Amarah Zein

“Siapa yang memukulmu sampai seperti itu? ” tanya Adira panik pada Kevin.

“ Jangan pedulikan hal itu ini bukan apa-apa ” jawab Kevin, dari ekspresinya jelas dia ingin menyembunyikan hal itu.

“ Ayahnya yang memberikan hukuman itu. Bukan hanya Kevin, Eron...Rey...dan aku ” Anne menunjukkan luka mereka masing-masing akibat hukuman dari orang tua mereka.

Adira sampai tidak bisa mengatakan apa pun melihat semua luka di tubuh mereka. Apa benar ada orang tua yang tega memukuli anaknya sampai separah itu? Pertanyaan itu memenuhi otak Adira.

“ Menurut Nona Adira mengetahui betapa keras orang tua kami dalam memberikan hukuman kami masih berani terlibat tawuran itu, tidak kami tidak terlibat. Kami langsung pergi dari basecamp. Tapi tidak ada yang percaya, kami tidak seharusnya menerima hukuman dimana kami tidak bersalah ”

Aidan nampak menunduk malu, karena hanya dia yang belum menerima imbas permasalahan ini dan jika saja Daddynya tahu masalah ini tentu dia akan bernasib sama seperti teman-temannya.

“ A-aku tidak tahu kenapa orang tua kalian tega melakukan hal ini ” ungkap Adira prihatin.

“ Ayahnya Kevin adalah wali kota, Nona Adira lihat sendiri tadi bagaimana gigihnya beliau agar kasus ini ditutup, Rey anak seorang pemilik universitas ternama, Eron anak seorang jenderal, dan ayahku berniat menjadi gubernur tahun ini. Kondisi keluarga kami tidak mengizinkan anak-anaknya untuk menodai nama baik keluarga ”

“ Itu juga bukan alasan untuk sampai memukuli kalian seperti ini ”

“ Itu sudah terjadi dipermasalahkan terus menerus juga tidak akan ada habisnya, hanya saja sepertinya Aidan tidak berani mengatakan kasus ini kepada Ayahnya dan harus menerima hukuman. Kami minta tolong kerja sama Nona Adira untuk tidak mengatakan hal ini kepada Ayahnya Aidan ” Eron menyampaikan permohonannya.

“ Iya kasihan dia yang manja ini harus di pukuli sampai babak belur ” timpal Rey.

Adira hanya terdiam mendengar hal itu.

“ Kalau ini murni kesalahanku aku pasti akan langsung bilang pada Daddy, hanya saja aku tidak bersalah ” tambah Aidan.

“ Aku akan pulang sekarang, jaga diri kalian baik-baik dan jangan lupa lukanya diobati. Senang bisa mengenal kalian ” ucap Adira melangkah pelan meninggalkan ruangan itu.

Aidan dan yang lain juga sudah tidak dapat mencegah kepergian Adira, setidaknya mereka sudah berusaha membujuk dan menjelaskan situasi itu.

“ Bagaimana kalau dia tetap akan bilang pada Daddymu? ” tanya Rey pada Aidan.

“ Aku bisa apa, semua keputusan terserah padanya ” Aidan merasa bagaimana pun berusaha menyembunyikan hal itu tentu suatu saat Daddynya akan tahu. Terlebih lagi menyeret Adira ke dalam permasalahan ini juga membuat dia merasa bersalah.

Karena ini juga sudah waktunya Lily pulang Adira memutuskan untuk langsung diantarkan ke sekolah Lily, sehingga dia bisa menjemputnya pulang.

Setelah turun dari mobil Adira berjalan pelan memasuki sekolah itu, di sekolah ini sistemnya mewajibkan orang tua yang menjemput anaknya agar datang langsung ke ruang belajar. Sehingga guru di sana bisa memastikan keamanan muridnya.

Pikiran Adira dipenuhi beban tentang permasalahan Aidan, jika dia terus menyembunyikan masalah itu dari Zein maka ketika terbongkar nanti dia harus siap menerima resiko. Namun jika mengungkap hal itu dan membiarkan Aidan dipukuli seperti teman-temannya juga bukan pilihan yang bisa diambil oleh Adira.

“ Mama ” Lily bersorak senang menghampiri Adira begitu melihat Adira berdiri untuk menjemputnya diambang pintu ruang belajarnya.

