Bab 12. Jamuan Geng Cantul

Di sebuah ruangan dalam markas Geng Macan Tutul, semua anggota inti berkumpul bersama Liam. Mereka duduk bersama mengelilingi sebuah meja panjang dengan aneka hidangan mewah di atasnya.

Suasana hening begitu terasa saat mereka sedang menyantap makanan yang ada di hadapan masing-masing. Hanya terdengar denting sendok dan garpu yang beradu dengan piring. Di antara mereka ada satu orang yang kehilangan nafsu makannya.

Niki hanya mengaduk krim sup jagung di dalam mangkuknya menggunakan sendok. Kesedihan menyelubungi hati pria bertubuh gempal itu. Beberapa jam lalu, Niki mendapat kabar bahwa Miki sudah tiada.

"Niki!" panggil Liam dengan suara baritonnya.

Niki tersentak. Dia menatap ke arah Liam yang kini sedang menatapnya tajam. Liam meneguk air putih yang ada di dalam gelas, kemudian berjalan mendekati Niki.

"Kamu tahu, 'kan konsekuensi dan peraturan yang ada di dalam Geng Macan Tutul?" tanya Liam sembari menepuk bahu Niki.

"Tahu, Pak."

"Jadi, kamu tahu apa yang membuat kami meminta perawat itu menyuntikkan potasium klorida ke dalam tubuh Miki?"

"Karena kakakku gagal dalam melakukan misi, dan tertangkap polisi, Pak." Niki tertunduk lesu. rahangnya mengeras dengan jemari mengepal kuat di bawah meja.

"Ini juga sebagai bentuk peringatan untuk kalian semua! Jangan sampai tertangkap, dan lakukan dengan hati-hati. Ingat, aku yang mengangkat derajat kalian serta mendanai semua kegiatan operasional geng ini! Jadi, kalian semua harus selalu patuh terhadap apa yang sudah aku perintahkan!"

Liam menatap tajam satu per satu anggota Geng Macan Tutul. Semuanya mengiyakan ucapan Liam sambil tertunduk takut, kecuali Toni. Lelaki bertato itu justru memasukkan jari kelingking ke lubang telinga, kemudian meniup kotoran yang menempel di sana.

"Toni, apa kamu meremehkan aku?" tanya Liam karena tak suka melihat sikap Toni yang ia anggap kurang ajar.

"Ah, maaf. Sepertinya aku harus segera membersihkan telinga karena pendengaranku mulai terganggu."

Liam yang emosinya tersulut berjalan cepat ke arah Toni, lalu mencengkeram kerah kemeja lelaki itu. Deru napasnya menyapu kulit wajah sang mantan NAPI. Namun, apa yang dilakukan Liam tak mampu membuat nyali Toni menciut.

Toni justru tersenyum miring sambil menatap sinis lelaki di hadapannya itu. "Apa kamu lupa bagaimana aku menghabisi lelaki banci itu? Apa kamu mau berakhir seperti dia?"

Liam merapatkan rahang hingga terdengar suara gigi yang saling beradu. Urat sekitar mata dan lehernya terlihat sangat menonjol, seakan mewakilkan kemarahan yang ingin ia pendam kepada Toni. Akhirnya Usman turun tangan. Dia menarik pelan lengan Liam.

"Pak, bersabarlah. Kita tidak boleh seperti ini. Jika sampai terjadi pertengkaran, maka sia-sia semua rencana kita!"

Mendengar ucapan Usman membuat kepala Liam sedikit dingin. Perlahan ia melepaskan kerah kemeja Toni. Lelaki berwajah oriental itu memasukkan tangan ke dalam saku celana.

"Ingat tujuan Anda, Pak. Menjadi Wali Kota Metropolitan selama dua periode lalu mencalonkan diri sebagai Presiden!" Usman mencoba mengingatkan lagi tujuan utama Liam, kenapa meminta seluruh anggota Geng Macan Tutul pindah ke Kota Metropolitan.

"Tapi, aku tidak suka dengan sikapnya!" Liam melirik ke arah Toni sambil memincingkan mata.

"Bukankah dari dulu dia selalu bersikap semaunya, Pak? Tapi dia adalah otak dari Geng Macan Tutul. Tanpa Toni, kami bukanlah Geng Macan Tutul."

"Oke, kali ini aku akan bersabar terhadapmu, Ton! Lain kali, tolong hargai aku sedikit saja!"

