Aku Siapa?

"Estu Mami! Dia berguling-guling di kasur aku bingung harus bagaimana," ucap Keken dengan Panik.

Mami Desi segera berlari menuju kamar Estu, begitupun Bagas menyusul. Mami Desi bertemu pelayan saat menuju kamar putra bungsunya. Dia meminta untuk membawakan minuman hangat ke kamarnya. Minuman hangat yang diminta Mami Desi, pelayan itu sudah tahu tanpa harus disebutkan dengan rinci.

Karena kelihatannya situasinya sedang darurat, berarti yang diminta majikannya adalah minuman tradisional dari rempah-rempah yang menjadi kebiasaan keluarga tersebut untuk membantu relaksasi yang bisa menenangkan tubuh.

Mami Desi sudah sampai kamar, dia melihat Estu sedang terkulai lemas, matanya masih memejam sangat kencang, dia tak sanggup lagi untuk banyak bergerak makanya itu hanya bisa tidur terlentang dengan terus meringis karena menahan sakit

Sekujur tubuh Estu sudah berkeringat wajahnya memerah.

"Nak! Ada apa ini? Kenapa?" Mami Desi jadi semakin panik. "Bagas panggil dokter ke sini," lanjutnya.

Bagas menuruti apa kata Maminya, saat pelayan masuk membawakan minuman Bagas jadi ingat sesuatu.

"Mbak lihat Kinasih?"

"Kinasih?" sahut pelayan itu balik bertanya.

"Iya. Wanita yang tadi baru datang bareng kami."

"Oh. Iya, ada dia di dapur."

"Panggil ke Mari!"

Pelayan itu mengangguk langsung bergegas menuju dapur kembali.

Usaha Mami Desi untuk menenangkan Estu kurang berhasil. Kemudian mencoba membuat Estu tertidur dengan posisi yang nyaman, diusapnya kening, leher, yang sudah banjir keringat. Sesekali diberinya minuman hangat yang baru saja dibuatkan. Namun, Estu seakan menolak.

Karena bibirnya tidak bereaksi untuk menerima apa yang diberikan Mami Desi ke mulutnya.

Saat Mami Desi masih kepanikan begitupun Keken yang menemani di samping Estu, tapi sepertinya tidak membuahkan hasil, terlihat Kinasih masuk.

Dengan panik, Kinasih langsung mendekati Estu, karena melihat suaminya seperti yang kejang.

Kinasih tidak bisa menahan dirinya saat melihat suaminya seperti itu, mungkin dalam situasi lain dia akan sungkan masuk ke setiap ruangan rumah besar itu, karena sadar diri dia bukan siapa-siapa.

Namun, saat melihat Estu, Kinasih tidak dapat berpikir untuk menunggu perintah sang pemilik rumah.

"Ngapain kamu ke sini?" Mami Desi dengan nada tidak suka menghalangi Kinasih mendekati putranya.

"Saya mau membantu Mas, e...," ucapan Kinasih terpotong. Dia memegang dadanya hampir keceplosan.

"Aku yang manggil, Mu," ucap Bagas singkat.

Dengan lirikan tidak suka, Mami Desi berdiri. Dia membiarkan Kinasih membantu putranya yang masih mengerang kesakitan.

Kinasih menyentuh tangan Estu dan itu disaksikan oleh semua orang termasuk Keken sang calon istri. Namun dia juga tidak bisa apa-apa, meskipun dalam pikirannya terlintas anggapan buruk pada Kinasih, sungguh tidak sopan kepada lelaki yang sebentar lagi akan jadi milik orang lain, Kinasih berbuat terlalu lancang.

Kinasih memijit telapak tangan Estu secara perlahan kemudian sampai ke nadinya di pijit-pijit pelan, karena tangan itu begitu tegang.

Setelah itu diusap keningnya perlahan, sedikit ditekan, di beberapa bagian rambutnya Kinasih mencoba *******-*****, tentunya dengan aturan.