“ Pamit kepada bu guru dulu, baru kita pulang ” ucap Adira pada Lily.

“ Bu guru Lily pamit mau pulang ” Lily mencium telapak tangan gurunya, dan segera kembali kepada Adira setelahnya.

“ Bagaimana harimu? ” tanya Adira selama di perjalanan pada Lily.

“ Sangat baik, Ma. Tadi kami belajar melukis lalu berhitung dan bermain jungkat jungkit ” cerita Lily bersemangat.

“ Baguslah kalau anak Mama senang ” Adira membelai pipi Lily lembut.

“ Bagaimana kalau nanti ketika Mas Zein tahu aku menyembunyikan hal itu darinya, dan dia memutuskan untuk mengusir aku “ , ucap Adira dalam hati.

Malamnya Adira yang sudah kembali tidur dikamar yang sama dengan Zein. Seberapa keras pun dia berusaha untuk mencoba mengatakan pada Zein tentang masalah itu. Tapi nalurinya lebih memilih untuk diam dan menyelamatkan Aidan. Dia berhasil menyembunyikan hal itu tanpa diketahui oleh Zein.

~•`~•`~•`~•`~•`~•`~

“ Aidan!! ” suara teriakan Zein menggelegar dari ruang keluarga itu.

Segera seisi rumah keluar dan menuju ruang keluarga. Aidan menatap pasrah kepada Adira, dia tahu saat ini pasti akan tiba suatu hari nanti. Tapi siapa sangka baru dua hari mereka menyembunyikan hal itu tapi Zein sudah mengetahuinya.

Adira bisa melihat keberadaan Zein yang mendominasi di tengah ruang keluarga itu, sosok pria dewasa yang tentunya terlihat sangat berkuasa.

Sama dengan Adira dan Aidan, Nadia yang berada di sana juga tak kalah gemetarannya. Saat itu Noah sedang pergi dalam perjalanan bisnis lagian jika berada di sana pun dia juga tidak terlibat masalah ini. Untuk si kecil Lily tentu saja tidak di ikutkan dalam persidangan masalah orang dewasa. Untuk yang namanya privasi semua pelayan juga tidak di izinkan mendekati ruang keluarga.

“ Ternyata aku akan berakhir di sini, ruang keluarga yang terasa seperti ruang penghakiman ini ” , batin Adira.

“ Berani sekali kau melakukan hal itu?! Lalu mengapa kalian berani membohongi aku?! ” bentak Zein.

Adira sudah tahu maksud siapa yang berani membohongi dia, tentu saja itu Adira.

“ Daddy itu semua karena aku yang-

“ Aku yang mengatakan pada Aidan untuk tidak memberitahu hal itu pada Mas ”

Baru saja Aidan akan mengaku tapi Adira langsung menyela dan mengatakan dirinya yang bersalah.

“ Apa?! ” tanya Zein tak terima masih dengan kemarahannya.

“ Ta-tapi Nona A ” guman Aidan menatap Adira tak percaya wanita itu melimpahkan semua kesalahan pada dirinya.

“ Saat Aidan ingin memberitahu Mas soal rapat itu, aku berkata padanya bahwa aku saja yang hadir dan untuk tidak memberitahu semua masalah itu aku juga yang menyuruhnya berbohong ” ungkap Adira walau dengan tubuh bergetar.

“ Kau terlibat urusan sekolah Aidan?! Lalu mengajari dia untuk berbohong padaku!! ”

Adira menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

Aidan terdiam melihat bagaimana Adira tetap berbohong walau Daddynya sudah membentak begitu dan tentu saja dia tidak akan selamat.

“ Sepertinya aku terlalu baik padamu sampai kau lupa siapa dirimu!! ” geram Zein, lalu menarik tangan Adira menyeretnya dari ruang keluarga itu.

“ Nona A ” panggil Aidan tersekat ketika dia ingin menyusul Nadia segera menahan Aidan.

“ Apa yang mau kamu lakukan? Tetap di sini atau Daddy tidak akan mengampuni juga ” desis Nadia mengancam.

“ Bagaimana aku bisa membiarkan dia menerima hukuman itu? Aku yang menyuruh dia berbohong ”

“ Tapi dia yang memilih mengakui dia yang bersalah pada Daddy. Jadi tahan dirimu dan jangan ikut campur ”

“ Aku-

“ Jangan bodoh kamu mau memaksa masuk ke kamar Daddy, saat dia dalam keadaan semarah ini ” tegas Nadia.

