Bab 18. Jagal Geng Cantul

Sesaat setelah Praba meninggal ....

Dua orang lelaki sedang berjalan panik sambil mengawasi sekitar. Mereka adalah Ferdi dan Tito, anggota inti Geng Macan Tutul. Tubuh mereka sedikit gemetar ketika mendapati kejadian buruk di luar dugaan keduanya.

Rencana mereka meleset. Awalnya Usman meminta keduanya menculik Praba dan menggunakan gadis itu untuk menggertak Makutha. Geng Macan tutul, serta Liam sudah menyadari bahwa hakim tampan tersebut mengincar mereka. Jadi mereka semua sepakat untuk menakut-nakuti Makutha dengan menculik orang yang lumayan dekat dengannya.

"Bagaimana ini?" tanya Tito sambil menurunkan tubuh Praba yang hampir dingin ke atas tanah.

"Kamu pukul dia kekencangan, sih! Jadi begini, kan akhirnya!" seru Ferdi.

"Kamu juga malah menikmati tubuh gadis ini!" seru Tito tak mau kalah.

"Halah! Kamu juga ikut-ikutan 'kan akhirnya!"

"Sudah, malah bertengkar! Sekarang gimana ini?" Ferdi mencoba mengalihkan pembicaraan.

Tito mengusap wajah kasar. Lelaki itu akhirnya memutuskan untuk menghubungi Usman. Dia ingin meminta pendapat salah satu anggota Geng Cantul yang paling bijak tersebut.

Tito menekan nomor ponsel Usman, kemudian menempelkan benda pipih yang ia genggam pada telinganya. Jantung Tito berdetak tak beraturan ketika menunggu panggilannya dijawab oleh Usman.

"Halo, gimana?"

"Ka-kami melakukan kesalahan, Man!" Tito meremas rambutnya frustrasi.

"Maksudmu apa?"

"Kami tanpa sengaja membunuh gadis itu!" seru Tito sambil memegang keningnya yang terasa berdenyut.

"Apa!" teriak Usman hingga membuat telinga Tito berdengung.

"Bagaimana bisa?" tanya Usman mengembuskan napasnya kasar.

"Entahlah, sepertinya aku memukul kepalanya terlalu keras, Man."

"Gila, kamu! Sekarang kalian di mana?"

"Aku ada di daerah Rawa Ilir, Man."

"Tetap di sana, aku akan segera datang!"

...****************...

Usman mengumpat beberapa kali ketika mendapat laporan mengejutkan dari teman kerjanya itu. Setelah mematikan sambungan ponsel, dia kembali dikejutkan oleh kehadiran Toni yang sudah berdiri di belakangnya.

"Sejak kapan kamu di sini, Ton?" tanya Usman dengan suara setenang mungkin.

"Apa ada sesuatu yang terjadi di luar kendali?" tanya Toni tepat sasaran.

Lelaki bertubuh besar itu melemparkan tatapan tajam hingga membuat Usman merasa terintimidasi. Usman menelan ludah kasar berulang kali sambil membuang muka.

"Ah, Tito dan Ferdi nggak sengaja membunuh Praba."

"Oh, di mana mereka sekarang?" tanya Toni santai tanpa beban.

"Di daerah Rawa Ilir. Aku akan menyusul mereka. Kamu tetaplah di sini," ucap Usman.

Mendengar ucapan salah satu anggotanya itu membuat Toni naik pitam. Lelaki yang tidak suka diatur itu langsung mendekat ke arah Usman. Dia menyipitkan mata sambil merapatkan gigi.

"Apa kamu lupa siapa ketuanya?"

"Maaf, Ton. Aku nggak bermaksud ...."

Belum sampai Usman menyelesaikan ucapannya, Toni mendaratkan sebuah pukulan di atas pipi Usman. Lelaki itu sampai berpaling ketika menerima pukulan dari Toni.

"Aku paling tidak suka diatur! Kamu saja yang di sini. Aku akan ke sana!"

Toni meraih sebuah parang yang menempel pada dinding ruang pertemuan, kemudian melangkah mantap menuju pintu utama. Dia meminta salah seorang bawahannya untuk mengantar ke daerah yang dimaksud Usman.

Lima belas menit kemudian, Toni sudah sampai di Rawa Ilir. Dia menyusuri jalanan sesuai dengan arah yang ditunjukkan oleh GMaps. Tak lama kemudian, dia melihat Tito dan Ferdi sedang terduduk lesu di balik semak-semak.

"Angkat gadis ini dan masukkan ke bagasi mobil!" seru Toni ketika dia sampai di hadapan Tito dan Ferdi.

