneh sekali bukan sekarang aku tahu kau masih menganggap aku orang asing yang menumpang di rumah ini, tapi hal itu tidak buruk juga. Aku bisa tahu siapa yang bekerja untukku dan yang bukan. Semua yang ada di sini apa ada yang berpendapat sama seperti dia? ” Adira menantikan jawaban para pelayan itu. Tapi mereka semua diam.

“ Baiklah hari ini cukup sampai di sini, susunan dapur tetap harus di ubah karena itu perintahku. Dan Vera kau harus tahu yang mempunyai hak untuk memberikan perintah di sini adalah aku. Aku bisa tahu kalian semua masih berpikiran aku tidak pantas berada di rumah ini. Mau bagaimana pun kalian menolak hal itu sudah terjadi ” Adira berdiri dan meninggalkan dapur itu.

“ Dia bahkan tidak menundukkan kepalanya sedikit pun walaupun aku menunjukkan kemarahanku, Vera kepala pelayan yang sudah bekerja 5 tahun di rumah ini. Aku bisa saja memecatnya karena sikapnya yang tidak sopan dan berusaha merendahkanku tapi bertindak sembrono juga tidak baik untuk posisiku sekarang. Aku bisa memikirkan tindakan yang benar untuk mendisiplinkannya dan membuat orang-orang di rumah ini menerimaku ”

Adira tidak ingin menghabiskan enam bulannya di rumah ini dengan sikap semua orang yang ingin menjatuhkannya, bisa-bisa sebelum enam bulan dia sudah kena usir terlebih dahulu.

Bertindak berlebihan juga tidak baik, karena kalau dipikirkan posisinya memang tidak kuat. Ditambah sikap Zein yang baru melunak. Karena Zein yang bersikap acuh pada Adira makanya para pelayan memandangnya rendah.

~ ~ ~

Adira baru selesai mandi sore hari, karena dia masih tidur di kamar Lily dia memutuskan untuk segera kembali ke sana. Ketika melewati kamar Aidan ternyata tanpa sengaja mereka berpapasan.

Ketika Adira akan melewati Aidan mereka malah akan bertabrakan karena mengambil arah menepi yang sama. Berulang kali hal itu terjadi.

“ Nona A kamu kenapa aku mau lewat ” kesal Aidan.

“ Hah?! Menurutmu aku yang menghalangi, kamu yang sengaja menjahili aku kan ” balas Adira.

“ Jalannya sangat lebar tapi Nona A memang yang sengaja cari masalah ”

“ Dengar ya Aidan penyakit hati itu tidak ada obatnya jadi jangan suka menuduh orang sembarangan. Bikin kesal saja ” Adira segera melewati Aidan.

“ Dia yang mengganggu malah dia yang kesal, harusnya aku yang lebih pantas marah ” rutuk Aidan.

Nadia yang sedari tadi menonton perilaku kedua orang itu di depan pintu kamarnya, yang memang kamarnya bersebelahan dengan Aidan.

“ Dia itu ibu tirimu wanita yang dinikahi Daddy, jangan bertindak bodoh dengan kamu mau main gila dengannya ” celoteh Nadia seakan menyindir Aidan.

Mendengar itu jelas Aidan naik pitam.

“ Kau sudah gila?! ” bentak Aidan.

“ Aku tidak gila aku hanya memperingatkanmu, siapa tahu kamu juga akan jatuh pada perangkap wanita itu. Daddy saja berhasil dijebaknya ”

“ Kamu pikir aku ini orang yang seperti apa, jangan bicara seperti itu lagi. Tidak cukup orang-orang yang berpikiran sempit ternyata kau juga sama ” gertak Aidan lalu masuk ke dalam kamarnya.

“ Kalau dia memang tidak punya niatan lain pada Nona A ya sudah tidak perlu semarah itu ” guman Nadia berdecik kesal karena dimarahi Aidan.

“ Ahh!! Kenapa sih! Daddy harus menikahi wanita yang usianya sama dengan kami. Bahkan lebih muda dari Kak Noah. Mau aku taruh dimana mukaku ini. Sama seperti Nadia yang berpikiran kotor, orang lain pasti berpikiran sama jika Nona A berada disekitarku ” Aidan berteriak marah di kamarnya.

Cukup lama Aidan dengan kemarahannya sebelum akhirnya dia menenangkan diri dengan bermain game di komputer miliknya.

Tring!!! Tring!!!

Sudah berulang kali nada dering ponselnya berbunyi namun Aidan mengabaikannya, kali dia tidak tahan lagi karena sedari tadi ponselnya terus berbunyi.

“ Siapa sih?! Mengganggu orang lain saja! ” rutuknya lalu meraih ponselnya, setelah membaca nama yang tertera di ponsel itu dia menjawab panggilan itu.

