Memangnya Dia Sudah Tante-Tante

“ Tawuran? ” guman Adira terkejut.

Adira menatap ke arah Aidan seolah meminta penjelasan, tapi anak itu malah membuang muka.

Jelas saja Adira terkejut karena Aidan telah membohongi dia, Aidan berkata rapat yang akan mereka hadiri hanya rapat bulanan orang tua untuk biaya dan fasilitas sekolah. Tapi sekarang Adira tahu bahwa ini rapat disiplin karena Aidan terlibat tawuran.

“ Bagaimana bapak/ibu tindakan apa yang harus sekolah berikan pada anak-anak ini? ” tanya kepala sekolah lagi.

Para orang tua itu nampak diam dan malu karena harus berada di sini setelah perbuatan nakal anak-anaknya.

“ Saya mohon sekolah mempertimbangkan lagi agar hal ini bisa dilakukan secara bijak, kami sebagai orang tua tidak ingin perbuatan tercela anak-anak ini akan bocor keluar dan lebih mencoreng nama keluarga lagi ” ungkap seorang orang tua laki-laki.

“ Kami juga berusaha melakukan yang terbaik untuk masalah ini Pak, tapi bapak tahu sendiri siswa yang melakukan tawuran juga dari sekolah berbeda. Jadi kami butuh waktu untuk menyelesaikan masalah ini ” ungkap kepala sekolah.

“ Saya akan menambah jumlah donasi bulanan kepada sekolah ini asalkan masalah ini jangan sampai bocor keluar, untuk hukuman bebas sekolah mau memberi sanksi apa ” ungkap orang tua itu lagi.

“ Baiklah kalau begitu Pak kami akan mengusahakan yang terbaik ” jawab kepala sekolah dengan pasti.

...“ Apa?! Bukannya itu tindakan penyuapan! Jadi para orang tua berusaha menutup kasus ini dengan uang begitu ” , batin Adira yang terkena culture shock baru pertama kali menyaksikan sendiri proses suap menyuap yang dilakukan secara halus. ...

“ Saya akan menyumbangkan bantuan lebih kepada sekolah ini asal anak-anak dibebaskan dari hukuman. Saya tidak ingin anak saya menerima hukuman ” sahut seorang orang tua wanita dengan elegan.

“ Benar saya juga akan menambah jumlah sumbangan kalau sekolah bisa membebaskan anak-anak dari hukuman ”

Para orang tua itu bersahut-sahutan dengan jumlah tawaran sumbangan masing-masing. Kepala sekolah dan para staf sekolah yang berada di ruangan itu nampak puas.

“ Karena kami tidak bisa begitu saja mengabaikan permintaan bapak/ibu selaku orang tua, maka kami akan memberikan keringanan dengan tidak menindaklanjuti masalah ini dan pihak sekolah akan menyelesaikan masalah ini dengan sekolah lain yang terlibat ” jelas kepala sekolah dengan bangga.

“ Rupanya rapat disiplin ini diadakan oleh sekolah untuk menguras dompet para konglomerat ini, bukan untuk mengadili siswa yang bermasalah ” , ucap Adira dalam hati, dia hanya bisa terdiam melihat bagaimana rapat itu bisa selesai dengan uang.

“ Kalau begitu kami percayakan hal ini kepada Anda Pak kepala sekolah ” ungkap para orang tua itu.

“ Terima kasih atas kepercayaan bapak/ibu, kami minta maaf telah menyita waktu Anda sekalian. Untuk itu rapat ini selesai sampai di sini saja ” ucap kepala sekolah dengan senyuman bangga dan tak tahu malu.

Para orang tua segera beranjak, tentu saja Adira juga mengikuti.

“ Aku dengar dari staf sekolah Anda adalah Nyonya Brown, istri baru Tuan Zein Brown ” ucap orang tua laki-laki yang memaksa agar kasus itu ditutup tadi pada Adira.

“ Anda benar Tuan ” jawab Adira seadanya.

“ Zein sangat santai kali ini sampai tidak mau mengeluarkan dana untuk membebaskan putranya, apa dia mulai harus berhemat ” sindir pria itu kemudian berlalu pergi.

