Cari sang Istri

Bab 18

Tok! Tok! Tok!

Ketukan itu kembali terdengar. Kinasih beranjak dari duduknya dengan perasaan was-was l, dia menghampiri pintu.

"Keken?" tanya Kinasih cukup terkejut.

Ada apa Keken malam-malam ke kamar Kinasih? Raut mukanya tidak menunjukkan ketidaksukaan, pun tidak menunjukkan keramahan.

Tanpa menjawab sapaan Kinasih, Keken langsung saja masuk ke dalam. Dia kemudian duduk di tepi ranjang.

Melihat ke sekitar seakan baru memasuki kamar tersebut. Padahal dia hampir tiap hari berada di Wastu Hestama.

"Kamu tidak membawa banyak barang?" tanya Keken tiba-tiba.

Kinasih menggeleng dan dia juga hanya terdiam bingung melakukan percakapan apa.

"Aku harap kamu kerasan di sini." Keken mengatakan sambil tak lepas pandangan melihat ke sekitar. Entah apa yang dicarinya, kemudian berdiri kembali untuk meninggalkan kamar itu.

"Selamat istirahat," ucap Keken saat sudah sampai pintu.

"Terima kasih," sahut Kinasih, diiringi senyum manisnya.

**#

Keesokan harinya waktu menunjukkan pukul delapan pagi. Mami Desi yang sedang berada di kamar Estu, memberikan sarapan dan bersiap untuk berangkat menemui Dokter yang sudah dihubunginya semalam.

"Ayo! Kamu pakai ini," ucap Kanjeng Mami pada Estu yang baru selesai mandi.

"Kita mau ke mana Bu?" tanya Estu.

"Loh kok, ibu manggilnya? Kayak aneh gitu jadinya," ucap Kanjeng Mami tidak senang dipanggil oleh anak bungsunya seperti orang asing.

"Maksud saya, em ...." Ucapan itu terhenti, dia juga bingung mau memanggil apa kepada wanita yang sudah cukup berumur tersebut.

"Semua orang memanggil Mami, kamu tidak mendengar Bagas memanggilku apa?" ucap Mami Desi bernada tidak suka.

"I-Iya mami," ucap Estu sambil sedikit tergagap, sambil meraih kaos putih yang disediakan oleh Maminya, beserta celana hitam.

"Jangan terlalu lama. Mami tunggu di depan." Bu Desi berkata sambil berjalan meninggalkan kamar Estu.

Maksud Mami Desi di depan adalah di ruang tamu atau pun di halaman. Karena Mami Desu suka sekali memeriksa hasil pekerjaan para pelayannya. Jika ada sedikit saja kekurangan, maka Mami Desi akan segera memanggil pelayan yang bertugas saat itu untuk segera diperbaiki.

Mami Desi termasuk wanita yang perfeksionis, sedikit saja kesalahan di rumah tersebut maka bisa membuatnya stres. Bahkan marah-marah.

Contohnya untuk vas bunga yang posisinya miring sedikit, bakal diceramahi habis-habisan pelayan tersebut. Karena menurut Mami Desi, tata letak ruangan itu ada maknanya tersendiri.

Jika keadaan peralatan rumah sampai tidak peraturan tempatnya, itu mencerminkan penghuni rumah yang juga tidak memiliki prinsip, itu menurut pemikiran Mami Desi.

"Kamu sudah siap? Yuk! Tapi sebentar, Mami ambil tas dulu," ucap Mami Desi yang sedang menyemprot tanaman bonsai yang ada di pojok ruangan.

Selagi Mami Desi menuju kamarnya untuk mengambil tas, Estu melihat ke sekitar. Dia mencari Kinasih.

"Ke mana dia?" gumam Estu, sambil matanya tak berhenti beredar menyisir ruangan yang terjangkau oleh penglihatannya.

Kini Estu berjalan menuju dapur, hanya ada tiga pelayan di sana sedang merapikan sisa sarapan dan beberapa lagi yang sedang membuat makanan.

Estu yang sudah lama tidak tinggal di rumah itu dan amnesia pula, dia tidak bisa mengecek seluruh ruangan. Tidak hafal seluk beluk tiap sudut rumah, takutnya tersesat karena rumah itu sangat besar.

Estu tetap berjalan menyusuri sisi-sisi tembok. Namun, tidak lepas dari area ruangan depan. Karena jika Estu terlalu ke belakang rumah, takutnya dia sulit mencari pintu untuk ke depan dan nanti Mami Desi akan mencarinya.

"Sungguh rumah ini besar sekali, bahkan pilar-pilarnya seperti istana begitu kokoh dan tinggi," gumam Estu, Sambil melihat tiang yang menjulang tinggi hingga sampai ke langit-langit lantai tiga.

Setiap lantai di rumah tersebut bentuknya bukan rumah tingkat yang dari lantai satu ke lantai dua ada atap, tetapi sengaja dibentuk lingkaran agar dari lantai satu sampai lantai tiga terlihat setiap ruangannya.

Jadi ada sekitar enam pilar yang menjulang dari lantai satu hingga ke langit-langit lantai tiga.

"Estu! Estu!" teriak Mami Desi yang sudah siap hendak berangkat.

Estu setengah berlari menuju Maminya.

"Kamu dari mana aja? Jangan jauh dari jangkauan Mami. Mami masih trauma kalau kamu hilang lagi," omel Mami Desi.

"Maaf, M-mami. A-aku cari ...." ucapan Estu terhenti, dia takut Maminya tidak suka jika nama Kinasih disebut.

Walau Estu saat kemarin baru sampai langsung kambuh sakit kepalanya, tapi dia sadar dapat mendengar dengan jelas bahwa Mami Desi bernada ketus saat berbicara dengan Kinasih. Estu juga peka akan ketidaksukaan Maminya kepada Kinasih.

