Batasan

“ Aku akan bilang pada Mas Zein untuk mengurangi kegiatan les Lily, tidak peduli mau seberapa marahnya dia. Kasihan sekali Lily ” tekad Adira.

Melihat lagi suasana rumah besar ini Adira menyadari bahwa tidak ada kehangatan keluarga, Zein selaku kepala keluarga selalu pergi pagi kembali ke rumah pukul 8 malam, begitu juga dengan Noah yang bekerja di perusahaan Ayahnya. Aidan dan Nadia selalu di sibukkan dengan kegiatan sekolah, begitu juga dengan si kecil Lily.

Keluarga ini hanya berkumpul saat makan malam setelahnya tidak ada interaksi khusus lainnya.

Adira merasa walaupun kehidupan keluarga Brown sangat berkecukupan tapi tidak ada yang berjalan normal di kehidupan sehari-hari mereka.

• • •

Selesai makan malam semua segera kembali ke kamarnya masing-masing, Adira membantu Lily membereskan peralatan makannya sehingga hanya mereka berdua yang masih berada di meja makan itu.

“ Bagaimana kalau kita ke kamar agar Lily cepat istirahat pasti capek sekali kan ” ajak Adira.

Lily mengangguk sambil tersenyum.

“ Ayo sini ” dengan cekatan Adira mengendong Lily mendekap gadis kecil itu dipelukannya sembari berjalan menuju kamar.

“ Mama Lilykan udah besar masa masih di gendong ” protes Lily.

“ Iya Lily udah besar, tapi masih belum lebih besar dari Mama. Jadi gak papa kalau Mama gendong karena untuk Mama Lily masih kecil ”

Adira sebenarnya tidak tega harus membiarkan Lily berjalan sendiri ke kamarnya sementara saat menuju meja makan saja tadi Lily berjalan tertatih-tatih karena pasti kakinya sakit.

“ Hehehehehe ” Lily terkekeh dan mendekap erat leher Adira dengan sangat bahagia.

Setelah membaca beberapa kisah dongeng pada anak itu akhirnya Lily tertidur. Sebelum kembali ke kamarnya Adira memberi kecupan kecil di kening Lily.

Tidak peduli orang lain akan percaya atau tidak tapi Adira tulus memperlakukan Lily seperti anaknya sendiri, gadis kecil itu mampu membangkitkan sisi keibuan Adira yang masih berusia 18 tahun.

“ Selamat malam Mas ” ucap Adira seperti sapaan yang biasanya ketika dia memasuki kamar itu.

Zein tetap fokus pada ponselnya tanpa menjawab Adira.

“ Mas sebaiknya biarkan Lily beristirahat untuk beberapa hari saja ” ungkap Adira mengutarakan niatnya yang telah dipikirkan matang-matang.

“ Apa maksudmu? ” seperti biasa Zein akan membalas dengan pertanyaan yang singkat dan dingin.

“ Lily setiap hari mengikuti les tari karena terlalu banyak latihan aku melihat kakinya bengkak, dia juga nampak kesakitan ”

Zein terlihat menghela napas kasar.

“ Hal seperti itu bisa saja terjadi, guru tarinya tahu lebih baik mengenai kondisi Lily. Mereka tidak melaporkan ada yang salah, itu hanya efek latihan ”

“ Aku tahu hanya saja istirahat beberapa hari bukan hal yang buruk, latihan terlalu berlebihan juga bisa berakibat buruk ”

Zein segera menatap Adira dengan tatapan marah mendengar penuturan gadis itu.

“ Aku lebih tahu mana yang baik untuk anak-anak ku, Lily itu putriku aku tahu lebih baik tentang dia. Jaga batasanmu dan jangan ikut campur ”

Degg!!

Hati Adira terasa sakit saat mendengar kalimat itu, suaminya sendiri mengatakan agar dia tidak ikut campur urusan anak-anaknya. Bukannya setidaknya Adira juga berhak untuk menunjukkan kepeduliannya walaupun dia hanyalah ibu sambung untuk Lily.

