Bab 17. Ancaman

Garis polisi dipasang di sekitar lokasi ditemukannya ponsel serta genangan darah yang ditemukan Makutha. Dugaan kuat mengacu pada tindakan penganiayaan. Darah tersebut sudah diambil sebagian untuk sampel, hendak dicocokkan dengan DNA milik Praba.

"Tim kami sedang menelusuri jejaknya. Semoga pelakunya segera tertangkap."

"Tolong bantuannya, Pak Farhan!"

"Baik, untuk kedepannya Anda akan dipanggil sebagai saksi."

"Ya, saya siap untuk itu."

Makutha dan Farhan saling berjabat tangan kemudian sang hakim tampan tersebut berpamitan. Rasanya Makutha masih tidak percaya. Baru beberapa jam yang lalu dia dan Praba berbincang. Namun, kenapa kejadian malang ini menimpa Praba tanpa diduga?

Makutha membuang napas kasar. Dia masuk ke dalam mobil dan melajukannya menuju apartemen. Sesampainya di apartemen, dia dikejutkan oleh sebuah kotak berwarna hitam yang diletakkan di depan pintu.

Makutha membawa masuk kotak tersebut, dan membukanya. Ternyata kotak itu berisi potongan kepala Praba. Bau anyir darah kembali membuatnya mual. Makutha segera berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya. Lelaki itu lemas tak berdaya bersandar pada bathup.

"Sial! Lemah sekali aku menjadi pria!" Makutha tersenyum kecut kemudian menutup mata dengan lengan kirinya.

Setelah perutnya berhenti bergejolak, Makutha meraih ponsel yang ada di saku celana kemudian menghubungi Arjun. Dia meminta lelaki paruh baya itu untuk datang ke apartemennya. Sambil menunggu sang polisi sampai, dia terus berada di kamar.

Tak lama kemudian terdengar suara bel. Makutha beranjak dari kamar kemudian membuka pintu apartemennya. Arjun sudah berdiri di depan apartemen dengan wajah panik.

"Ada apa?" tanya Arjun sembari menautkan alis.

"Kemarilah, Pak!" Makutha menarik lengan Arjun lalu mengajaknya mendekat ke arah kotak yang tadi ia dapatkan.

"To-tolong buka kotak itu," ucap Makutha sambil menunjuk kotak di ruang tamu.

Arjun melangkah perlahan mendekati kotak berwarna hitam tersebut dan membuka tutupnya perlahan. Dia terbelalak mengetahui isi dari kotak itu. Selain terdapat potongan kepala Praba, di sana juga terdapat secarik kertas. Kertas itu terlihat sedikit lusuh, karena terkena bercak darah.

"Ada suratnya," kata Arjun sambil menunjukkan kertas tersebut kepada Makutha.

"Tolong bacakan isinya, Pak. Aku tidak tahan dengan bau darah."

Makutha meminta Arjun untuk membacakan isinya. Lelaki paruh baya itu pun membaca deretan huruf yang tercetak di sana.

"Aku tahu kamu merencakan balas dendam kepada Geng Macan Tutul. Menjauhlah! Perempuan ini sahabat Hasna, 'kan? Jika kamu nekat, kami tidak akan segan-segan menghabisi orang-orang di sekitarmu!"

"Sial!" umpat Makutha sambil meninju tembok di sampingnya.

"Bagaimana ini, Tha?"

"Aku yakin ini hanyalah gertakan!" seru Makutha sambil menyipitkan mata.

"Makutha! Kamu yakin? Di sini tidak hanya tentang ambisimu dengan kedok keadilan! Ada banyak nyawa yang terancam! Berpikirlah logis!"

"Ambisi berkedok keadilan? Apa maksud Anda, Pak!" Rahang Makutha mengeras hingga urat lehernya terlihat jelas.

"Aku pikir memanggil Pak Arjun ke sini bisa mendapat dukungan dari Anda. Ternyata aku salah! Kalau begitu silahkan pergi, Pak. Bawa kotak ini sebagai alat bukti!" Makutha menunjuk kotak di hadapannya kemudian membuang muka.

Arjun membuang napas kasar lalu membawa pergi kotak tersebut. Makutha mengacak rambut frustrasi. Dia kembali kehilangan dukungan. Tinggal Ketua Pengadilan Negeri yang bisa membantunya.