“ Lalu bagaimana dengan nasib Nona A? ” Aidan tetap tidak bisa merasa tenang.

“ Dia yang memilih jalan ini, biarkan saja dia ” tukas Nadia sembari tersenyum licik. Ini lebih dari rencana awalnya dia pikir Aidan pasti akan kena hukuman juga, tapi jika Adira mengaku seperti itu tentu saja Aidan akan aman.

Zein menghempaskan tubuh Adira kuat sampai dia tersungkur di lantai kamar itu.

“ Apa kau tidak menghiraukan perintahku?! Kau pikir tindakanmu benar melindungi Aidan setelah perbuatannya?! ”

“ Maaf Mas tapi aku yang memilih melakukan hal itu. Mas bisa menghukumku sesukamu ”

“ Kau mau aku hukum?! Jangan pikir aku tidak bisa berbuat kasar padamu?! ” Zein menarik rambut Adira kuat amarahnya semakin memuncak mendengar jawaban wanita itu.

Adira menahan diri untuk tidak meringis kesakitan.

“ Kau ingin dihukumkan?! Aku akan tunjukkan padamu! ”

Untuk pertama kalinya Adira menyaksikan mata merah menyala Zein dan kemarahan di wajahnya yang membuat dia gemetar.

“ Kemari kau! ” Zein menarik tangan Adira kuat, Adira berdiri diam sampai saat pria itu mengeluarkan semacam cambuk.

Srakk!!

Satu cambukan itu mendarat mulus di punggungnya dan membuat tubuhnya ambruk seketika.

Merasakan besitan cambukan yang terus menyusul setelahnya. Adira dengan lemah melirik Zein. Wajah penuh amarah yang sangat menyeramkan.

“ Apa aku benar-benar menikahi seorang iblis? ”, batin Adira.

Happy Reading 😘

Terpopuler

Comments

Rita Mahyuni

Rita Mahyuni

pergi...adira...mulai hidup baru

2023-05-26

0

itin

itin

perbuatan biadab zein yang cuman dibalas kata memaafkan.