“ A-aku tahu aku bukan ibu mereka....aku hanya berpikir setidaknya Mas memperhatikan Lily juga ” ucap Adira meskipun hatinya sakit.

“ Lily sendiri yang meminta agar didaftarkan les tari, kau pikir aku memaksanya untuk mengikuti semua les itu. Sudah aku katakan kau tidak lebih tahu tentang mereka dari pada aku Ayahnya ” tegas Zein.

“ Batasan...sepertinya Mas Zein ingin agar aku tidak ikut campur terlalu dalam urusan mengasuh anak-anak. Aku harus tetap dalam batasanku sebagai ibu sambung ”

Tanpa menjawab Zein lagi Adira segera menuju sofa berbaring dalam diam. Entah mengapa malam itu kesunyian benar-benar serasa menusuk tulangnya. Seberapa keras pun dia ingin berusaha untuk dekat dengan anak-anak suaminya, tentu saja hal itu akan sia-sia jika suaminya sendiri tidak mengharapkan dia turut campur dalam hal itu.

~ ~ ~

“ Nona A dimana Daddy? ” tanya Nadia begitu Adira keluar kamar.

“ Sepertinya sudah berangkat ke kantor sejak subuh ” jawab Adira seadanya.

“ Ahh..terus aku harus bagaimana, surat izinnya harus segera ditandatangani hari ini ” gerutu Nadia, Adira hanya diam tak menanggapi.

Nadia diam sejenak mencoba memikirkan solusi untuk masalahnya.

“ Nona A ” panggil Nadia enggan.

Adira menoleh pelan.

“ Kemarilah tanda tangani surat ini ” Nadia menyodorkan kertas itu pada Adira.

“ Surat apa ini? ” tanya Adira bingung.

“ Ini surat izin untuk mengikuti musikal, kalau tidak di serahkan hari ini aku bisa tidak jadi ikut musikal itu ” jelas Nadia dengan canggung karena sebenarnya dia tidak mau meminta bantuan pada Adira tapi mau bagaimana lagi hanya itu solusi yang dia dapatkan.

* Jaga batasanmu.

Perkataan Zein itu kembali terlintas dalam pikiran Adira ketika melihat Nadia menawarkan dia untuk menandatangani surat itu sebagai orang tua.

“ Se-sebaiknya Daddymu saja yang tanda tangan ” tolak Adira sebenarnya dia takut Nadia malah jadi tambah tidak menyukainya karena ini pertama kalinya gadis itu meminta bantuan pada Adira.

“ Daddy kan sudah di kantor kalau pergi ke kantor bisa-bisa aku terlambat ke sekolah, tanda tangan saja aku sudah minta izin pada Daddy cuma semalam malah lupa minta Daddy tanda tangan ”

“ Bu-bukan begitu aku

“ Bagaimana mengatakan aku takut Mas Zein marah padaku karena sudah ikut campur urusan sekolah Nadia ” , batin Adira.

“ Nona A kamu terlalu lama berpikir aku akan telat nanti, bagaimana pun kamu sudah bisa dianggap orang tua kami. Bukankah kamu sudah menikah dengan Daddy? ” ungkap Nadia dengan bujukan.

“ Baru kali ini gadis ini bicara sesopan ini padaku apalagi sampai mengakui kalau aku sudah menikah dengan Ayahnya ”

“ Cepat tanda tangan ” Nadia meraih tangan Adira dan memberi sebuah pulpen padanya.

Dengan gugup Adira menandatangani surat itu. Setelah selesai Nadia langsung meraih surat itu dengan perasaan lega.

“ Tidak perlu takut begitu aku benar-benar sudah minta izin pada Daddy, dia tidak akan marah karena kamu yang menandatangani surat ini ” ucap Nadia kemudian berlalu meninggalkan Adira.

“ Masalahnya Mas Zein pasti marah besar karena aku ikut campur urusan sekolah kalian, dia sudah bilang agar aku tidak ikut campur. Menandatangani surat izin tanpa bertanya padanya terlebih dahulu habislah riwayatku ” guman Adira pelan meratapi nasibnya.

Adira berjalan pelan menuju kamar Lily dia harus membantu gadis itu menyiapkan keperluannya ke sekolah.