“ Ganggu tahu gak Rey!! Aku lagi main game!! ” bentaknya pada temannya itu.

“ Kamu masih bisa bermain game saat keadaan seperti ini dasar Aidan bodoh! ” jawab Rey tak kalah kesal.

“ Memangnya ada apa? ” Aidan masih bersikap bodoh.

“ Orang tua kita harus hadir di rapat disiplin orang tua besok bodoh!! Lihat pengumuman yang diberikan wali kelas kita! ” ungkap Rey masih dengan amarah dan kegelisahan.

“ Orang tua dipanggil untuk rapat disiplin!! ” teriak Aidan tak percaya.

“ Iya Ai! Aku gak tahu nasib aku nanti setelah Papaku tahu soal ini. Bisa-bisa aku mati ditangannya ”

“ Menurutmu Daddyku akan membiarkan aku selamat setelah ini! Kenapa masalah ini bisa sampai masuk ke rapat disiplin?! ”

“ Katanya anak-anak yang menyerang basecamp kemarin melaporkan ke pihak sekolah mereka bahwa mereka mendapat serangan dari anak-anak sekolah kita. Kamu tahu basecamp kita yang di serang tentu saja yang dia anggap pelaku di sini itu kita ”

Aidan mengusar rambutnya frustasi mendengar hal itu.

“ Apa tidak ada cara lain? Apa saja asal jangan melibatkan orang tua dalam masalah ini ”

“ Kita gak bakalan selamat, pokoknya mulai sekarang carilah alasan yang baik untuk dikatakan pada Daddymu nanti. Sudah ya aku akan menemui Papaku dulu untuk membicarakan hal ini ” Rey memutuskan panggilan itu.

Aidan terduduk lemas di kursi yang berada di depan komputernya itu. Sekarang bahkan dia tidak peduli lagi dengan game yang ada di depannya itu. Saat ini yang harus dipikirkannya adalah apa alasan yang akan dikatakannya pada Daddy nya.

Hukuman apa yang akan diberikan padanya setelah Daddynya tahu dia terlibat masalah tawuran antar sekolah. Tentu saja kasus itu akan disebut begitu.

Daddynya yang sangat menentang tindakan membangkang dan brutal seperti itu. Sifatnya yang penuh disiplin dan tegas sudah pasti Aidan tidak akan selamat.

Aidan segera berlari dan langsung masuk ke kamar Nadia tanpa mengetuk terlebih dahulu.

“ Akh!! ” kaget Nadia karena Aidan yang tiba-tiba masuk sementara dia sedang berbaring di ranjangnya sambil memainkan ponselnya.

“ Kamu mau mati?! Kenapa masuk tanpa mengetuk dulu!! ” bentak Nadia.

Dengan penuh drama Aidan menjatuhkan tubuhnya lemas sampai terduduk lemas di lantai.

Nadia mengernyitkan dahi tak mengerti dengan perilaku saudara kembarnya itu.

“ Kau kenapa?! ”

“ Nad...habislah sudah aku pasti akan segera dibunuh oleh Daddy setelah ini ” pasrah Aidan.

“ Apa? ” Nadia semakin tak mengerti.

Happy Reading 😘

Terpopuler

Comments

Nasya Lau

Nasya Lau

berani berbuat harus berani tanggung jawab dong Aiden, tahu tawuran ga boleh tapi dilakukan