Adira mengerti sindiran itu, karena hanya dia perwakilan orang tua yang tidak menawarkan bantuan uang tambahan kepada sekolah. Tapi bagaimana mungkin Adira bisa seenaknya saja menawarkan bantuan sedangkan dia saja tidak tahu akan berada dalam rapat seperti ini.

“ Aidan jelaskan padaku ada apa sebenarnya ini? ” bisik Adira begitu dia menahan tangan Aidan.

“ Ikut denganku akan aku jelaskan ” jawab Aidan, walau kesal Adira mengikuti anak itu.

Begitu mereka memasuki ruangan itu di sana berkumpul tiga orang siswa dan satu orang siswi yang ikut di dalam rapat tadi.

“ Siapa mereka? ” tanya Adira.

“ Mereka teman-temanku, tunggu apalagi sapa mereka ” tukas Aidan.

“ Kau bilang aku tidak boleh mempermalukan mu ” tegas Adira mengingatkan anak itu untuk ucapannya tadi.

“ Tenanglah mereka bisa di percaya ”

“ Jangan begitu Aidan, bagaimana pun seharusnya kami yang memperkenalkan diri terlebih dahulu. Bukannya dia Ibumu ” ungkap seorang diantara mereka.

“ Perkenalkan saya Kevin temannya Aidan ” dia menyodorkan tangannya kepada Adira.

“ Adira ” balas Adira.

“ Saya Rey, saya bingung harus memanggil apa karena setahu saya Anda seumuran dengan kami. Tapi tentunya sebagai orang tua Aidan sudah sewajarnya kami memanggil Tante ”

“ Tidak perlu ” tolak Adira.

“ Saya Anne ”

“ Saya Eron ”

Adira menerima semua perkenalan mereka.

“ Kalian tidak perlu seformal itu padaku, bagaimana pun aku tahu kalian pasti tidak nyaman harus bersikap hormat kepada orang yang seumuran apalagi harus memanggil dengan sebutan Tante. Kalian bisa memanggilku dengan nama ” jelas Adira.

“ Justru kami yang akan merasa tidak nyaman jika harus memanggil dengan nama ” tolak Kevin.

Adira memandang ke arah Aidan meminta penjelasan untuk situasi ini.

“ Kalian jangan memanggil dia tante, memangnya dia sudah tante-tante. Panggil saja Nona Adira itu lebih baik ” tegas Aidan kepada teman-temannya.

Adira menghela napas tak tahu harus berbuat apa lagi, dia juga berasa berada dalam situasi yang canggung.

“ Kalau begitu Aidan aku akan pulang sekarang ” ucap Adira.

“ Tidak boleh tunggu sebentar Nona A, aku harus menjelaskan situasi ini padamu ” Aidan menahan kepergian Adira.

“ Nona A? ” ungkap Eron heran.

“ Rupanya bocah ini lebih tidak sopan kepada ibu sambungnya ” tukas Rey tanpa pikir panjang, dia langsung mendapatkan tatapan membunuh dari teman-temannya yang lain.

“ Menjelaskan situasi apa lagi? Aku sudah tahu kalau kau berbohong tentang rapat ini dan semuanya kan ” Adira mengabaikan perkataan Rey.

“ Aku memang berbohong, tapi itu semua ada alasannya. Aku tidak mau Daddy memberikan hukuman padaku. Daddy tidak akan memaafkan aku untuk kesalahan ini ”

“ Kau lebih senang tidak dihukum seperti ini, padahal tindakanmu jelas-jelas salah ”

“ Aku tidak ikut tawuran itu, tanya saja pada mereka. Kami berada di basecamp hanya bermain game tapi tiba-tiba anak-anak itu menyerang kami. Itupun kami tidak membalas dan memilih pergi dari sana ” jelas Aidan.

“ Lalu siapa yang buat anak-anak itu sampai terluka kalau bukan kalian, aku pasti nampak bodoh dan mudah untuk dibohongi menurutmukan ”

“ Maaf menyela Nona Adira, perkataan Aidan benar kami tidak terlibat tawuran itu. Kami segera pergi walaupun mereka menghancurkan basecamp kami. Untuk luka-luka itu pasti tindakan sabotase lainnya ” Kevin berusaha menjelaskan pada Adira.

