Rapat Disiplin

“ Nad...habislah sudah aku pasti akan segera dibunuh oleh Daddy setelah ini ” pasrah Aidan.

“ Apa? ” Nadia semakin tak mengerti.

“ Pihak sekolah memutuskan memanggil Daddy ke sekolah untuk menghadiri rapat disiplin ” jelas Aidan tanpa memandang Nadia.

Nadia berdiri terlonjak kaget mendengar itu.

“ Rapat disiplin?! ” pekiknya tahu bahwa rapat disiplin hanya dilaksanakan untuk mengadili siswa-siswi yang menimbulkan masalah untuk sekolah.

“ Apa yang telah kamu lakukan?! ” tanya Nadia tak kalah panik.

“ Aku dianggap terlibat tawuran antar sekolah, padahal aku sama sekali tidak melakukannya ” Aidan mencoba membela dirinya.

“ Tawuran antar sekolah?! ” Nadia membungkam mulutnya dengan tangan sangking terkejutnya mendengar jawaban Aidan.

“ Apa yang kamu pikirkan sampai bisa terlibat hal seperti itu?! ”

“ Aku tidak terlibat atau bertarung dengan orang-orang itu, mereka yang menyerang basecamp kami. Kami saja tidak melakukan apa pun pada mereka walaupun basecamp kami jadi hancur. Tapi tiba-tiba orang-orang itu melaporkan bahwa kami menyerang mereka ” jelas Aidan.

“ Kalau kalian tidak menyerang mereka lalu bagaimana pihak sekolahmu bisa percaya kalau mereka yang diserang bukan yang menyerang ”

“ Tubuh mereka di penuhi luka saat melapor, tentu saja itu tindakan sabotase semata. Seujung kuku saja kami tidak pernah menyentuh mereka ”

“ Sudahlah aku tidak tahu harus bilang apa lagi, kamu pikirkan saja bagaimana cara agar selamat dari Daddy. Aku tidak mau ikut campur dan terkena masalah juga ” Nadia memutuskan untuk tidak ikut campur masalah itu. Karena tahu kemarahan Daddynya seperti apa. Daddynya bahkan tanpa segan-segan bisa memberikan mereka hukuman yang berat untuk kesalahan mereka. Apalagi jika masalahnya sebesar ini.

“ Jangan seperti ini Nad...please tolong aku sekali ini saja ” Aidan menyilangkan kedua tangannya di dada seakan memohon pada Nadia.

“ Aku juga tidak punya solusi percuma kamu melakukan itu ” teguh Nadia.

“ Coba bantu pikirkan cara apa saja, agar Daddy tidak tahu masalah ini ” ucap Aidan tetap berusaha menyakinkan.

“ Bagaimana bisa tidak tahu kalau Daddy juga harus pergi ke sekolahmu ”

“ Aku benar-benar akan mati, Daddy tidak akan tinggal diam dia pasti akan menghukumku ” membayangkan hukuman yang akan diberikan Daddynya saja sudah membuat Aidan bergidik ngeri.

“ Benar juga Daddy hanya akan tahu kalau dia pergi ke sekolah, tapi kalau Daddy tidak pergi ke sekolah tentunya Daddy tidak akan tahu masalah ini ” tukas Nadia terdengar bersemangat.

“ Kau terpikir satu ide?! ” tanya Aidan antusias.

“ Kita tinggal membuat Daddy tidak pergi ke sekolah, Kamu akan aman karena Daddy tidak tahu ”

“ Iya apa rencananya?! ” Aidan makin tak sabar mendengar Nadia yang terus bicara berputar-putar dan tersenyum licik seperti itu.

“ Suruh Nona A yang menghadiri rapat disiplin itu ” ucap Nadia tersenyum puas dengan idenya.

“ Aku sangat ingin memukul kepalamu sekuat tenaga sekarang ” Aidan merasa kesal mendengar ide Nadia.

