“ Bagaimana bisa ibu tiri dan Ayahmu bersikap jahat seperti itu? ” tanya Aidan merasa kasihan mendengar kisah Adira.
“ Aku juga tidak tahu...aku hanya berpikir ibu tiriku bersikap seperti itu karena aku bukan anak kandungnya sedangkan Ayahku tidak membutuhkan aku lagi dia sudah memiliki anak-anak yang lain. Yang menurutnya lebih baik ”
“ Tetap saja ibu tirimu itu jahat sekali sampai membuat Ayahmu melupakanmu ” tukas Aidan.
“ Itu yang aku pikirkan dulu...sekarang aku tidak berani menyalahkan ibu tiriku lagi. Apa hakku menyalahkan dia sementara aku sendiri mengambil peran yang sama seperti dia yang menjadi ibu tiri ”
Aidan terdiam mendengar bagaimana Adira menyimpulkan hal itu.
“ Bisa-bisanya aku yang dulu merasa sangat menderita karena ibu tiriku, malah memberikan penderitaan yang sama apalagi kepada 4 orang anak sekaligus. Apa aku masih pantas untuk mengeluh? Setiap hari aku bisa melihat kalian semua tersiksa karena kehadiranku di rumah ini ”
“ Lily menyukaimu ” ucap Aidan sekadar ingin menyangkal perkataan Adira bahwa mereka berempat merasa menderita, tentunya tidak karena Lily merasa senang saat ada Adira.
“ Itu karena Lily masih kecil saat dia besar nanti dan mengerti apa itu arti dari ibu tiri, tentu saja dia akan merasakan hal yang sama seperti yang kalian rasakan ”
“ Apa menurutmu semua ibu tiri di dunia ini jahat? ”
“ Entahlah..mungkin karena dulunya dia adalah orang asing, jadi kehadiran ibu tiri yang tiba-tiba tentu bisa membuat permasalahan. Aku sudah merasakan hal itu, kalian juga pasti berpikir hal yang sama, kalau aku ini wanita jahat yang egois ”
“ Jujur saja...aku tidak tahu awalnya karena alasan apa aku sangat membencimu, apa karena terasa sangat memalukan memiliki ibu tiri yang seumuran denganku..atau karena aku tidak bisa menerima Daddy menikah lagi, tapi sekarang aku berpikir kau bukan orang jahat yang bisa menghancurkan keluarga orang lain seperti dugaan awalku ” ungkap Aidan
Adira tersenyum hambar mendengar itu.
“ Mendengar kau mengatakan aku tidak jahat saja sudah membuatku merasa geli, aku tidak jahat dari mananya sejak awal aku hanya membawa masalah yang menghancurkan keluarga ini ” balas Adira.
“ Keluarga kami sudah lama hancur bahkan jauh sebelum kau datang...keluarga kami langsung hancur semenjak Mommy meninggal. Aku pikir itu semua karena tidak ada satu pun anggota keluarga yang bisa melupakan rasa duka akibat kehilangan itu. Aku tidak menyangka keberadaan Mommylah yang selama ini membuat kami bisa saling berkomunikasi dan tertawa bersama layaknya keluarga. Setelah Mommy tidak ada seketika suasana dirumah terasa mati. Nona A tentu dapat merasakan hal itukan ”
Adira memandang Aidan mencoba memahami kisah yang dikatakan anak itu.
“ Daddy sejak awal adalah orang yang keras dengan aturan disiplinnya, tapi Mommy bisa melunakkan Daddy. Semarah apa pun Daddy tidak pernah memberi hukuman yang berlebihan pada kami. Tapi semenjak Mommy meninggal Daddy semakin bertambah keras dan tidak ada lagi yang bisa melunakkan sifat kerasnya itu. Aku minta maaf kau harus merasakan hukuman yang diberikan Daddy. Tapi aku bisa bersumpah..Daddy tidak seburuk itu, dia dulu sangat baik dan tidak sekaku yang sekarang. Kepergian Mommy sepertinya memberikan luka yang dalam pada Daddy ”
“ Jangan meminta maaf terus aku yang memilih menerima hukuman itu, aku tidak bisa membiarkan kau menanggung rasa trauma kepada Ayahmu sendiri. Karena jika begitu untuk melihat Daddymu pun kau takkan sanggup ”
“ Kenapa Nona A peduli pada hal seperti itu? ” Aidan sangat ingin tahu niat Adira.