“ Lily ” panggil Adira lembut sembari membuka jendela kamar Lily agar sinar matahari memasuki kamar itu.

“ Lily bangun sayang nanti terlambat ke sekolah ”

Adira menoleh karena masih belum menerima respon dari anak itu.

“ Lily bangun hari inikan kamu harus sekolah ” Adira akhirnya menyentuh lembut pipi gadis itu untuk membangunkannya. Tapi Lily hanya berguman lirih tidak biasanya dia akan segera bangun setelah mendengar Adira memanggilnya.

“ Lily! ” ucap Adira mulai panik sembari menyentuh dahi Lily yang terasa sangat dingin.

“ Lily! Sayang kamu dengar Mamakan ” Adira semakin khawatir karena Lily tidak merespon walaupun badannya sudah diberi guncangan.

“ Lily! ” teriak Adira panik.

Happy reading 😘

Terpopuler

Comments

Nasya Lau

Nasya Lau

ya ampun, Zein, ketemu pagi disaat sarapan dan makan malam, selain itu tidak ada interaksi di rumah itu 😩😩😩

2023-05-10

0

Yanti dian Nurhasyanti

Yanti dian Nurhasyanti

semoga jadi pelajaran buat tian zein klo anak2nya bukan robot tapi mereka juga butuh kehangatan bikan perintah😞😞