“ Hei kenapa bukannya ideku pilihan yang tepat ”

“ Tepat darimananya, menurutmu apa yang akan dipikirkan semua warga sekolah setelah tahu ibu tiriku seusia dengan kita, lalu menurutmu orang-orang tidak akan mengolok-olok aku terus menerus nanti ”

“ Memangnya Nona A akan diminta memperkenalkan diri kepada semua orang di sekolahmu nanti, tidak kan. Nona A hanya akan bertemu guru dan orang tua lain yang ikut rapat itu, pikirkan saja lebih baik kamu biarkan Nona A yang pergi atau menerima hukuman Daddy” Nadia menjelaskan rencananya panjang lebar.

“ Biar pun begitu kau pikir Nona A akan mau, dia pasti akan bertanya dulu pada Daddy apakah dia sudah diizinkan untuk pergi atau tidak. Belum pergi ke sekolah Daddy akan langsung tahu masalah ini ” keluh Aidan.

“ Kamu harus berbohong, bilang saja pada Nona A kalau Daddy yang menyuruh dia untuk pergi ke sekolah. Setelahnya kita tinggal bilang bahwa Nona A tidak usah memberitahu Daddy masalah ini. Kalau semua berjalan lancar masalahmu selesai ” Nadia menyakinkan Aidan tentang rencananya.

Aidan terdiam berpikir sejenak.

“ Kau nyakin rencana ini akan berjalan lancar? ” tanya Aidan memastikan lagi.

“ Tenang saja pasti lancar percaya saja padaku ”

“ Baiklah aku akan lakukan sesuai rencanamu ” ucap Aidan.

Nadia tersenyum puas mendengar hal itu.

“ Bagus lakukan rencana itu, tentu saja Daddy tetap akan tahu masalah ini tapi bukan Aidan yang akan dimarahi. Melainkan Nona A karena dia sudah berani ikut campur urusan sekolah Aidan dan menyembunyikan hal itu dari Daddy juga. Daddy pasti akan memberinya hukuman yang berat. Nona A harus diberikan pelajaran bahwa tak selamanya dia bisa hidup dengan tenang di rumah ini ” , batin Nadia.

“ Katakan hal ini besok pagi pada Nona A, bilang kalau Daddy tidak bisa datang makanya harus dia yang pergi. Tentunya dia tidak akan menolak ” saran Nadia.

Aidan menganggukkan kepala, lalu dengan bersemangat dia kembali ke kamarnya. Dia merasa lega setidaknya masih punya cara untuk menyelesaikan masalahnya.

~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•

“ Nona A ” panggil Aidan begitu dia memasuki kamar Lily.

“ Ada apa? ” sahut Adira yang sedang mengepang rambut Lily. Karena kondisi Lily sudah lebih baik hari ini dia sudah boleh pergi ke sekolah.

“ Ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Ayo kita bicara sebentar di luar ” ajak Aidan.

“ Lily pakai sepatunya, Mama bicara sama Kak Aidan dulu sebentar ya ” ucap Adira lalu mengikuti Aidan.

“ Kau mau bilang apa? ”

“ Daddy bilang Nona A harus menghadiri rapat orang tua ke sekolahku ” ucap Aidan dengan nyakin.

“ Rapat orang tua? Tapi Mas Zein tidak mengatakan apa-apa padaku ”

“ Tadi Daddy sudah berangkat untuk bertemu dengan klien penting perusahaan makanya tidak bisa hadir, tidak mungkin orang tuaku tidak ada di rapat itu. Makanya Daddy menyuruh aku bilang padamu kalau kamu harus pergi ”

“ Baiklah kalau begitu aku akan telpon Mas Zein terlebih dahulu, dia pernah-

“ Kamu mau menganggu pertemuan Daddy dengan klien, klien itu pasti sangat penting sampai Daddy memilih tidak menghadiri rapat orang tua ” Aidan berbohong agar Adira semakin percaya.

“ Ya sudah kapan aku harus pergi? ”

“ Sekarang kita akan berangkat bersama, jadi cepatlah bersiap-siap Nona A ”

“ Tapi bagaimana dengan Lily? ”

“ Lily akan diantar supir, jangan menunda waktu lagi nanti bisa-bisa kita telat ”

“ Iyaa ” jawab Adira pasrah.

“ Oh iya Nona A cukup temui para guru dan orang tua saja nanti, jangan memperkenalkan diri pada siswa atau teman-temanku. Aku tidak mau jadi bahan pembicaraan ” tegas Aidan.