Mendengar suara Toni, sontak membuat Tito dan Ferdi tersentak. Keduanya mengangkat wajah kemudian mulai berdiri tegak.

Bagaimana bisa Toni yang datang? Bukankah yang hendak menyusul mereka adalah Usman? batin Tito.

"Ta-tapi, Ton." Ferdi terlihat gugup. Dia memiliki firasat buruk karena melihat kedatangan Toni.

"Nggak ada tapi-tapian!" seru Toni.

Seketika Ferdi bungkam. Lelaki itu langsung menggendong mayat Praba dan memasukkannya ke bagasi mobil. Toni meminta Tito untuk mengikutinya dengan mengendarai motor.

Mereka semua membawanya ke markas, tetapi masuk melalui pintu belakang. Toni sengaja melakukan hal itu agar anggota geng yang lain tidak menyadari peristiwa ini. Toni berniat menggunakan tubuh Praba sebagai alat untuk mengancam Makutha, sesuai dengan rencana awal mereka. Namun, kali ini lebih sadis.

"Baringkan gadis itu di sini!" perintah Toni kepada Ferdi.

Setelah Ferdi membaringkan tubuh Praba ke atas lantai. Toni berjalan mendekati perempuan itu. Dia menatapnya bengis sambil tersenyum miring.

Toni mengeluarkan parang yang ia bawa tadi, kemudian mengangkat benda tajam tersebut ke udara. Tanpa rasa belas kasihan sedikit pun, Toni mengayunkan parangnya untuk memenggal kepada Praba hingga terlepas dari lehernya. Wajah Toni sampai terkena percikan darah yang keluar dari leher Praba.

"Ferdi, kirimkan kepala gadis ini kepada Makutha. Oh ya, jangan lupa berikan surat cinta untuknya!" Toni tertawa terbahak-bahak hingga membuat Ferdi merinding.

...****************...

Toni benar-benar psikopat! 😭😭😭 Atau jangan-jangan authornya yang psyco🙄🙄🙄

Mampir ke sini juga, yuk!