Liam merapikan kembali jasnya kemudian beranjak pergi dari ruangan itu. Setelah Liam menghilang di balik pintu. Niki menggebrak meja. Kini tatapan seluruh anggota tertuju pada Niki.

"Kamu kenapa lagi, Nik?" tanya Usman sembari memutar bola matanya.

"Aku mau keluar dari permainan Liam!"

"Apa kamu sudah gila!" teriak Choky.

"Siapa yang gila sekarang? Aku atau kalian! Kalian semua tega menyetujui keputusannya untuk membunuh Miki!" Mata Niki mulai memerah.

"Sudah seharusnya dia mendapatkan hukuman itu!" Choky kembali mengeluarkan taringnya.

"Kita dulu tidak seperti ini! Kita masih bisa menyelematkan nyawa Miki dengan vote! Jika saja waktu itu kalian meminta untuk melakukan vote, pasti Miki bisa diselamatkan! Tapi kalian hanya diam membisu!" teriak Niki. Dadanya naik turun karena amarah yang menggebu-gebu.

Tak lama kemudian, terdengar suara tembakan. Seisi ruang itu terdiam. Mereka terbelalak melihat apa yang terjadi di depan mata.

"Berisik sekali," ucap Toni lalu meniup ujung pistolnya.

...****************...

Sambil nunggu SGSH update, mampir ke sini yuk!

Terpopuler

Comments

Ainisha_Shanti

Ainisha_Shanti

nampaknya geng cantul dah mulai retak. tak lama akan ada cela untuk Utha menghancurkan mereka😏😏😏