“ Kalau kau bertanya kenapa..aku juga tidak tahu alasan pastinya. Hanya saja aku merasa tidak akan sanggup melihat kalian menerima hukuman itu, tidak peduli itu mau kau, Nadia, Noah atau Lily sekalipun. Aku tetap akan menerima hukuman itu sendiri ”
“ Berpikir dan bertindak seperti itu membuatku mengingat kembali bagaimana Mommy membela kami di depan Daddy, aku rasa kau memiliki sifat keibuan yang tinggi ” ucap Aidan serius.
“ Keibuan apanya? Aku ini seusia denganmu, di pikirkan saja dari mananya kau bisa merasakan sisi keibuan dariku ” Adira segera membantah hal itu.
“ Ketika kau tidak menemui Lily selama beberapa hari kau merasa sangat merindukannya dan karena itu kau langsung mencari Lily begitu kau keluar. Kau memikirkan aku yang akan merasa trauma jika menerima hukuman. Itu semua tanpa sadar adalah sifat keibuan yang kau tunjukkan. Usia bukan penentu seseorang bisa memiliki sifat keibuan atau tidak. Walaupun kita seumuran aku tahu kau benar-benar menganggap aku anakmu, semua itu terasa lebih jelas sekarang ”
Adira hanya bisa diam saja mendengarkan penuturan Aidan.
“ Maaf karena sudah meragukanmu dan terima kasih atas perhatianmu. Nona A untuk pertama kalinya sejak kepergian Mommy, aku merasakan kembali bagaimana kasih sayang seorang ibu dan rasanya dilindungi. Walaupun Nona A merasa tidak pantas tapi sekarang aku bisa mengerti bahwa Nona A akan menjadi ibu sambung yang baik untuk kami ” tukas Aidan lalu menyeka sisa air mata di wajahnya, dia meninggalkan Adira di sana. Setidaknya memberikan waktu untuk Adira bisa berpikir dan menerima perkataannya tadi.
Benar saja Adira yang masih tercengang hanya bisa terdiam. Perkataan Aidan serasa masih tergiang dan terus berputar di kepalanya.
“ Bagaimana bisa anak itu menganggap aku pantas untuk jadi ibunya? ” guman Adira sembari menutupi wajahnya dengan kedua tangannya, dia tidak dapat menahan air matanya. Hingga dia menangis terisak sendiri di sana.
Saat Aidan mengucapkan semua hal itu, Adira merasa bahwa dia memang berguna dan membantu. Keberadaannya yang selama ini dia anggap sebagai kesialan membuat pandangannya sedikit berubah. Adira merasa sangat bersyukur ketika akhirnya ada seseorang yang menyadari perasaan tulusnya selama ini.
Dia tahu orang lain menganggap perhatian Adira kepada anak-anak Zein palsu, tetapi tidak sedikit pun Adira melakukan hal seperti itu. Dia secara tulus memperlakukan dan memberikan kepada mereka.
Berada di posisi Adira harus berperang dengan pola pikir masyarakat yang menganggap ibu tiri itu jahat, apalagi wanita semuda dia pasti disangka hanya menginginkan harta keluarga itu. Bahkan ketika dia nampak dekat dengan Noah atau Aidan orang-orang akan berpikir dia berusaha menggoda anak-anak itu dan melakukan hal yang tidak senon*h.
Karena pandangan orang-orang yang berfokus pada perbedaan usia mereka. Tapi tidak ada yang menganggap bahwa perhatian, kasih sayang yang ditunjukkan Adira tulus karena dia merasa benar-benar menjadi seorang ibu untuk anak-anak itu.
Mendengar perkataan Aidan yang mengakui bahwa dia dapat merasakan kasih sayang Adira sebagai seorang ibu. Seketika perasaan Adira di penuhi perasaan haru yang membuat dia menangis.
“ Terima kasih Aidan setidaknya aku masih punya alasan sampai nanti kesepakatan pernikahan ini berakhir ” guman Adira.
Happy Reading😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 143 Episodes
Comments
fifid dwi ariani
trus berusaha
2023-02-20
1
ᴹᴮ☣️❤cintaRita️.HS .༄༅⃟𝐐
😭😭😭😭❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
2023-01-29
1
Akubolomu
Ikut kebawa alur
2022-10-07
1