2023-03-23

1

Yanti dian Nurhasyanti

Yanti dian Nurhasyanti

😭😭😭😭no komen

2023-03-07

1

lihat semua
Episodes
1 Ibu Sambung
2 Flashback
3 Untung-Rugi
4 Lily dan Les Berlebihan
5 Batasan
6 Izin?
7 Enam Bulan
8 Menjaga Lily
9 Kejanggalan Sikap Vera
10 Aku Nyonya di Rumah Ini
11 Masalah Aidan
12 Rapat Disiplin
13 Memangnya Dia Sudah Tante-Tante
14 Amarah Zein
15 Kecewa
16 Aku Akan Memecat Kalian Semua
17 Dua Sisi Aidan
18 Sifat Keibuan
19 Menakutkan
20 Noda
21 Cahaya Bulan
22 Piyama Kimono
23 Cara Berterimakasih
24 Pesta Basecamp
25 Takdir Kehidupan Yang Aneh
26 Pertemuan Bisnis
27 Selera Humor Yang Bagus
28 Memeluk Guling
29 Berusahalah Mengingat Kejadian Itu
30 Aku Akan Membunuhnya
31 Waktu Berlalu Dengan Cepat
32 Perlakuan Baik dan Perhatian
33 Terbuat Dari Apa Hatinya
34 Bantuan Noah
35 Mencari Itu Pakai Mata Bukan Pakai Mulut
36 Aroma Tubuh
37 Ciuman
38 Buket Bunga Untuk Nadia
39 Hanya Anak Gadisku
40 Kau Juga Akan Pergi
41 Ceraikan Dia
42 Adira Membunuh Mommy?!
43 Bukti Terakhir
44 Imajinasi Gila
45 Aku Tidak Ingin Dia Mengingat Kejadian Itu
46 Tuduhan Pembunuhan
47 Aku Tidak Melakukan Hal Itu
48 Mencabut Laporan
49 Hentikan Sampai Di Sini
50 Teruslah Hidup
51 Resmi Bercerai
52 Kehidupan Baru
53 Makian
54 Keluarga Ini Memang Tidak Butuh Saling Bicara
55 Perasaan Itu Akan Hilang Seiring Waktu
56 Kamu Sangat Mencintai Suamimu
57 Apa Dia Butuh Alasan Khusus
58 Kerinduan Dan Penyesalan
59 Melanjutkan Hidup
60 Bertemu Diwaktu Yang Sangat Terlambat
61 Dia Itu Mantan Suamiku
62 Anak Itu Tetaplah Darah Dagingku
63 Pergi Dari Sini!
64 Lily Gak Mau Mama Kesakitan
65 Daddy Sudah Mencintai Adira Sejak Lama
66 Ironi
67 Mungkin Bawaan Bayinya
68 Memaafkan Diri Sendiri
69 Mengapa Kalian Tidak Bahagia?
70 Resiko Yang Kalian Pilih Sendiri
71 Apa Mereka Sudah Bisa Diusir?
72 Bukan Tempat Penitipan Anak
73 Sebutan Anak Itu
74 Di sini Sangat Hangat
75 Kakak-kakak Pergi Menemui Mama Adira
76 Gosip
77 Mengapa Dia Mengikuti Aku?
78 Penghuni Baru Mansion Tua
79 Orang Asing Yang Baru Saling Kenal
80 Kelinci Kecil
81 Kita Cari Daddy
82 Apa Karena Lily Tidak Dilahirkan Sama Mama Adira?
83 Mendalami Peran
84 Teror Ancaman
85 Aku Mohon
86 Ada Yang Ingin Membunuh Bayiku
87 Berapa Lama Anda Mengenal Adira?
88 Harus Dirawat Oleh Mantan Suami
89 Tidak Semua Yang Terjadi Mengakibatkan Hal Buruk
90 Bagaimana Lagi Merindukanmu
91 Tidak
92 Cari Bajing*n Itu Sekarang Juga!!
93 Sifat Asli
94 Aku Akan Ikut
95 Pria Itu Memang Harus Mati
96 Momentum
97 Jangan Memaksakan Diri
98 Keluarga Besar
99 Baby Blues
100 Sangat Merindukan
101 Seorang Pria Menangis
102 Apa Mas Merasa Takut Menggendongnya?
103 Ayah Yang Baik
104 Di Jaga Nadia
105 Menikmati Waktu
106 Aku?
107 Nama Yang Sangat Bagus
108 Waktu Berlalu
109 Lamaran
110 Persiapan
111 Pernikahan
112 Bulan Madu
113 Sedikit Sulit
114 S2 Helena Noah
115 S2 Helena Noah
116 S2 Helena Noah
117 S2 Helena Noah
118 S2 Helena Noah
119 S2 Helena Noah
120 S2 Helena Noah
121 S2 Helena Noah
122 S2 Helena Noah
123 S2 Helena Noah
124 S2 Helena Noah
125 S2 Helena Noah
126 S2 Helena Noah
127 S2 Helena Noah
128 S2 Helena Noah
129 S2 HELENA NOAH
130 S2 Helena Noah
131 S2 Helena Noah
132 S2 HELENA NOAH
133 S2 HELENA NOAH
134 S2 Helena Noah
135 S2 Helena Noah
136 S2 Helena Noah
137 S2 Helena Noah
138 S2 Helena Noah
139 HELENA NOAH S2
140 S2 HELENA NOAH
141 S2 HELENA NOAH
142 S2 Helena Noah
143 S2 Helena Noah
Episodes

