Bab 9
Bukan tidak ada warga yang iri kepada Kinasih atas hubungannya dengan Maruta. Sudah tampan, pandai berdagang pula. Namun, warga tidak menunjukkan seperti halnya orang kota kebanyakan yang cenderung arogan.
Warga kampung pelosok seperti itu masih menjunjung tinggi saling menghormati, meskipun di belakang tetap membenci. Setidaknya di depan orangnya mereka tetap bisa menjaga untuk ramah.
Salah satunya Novi dan Nurma, ibunya. Dia dari dulu ingin sekali untuk menjadikan Maruta menantu. Namun, sayangnya Novi gagal mendekati Maruta. Bahkan saat dia dengan Kinasih beserta Deswita pergi ke hutan saat jalan-jalan itu, bersama Marita, adalah salah satu cara untuk dekat dengan pria itu.
Makanya sekarang Novi cukup lega, Maruta pasti akan menelantarkan Kinasih karena sebentar lagi keluarga Maruta akan menjemputnya.
**#
Siang hari Kinasih dan Maruta baru pulang ke rumah dan di sana sudah ada pamannya Deswita sedang berbincang dengan Pak Karso.
Kinasih dan Maruta menyambut pamannya Deswita, mereka bersalaman langsung duduk bergabung karena memang kedatangan paman Deswita ada perlu dengan Kinasih dan Maruta.
"Langsung saja ya, Pak, Kinasih dan Maruta. Paman ke sini akan menyampaikan sesuatu perihal Maruta."
Langsung seketika dada Kinasih terasa dihantam palu gada, langsung sesak dan merinding karena ketakutan yang hebat. Pemikirannya jauh melambung entah ke mana, takut dirinya jadi janda, takut ditelantarkan dan ketakutan lain yang menghantui dirinya.
"Mungkin Deswita sudah kemari menceritakannya? Paman tahu saat Paman bicara padanya, dia buru-buru langsung ingin mengatakannya padamu. Padahal paman memintanya untuk tugu sebentar, karena masih pagi."
"Iya paman, tadi pagi Deswita kemari," ucap Kinasih.
"Lalu bagaimana? Tidak perlu diceritakan lagi bukan?"
Kinasih mengangguk dia diam sesaat.
"Kalau kamu sendiri Maruta? Bagaimana jika memang keluargamu ingin menjemput?"
Maruta mengatakan dengan tenang, karena yang utama adalah keluarganya, bagaimanapun dia menjadi suami Kinasih, tetapi keluarga adalah penting. Namun, begitu Kinasih tetap menjadi pertimbangan utama untuk kembali kepada keluarganya.
"Jadi saya kembalikan terlebih dahulu kepada Kinasih," jawab Maruta.
Pak Karso mendesak Kinasih agar mengambil keputusan yang bijak serta dewasa. Pengorbanan pasti ada dalam sebuah hubungan. Jangan egois, sebab jika Kinasih tetap mempertahankan keegoisannya dia sendiri akan sakit, di masa depan belum tentu Maruta selalu baik-baik saja jika jauh dari keluarganya.
Maruta di sini ataupun di kota lambat laun pikirannya pasti akan kembali, saat ingatannya pulih dia juga pasti berpikir ingin kembali berkumpul dengan keluarga yang sudah diingatnya
Kinasih lagi-lagi tercerahkan atas nasehat ayahnya yang begitu mengena di hati. Kemudian dia mengangguk perlahan.
"Saya ikut saja gimana alurnya, Paman. Silakan saja kalau keluarga Mas Maruta datang kemari," ucap Kinasih, suaranya sedikit bergetar.
Keluarga Kinasih dengan keluarga Deswita memang sudah dekat maka dari itu Kinasih juga memanggil paman pada pamannya Deswita.
"Jika begitu adanya, maka hari ini juga aku akan menghubungi keluarga Maruta Bagaimana?" pamannya Deswita meminta persetujuan.
Hanya bisa mengangguk, Maruta tidak bisa bereaksi apapun, jika terlalu antusias takut melukai hati Kinasih. Maka dia diam saja meskipun dalam hatinya penasaran. Apakah saat keluarganya datang dia akan mengingat mereka?
***
Paman Deswita berpamitan, dia akan menghubungi keluarga Maruta nanti saat di rumah. Karena setelah dipertimbangkan jika menelepon keluarga Maruta saat itu juga, tidak terbayang Kinasih mendengar perkataan merek. Entah, mungkin akan tidak siap didengarkan olehnya.
**#
Hari-hari Kinasih dan maruta dilalui seperti biasa, masih berjualan dengan pesanan-pesanan yang semakin meningkat. Meskipun beberapa hari tersebut Kinasih kurang bergairah. Namun, Naruto maklum hal itu.
Sebenarnya keluarga Maruta telah dihubungi. Namun, karena sedang ada acara besar di keluarganya, mereka menitipkan kepada Paman Deswita Untuk tetap menjaga Maruta beberapa hari, karena benar-benar acaranya tidak dapat ditinggal.
Keluarga ningrat yang memiliki silsilah keturunan yang harus dijaga, maka setahun sekali harus ada pertemuan seluruh keturunan Hestama.
Maka jika ada salah satu anggota keluarga saja yang tidak hadir, itu sangat disayangkan. Karena mereka harus mengenal satu sama lain, itulah sebabnya mengapa acara keluarga lebih penting daripada pergi ke kampung menemui Maruta.
Karena menurut keyakinan keluarga, jika memang Maruta sudah ditemukan dia yakin akan baik-baik saja, karena sudah dititipkan kepada aparat desa.
**#
Dua minggu berlalu dari semenjak pamannya Deswita datang ke rumah Kinasih, untuk mengabarkan tentang keluarga maruta yang datang ke kampung mereka.
Kinasih awalnya lega, bahwa keluarga Maruta tidak datang, dia pikir atas kekuatan doanya setiap malam Kinasih selalu meminta agar ada keajaiban, untuk keluarga Maruta supaya tidak datang. Bagaimanapun caranya, Maruta tidak boleh pergi ke kota.
Namun, hari ini adalah saatnya yang dinanti oleh keluarga dan yang dibenci oleh Kinasih. Namun, bagaimana lagi, Kinasih harus menerimanya.
Dua mobil mewah berhenti di depan rumah Pak Karso, waktu masih menunjukkan pukul tujuh pagi.
Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 64 Episodes
Comments