Saat Kinasih akan memijat bagian tengkuknya, dia lupa akan sesuatu lalu berlari keluar kamar.

"Kenapa bisa seperti itu?" Mami Desi bergumam, saat melihat keadaan Estu membaik setelah ditangani Kinasih.

"Mungkin itu kebiasaan saat di sana, Mih," sahut Keken.

"Sungguh tidak dapat dipercaya, hanya seperti itu saja, Estu jadi tenang. jangan-jangan Gadis itu dukun lagi, " ucap Mami Desi dengan lirikan mata yang tidak bersahabat.

Saat kemudian Kinasih datang membawa tas pakaiannya, diambilnya sebuah benda dari kantong kecil tas tersebut. Seperti botol kayu putih di dalamnya cairan. Namun entah apa itu yang dilihat Mami Desi.

Padahal botol itu berisi racikan dari bahan-bahan yang Kinasih ambil dari hutan. Sejenis kayu putih kalau menurut zaman sekarang, terasa segar, hangat meskipun aromanya tidak begitu harum. Namun khasiatnya cukup untuk menenangkan otot-otot yang tegang.

"Mas sudah baikan sekarang?" tanya Kinasih sangat lembut berbicara di samping telinga Maruta.

Maruta hanya mengangguk, nafasnya sudah mulai teratur meskipun matanya masih memejam.

"Mas...?" lirih Mami Desi saat mendengar Kinasih seakan begitu nyaman memanggil putranya dengan sapaan Mas.

Begitu pun juga dengan Keken, seakrab itu mereka. Namun, sebagai wanita yang berpendidikan, memiliki pandangan yang terbuka, Keken cukup dewasa dalam menyikapi sesuatu. Dia tidak mudah terbawa perasaan. Hanya pikirannya saja yang merasa heran dengan sapaan Kinasih pada Estu, terdengar kedekatan yang berbeda.

Kinasih kemudian mengambil minuman yang sudah dibuat oleh pelayan tadi, lalu diminumkan ke pada Estu satu sendok demi satu sendok.

"Sini, biar aku aja," ucap Mami Desi merebut minuman dari Kinasih.

Mami Desi tidak suka melihat Kinasih berlama-lama di dekat putranya. Saat ini pun Mami Desi sudah merasa Kinasih akan mendapatkan posisi penting dalam kehidupan putranya, apalagi kalau diberi kesempatan terus-menerus untuk melayani putranya.

Mami Desi tidak suka jika ada anggota baru dari kalangan yang tidak sederajat dengan dirinya.

Kemudian dokter yang tadi dipanggil oleh Bagas sudah datang, dia kini memeriksa Estu yang sudah tenang dan sudah bisa masuk minuman yang diberikan oleh Maminya

"Kamu ngapain Masih Di Sini? Kembali ke tempatmu!" ucap Mami Desi, sinis.

Kinasih kembali ke dapur dengan membawa tasnya lagi, dia masih bingung. Sebenarnya dia harus ditempatkan di mana? Bahkan untuk tidur di mana, Kinasih belum tahun. Padahal ini sudah larut malam.

"Jangan lupa tinggalkan jejak ya, kalau mau crazy up." ucap otor, berharap suporter dari readers. Hehe ....

Bersambung....

Terpopuler

Comments

$uRa

$uRa

semalam saja kin...besuk pagi pulang saja ke desa
.jual roti lagi...