Updated 143 Episodes

1
Ibu Sambung
2
Flashback
3
Untung-Rugi
4
Lily dan Les Berlebihan
5
Batasan
6
Izin?
7
Enam Bulan
8
Menjaga Lily
9
Kejanggalan Sikap Vera
10
Aku Nyonya di Rumah Ini
11
Masalah Aidan
12
Rapat Disiplin
13
Memangnya Dia Sudah Tante-Tante
14
Amarah Zein
15
Kecewa
16
Aku Akan Memecat Kalian Semua
17
Dua Sisi Aidan
18
Sifat Keibuan
19
Menakutkan
20
Noda
21
Cahaya Bulan
22
Piyama Kimono
23
Cara Berterimakasih
24
Pesta Basecamp
25
Takdir Kehidupan Yang Aneh
26
Pertemuan Bisnis
27
Selera Humor Yang Bagus
28
Memeluk Guling
29
Berusahalah Mengingat Kejadian Itu
30
Aku Akan Membunuhnya
31
Waktu Berlalu Dengan Cepat
32
Perlakuan Baik dan Perhatian
33
Terbuat Dari Apa Hatinya
34
Bantuan Noah
35
Mencari Itu Pakai Mata Bukan Pakai Mulut
36
Aroma Tubuh
37
Ciuman
38
Buket Bunga Untuk Nadia
39
Hanya Anak Gadisku
40
Kau Juga Akan Pergi
41
Ceraikan Dia
42
Adira Membunuh Mommy?!
43
Bukti Terakhir
44
Imajinasi Gila
45
Aku Tidak Ingin Dia Mengingat Kejadian Itu
46
Tuduhan Pembunuhan
47
Aku Tidak Melakukan Hal Itu
48
Mencabut Laporan
49
Hentikan Sampai Di Sini
50
Teruslah Hidup
51
Resmi Bercerai
52
Kehidupan Baru
53
Makian
54
Keluarga Ini Memang Tidak Butuh Saling Bicara
55
Perasaan Itu Akan Hilang Seiring Waktu
56
Kamu Sangat Mencintai Suamimu
57
Apa Dia Butuh Alasan Khusus
58
Kerinduan Dan Penyesalan
59
Melanjutkan Hidup
60
Bertemu Diwaktu Yang Sangat Terlambat
61
Dia Itu Mantan Suamiku
62
Anak Itu Tetaplah Darah Dagingku
63
Pergi Dari Sini!
64
Lily Gak Mau Mama Kesakitan
65
Daddy Sudah Mencintai Adira Sejak Lama
66
Ironi
67
Mungkin Bawaan Bayinya
68
Memaafkan Diri Sendiri
69
Mengapa Kalian Tidak Bahagia?
70
Resiko Yang Kalian Pilih Sendiri
71
Apa Mereka Sudah Bisa Diusir?
72
Bukan Tempat Penitipan Anak
73
Sebutan Anak Itu
74
Di sini Sangat Hangat
75
Kakak-kakak Pergi Menemui Mama Adira
76
Gosip
77
Mengapa Dia Mengikuti Aku?
78
Penghuni Baru Mansion Tua
79
Orang Asing Yang Baru Saling Kenal
80
Kelinci Kecil
81
Kita Cari Daddy
82
Apa Karena Lily Tidak Dilahirkan Sama Mama Adira?
83
Mendalami Peran
84
Teror Ancaman
85
Aku Mohon
86
Ada Yang Ingin Membunuh Bayiku
87
Berapa Lama Anda Mengenal Adira?
88
Harus Dirawat Oleh Mantan Suami
89
Tidak Semua Yang Terjadi Mengakibatkan Hal Buruk
90
Bagaimana Lagi Merindukanmu
91
Tidak
92
Cari Bajing*n Itu Sekarang Juga!!
93
Sifat Asli
94
Aku Akan Ikut
95
Pria Itu Memang Harus Mati
96
Momentum
97
Jangan Memaksakan Diri
98
Keluarga Besar
99
Baby Blues
100
Sangat Merindukan
101
Seorang Pria Menangis
102
Apa Mas Merasa Takut Menggendongnya?
103
Ayah Yang Baik
104
Di Jaga Nadia
105
Menikmati Waktu
106
Aku?
107
Nama Yang Sangat Bagus
108
Waktu Berlalu
109
Lamaran
110
Persiapan
111
Pernikahan
112
Bulan Madu
113
Sedikit Sulit
114
S2 Helena Noah
115
S2 Helena Noah
116
S2 Helena Noah
117
S2 Helena Noah
118
S2 Helena Noah
119
S2 Helena Noah
120
S2 Helena Noah
121
S2 Helena Noah
122
S2 Helena Noah
123
S2 Helena Noah
124
S2 Helena Noah
125
S2 Helena Noah
126
S2 Helena Noah
127
S2 Helena Noah
128
S2 Helena Noah
129
S2 HELENA NOAH
130
S2 Helena Noah
131
S2 Helena Noah
132
S2 HELENA NOAH
133
S2 HELENA NOAH
134
S2 Helena Noah
135
S2 Helena Noah
136
S2 Helena Noah
137
S2 Helena Noah
138
S2 Helena Noah
139
HELENA NOAH S2
140
S2 HELENA NOAH
141
S2 HELENA NOAH
142
S2 Helena Noah
143
S2 Helena Noah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!