Seperti sebuah pertahanan yang runtuh seketika, Adira menangis sejadi-jadinya. Dia tidak bisa menerima bagaimana pria itu menyalahkannya? Sedikit pun Zein tidak mempedulikan ketulusan yang Adira lakukan.
Adira menaiki mobil yang terpisah dari Zein maupun Lily, dia diantarkan oleh supir itu seorang diri. Dimana dia hanya bisa diam dengan mata sembab akibat menangis tadi, tapi tidak mengerti kesalahan apa yang telah dilakukan. Apakah dia juga tidak berhak untuk menolong Lily walaupun anak itu dalam bahaya?
Begitu tiba di rumah besar milik keluarga Brown itu, Adira melangkah pelan membuka pintu rumah tak ada siapa pun yang menyambut kedatangannya di rumah itu.
Setelah melewati kamar Lily dan berdiri diam di depan pintu kamar Adira dapat melihat beberapa orang yang tentu saja berprofesi sebagai dokter sedang merawat Lily. Adira sangat ingin berada di samping Lily, tapi dengan cepat dia mengurungkan niat itu dan melanjutkan langkahnya.
~ ~ ~
“ Kemari ” perintah singkat dengan suara baritton yang di ucapkan Zein begitu dia memasuki kamar.
Adira sudah tahu ini sama saja dengan saat penghakimannya, jelas sekali tadi Zein mengatakan akan mengurusnya nanti maka inilah saatnya Adira menerima hukumannya.
Berdiri dengan kepala menunduk di hadapan lelaki itu.
“ Kau tahu apa yang telah kau lakukan? ” tanya Zein.
“ Iya ” jawab Adira cepat karena dia tidak berniat untuk membantah pria itu lagi.
“ Akui kesalahanmu sekarang ”
Dari yang Adira cermati jika berhadapan dengan Zein maka setiap orang yang melakukan kesalahan akan diminta untuk memberitahu sendiri apa kesalahannya dan mungkin agar tidak mengulangi hal itu lagi.
“ Aku sudah melewati batas dengan tanpa izin Mas membawa Lily ke rumah sakit. Harusnya aku tidak melakukan itu karena aku bukan siapa-siapanya ” Adira mengucapkan kata-kata yang juga mengores hatinya.
Zein meremas tangannya kesal mendengar perkataan Adira.
“ Nampaknya kau belum menyadari kesalahanmu ” ungkap Zein yang mampu membuat Adira mengangkat kepalanya untuk menatap pria itu.
“ Karena tindakan gegabahmu hampir saja identitas Lily tersebar dan apa kau bisa menghentikan jika semua media memberitakan tentang Lily yang dirawat di rumah sakit? ”
“ Identitas Lily tersebar? Tidak mungkin pihak rumah sakit melakukan itu ” , batin Adira.
“ Harusnya kau berpikir sebelum bertindak seperti itu, Mommynya Lily adalah seorang model terkenal setelah kematiannya orang-orang berlomba-lomba ingin mengekspos identitas anak-anak. Aku tidak ingin anak-anakku kesulitan karena di sorotan kamera yang tidak akan ada hentinya ” jelas Zein cepat.
“ Satu hal lagi keluarga ini punya beberapa dokter pribadi cukup satu panggilan saja mereka akan tiba secepatnya, tidak perlu kau pergi membawa Lily dan tentunya karena dokter-dokter itu bekerja untukku mereka lebih bisa di percaya ”
Adira mendengarkan semua penuturan Zein dengan seksama.
“ Tapi bahkan baru sekarang aku tahu istri pertama Mas adalah seorang model dan tidak satu pun orang di rumah ini yang memberitahu ada larangan untuk pergi ke rumah sakit ” balas Adira mengungkapkan pembelaan dirinya.
“ Hanya untuk mengetahui fakta seperti itu saja kau tidak tahu, kau tidak bertanya pada siapa pun ketika akan membawa Lily pergi ke rumah sakit. Ada saatnya pembelaan diri dapat di terima, tapi ada juga yang hanya terdengar sebagai alasan ” tegas Zein.
“ Tidak ada yang memberitahuku hal itu, begitu juga dengan Vera. Dia hanya diam ”
Merasa dia sudah cukup menjelaskan dan memberikan peringatan pada wanita itu Zein hendak melangkah pergi.
“ Tunggu Mas ” ucap Adira menahan kepergian Zein.
“ Aku ingin membuat kejelasan di antara kita ” lanjut Adira.
“ Kejelasan? ” tanya Zein dengan nada tak percaya.
“ Ini bukan seperti yang Mas pikirkan, kejelasan yang aku maksud bukan berarti aku ingin menjadi istri yang sebenar-benarnya. Bukannya Mas memberi uang sebesar 500 juta sebagai kompensasi kepada keluargaku? ”
“ Kau mengungkit soal itu, apa keluargamu meminta uang lagi kepadamu? ” Zein bertanya menyelidiki.