2022-09-07

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Mimpi Buruk
2 Bab 2. Penyerangan
3 Bab 3. Ekor
4 Bab 4. Residivis
5 Bab 5. Terkejut
6 Bab 6. Mati
7 Bab 7. Kesamaan
8 Bab 8. Miki
9 Bab 9. Pola yang Sama
10 Bab 10. Kembalinya Ketua Geng Cantul
11 Bab 11. Dendam
12 Bab 12. Jamuan Geng Cantul
13 Bab 13. Kekejaman Toni
14 Bab 14. Pertanyaan untuk Makutha
15 Bab 15. Pacar Hasna
16 Bab 16. Begal Keperawanan
17 Bab 17. Ancaman
18 Bab 18. Jagal Geng Cantul
19 Bab 19. Menghibur Hasna
20 Bab 20. Kegalauan Ferdi dan Tito
21 Bab 21. Menemui Tito
22 Bab 22. Sebut Saja Dewa Penyelamat
23 Bab 23. Menyerahkan Diri
24 Bab 24. Krisis Kepercayaan
25 Bab 25. Sengaja atau Tidak?
26 Bab 26. Interogasi
27 Bab 27. Musuh dalam Selimut
28 Bab 28. Orang Asing
29 Bab 29. Drama Pasangan Penghianat
30 Bab 30. Bermuka Dua
31 Update Bab 30
32 Bab 31. Mengadili Ferdi
33 Bab 32. Panas Hati
34 Bab 33. Rencana Geng Cantul
35 Bab 34. Terkejut Belum?
36 Bab 35. Penyesalan Maudy
37 Bab 36. Tersangka Baru
38 Bab 37. Hukuman untuk Ferdi
39 Bab 38. Carut Marut
40 Bab 39. Pertemuan Arjun dan Farhan
41 Bab 40. Skenario Liam
42 Bab 41. Berusaha Menjangkau Liam
43 Bab 42. Negosiasi
44 Bab 43. Sekutu Baru
45 Bab 44. Bodyguard Hasna
46 Bab 45. Ragu
47 Bab 46. Drama Pembuktian
48 Bab 47. Ternyata Kamu!
49 Bab 48. Semakin Samar
50 Bab 49. Kemurkaan Sang Ayah
51 Bab 50. Jenjang Karir Kotor
52 Bab 51. Bisnis Gelap Sang Walikota
53 Bab 52. Salah Sasaran
54 Bab 53. Baby Blues
55 Bab 54. Sisi Gelap Makutha
56 Bab 55. Memulai Rencana Bersama Musuh
57 Bab 56. Bayi Kita
58 Bab 57. Surat Panggilan dari Kepolisian
59 Bab 58. Interogasi
60 Bab 59. Penangkapan Sang Hakim
61 Bab 60. Tawanan Cinta
62 Bab 61. Sambutan dari Mereka
63 Bab 62. Tiara Si Gadis Lugu
64 Bab 63. Kekecewaan Tiara
65 Bab 64. Penyesalan Tiara
66 Bab 65. Hari Pertama Persidangan
67 Bab 66. Apakah Ini Akan Menjadi Akhir?
68 Bab 67. Fitting Day
69 Bab 68. Markas
70 Bab 69. Berhasil
71 Bab 70. THE END
72 Karya Baru: Luna and The Dire Wolf
73 Novel Baru: Rahasia Kehamilan Violetta
74 Revenge of The Ugly Lily
75 Gairah Masa SMA
76 Karya Baru: Toko Gaib (Apa yang Kamu Mau Ada di Sini)
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Bab 1. Mimpi Buruk
2
Bab 2. Penyerangan
3
Bab 3. Ekor
4
Bab 4. Residivis
5
Bab 5. Terkejut
6
Bab 6. Mati
7
Bab 7. Kesamaan
8
Bab 8. Miki
9
Bab 9. Pola yang Sama
10
Bab 10. Kembalinya Ketua Geng Cantul
11
Bab 11. Dendam
12
Bab 12. Jamuan Geng Cantul
13
Bab 13. Kekejaman Toni
14
Bab 14. Pertanyaan untuk Makutha
15
Bab 15. Pacar Hasna
16
Bab 16. Begal Keperawanan
17
Bab 17. Ancaman
18
Bab 18. Jagal Geng Cantul
19
Bab 19. Menghibur Hasna
20
Bab 20. Kegalauan Ferdi dan Tito
21
Bab 21. Menemui Tito
22
Bab 22. Sebut Saja Dewa Penyelamat
23
Bab 23. Menyerahkan Diri
24
Bab 24. Krisis Kepercayaan
25
Bab 25. Sengaja atau Tidak?
26
Bab 26. Interogasi
27
Bab 27. Musuh dalam Selimut
28
Bab 28. Orang Asing
29
Bab 29. Drama Pasangan Penghianat
30
Bab 30. Bermuka Dua
31
Update Bab 30
32
Bab 31. Mengadili Ferdi
33
Bab 32. Panas Hati
34
Bab 33. Rencana Geng Cantul
35
Bab 34. Terkejut Belum?
36
Bab 35. Penyesalan Maudy
37
Bab 36. Tersangka Baru
38
Bab 37. Hukuman untuk Ferdi
39
Bab 38. Carut Marut
40
Bab 39. Pertemuan Arjun dan Farhan
41
Bab 40. Skenario Liam
42
Bab 41. Berusaha Menjangkau Liam
43
Bab 42. Negosiasi
44
Bab 43. Sekutu Baru
45
Bab 44. Bodyguard Hasna
46
Bab 45. Ragu
47
Bab 46. Drama Pembuktian
48
Bab 47. Ternyata Kamu!
49
Bab 48. Semakin Samar
50
Bab 49. Kemurkaan Sang Ayah
51
Bab 50. Jenjang Karir Kotor
52
Bab 51. Bisnis Gelap Sang Walikota
53
Bab 52. Salah Sasaran
54
Bab 53. Baby Blues
55
Bab 54. Sisi Gelap Makutha
56
Bab 55. Memulai Rencana Bersama Musuh
57
Bab 56. Bayi Kita
58
Bab 57. Surat Panggilan dari Kepolisian
59
Bab 58. Interogasi
60
Bab 59. Penangkapan Sang Hakim
61
Bab 60. Tawanan Cinta
62
Bab 61. Sambutan dari Mereka
63
Bab 62. Tiara Si Gadis Lugu
64
Bab 63. Kekecewaan Tiara
65
Bab 64. Penyesalan Tiara
66
Bab 65. Hari Pertama Persidangan
67
Bab 66. Apakah Ini Akan Menjadi Akhir?
68
Bab 67. Fitting Day
69
Bab 68. Markas
70
Bab 69. Berhasil
71
Bab 70. THE END
72
Karya Baru: Luna and The Dire Wolf
73
Novel Baru: Rahasia Kehamilan Violetta
74
Revenge of The Ugly Lily
75
Gairah Masa SMA
76
Karya Baru: Toko Gaib (Apa yang Kamu Mau Ada di Sini)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!