"Ngapain kamu cari wanita itu? Palingan lagi tidur jam segini. Dia kan di kampungnya tidak pernah merasakan kasur empuk seperti itu. Saking nyamannya sampai bangun kesiangan."

"Apa benar?" tanya Estu lirih, tidak percaya. Padahal Kinasih saat di kampung, bangun selalu paling awal.

"Kalau sudah bangun harusnya dia ada di sekitar sini, melakukan tugasnya," ucap Mami Desi.

Estu melihat sekitar, jangan-jangan Kinasih ada di belakang atau sedang di tempat lain di lantai dua atau di lantai tiga.

Estu tetap bimbang ingin bertemu dulu dengan Kinasih sebelum dia pergi ke dokter, bila perlu ditemani oleh Kinasih.

"Ayo! Keburu siang," ucap Mami Desi meraih tangan Estu.

Namun Estu melepaskan ajakan tangan Maminya dan hendak berbalik mencari Kinasih.

"Estu!" teriak Mami Desi, dia tidak suka anaknya membangkang.

Bersambung...

 

 

 

 

Episodes
1 Orang Asing Pembawa Keberuntungan
2 Adu Ngambek
3 Meski Takut Jadian
4 Halal
5 Malam Pertama Sederhana
6 Pencarian Datang
7 Ingatan Hestama.
8 Jujur
9 Ternyata Datang Juga
10 Hari Penentuan
11 Serah Tugas Toko
12 Siap Ke Jakarta
13 Hadiah Besar
14 Wastu Hestama
15 Tak Dianggap
16 Aku Siapa?
17 Terombang-ambing
18 Cari sang Istri
19 Menghapal Wastu Hestama
20 Papi Hestama
21 Mohon Memaklumi
22 Papi Mertua Ternyata
23 Bab 22 Sekolah TK
24 Lupa Rumah Sendiri
25 Belum Jelas Nasib
26 Mempertahankan Posisi
27 Pesaing Berat
28 Amnesia vs Bolot
29 Masih drama
30 Dikerjai Suami
31 Tidak Memiliki Peran
32 Masih Takut Kanjeng Mami
33 Terbongkar Rahasia Sendiri
34 Cemburu Kakak Sendiri
35 Sudah Tahu Tentang Menantu
36 Mulai Diakui
37 Ternyata Kemala
38 Teman Menyebalkan
39 Kinasih atau Keken
40 Pemanasan Sejoli
41 Kanjeng Mami Berulah Lagi.
42 Jangan Kira Matre
43 Menantu Siapa?
44 Kinasih Makin Penasaran.
45 Salah Pengertian
46 Malam Bercocok Tanam
47 Jodoh Salah Alamat
48 Seseorang Tak Disangka
49 Istri Jadi Kaka Ipar
50 Hubungan Silang
51 Lika Liku Asmara
52 Perintah Membingungkan
53 Senjata Makan Tuan
54 Salah Paham yang Rumit
55 Wejangan Jennie
56 Masih Tentang Noda
57 Semakin Ada Jarak
58 Taktik Menukar Kostum
59 Kanjeng Papi Bisa Marah
60 Pertunangan Salah Pasangan
61 Kak Ipar Tak Habis Akal
62 Saling Jaga Gengsi
63 Lumayan Bersuara Sedikit.
64 Hari Yang Panik
Episodes

Updated 64 Episodes

1
Orang Asing Pembawa Keberuntungan
2
Adu Ngambek
3
Meski Takut Jadian
4
Halal
5
Malam Pertama Sederhana
6
Pencarian Datang
7
Ingatan Hestama.
8
Jujur
9
Ternyata Datang Juga
10
Hari Penentuan
11
Serah Tugas Toko
12
Siap Ke Jakarta
13
Hadiah Besar
14
Wastu Hestama
15
Tak Dianggap
16
Aku Siapa?
17
Terombang-ambing
18
Cari sang Istri
19
Menghapal Wastu Hestama
20
Papi Hestama
21
Mohon Memaklumi
22
Papi Mertua Ternyata
23
Bab 22 Sekolah TK
24
Lupa Rumah Sendiri
25
Belum Jelas Nasib
26
Mempertahankan Posisi
27
Pesaing Berat
28
Amnesia vs Bolot
29
Masih drama
30
Dikerjai Suami
31
Tidak Memiliki Peran
32
Masih Takut Kanjeng Mami
33
Terbongkar Rahasia Sendiri
34
Cemburu Kakak Sendiri
35
Sudah Tahu Tentang Menantu
36
Mulai Diakui
37
Ternyata Kemala
38
Teman Menyebalkan
39
Kinasih atau Keken
40
Pemanasan Sejoli
41
Kanjeng Mami Berulah Lagi.
42
Jangan Kira Matre
43
Menantu Siapa?
44
Kinasih Makin Penasaran.
45
Salah Pengertian
46
Malam Bercocok Tanam
47
Jodoh Salah Alamat
48
Seseorang Tak Disangka
49
Istri Jadi Kaka Ipar
50
Hubungan Silang
51
Lika Liku Asmara
52
Perintah Membingungkan
53
Senjata Makan Tuan
54
Salah Paham yang Rumit
55
Wejangan Jennie
56
Masih Tentang Noda
57
Semakin Ada Jarak
58
Taktik Menukar Kostum
59
Kanjeng Papi Bisa Marah
60
Pertunangan Salah Pasangan
61
Kak Ipar Tak Habis Akal
62
Saling Jaga Gengsi
63
Lumayan Bersuara Sedikit.
64
Hari Yang Panik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!