“ Tidak, aku ingin kita melakukan kesepakatan. Aku tahu Mas Zein tidak membutuhkan aku sebagai istri dan tentunya tak ingin aku juga ikut campur dalam urusan anak-anak ”
“ Kau terlalu bertele-tele ” tukas Zein kesal tak tahu arah pembicaraan Adira.
“ Anggap aku bekerja sebagai pengasuh Lily makanya aku akan tinggal sampai jika dihitung gaji selama aku di rumah ini cukup untuk melunasi uang 500 juta itu ” ungkap Adira dengan mantap.
“ Sebagai pengasuh Lily? ” tanya Zein hampir tak percaya.
“ Benar, lagian aku hanya dekat dengan Lily di rumah ini. Aku bisa berperan sebagai pengasuhnya, Mas bisa tentukan sampai berapa lama aku perlu bekerja sebelum akhirnya Mas bisa menceraikan aku ”
Zein terdiam mendengar Adira dengan sangat tenang mengungkapkan kesepakatan dan keinginannya untuk bercerai.
“ Kenapa aku harus menyetujui hal itu? ” bentuk penolakan dari Zein.
“ Mas sampai bisa menikahi aku semua murni karena rencana keluargaku, maaf aku tidak mengakui ini sebelumnya tapi seharusnya yang meniduriku malam itu bukan Mas Zein, tapi pengusaha lain. Aku di pukul sampai pingsan saat itu oleh Ayahku dan tidak mengingat kejadian malam itu, aku tidak ingin menuntut pertanggungjawaban dari Mas tapi saat itu jelas Mas mengakui telah meniduriku. Walaupun rencana keluargaku gagal tapi berbeda denganku aku telah kehilangan yang paling berharga milikku ” Adira menceritakan kembali hal itu pada Zein.
“ Bukannya kau lupa semua kejadian malam itu, lalu bagaimana kau bisa nyakin aku menidurimu? ” tanya Zein tepat di depan wajah Adira.
“ Ini seperti aroma rokok dan sedikit aroma mint, apa Mas Zein merokok? Adira sempat-sempatnya kau berpikir ke arah itu ” , Adira bergelut dengan batinnya setelah merasakan hembusan napas Zein di depan wajahnya.
“ Mas sendiri yang mengakui hal itu di depan orang banyak, sudah tentu aku berpikir hal itu benar ” jawab Adira.
“ Sudahlah lanjutkan hal apa lagi yang ingin kau katakan ” Zein akhirnya menjauhkan dirinya kembali dari Adira.
“ Aku mau Mas menentukan berapa lama aku harus menjalani pernikahan ini sampai akhirnya nantinya uang yang 500 juta itu bisa lunas, aku akan bekerja sebagai pengasuh Lily tidak peduli berapa lama aku berpura-pura sebagai Mamanya ”
“ Tiga bulan ” balas Zein singkat.
“ Ti-tiga bulan? ” tanya Adira gugup tak percaya.
“ Kenapa terlalu lama untukmu? Tadi kau mengatakan akan bekerja berapa lama pun yang aku katakan ”
“ Tidak Mas, tiga bulan rasanya terlalu cepat jika di hitung tidak mungkin bisa melunasi uang 500 juta itu ” bantah Adira.
“ Untukku itu waktu yang cukup dengan bayaran 500 juta ”
“ Aku yang merasa masih berutang jika hanya tiga bulan, mari lakukan enam bulan. Aku akan bekerja selama enam bulan setelah waktu itu berlalu aku akan segera pergi dari kehidupan Mas dan juga keluarga ini ” tukas Adira penuh keyakinan.
Zein menatap sebentar gadis yang bertekad itu.
“ Jangan menyesal karena aku akan ingat kau harus bekerja selama enam bulan untukku, juga harus menuruti segala aturan yang aku buat. Setelah itu pergilah tanpa jejak dari rumah ini ”
Adira menatap dalam mata Zein seolah dapat melihat kesungguhan dalam tatapan pria itu.
“ Baik Mas saat itu aku akan langsung pergi tanpa perlu ada perasaan terbebani lagi ” jawab Adira, Zein melangkah keluar meninggalkan gadis itu.
“ Aku sudah tahu dia tidak mengharapkan aku sebagai istri ataupun seseorang yang berperan sebagai ibu untuk anak-anaknya. Tapi setidaknya sekarang aku bisa tahu kapan akan terlepas dari hubungan yang tidak jelas ini ” , batin Adira.
Happy Reading😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 143 Episodes
Comments
Yanti dian Nurhasyanti
bagus dira kasih kesepakatan sama laki es balok hati batu kaya zein ..biar kita2 kutuk tuh si tuan biar jatuh cinta akut sama kamu😞😞
2023-03-07
1
fifid dwi ariani
trus ceria
2023-02-19
1
Ta..h
bikin buciiiiin thor gdek aku
2023-01-29
1