2023-03-07

2

fifid dwi ariani

fifid dwi ariani

ttus sukses

2023-02-19

1

lihat semua
Episodes
1 Ibu Sambung
2 Flashback
3 Untung-Rugi
4 Lily dan Les Berlebihan
5 Batasan
6 Izin?
7 Enam Bulan
8 Menjaga Lily
9 Kejanggalan Sikap Vera
10 Aku Nyonya di Rumah Ini
11 Masalah Aidan
12 Rapat Disiplin
13 Memangnya Dia Sudah Tante-Tante
14 Amarah Zein
15 Kecewa
16 Aku Akan Memecat Kalian Semua
17 Dua Sisi Aidan
18 Sifat Keibuan
19 Menakutkan
20 Noda
21 Cahaya Bulan
22 Piyama Kimono
23 Cara Berterimakasih
24 Pesta Basecamp
25 Takdir Kehidupan Yang Aneh
26 Pertemuan Bisnis
27 Selera Humor Yang Bagus
28 Memeluk Guling
29 Berusahalah Mengingat Kejadian Itu
30 Aku Akan Membunuhnya
31 Waktu Berlalu Dengan Cepat
32 Perlakuan Baik dan Perhatian
33 Terbuat Dari Apa Hatinya
34 Bantuan Noah
35 Mencari Itu Pakai Mata Bukan Pakai Mulut
36 Aroma Tubuh
37 Ciuman
38 Buket Bunga Untuk Nadia
39 Hanya Anak Gadisku
40 Kau Juga Akan Pergi
41 Ceraikan Dia
42 Adira Membunuh Mommy?!
43 Bukti Terakhir
44 Imajinasi Gila
45 Aku Tidak Ingin Dia Mengingat Kejadian Itu
46 Tuduhan Pembunuhan
47 Aku Tidak Melakukan Hal Itu
48 Mencabut Laporan
49 Hentikan Sampai Di Sini
50 Teruslah Hidup
51 Resmi Bercerai
52 Kehidupan Baru
53 Makian
54 Keluarga Ini Memang Tidak Butuh Saling Bicara
55 Perasaan Itu Akan Hilang Seiring Waktu
56 Kamu Sangat Mencintai Suamimu
57 Apa Dia Butuh Alasan Khusus
58 Kerinduan Dan Penyesalan
59 Melanjutkan Hidup
60 Bertemu Diwaktu Yang Sangat Terlambat
61 Dia Itu Mantan Suamiku
62 Anak Itu Tetaplah Darah Dagingku
63 Pergi Dari Sini!
64 Lily Gak Mau Mama Kesakitan
65 Daddy Sudah Mencintai Adira Sejak Lama
66 Ironi
67 Mungkin Bawaan Bayinya
68 Memaafkan Diri Sendiri
69 Mengapa Kalian Tidak Bahagia?
70 Resiko Yang Kalian Pilih Sendiri
71 Apa Mereka Sudah Bisa Diusir?
72 Bukan Tempat Penitipan Anak
73 Sebutan Anak Itu
74 Di sini Sangat Hangat
75 Kakak-kakak Pergi Menemui Mama Adira
76 Gosip
77 Mengapa Dia Mengikuti Aku?
78 Penghuni Baru Mansion Tua
79 Orang Asing Yang Baru Saling Kenal
80 Kelinci Kecil
81 Kita Cari Daddy
82 Apa Karena Lily Tidak Dilahirkan Sama Mama Adira?
83 Mendalami Peran
84 Teror Ancaman
85 Aku Mohon
86 Ada Yang Ingin Membunuh Bayiku
87 Berapa Lama Anda Mengenal Adira?
88 Harus Dirawat Oleh Mantan Suami
89 Tidak Semua Yang Terjadi Mengakibatkan Hal Buruk
90 Bagaimana Lagi Merindukanmu
91 Tidak
92 Cari Bajing*n Itu Sekarang Juga!!
93 Sifat Asli
94 Aku Akan Ikut
95 Pria Itu Memang Harus Mati
96 Momentum
97 Jangan Memaksakan Diri
98 Keluarga Besar
99 Baby Blues
100 Sangat Merindukan
101 Seorang Pria Menangis
102 Apa Mas Merasa Takut Menggendongnya?
103 Ayah Yang Baik
104 Di Jaga Nadia
105 Menikmati Waktu
106 Aku?
107 Nama Yang Sangat Bagus
108 Waktu Berlalu
109 Lamaran
110 Persiapan
111 Pernikahan
112 Bulan Madu
113 Sedikit Sulit
114 S2 Helena Noah
115 S2 Helena Noah
116 S2 Helena Noah
117 S2 Helena Noah
118 S2 Helena Noah
119 S2 Helena Noah
120 S2 Helena Noah
121 S2 Helena Noah
122 S2 Helena Noah
123 S2 Helena Noah
124 S2 Helena Noah
125 S2 Helena Noah
126 S2 Helena Noah
127 S2 Helena Noah
128 S2 Helena Noah
129 S2 HELENA NOAH
130 S2 Helena Noah
131 S2 Helena Noah
132 S2 HELENA NOAH
133 S2 HELENA NOAH
134 S2 Helena Noah
135 S2 Helena Noah
136 S2 Helena Noah
137 S2 Helena Noah
138 S2 Helena Noah
139 HELENA NOAH S2
140 S2 HELENA NOAH
141 S2 HELENA NOAH
142 S2 Helena Noah
143 S2 Helena Noah
Episodes