“ Aku tahu ” balas Adira pelan, dia mengerti maksud Aidan dia pasti malu jika teman-temannya tahu bahwa Aidan memiliki ibu tiri yang seusia dengannya.

Setelah Lily di antarkan supir dan segera Adira berangkat bersama Aidan.

“ Kau tidak bisa bersikap biasa saja? ” tanya Adira heran melihat penampilan Aidan, dia memakai masker dan topi lalu berjalan mengendap-endap seolah ingin menyembunyikan identitasnya.

“ Aku tidak ingin orang mengenali aku, karena kalau kita berjalan bersama pasti orang-orang bertanya-tanya ” jawab Aidan.

“ Kau malah lebih mencolok kalau bersikap begitu ” tukas Adira.

Begitu mereka tiba di ruangan rapat itu, Adira duduk di kursi orang tua sesuai arahan staf sekolah dan Aidan di bagian kursi siswa.

“ Baiklah bapak/ibu karena semua orang tua siswa-siswi kami sudah berkumpul, rapat ini akan kita mulai. Tentunya bapak/ibu sudah tahu tujuan rapat disiplin ini untuk menentukan hukuman apa yang harus sekolah berikan kepada siswa-siswi yang terlibat tawuran ini ” kepala sekolah menunjuk ke arah tempat duduk Aidan dan beberapa siswa-siswi lainnya.

“ Tawuran? ” guman Adira terkejut.

Happy Reading😘

Terpopuler

Comments

fifid dwi ariani

fifid dwi ariani

trus sejahtera

2023-02-20

1

Ta..h

Ta..h

iss si nadia ayo adira buktikan taring mu

2023-01-29

1

Mayyuzira

Mayyuzira

semakin menarik ceritanya....