2023-05-10

1

fifid dwi ariani

fifid dwi ariani

trus ssbar

2023-02-20

2

lihat semua
Episodes
1 Ibu Sambung
2 Flashback
3 Untung-Rugi
4 Lily dan Les Berlebihan
5 Batasan
6 Izin?
7 Enam Bulan
8 Menjaga Lily
9 Kejanggalan Sikap Vera
10 Aku Nyonya di Rumah Ini
11 Masalah Aidan
12 Rapat Disiplin
13 Memangnya Dia Sudah Tante-Tante
14 Amarah Zein
15 Kecewa
16 Aku Akan Memecat Kalian Semua
17 Dua Sisi Aidan
18 Sifat Keibuan
19 Menakutkan
20 Noda
21 Cahaya Bulan
22 Piyama Kimono
23 Cara Berterimakasih
24 Pesta Basecamp
25 Takdir Kehidupan Yang Aneh
26 Pertemuan Bisnis
27 Selera Humor Yang Bagus
28 Memeluk Guling
29 Berusahalah Mengingat Kejadian Itu
30 Aku Akan Membunuhnya
31 Waktu Berlalu Dengan Cepat
32 Perlakuan Baik dan Perhatian
33 Terbuat Dari Apa Hatinya
34 Bantuan Noah
35 Mencari Itu Pakai Mata Bukan Pakai Mulut
36 Aroma Tubuh
37 Ciuman
38 Buket Bunga Untuk Nadia
39 Hanya Anak Gadisku
40 Kau Juga Akan Pergi
41 Ceraikan Dia
42 Adira Membunuh Mommy?!
43 Bukti Terakhir
44 Imajinasi Gila
45 Aku Tidak Ingin Dia Mengingat Kejadian Itu
46 Tuduhan Pembunuhan
47 Aku Tidak Melakukan Hal Itu
48 Mencabut Laporan
49 Hentikan Sampai Di Sini
50 Teruslah Hidup
51 Resmi Bercerai
52 Kehidupan Baru
53 Makian
54 Keluarga Ini Memang Tidak Butuh Saling Bicara
55 Perasaan Itu Akan Hilang Seiring Waktu
56 Kamu Sangat Mencintai Suamimu
57 Apa Dia Butuh Alasan Khusus
58 Kerinduan Dan Penyesalan
59 Melanjutkan Hidup
60 Bertemu Diwaktu Yang Sangat Terlambat
61 Dia Itu Mantan Suamiku
62 Anak Itu Tetaplah Darah Dagingku
63 Pergi Dari Sini!
64 Lily Gak Mau Mama Kesakitan
65 Daddy Sudah Mencintai Adira Sejak Lama
66 Ironi
67 Mungkin Bawaan Bayinya
68 Memaafkan Diri Sendiri
69 Mengapa Kalian Tidak Bahagia?
70 Resiko Yang Kalian Pilih Sendiri
71 Apa Mereka Sudah Bisa Diusir?
72 Bukan Tempat Penitipan Anak
73 Sebutan Anak Itu
74 Di sini Sangat Hangat
75 Kakak-kakak Pergi Menemui Mama Adira
76 Gosip
77 Mengapa Dia Mengikuti Aku?
78 Penghuni Baru Mansion Tua
79 Orang Asing Yang Baru Saling Kenal
80 Kelinci Kecil
81 Kita Cari Daddy
82 Apa Karena Lily Tidak Dilahirkan Sama Mama Adira?
83 Mendalami Peran
84 Teror Ancaman
85 Aku Mohon
86 Ada Yang Ingin Membunuh Bayiku
87 Berapa Lama Anda Mengenal Adira?
88 Harus Dirawat Oleh Mantan Suami
89 Tidak Semua Yang Terjadi Mengakibatkan Hal Buruk
90 Bagaimana Lagi Merindukanmu
91 Tidak
92 Cari Bajing*n Itu Sekarang Juga!!
93 Sifat Asli
94 Aku Akan Ikut
95 Pria Itu Memang Harus Mati
96 Momentum
97 Jangan Memaksakan Diri
98 Keluarga Besar
99 Baby Blues
100 Sangat Merindukan
101 Seorang Pria Menangis
102 Apa Mas Merasa Takut Menggendongnya?
103 Ayah Yang Baik
104 Di Jaga Nadia
105 Menikmati Waktu
106 Aku?
107 Nama Yang Sangat Bagus
108 Waktu Berlalu
109 Lamaran
110 Persiapan
111 Pernikahan
112 Bulan Madu
113 Sedikit Sulit
114 S2 Helena Noah
115 S2 Helena Noah
116 S2 Helena Noah
117 S2 Helena Noah
118 S2 Helena Noah
119 S2 Helena Noah
120 S2 Helena Noah
121 S2 Helena Noah
122 S2 Helena Noah
123 S2 Helena Noah
124 S2 Helena Noah
125 S2 Helena Noah
126 S2 Helena Noah
127 S2 Helena Noah
128 S2 Helena Noah
129 S2 HELENA NOAH
130 S2 Helena Noah
131 S2 Helena Noah
132 S2 HELENA NOAH
133 S2 HELENA NOAH
134 S2 Helena Noah
135 S2 Helena Noah
136 S2 Helena Noah
137 S2 Helena Noah
138 S2 Helena Noah
139 HELENA NOAH S2
140 S2 HELENA NOAH
141 S2 HELENA NOAH
142 S2 Helena Noah
143 S2 Helena Noah
Episodes