Updated 143 Episodes

1
Ibu Sambung
2
Flashback
3
Untung-Rugi
4
Lily dan Les Berlebihan
5
Batasan
6
Izin?
7
Enam Bulan
8
Menjaga Lily
9
Kejanggalan Sikap Vera
10
Aku Nyonya di Rumah Ini
11
Masalah Aidan
12
Rapat Disiplin
13
Memangnya Dia Sudah Tante-Tante
14
Amarah Zein
15
Kecewa
16
Aku Akan Memecat Kalian Semua
17
Dua Sisi Aidan
18
Sifat Keibuan
19
Menakutkan
20
Noda
21
Cahaya Bulan
22
Piyama Kimono
23
Cara Berterimakasih
24
Pesta Basecamp
25
Takdir Kehidupan Yang Aneh
26
Pertemuan Bisnis
27
Selera Humor Yang Bagus
28
Memeluk Guling
29
Berusahalah Mengingat Kejadian Itu
30
Aku Akan Membunuhnya
31
Waktu Berlalu Dengan Cepat
32
Perlakuan Baik dan Perhatian
33
Terbuat Dari Apa Hatinya
34
Bantuan Noah
35
Mencari Itu Pakai Mata Bukan Pakai Mulut
36
Aroma Tubuh
37
Ciuman
38
Buket Bunga Untuk Nadia
39
Hanya Anak Gadisku
40
Kau Juga Akan Pergi
41
Ceraikan Dia
42
Adira Membunuh Mommy?!
43
Bukti Terakhir
44
Imajinasi Gila
45
Aku Tidak Ingin Dia Mengingat Kejadian Itu
46
Tuduhan Pembunuhan
47
Aku Tidak Melakukan Hal Itu
48
Mencabut Laporan
49
Hentikan Sampai Di Sini
50
Teruslah Hidup
51
Resmi Bercerai
52
Kehidupan Baru
53
Makian
54
Keluarga Ini Memang Tidak Butuh Saling Bicara
55
Perasaan Itu Akan Hilang Seiring Waktu
56
Kamu Sangat Mencintai Suamimu
57
Apa Dia Butuh Alasan Khusus
58
Kerinduan Dan Penyesalan
59
Melanjutkan Hidup
60
Bertemu Diwaktu Yang Sangat Terlambat
61
Dia Itu Mantan Suamiku
62
Anak Itu Tetaplah Darah Dagingku
63
Pergi Dari Sini!
64
Lily Gak Mau Mama Kesakitan
65
Daddy Sudah Mencintai Adira Sejak Lama
66
Ironi
67
Mungkin Bawaan Bayinya
68
Memaafkan Diri Sendiri
69
Mengapa Kalian Tidak Bahagia?
70
Resiko Yang Kalian Pilih Sendiri
71
Apa Mereka Sudah Bisa Diusir?
72
Bukan Tempat Penitipan Anak
73
Sebutan Anak Itu
74
Di sini Sangat Hangat
75
Kakak-kakak Pergi Menemui Mama Adira
76
Gosip
77
Mengapa Dia Mengikuti Aku?
78
Penghuni Baru Mansion Tua
79
Orang Asing Yang Baru Saling Kenal
80
Kelinci Kecil
81
Kita Cari Daddy
82
Apa Karena Lily Tidak Dilahirkan Sama Mama Adira?
83
Mendalami Peran
84
Teror Ancaman
85
Aku Mohon
86
Ada Yang Ingin Membunuh Bayiku
87
Berapa Lama Anda Mengenal Adira?
88
Harus Dirawat Oleh Mantan Suami
89
Tidak Semua Yang Terjadi Mengakibatkan Hal Buruk
90
Bagaimana Lagi Merindukanmu
91
Tidak
92
Cari Bajing*n Itu Sekarang Juga!!
93
Sifat Asli
94
Aku Akan Ikut
95
Pria Itu Memang Harus Mati
96
Momentum
97
Jangan Memaksakan Diri
98
Keluarga Besar
99
Baby Blues
100
Sangat Merindukan
101
Seorang Pria Menangis
102
Apa Mas Merasa Takut Menggendongnya?
103
Ayah Yang Baik
104
Di Jaga Nadia
105
Menikmati Waktu
106
Aku?
107
Nama Yang Sangat Bagus
108
Waktu Berlalu
109
Lamaran
110
Persiapan
111
Pernikahan
112
Bulan Madu
113
Sedikit Sulit
114
S2 Helena Noah
115
S2 Helena Noah
116
S2 Helena Noah
117
S2 Helena Noah
118
S2 Helena Noah
119
S2 Helena Noah
120
S2 Helena Noah
121
S2 Helena Noah
122
S2 Helena Noah
123
S2 Helena Noah
124
S2 Helena Noah
125
S2 Helena Noah
126
S2 Helena Noah
127
S2 Helena Noah
128
S2 Helena Noah
129
S2 HELENA NOAH
130
S2 Helena Noah
131
S2 Helena Noah
132
S2 HELENA NOAH
133
S2 HELENA NOAH
134
S2 Helena Noah
135
S2 Helena Noah
136
S2 Helena Noah
137
S2 Helena Noah
138
S2 Helena Noah
139
HELENA NOAH S2
140
S2 HELENA NOAH
141
S2 HELENA NOAH
142
S2 Helena Noah
143
S2 Helena Noah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!