2022-12-08

1

lihat semua
Episodes
1 Ibu Sambung
2 Flashback
3 Untung-Rugi
4 Lily dan Les Berlebihan
5 Batasan
6 Izin?
7 Enam Bulan
8 Menjaga Lily
9 Kejanggalan Sikap Vera
10 Aku Nyonya di Rumah Ini
11 Masalah Aidan
12 Rapat Disiplin
13 Memangnya Dia Sudah Tante-Tante
14 Amarah Zein
15 Kecewa
16 Aku Akan Memecat Kalian Semua
17 Dua Sisi Aidan
18 Sifat Keibuan
19 Menakutkan
20 Noda
21 Cahaya Bulan
22 Piyama Kimono
23 Cara Berterimakasih
24 Pesta Basecamp
25 Takdir Kehidupan Yang Aneh
26 Pertemuan Bisnis
27 Selera Humor Yang Bagus
28 Memeluk Guling
29 Berusahalah Mengingat Kejadian Itu
30 Aku Akan Membunuhnya
31 Waktu Berlalu Dengan Cepat
32 Perlakuan Baik dan Perhatian
33 Terbuat Dari Apa Hatinya
34 Bantuan Noah
35 Mencari Itu Pakai Mata Bukan Pakai Mulut
36 Aroma Tubuh
37 Ciuman
38 Buket Bunga Untuk Nadia
39 Hanya Anak Gadisku
40 Kau Juga Akan Pergi
41 Ceraikan Dia
42 Adira Membunuh Mommy?!
43 Bukti Terakhir
44 Imajinasi Gila
45 Aku Tidak Ingin Dia Mengingat Kejadian Itu
46 Tuduhan Pembunuhan
47 Aku Tidak Melakukan Hal Itu
48 Mencabut Laporan
49 Hentikan Sampai Di Sini
50 Teruslah Hidup
51 Resmi Bercerai
52 Kehidupan Baru
53 Makian
54 Keluarga Ini Memang Tidak Butuh Saling Bicara
55 Perasaan Itu Akan Hilang Seiring Waktu
56 Kamu Sangat Mencintai Suamimu
57 Apa Dia Butuh Alasan Khusus
58 Kerinduan Dan Penyesalan
59 Melanjutkan Hidup
60 Bertemu Diwaktu Yang Sangat Terlambat
61 Dia Itu Mantan Suamiku
62 Anak Itu Tetaplah Darah Dagingku
63 Pergi Dari Sini!
64 Lily Gak Mau Mama Kesakitan
65 Daddy Sudah Mencintai Adira Sejak Lama
66 Ironi
67 Mungkin Bawaan Bayinya
68 Memaafkan Diri Sendiri
69 Mengapa Kalian Tidak Bahagia?
70 Resiko Yang Kalian Pilih Sendiri
71 Apa Mereka Sudah Bisa Diusir?
72 Bukan Tempat Penitipan Anak
73 Sebutan Anak Itu
74 Di sini Sangat Hangat
75 Kakak-kakak Pergi Menemui Mama Adira
76 Gosip
77 Mengapa Dia Mengikuti Aku?
78 Penghuni Baru Mansion Tua
79 Orang Asing Yang Baru Saling Kenal
80 Kelinci Kecil
81 Kita Cari Daddy
82 Apa Karena Lily Tidak Dilahirkan Sama Mama Adira?
83 Mendalami Peran
84 Teror Ancaman
85 Aku Mohon
86 Ada Yang Ingin Membunuh Bayiku
87 Berapa Lama Anda Mengenal Adira?
88 Harus Dirawat Oleh Mantan Suami
89 Tidak Semua Yang Terjadi Mengakibatkan Hal Buruk
90 Bagaimana Lagi Merindukanmu
91 Tidak
92 Cari Bajing*n Itu Sekarang Juga!!
93 Sifat Asli
94 Aku Akan Ikut
95 Pria Itu Memang Harus Mati
96 Momentum
97 Jangan Memaksakan Diri
98 Keluarga Besar
99 Baby Blues
100 Sangat Merindukan
101 Seorang Pria Menangis
102 Apa Mas Merasa Takut Menggendongnya?
103 Ayah Yang Baik
104 Di Jaga Nadia
105 Menikmati Waktu
106 Aku?
107 Nama Yang Sangat Bagus
108 Waktu Berlalu
109 Lamaran
110 Persiapan
111 Pernikahan
112 Bulan Madu
113 Sedikit Sulit
114 S2 Helena Noah
115 S2 Helena Noah
116 S2 Helena Noah
117 S2 Helena Noah
118 S2 Helena Noah
119 S2 Helena Noah
120 S2 Helena Noah
121 S2 Helena Noah
122 S2 Helena Noah
123 S2 Helena Noah
124 S2 Helena Noah
125 S2 Helena Noah
126 S2 Helena Noah
127 S2 Helena Noah
128 S2 Helena Noah
129 S2 HELENA NOAH
130 S2 Helena Noah
131 S2 Helena Noah
132 S2 HELENA NOAH
133 S2 HELENA NOAH
134 S2 Helena Noah
135 S2 Helena Noah
136 S2 Helena Noah
137 S2 Helena Noah
138 S2 Helena Noah
139 HELENA NOAH S2
140 S2 HELENA NOAH
141 S2 HELENA NOAH
142 S2 Helena Noah
143 S2 Helena Noah
Episodes