Terpopuler

Comments

Defi

Defi

sepertinya memang dua2nya 😱

2023-05-31

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Mimpi Buruk
2 Bab 2. Penyerangan
3 Bab 3. Ekor
4 Bab 4. Residivis
5 Bab 5. Terkejut
6 Bab 6. Mati
7 Bab 7. Kesamaan
8 Bab 8. Miki
9 Bab 9. Pola yang Sama
10 Bab 10. Kembalinya Ketua Geng Cantul
11 Bab 11. Dendam
12 Bab 12. Jamuan Geng Cantul
13 Bab 13. Kekejaman Toni
14 Bab 14. Pertanyaan untuk Makutha
15 Bab 15. Pacar Hasna
16 Bab 16. Begal Keperawanan
17 Bab 17. Ancaman
18 Bab 18. Jagal Geng Cantul
19 Bab 19. Menghibur Hasna
20 Bab 20. Kegalauan Ferdi dan Tito
21 Bab 21. Menemui Tito
22 Bab 22. Sebut Saja Dewa Penyelamat
23 Bab 23. Menyerahkan Diri
24 Bab 24. Krisis Kepercayaan
25 Bab 25. Sengaja atau Tidak?
26 Bab 26. Interogasi
27 Bab 27. Musuh dalam Selimut
28 Bab 28. Orang Asing
29 Bab 29. Drama Pasangan Penghianat
30 Bab 30. Bermuka Dua
31 Update Bab 30
32 Bab 31. Mengadili Ferdi
33 Bab 32. Panas Hati
34 Bab 33. Rencana Geng Cantul
35 Bab 34. Terkejut Belum?
36 Bab 35. Penyesalan Maudy
37 Bab 36. Tersangka Baru
38 Bab 37. Hukuman untuk Ferdi
39 Bab 38. Carut Marut
40 Bab 39. Pertemuan Arjun dan Farhan
41 Bab 40. Skenario Liam
42 Bab 41. Berusaha Menjangkau Liam
43 Bab 42. Negosiasi
44 Bab 43. Sekutu Baru
45 Bab 44. Bodyguard Hasna
46 Bab 45. Ragu
47 Bab 46. Drama Pembuktian
48 Bab 47. Ternyata Kamu!
49 Bab 48. Semakin Samar
50 Bab 49. Kemurkaan Sang Ayah
51 Bab 50. Jenjang Karir Kotor
52 Bab 51. Bisnis Gelap Sang Walikota
53 Bab 52. Salah Sasaran
54 Bab 53. Baby Blues
55 Bab 54. Sisi Gelap Makutha
56 Bab 55. Memulai Rencana Bersama Musuh
57 Bab 56. Bayi Kita
58 Bab 57. Surat Panggilan dari Kepolisian
59 Bab 58. Interogasi
60 Bab 59. Penangkapan Sang Hakim
61 Bab 60. Tawanan Cinta
62 Bab 61. Sambutan dari Mereka
63 Bab 62. Tiara Si Gadis Lugu
64 Bab 63. Kekecewaan Tiara
65 Bab 64. Penyesalan Tiara
66 Bab 65. Hari Pertama Persidangan
67 Bab 66. Apakah Ini Akan Menjadi Akhir?
68 Bab 67. Fitting Day
69 Bab 68. Markas
70 Bab 69. Berhasil
71 Bab 70. THE END
72 Karya Baru: Luna and The Dire Wolf
73 Novel Baru: Rahasia Kehamilan Violetta
74 Revenge of The Ugly Lily
75 Gairah Masa SMA
76 Karya Baru: Toko Gaib (Apa yang Kamu Mau Ada di Sini)
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Bab 1. Mimpi Buruk
2
Bab 2. Penyerangan
3
Bab 3. Ekor
4
Bab 4. Residivis
5
Bab 5. Terkejut
6
Bab 6. Mati
7
Bab 7. Kesamaan
8
Bab 8. Miki
9
Bab 9. Pola yang Sama
10
Bab 10. Kembalinya Ketua Geng Cantul
11
Bab 11. Dendam
12
Bab 12. Jamuan Geng Cantul
13
Bab 13. Kekejaman Toni
14
Bab 14. Pertanyaan untuk Makutha
15
Bab 15. Pacar Hasna
16
Bab 16. Begal Keperawanan
17
Bab 17. Ancaman
18
Bab 18. Jagal Geng Cantul
19
Bab 19. Menghibur Hasna
20
Bab 20. Kegalauan Ferdi dan Tito
21
Bab 21. Menemui Tito
22
Bab 22. Sebut Saja Dewa Penyelamat
23
Bab 23. Menyerahkan Diri
24
Bab 24. Krisis Kepercayaan
25
Bab 25. Sengaja atau Tidak?
26
Bab 26. Interogasi
27
Bab 27. Musuh dalam Selimut
28
Bab 28. Orang Asing
29
Bab 29. Drama Pasangan Penghianat
30
Bab 30. Bermuka Dua
31
Update Bab 30
32
Bab 31. Mengadili Ferdi
33
Bab 32. Panas Hati
34
Bab 33. Rencana Geng Cantul
35
Bab 34. Terkejut Belum?
36
Bab 35. Penyesalan Maudy
37
Bab 36. Tersangka Baru
38
Bab 37. Hukuman untuk Ferdi
39
Bab 38. Carut Marut
40
Bab 39. Pertemuan Arjun dan Farhan
41
Bab 40. Skenario Liam
42
Bab 41. Berusaha Menjangkau Liam
43
Bab 42. Negosiasi
44
Bab 43. Sekutu Baru
45
Bab 44. Bodyguard Hasna
46
Bab 45. Ragu
47
Bab 46. Drama Pembuktian
48
Bab 47. Ternyata Kamu!
49
Bab 48. Semakin Samar
50
Bab 49. Kemurkaan Sang Ayah
51
Bab 50. Jenjang Karir Kotor
52
Bab 51. Bisnis Gelap Sang Walikota
53
Bab 52. Salah Sasaran
54
Bab 53. Baby Blues
55
Bab 54. Sisi Gelap Makutha
56
Bab 55. Memulai Rencana Bersama Musuh
57
Bab 56. Bayi Kita
58
Bab 57. Surat Panggilan dari Kepolisian
59
Bab 58. Interogasi
60
Bab 59. Penangkapan Sang Hakim
61
Bab 60. Tawanan Cinta
62
Bab 61. Sambutan dari Mereka
63
Bab 62. Tiara Si Gadis Lugu
64
Bab 63. Kekecewaan Tiara
65
Bab 64. Penyesalan Tiara
66
Bab 65. Hari Pertama Persidangan
67
Bab 66. Apakah Ini Akan Menjadi Akhir?
68
Bab 67. Fitting Day
69
Bab 68. Markas
70
Bab 69. Berhasil
71
Bab 70. THE END
72
Karya Baru: Luna and The Dire Wolf
73
Novel Baru: Rahasia Kehamilan Violetta
74
Revenge of The Ugly Lily
75
Gairah Masa SMA
76
Karya Baru: Toko Gaib (Apa yang Kamu Mau Ada di Sini)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!