Updated 143 Episodes

1
Ibu Sambung
2
Flashback
3
Untung-Rugi
4
Lily dan Les Berlebihan
5
Batasan
6
Izin?
7
Enam Bulan
8
Menjaga Lily
9
Kejanggalan Sikap Vera
10
Aku Nyonya di Rumah Ini
11
Masalah Aidan
12
Rapat Disiplin
13
Memangnya Dia Sudah Tante-Tante
14
Amarah Zein
15
Kecewa
16
Aku Akan Memecat Kalian Semua
17
Dua Sisi Aidan
18
Sifat Keibuan
19
Menakutkan
20
Noda
21
Cahaya Bulan
22
Piyama Kimono
23
Cara Berterimakasih
24
Pesta Basecamp
25
Takdir Kehidupan Yang Aneh
26
Pertemuan Bisnis
27
Selera Humor Yang Bagus
28
Memeluk Guling
29
Berusahalah Mengingat Kejadian Itu
30
Aku Akan Membunuhnya
31
Waktu Berlalu Dengan Cepat
32
Perlakuan Baik dan Perhatian
33
Terbuat Dari Apa Hatinya
34
Bantuan Noah
35
Mencari Itu Pakai Mata Bukan Pakai Mulut
36
Aroma Tubuh
37
Ciuman
38
Buket Bunga Untuk Nadia
39
Hanya Anak Gadisku
40
Kau Juga Akan Pergi
41
Ceraikan Dia
42
Adira Membunuh Mommy?!
43
Bukti Terakhir
44
Imajinasi Gila
45
Aku Tidak Ingin Dia Mengingat Kejadian Itu
46
Tuduhan Pembunuhan
47
Aku Tidak Melakukan Hal Itu
48
Mencabut Laporan
49
Hentikan Sampai Di Sini
50
Teruslah Hidup
51
Resmi Bercerai
52
Kehidupan Baru
53
Makian
54
Keluarga Ini Memang Tidak Butuh Saling Bicara
55
Perasaan Itu Akan Hilang Seiring Waktu
56
Kamu Sangat Mencintai Suamimu
57
Apa Dia Butuh Alasan Khusus
58
Kerinduan Dan Penyesalan
59
Melanjutkan Hidup
60
Bertemu Diwaktu Yang Sangat Terlambat
61
Dia Itu Mantan Suamiku
62
Anak Itu Tetaplah Darah Dagingku
63
Pergi Dari Sini!
64
Lily Gak Mau Mama Kesakitan
65
Daddy Sudah Mencintai Adira Sejak Lama
66
Ironi
67
Mungkin Bawaan Bayinya
68
Memaafkan Diri Sendiri
69
Mengapa Kalian Tidak Bahagia?
70
Resiko Yang Kalian Pilih Sendiri
71
Apa Mereka Sudah Bisa Diusir?
72
Bukan Tempat Penitipan Anak
73
Sebutan Anak Itu
74
Di sini Sangat Hangat
75
Kakak-kakak Pergi Menemui Mama Adira
76
Gosip
77
Mengapa Dia Mengikuti Aku?
78
Penghuni Baru Mansion Tua
79
Orang Asing Yang Baru Saling Kenal
80
Kelinci Kecil
81
Kita Cari Daddy
82
Apa Karena Lily Tidak Dilahirkan Sama Mama Adira?
83
Mendalami Peran
84
Teror Ancaman
85
Aku Mohon
86
Ada Yang Ingin Membunuh Bayiku
87
Berapa Lama Anda Mengenal Adira?
88
Harus Dirawat Oleh Mantan Suami
89
Tidak Semua Yang Terjadi Mengakibatkan Hal Buruk
90
Bagaimana Lagi Merindukanmu
91
Tidak
92
Cari Bajing*n Itu Sekarang Juga!!
93
Sifat Asli
94
Aku Akan Ikut
95
Pria Itu Memang Harus Mati
96
Momentum
97
Jangan Memaksakan Diri
98
Keluarga Besar
99
Baby Blues
100
Sangat Merindukan
101
Seorang Pria Menangis
102
Apa Mas Merasa Takut Menggendongnya?
103
Ayah Yang Baik
104
Di Jaga Nadia
105
Menikmati Waktu
106
Aku?
107
Nama Yang Sangat Bagus
108
Waktu Berlalu
109
Lamaran
110
Persiapan
111
Pernikahan
112
Bulan Madu
113
Sedikit Sulit
114
S2 Helena Noah
115
S2 Helena Noah
116
S2 Helena Noah
117
S2 Helena Noah
118
S2 Helena Noah
119
S2 Helena Noah
120
S2 Helena Noah
121
S2 Helena Noah
122
S2 Helena Noah
123
S2 Helena Noah
124
S2 Helena Noah
125
S2 Helena Noah
126
S2 Helena Noah
127
S2 Helena Noah
128
S2 Helena Noah
129
S2 HELENA NOAH
130
S2 Helena Noah
131
S2 Helena Noah
132
S2 HELENA NOAH
133
S2 HELENA NOAH
134
S2 Helena Noah
135
S2 Helena Noah
136
S2 Helena Noah
137
S2 Helena Noah
138
S2 Helena Noah
139
HELENA NOAH S2
140
S2 HELENA NOAH
141
S2 HELENA NOAH
142
S2 Helena Noah
143
S2 Helena Noah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!