Adira terdiam bingung apa harus percaya pada perkataan anak itu, atau mereka sudah sepakat untuk membohonginya.

“ Aku tahu Nona Adira akan sulit percaya, harusnya kami memang dihukum. Kalau tadinya kami memang terlibat maka kami akan menerima hukuman itu dengan baik. Tapi kami tidak bersalah lalu kenapa kami harus dihukum? ” ungkap Anne.

“ Lalu kenapa kalian tidak menjelaskan hal ini pada orang tua kalian masing-masing? ” balas Adira tidak mau menerima alasan anak-anak itu.

Anne meraih tangan Kevin dan menyingkap lengan hoodie yang dipakai nya.

“ Anne! ” pekik Kevin panik dan segera menutupi lengannya.

“ Kami tidak bersalah tapi harus menerima hukuman seperti ini, kalaupun kami menjelaskan orang tua kami sudah memutuskan akan menyelesaikan hal itu dengan cara seperti di rapat tadi ”

Adira mendengarkan ucapan Anne dengan mata yang masih melotot tak percaya melihat bekas membiru yang memenuhi lengan Kevin.

“ Siapa yang memukulmu sampai seperti itu? ” tanya Adira panik pada Kevin.

Happy Reading😘

Terpopuler

Comments

fifid dwi ariani

fifid dwi ariani

trus bahagia

2023-02-20

1

lihat semua
Episodes
1 Ibu Sambung
2 Flashback
3 Untung-Rugi
4 Lily dan Les Berlebihan
5 Batasan
6 Izin?
7 Enam Bulan
8 Menjaga Lily
9 Kejanggalan Sikap Vera
10 Aku Nyonya di Rumah Ini
11 Masalah Aidan
12 Rapat Disiplin
13 Memangnya Dia Sudah Tante-Tante
14 Amarah Zein
15 Kecewa
16 Aku Akan Memecat Kalian Semua
17 Dua Sisi Aidan
18 Sifat Keibuan
19 Menakutkan
20 Noda
21 Cahaya Bulan
22 Piyama Kimono
23 Cara Berterimakasih
24 Pesta Basecamp
25 Takdir Kehidupan Yang Aneh
26 Pertemuan Bisnis
27 Selera Humor Yang Bagus
28 Memeluk Guling
29 Berusahalah Mengingat Kejadian Itu
30 Aku Akan Membunuhnya
31 Waktu Berlalu Dengan Cepat
32 Perlakuan Baik dan Perhatian
33 Terbuat Dari Apa Hatinya
34 Bantuan Noah
35 Mencari Itu Pakai Mata Bukan Pakai Mulut
36 Aroma Tubuh
37 Ciuman
38 Buket Bunga Untuk Nadia
39 Hanya Anak Gadisku
40 Kau Juga Akan Pergi
41 Ceraikan Dia
42 Adira Membunuh Mommy?!
43 Bukti Terakhir
44 Imajinasi Gila
45 Aku Tidak Ingin Dia Mengingat Kejadian Itu
46 Tuduhan Pembunuhan
47 Aku Tidak Melakukan Hal Itu
48 Mencabut Laporan
49 Hentikan Sampai Di Sini
50 Teruslah Hidup