Namun, sejujurnya dia sangat tidak suka sikap Adli yang selalu memanfaatkan ambisinya untuk kepentingan pribadi lelaki tersebut. Setiap ada masalah, Adli selalu mengungkit bahwa kasus yang dilimpahkan kepada Makutha tergantung olehnya. Makutha muak dengan semuanya.

"Apa aku juga harus menjadi penjahat seperti mereka?" gumam Makutha.

Tiba-tiba sebuah ide terlintas di benak Makutha. Dia memutuskan untuk pergi ke psikiater untuk mengatasi masalah hemophobia-nya. Makutha segera menghubungi pihak rumah sakit dan menjadwalkan pertemuan dengan psikiater terbaik mereka.

"Setelah ini, aku akan melakukan cara lain untuk kalian yang sama sekali tidak tersentuh hukum itu! Kalau sampai kasus Praba ini lolos, kalian akan menanggunh resikonya!" Makutha menyipitkan mata sambil merapatkan rahangnya.

...****************...

Apa kira-kira rencana Makutha?

Sambil nunggu Pak Hakim update, mampir juga ke sini ya❤❤❤

Terpopuler

Comments

Defi

Defi

benar2 sadis cara mereka melemahkan lawannya 😱

2023-05-31

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Mimpi Buruk
2 Bab 2. Penyerangan
3 Bab 3. Ekor
4 Bab 4. Residivis
5 Bab 5. Terkejut
6 Bab 6. Mati
7 Bab 7. Kesamaan
8 Bab 8. Miki
9 Bab 9. Pola yang Sama
10 Bab 10. Kembalinya Ketua Geng Cantul
11 Bab 11. Dendam
12 Bab 12. Jamuan Geng Cantul
13 Bab 13. Kekejaman Toni
14 Bab 14. Pertanyaan untuk Makutha
15 Bab 15. Pacar Hasna
16 Bab 16. Begal Keperawanan
17 Bab 17. Ancaman
18 Bab 18. Jagal Geng Cantul
19 Bab 19. Menghibur Hasna
20 Bab 20. Kegalauan Ferdi dan Tito
21 Bab 21. Menemui Tito
22 Bab 22. Sebut Saja Dewa Penyelamat
23 Bab 23. Menyerahkan Diri
24 Bab 24. Krisis Kepercayaan
25 Bab 25. Sengaja atau Tidak?
26 Bab 26. Interogasi
27 Bab 27. Musuh dalam Selimut
28 Bab 28. Orang Asing
29 Bab 29. Drama Pasangan Penghianat
30 Bab 30. Bermuka Dua
31 Update Bab 30
32 Bab 31. Mengadili Ferdi
33 Bab 32. Panas Hati
34 Bab 33. Rencana Geng Cantul
35 Bab 34. Terkejut Belum?
36 Bab 35. Penyesalan Maudy
37 Bab 36. Tersangka Baru
38 Bab 37. Hukuman untuk Ferdi
39 Bab 38. Carut Marut
40 Bab 39. Pertemuan Arjun dan Farhan
41 Bab 40. Skenario Liam
42 Bab 41. Berusaha Menjangkau Liam
43 Bab 42. Negosiasi
44 Bab 43. Sekutu Baru
45 Bab 44. Bodyguard Hasna
46 Bab 45. Ragu
47 Bab 46. Drama Pembuktian
48 Bab 47. Ternyata Kamu!
49 Bab 48. Semakin Samar
50 Bab 49. Kemurkaan Sang Ayah
51 Bab 50. Jenjang Karir Kotor
52 Bab 51. Bisnis Gelap Sang Walikota
53 Bab 52. Salah Sasaran
54 Bab 53. Baby Blues
55 Bab 54. Sisi Gelap Makutha
56 Bab 55. Memulai Rencana Bersama Musuh
57 Bab 56. Bayi Kita
58 Bab 57. Surat Panggilan dari Kepolisian
59 Bab 58. Interogasi
60 Bab 59. Penangkapan Sang Hakim