Updated 143 Episodes

1
Ibu Sambung
2
Flashback
3
Untung-Rugi
4
Lily dan Les Berlebihan
5
Batasan
6
Izin?
7
Enam Bulan
8
Menjaga Lily
9
Kejanggalan Sikap Vera
10
Aku Nyonya di Rumah Ini
11
Masalah Aidan
12
Rapat Disiplin
13
Memangnya Dia Sudah Tante-Tante
14
Amarah Zein
15
Kecewa
16
Aku Akan Memecat Kalian Semua
17
Dua Sisi Aidan
18
Sifat Keibuan
19
Menakutkan
20
Noda
21
Cahaya Bulan
22
Piyama Kimono
23
Cara Berterimakasih
24
Pesta Basecamp
25
Takdir Kehidupan Yang Aneh
26
Pertemuan Bisnis
27
Selera Humor Yang Bagus
28
Memeluk Guling
29
Berusahalah Mengingat Kejadian Itu
30
Aku Akan Membunuhnya
31
Waktu Berlalu Dengan Cepat
32
Perlakuan Baik dan Perhatian
33
Terbuat Dari Apa Hatinya
34
Bantuan Noah
35
Mencari Itu Pakai Mata Bukan Pakai Mulut
36
Aroma Tubuh
37
Ciuman
38
Buket Bunga Untuk Nadia
39
Hanya Anak Gadisku
40
Kau Juga Akan Pergi
41
Ceraikan Dia
42
Adira Membunuh Mommy?!
43
Bukti Terakhir
44
Imajinasi Gila
45
Aku Tidak Ingin Dia Mengingat Kejadian Itu
46
Tuduhan Pembunuhan
47
Aku Tidak Melakukan Hal Itu
48
Mencabut Laporan
49
Hentikan Sampai Di Sini
50
Teruslah Hidup
51
Resmi Bercerai
52
Kehidupan Baru
53
Makian
54
Keluarga Ini Memang Tidak Butuh Saling Bicara
55
Perasaan Itu Akan Hilang Seiring Waktu
56
Kamu Sangat Mencintai Suamimu
57
Apa Dia Butuh Alasan Khusus
58
Kerinduan Dan Penyesalan
59
Melanjutkan Hidup
60
Bertemu Diwaktu Yang Sangat Terlambat
61
Dia Itu Mantan Suamiku
62
Anak Itu Tetaplah Darah Dagingku
63
Pergi Dari Sini!
64
Lily Gak Mau Mama Kesakitan
65
Daddy Sudah Mencintai Adira Sejak Lama
66
Ironi
67
Mungkin Bawaan Bayinya
68
Memaafkan Diri Sendiri
69
Mengapa Kalian Tidak Bahagia?
70
Resiko Yang Kalian Pilih Sendiri
71
Apa Mereka Sudah Bisa Diusir?
72
Bukan Tempat Penitipan Anak
73
Sebutan Anak Itu
74
Di sini Sangat Hangat
75
Kakak-kakak Pergi Menemui Mama Adira
76
Gosip
77
Mengapa Dia Mengikuti Aku?
78
Penghuni Baru Mansion Tua
79
Orang Asing Yang Baru Saling Kenal
80
Kelinci Kecil
81
Kita Cari Daddy
82
Apa Karena Lily Tidak Dilahirkan Sama Mama Adira?
83
Mendalami Peran
84
Teror Ancaman
85
Aku Mohon
86
Ada Yang Ingin Membunuh Bayiku
87
Berapa Lama Anda Mengenal Adira?
88
Harus Dirawat Oleh Mantan Suami
89
Tidak Semua Yang Terjadi Mengakibatkan Hal Buruk
90
Bagaimana Lagi Merindukanmu
91
Tidak
92
Cari Bajing*n Itu Sekarang Juga!!
93
Sifat Asli
94
Aku Akan Ikut
95
Pria Itu Memang Harus Mati
96
Momentum
97
Jangan Memaksakan Diri
98
Keluarga Besar
99
Baby Blues
100
Sangat Merindukan
101
Seorang Pria Menangis
102
Apa Mas Merasa Takut Menggendongnya?
103
Ayah Yang Baik
104
Di Jaga Nadia
105
Menikmati Waktu
106
Aku?
107
Nama Yang Sangat Bagus
108
Waktu Berlalu
109
Lamaran
110
Persiapan
111
Pernikahan
112
Bulan Madu
113
Sedikit Sulit
114
S2 Helena Noah
115
S2 Helena Noah
116
S2 Helena Noah
117
S2 Helena Noah
118
S2 Helena Noah
119
S2 Helena Noah
120
S2 Helena Noah
121
S2 Helena Noah
122
S2 Helena Noah
123
S2 Helena Noah
124
S2 Helena Noah
125
S2 Helena Noah
126
S2 Helena Noah
127
S2 Helena Noah
128
S2 Helena Noah
129
S2 HELENA NOAH
130
S2 Helena Noah
131
S2 Helena Noah
132
S2 HELENA NOAH
133
S2 HELENA NOAH
134
S2 Helena Noah
135
S2 Helena Noah
136
S2 Helena Noah
137
S2 Helena Noah
138
S2 Helena Noah
139
HELENA NOAH S2
140
S2 HELENA NOAH
141
S2 HELENA NOAH
142
S2 Helena Noah
143
S2 Helena Noah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!