51 Resmi Bercerai
52 Kehidupan Baru
53 Makian
54 Keluarga Ini Memang Tidak Butuh Saling Bicara
55 Perasaan Itu Akan Hilang Seiring Waktu
56 Kamu Sangat Mencintai Suamimu
57 Apa Dia Butuh Alasan Khusus
58 Kerinduan Dan Penyesalan
59 Melanjutkan Hidup
60 Bertemu Diwaktu Yang Sangat Terlambat
61 Dia Itu Mantan Suamiku
62 Anak Itu Tetaplah Darah Dagingku
63 Pergi Dari Sini!
64 Lily Gak Mau Mama Kesakitan
65 Daddy Sudah Mencintai Adira Sejak Lama
66 Ironi
67 Mungkin Bawaan Bayinya
68 Memaafkan Diri Sendiri
69 Mengapa Kalian Tidak Bahagia?
70 Resiko Yang Kalian Pilih Sendiri
71 Apa Mereka Sudah Bisa Diusir?
72 Bukan Tempat Penitipan Anak
73 Sebutan Anak Itu
74 Di sini Sangat Hangat
75 Kakak-kakak Pergi Menemui Mama Adira
76 Gosip
77 Mengapa Dia Mengikuti Aku?
78 Penghuni Baru Mansion Tua
79 Orang Asing Yang Baru Saling Kenal
80 Kelinci Kecil
81 Kita Cari Daddy
82 Apa Karena Lily Tidak Dilahirkan Sama Mama Adira?
83 Mendalami Peran
84 Teror Ancaman
85 Aku Mohon
86 Ada Yang Ingin Membunuh Bayiku
87 Berapa Lama Anda Mengenal Adira?
88 Harus Dirawat Oleh Mantan Suami
89 Tidak Semua Yang Terjadi Mengakibatkan Hal Buruk
90 Bagaimana Lagi Merindukanmu
91 Tidak
92 Cari Bajing*n Itu Sekarang Juga!!
93 Sifat Asli
94 Aku Akan Ikut
95 Pria Itu Memang Harus Mati
96 Momentum
97 Jangan Memaksakan Diri
98 Keluarga Besar
99 Baby Blues
100 Sangat Merindukan
101 Seorang Pria Menangis
102 Apa Mas Merasa Takut Menggendongnya?
103 Ayah Yang Baik
104 Di Jaga Nadia
105 Menikmati Waktu
106 Aku?
107 Nama Yang Sangat Bagus
108 Waktu Berlalu
109 Lamaran
110 Persiapan
111 Pernikahan
112 Bulan Madu
113 Sedikit Sulit
114 S2 Helena Noah
115 S2 Helena Noah
116 S2 Helena Noah
117 S2 Helena Noah
118 S2 Helena Noah
119 S2 Helena Noah
120 S2 Helena Noah
121 S2 Helena Noah
122 S2 Helena Noah
123 S2 Helena Noah
124 S2 Helena Noah
125 S2 Helena Noah
126 S2 Helena Noah
127 S2 Helena Noah
128 S2 Helena Noah
129 S2 HELENA NOAH
130 S2 Helena Noah
131 S2 Helena Noah
132 S2 HELENA NOAH
133 S2 HELENA NOAH
134 S2 Helena Noah
135 S2 Helena Noah
136 S2 Helena Noah
137 S2 Helena Noah
138 S2 Helena Noah
139 HELENA NOAH S2
140 S2 HELENA NOAH
141 S2 HELENA NOAH
142 S2 Helena Noah
143 S2 Helena Noah
Episodes