61 Bab 60. Tawanan Cinta
62 Bab 61. Sambutan dari Mereka
63 Bab 62. Tiara Si Gadis Lugu
64 Bab 63. Kekecewaan Tiara
65 Bab 64. Penyesalan Tiara
66 Bab 65. Hari Pertama Persidangan
67 Bab 66. Apakah Ini Akan Menjadi Akhir?
68 Bab 67. Fitting Day
69 Bab 68. Markas
70 Bab 69. Berhasil
71 Bab 70. THE END
72 Karya Baru: Luna and The Dire Wolf
73 Novel Baru: Rahasia Kehamilan Violetta
74 Revenge of The Ugly Lily
75 Gairah Masa SMA
76 Karya Baru: Toko Gaib (Apa yang Kamu Mau Ada di Sini)
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Bab 1. Mimpi Buruk
2
Bab 2. Penyerangan
3
Bab 3. Ekor
4
Bab 4. Residivis
5
Bab 5. Terkejut
6
Bab 6. Mati
7
Bab 7. Kesamaan
8
Bab 8. Miki
9
Bab 9. Pola yang Sama
10
Bab 10. Kembalinya Ketua Geng Cantul
11
Bab 11. Dendam
12
Bab 12. Jamuan Geng Cantul
13
Bab 13. Kekejaman Toni
14
Bab 14. Pertanyaan untuk Makutha
15
Bab 15. Pacar Hasna
16
Bab 16. Begal Keperawanan
17
Bab 17. Ancaman
18
Bab 18. Jagal Geng Cantul
19
Bab 19. Menghibur Hasna
20
Bab 20. Kegalauan Ferdi dan Tito
21
Bab 21. Menemui Tito
22
Bab 22. Sebut Saja Dewa Penyelamat
23
Bab 23. Menyerahkan Diri
24
Bab 24. Krisis Kepercayaan
25
Bab 25. Sengaja atau Tidak?
26
Bab 26. Interogasi
27
Bab 27. Musuh dalam Selimut
28
Bab 28. Orang Asing
29
Bab 29. Drama Pasangan Penghianat
30
Bab 30. Bermuka Dua
31
Update Bab 30
32
Bab 31. Mengadili Ferdi
33
Bab 32. Panas Hati
34
Bab 33. Rencana Geng Cantul
35
Bab 34. Terkejut Belum?
36
Bab 35. Penyesalan Maudy
37
Bab 36. Tersangka Baru
38
Bab 37. Hukuman untuk Ferdi
39
Bab 38. Carut Marut
40
Bab 39. Pertemuan Arjun dan Farhan
41
Bab 40. Skenario Liam
42
Bab 41. Berusaha Menjangkau Liam
43
Bab 42. Negosiasi
44
Bab 43. Sekutu Baru
45
Bab 44. Bodyguard Hasna
46
Bab 45. Ragu
47
Bab 46. Drama Pembuktian
48
Bab 47. Ternyata Kamu!
49
Bab 48. Semakin Samar
50
Bab 49. Kemurkaan Sang Ayah
51
Bab 50. Jenjang Karir Kotor
52
Bab 51. Bisnis Gelap Sang Walikota
53
Bab 52. Salah Sasaran
54
Bab 53. Baby Blues
55
Bab 54. Sisi Gelap Makutha
56
Bab 55. Memulai Rencana Bersama Musuh
57
Bab 56. Bayi Kita
58
Bab 57. Surat Panggilan dari Kepolisian
59
Bab 58. Interogasi
60
Bab 59. Penangkapan Sang Hakim
61
Bab 60. Tawanan Cinta
62
Bab 61. Sambutan dari Mereka
63
Bab 62. Tiara Si Gadis Lugu
64
Bab 63. Kekecewaan Tiara
65
Bab 64. Penyesalan Tiara
66
Bab 65. Hari Pertama Persidangan
67
Bab 66. Apakah Ini Akan Menjadi Akhir?
68
Bab 67. Fitting Day
69
Bab 68. Markas
70
Bab 69. Berhasil
71
Bab 70. THE END
72
Karya Baru: Luna and The Dire Wolf
73
Novel Baru: Rahasia Kehamilan Violetta
74
Revenge of The Ugly Lily
75
Gairah Masa SMA
76
Karya Baru: Toko Gaib (Apa yang Kamu Mau Ada di Sini)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!