2023-06-28

0

lihat semua
Episodes
1 Orang Asing Pembawa Keberuntungan
2 Adu Ngambek
3 Meski Takut Jadian
4 Halal
5 Malam Pertama Sederhana
6 Pencarian Datang
7 Ingatan Hestama.
8 Jujur
9 Ternyata Datang Juga
10 Hari Penentuan
11 Serah Tugas Toko
12 Siap Ke Jakarta
13 Hadiah Besar
14 Wastu Hestama
15 Tak Dianggap
16 Aku Siapa?
17 Terombang-ambing
18 Cari sang Istri
19 Menghapal Wastu Hestama
20 Papi Hestama
21 Mohon Memaklumi
22 Papi Mertua Ternyata
23 Bab 22 Sekolah TK
24 Lupa Rumah Sendiri
25 Belum Jelas Nasib
26 Mempertahankan Posisi
27 Pesaing Berat
28 Amnesia vs Bolot
29 Masih drama
30 Dikerjai Suami
31 Tidak Memiliki Peran
32 Masih Takut Kanjeng Mami
33 Terbongkar Rahasia Sendiri
34 Cemburu Kakak Sendiri
35 Sudah Tahu Tentang Menantu
36 Mulai Diakui
37 Ternyata Kemala
38 Teman Menyebalkan
39 Kinasih atau Keken
40 Pemanasan Sejoli
41 Kanjeng Mami Berulah Lagi.
42 Jangan Kira Matre
43 Menantu Siapa?
44 Kinasih Makin Penasaran.
45 Salah Pengertian
46 Malam Bercocok Tanam
47 Jodoh Salah Alamat
48 Seseorang Tak Disangka
49 Istri Jadi Kaka Ipar
50 Hubungan Silang
51 Lika Liku Asmara
52 Perintah Membingungkan
53 Senjata Makan Tuan
54 Salah Paham yang Rumit
55 Wejangan Jennie
56 Masih Tentang Noda
57 Semakin Ada Jarak
58 Taktik Menukar Kostum
59 Kanjeng Papi Bisa Marah
60 Pertunangan Salah Pasangan
61 Kak Ipar Tak Habis Akal
62 Saling Jaga Gengsi
63 Lumayan Bersuara Sedikit.
64 Hari Yang Panik
Episodes

Updated 64 Episodes

1
Orang Asing Pembawa Keberuntungan
2
Adu Ngambek
3
Meski Takut Jadian
4
Halal
5
Malam Pertama Sederhana
6
Pencarian Datang
7
Ingatan Hestama.
8
Jujur
9
Ternyata Datang Juga
10
Hari Penentuan
11
Serah Tugas Toko
12
Siap Ke Jakarta
13
Hadiah Besar
14
Wastu Hestama
15
Tak Dianggap
16
Aku Siapa?
17
Terombang-ambing
18
Cari sang Istri
19
Menghapal Wastu Hestama
20
Papi Hestama
21
Mohon Memaklumi
22
Papi Mertua Ternyata
23
Bab 22 Sekolah TK
24
Lupa Rumah Sendiri
25
Belum Jelas Nasib
26
Mempertahankan Posisi
27
Pesaing Berat
28
Amnesia vs Bolot
29
Masih drama
30
Dikerjai Suami
31
Tidak Memiliki Peran
32
Masih Takut Kanjeng Mami
33
Terbongkar Rahasia Sendiri
34
Cemburu Kakak Sendiri
35
Sudah Tahu Tentang Menantu
36
Mulai Diakui
37
Ternyata Kemala
38
Teman Menyebalkan
39
Kinasih atau Keken
40
Pemanasan Sejoli
41
Kanjeng Mami Berulah Lagi.
42
Jangan Kira Matre
43
Menantu Siapa?
44
Kinasih Makin Penasaran.
45
Salah Pengertian
46
Malam Bercocok Tanam
47
Jodoh Salah Alamat
48
Seseorang Tak Disangka
49
Istri Jadi Kaka Ipar
50
Hubungan Silang
51
Lika Liku Asmara
52
Perintah Membingungkan
53
Senjata Makan Tuan
54
Salah Paham yang Rumit
55
Wejangan Jennie
56
Masih Tentang Noda
57
Semakin Ada Jarak
58
Taktik Menukar Kostum
59
Kanjeng Papi Bisa Marah
60
Pertunangan Salah Pasangan
61
Kak Ipar Tak Habis Akal
62
Saling Jaga Gengsi
63
Lumayan Bersuara Sedikit.
64
Hari Yang Panik

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!