Updated 143 Episodes

1
Ibu Sambung
2
Flashback
3
Untung-Rugi
4
Lily dan Les Berlebihan
5
Batasan
6
Izin?
7
Enam Bulan
8
Menjaga Lily
9
Kejanggalan Sikap Vera
10
Aku Nyonya di Rumah Ini
11
Masalah Aidan
12
Rapat Disiplin
13
Memangnya Dia Sudah Tante-Tante
14
Amarah Zein
15
Kecewa
16
Aku Akan Memecat Kalian Semua
17
Dua Sisi Aidan
18
Sifat Keibuan
19
Menakutkan
20
Noda
21
Cahaya Bulan
22
Piyama Kimono
23
Cara Berterimakasih
24
Pesta Basecamp
25
Takdir Kehidupan Yang Aneh
26
Pertemuan Bisnis
27
Selera Humor Yang Bagus
28
Memeluk Guling
29
Berusahalah Mengingat Kejadian Itu
30
Aku Akan Membunuhnya
31
Waktu Berlalu Dengan Cepat
32
Perlakuan Baik dan Perhatian
33
Terbuat Dari Apa Hatinya
34
Bantuan Noah
35
Mencari Itu Pakai Mata Bukan Pakai Mulut
36
Aroma Tubuh
37
Ciuman
38
Buket Bunga Untuk Nadia
39
Hanya Anak Gadisku
40
Kau Juga Akan Pergi
41
Ceraikan Dia
42
Adira Membunuh Mommy?!
43
Bukti Terakhir
44
Imajinasi Gila
45
Aku Tidak Ingin Dia Mengingat Kejadian Itu
46
Tuduhan Pembunuhan
47
Aku Tidak Melakukan Hal Itu
48
Mencabut Laporan
49
Hentikan Sampai Di Sini
50
Teruslah Hidup
51
Resmi Bercerai
52
Kehidupan Baru
53
Makian
54
Keluarga Ini Memang Tidak Butuh Saling Bicara
55
Perasaan Itu Akan Hilang Seiring Waktu
56
Kamu Sangat Mencintai Suamimu
57
Apa Dia Butuh Alasan Khusus
58
Kerinduan Dan Penyesalan
59
Melanjutkan Hidup
60
Bertemu Diwaktu Yang Sangat Terlambat
61
Dia Itu Mantan Suamiku
62
Anak Itu Tetaplah Darah Dagingku
63
Pergi Dari Sini!
64
Lily Gak Mau Mama Kesakitan
65
Daddy Sudah Mencintai Adira Sejak Lama
66
Ironi
67
Mungkin Bawaan Bayinya
68
Memaafkan Diri Sendiri
69
Mengapa Kalian Tidak Bahagia?
70
Resiko Yang Kalian Pilih Sendiri
71
Apa Mereka Sudah Bisa Diusir?
72
Bukan Tempat Penitipan Anak
73
Sebutan Anak Itu
74
Di sini Sangat Hangat
75
Kakak-kakak Pergi Menemui Mama Adira
76
Gosip
77
Mengapa Dia Mengikuti Aku?
78
Penghuni Baru Mansion Tua
79
Orang Asing Yang Baru Saling Kenal
80
Kelinci Kecil
81
Kita Cari Daddy
82
Apa Karena Lily Tidak Dilahirkan Sama Mama Adira?
83
Mendalami Peran
84
Teror Ancaman
85
Aku Mohon
86
Ada Yang Ingin Membunuh Bayiku
87
Berapa Lama Anda Mengenal Adira?
88
Harus Dirawat Oleh Mantan Suami
89
Tidak Semua Yang Terjadi Mengakibatkan Hal Buruk
90
Bagaimana Lagi Merindukanmu
91
Tidak
92
Cari Bajing*n Itu Sekarang Juga!!
93
Sifat Asli
94
Aku Akan Ikut
95
Pria Itu Memang Harus Mati
96
Momentum
97
Jangan Memaksakan Diri
98
Keluarga Besar
99
Baby Blues
100
Sangat Merindukan
101
Seorang Pria Menangis
102
Apa Mas Merasa Takut Menggendongnya?
103
Ayah Yang Baik
104
Di Jaga Nadia
105
Menikmati Waktu
106
Aku?
107
Nama Yang Sangat Bagus
108
Waktu Berlalu
109
Lamaran
110
Persiapan
111
Pernikahan
112
Bulan Madu
113
Sedikit Sulit
114
S2 Helena Noah
115
S2 Helena Noah
116
S2 Helena Noah
117
S2 Helena Noah
118
S2 Helena Noah
119
S2 Helena Noah
120
S2 Helena Noah
121
S2 Helena Noah
122
S2 Helena Noah
123
S2 Helena Noah
124
S2 Helena Noah
125
S2 Helena Noah
126
S2 Helena Noah
127
S2 Helena Noah
128
S2 Helena Noah
129
S2 HELENA NOAH
130
S2 Helena Noah
131
S2 Helena Noah
132
S2 HELENA NOAH
133
S2 HELENA NOAH
134
S2 Helena Noah
135
S2 Helena Noah
136
S2 Helena Noah
137
S2 Helena Noah
138
S2 Helena Noah
139
HELENA NOAH S2
140
S2 HELENA NOAH
141
S2 HELENA NOAH
142
S2 Helena Noah
143
S2 Helena Noah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!