Bab 4. Residivis

Makutha mendengarkan setiap kata yang keluar dari bibir Arjun. Namun, raut wajah Makutha mendadak berubah. Dia terbelalak. Jemarinya mengepal kuat dan rahangnya mengeras.

"Sial!" umpat hakim tampan tersebut penuh emosi.

Makutha langsung mematikan ponsel dan membantingnya kasar ke atas ranjang. Lelaki yang awalnya terlihat lemah itu, kini tampak penuh amarah dan menggebu-gebu. Dada Makutha kembang kempis menahan ledakan emosi yang meletup-letup di dalam hatinya.

"Tha, kamu kenapa?" tanya Liontin panik.

"Persidangan hari ini kacau!" Makutha mengusap kasar wajah kemudian menyugar rambut hitamnya.

"Kacau bagaimana?" tanya Hasna sembari menautkan kedua alisnya.

"Hakim sialan itu membebaskan terdakwa dari tuduhan!"

"Tha, sabar. Pasti akan ada masanya ...."

"Hasna, hentikan ocehanmu!" bentak Makutha.

Sontak Hasna terdiam. Gadis itu langsung merapatkan bibir dan menggigit bagian dalamnya. Matanya terasa panas dan mulai mengembun. Pandangannya kabur karena air mata yang berdesakan ingin keluar dari persembunyian. Hati Hasna terasa begitu nyeri mendengar bentakan Makutha.

"Oke, aku akan diam! Tapi, jangan pernah meminta pendapatku lagi! Jangan pernah datangi aku!" Hasna menatap tajam Makutha sebelum balik kanan, dan berlari keluar ruangan tersebut.

Ibu Makutha menggeleng, lalu mendekati anak laki-lakinya itu. Tak lupa dia meraih jemari sang putra. Liontin mengusap lembut punggung tangan Makutha.

"Utha, kenapa kamu berbicara seperti itu kepada Hasna? Kasihan dia ...." Ucapan Liontin menggantung di udara karena Makutha memotongnya.

"Bun, aku sudah menunggu hal ini selama bertahun-tahun. Begitu aku bisa menangkap salah satu dari Geng Macan Tutul, Viko menghancurkannya begitu saja!"

"Bunda tahu bagaimana perasaanmu. Tapi ...."

"Bunda, bisa aku minta tolong?"

Lagi-lagi Makutha memotong ucapan sang ibu. Dia menatap serius ke arah ibunya,diikuti anggukan Liontin.

"Tolong tinggalkan aku sendiri."

Liontin menghela napas kemudian tersenyum lembut. Dia mengusap lembut puncak kepala Makutha, berharap emosi putranya tersebut reda.

"Tha, jangan pernah memutuskan sesuatu dalam keadaan emosi. Bunda pergi nyusul Hasna, ya? Telepon Bunda kalau butuh sesuatu." Liontin tersenyum simpul kemudian keluar dari IGD.

Begitu sang ibu pergi, Makutha kembali meraih ponselnya dan menghubungi ketua Pengadilan Negeri tempatnya bekerja. Pada nada tunggu kedua, panggilannya diangkat.

"Halo, gimana keadaanmu?" tanya Pak Adli dengan nada penuh kekhawatiran.

"Baik, Ketua. Aku ingin bertanya mengenai persidanganku hari ini. Kenapa Anda mengoper kasus ini kepada Viko?"

"Oh, hanya dia yang bisa kita andalkan saat ini. Terlebih lagi, dia satu-satunya hakim yang ikut dalam proses penyelidikanmu dari awal. Jadi, aku rasa dia paham betul dengan apa yang seharusnya ia lakukan."

"Tapi dia mengacaukan semua penyelidikan yang sudah kulakukan selama dua bulan ini!" seru Makutha frustrasi.

"Tenang saja. Aku yakin setelah ini Ferdi juga akan melakukan pencurian lain. Dia residivis! Kita tunggu saja, dan terus mengawasi lelaki itu!"

"Sampai kapan lagi aku harus menunggu, Pak!" Makutha kembali memukul kasur dengan kepalan tinjunya.

"Bapak ingat kenapa aku masih mau bertahan di Pengadilan Negeri yang Pak Adli pimpin?" Makutha mencoba untuk menyudutkan atasannya tersebut.

Kenyataannya dalam lingkup Pengadilan Negeri, hanya Pak Adli saja yang mengetahui niat Makutha bertahan di Pengadilan tingkat pertama tersebut. Dia beberapa kali mendapat tawaran untuk dipindahtugaskan ke Pengadilan Tinggi bahkan Mahkamah Agung. Akan tetapi, Makutha selalu menolaknya dengan tegas.

"Apa kamu mengancam seorang Ketua? Ingat, aku yang berkuasa atas pemilihan perkara yang akan kamu tangani! Untuk itulah kamu bisa menangani kasus anggota Geng Macan Tutul! Aku tidak suka diancam! Jadi cukup diam dan lakukan saja apa yang seharusnya kamu lakukan!"

Sambungan telepon terputus. Makutha berteriak kesal kemudian meremas rambutnya sendiri. Lelaki itu sampai memukul kepala agar rasa kesal yang mencapai ubun-ubunnya bisa sedikit berkurang.

Tak lama kemudian, sebuah pesan teks dari Pak Arjun masuk ke dalam ponsel Makutha. Lelaki itu terbelalak ketika melohat deretan huruf yang terpampang pada layar benda pipih tersebut.

[Orang yang melakukan penyerangan kepadamu sudah tertangkap!]

...****************...

Mampir juga ke karya ini yaaa~

Terpopuler

Comments

Ainisha_Shanti

Ainisha_Shanti

biar tertangkap pun, belum tentu juga pelakunya nya nak buka mulut.

2022-09-07

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Mimpi Buruk
2 Bab 2. Penyerangan
3 Bab 3. Ekor
4 Bab 4. Residivis
5 Bab 5. Terkejut
6 Bab 6. Mati
7 Bab 7. Kesamaan
8 Bab 8. Miki
9 Bab 9. Pola yang Sama
10 Bab 10. Kembalinya Ketua Geng Cantul
11 Bab 11. Dendam
12 Bab 12. Jamuan Geng Cantul
13 Bab 13. Kekejaman Toni
14 Bab 14. Pertanyaan untuk Makutha
15 Bab 15. Pacar Hasna
16 Bab 16. Begal Keperawanan
17 Bab 17. Ancaman
18 Bab 18. Jagal Geng Cantul
19 Bab 19. Menghibur Hasna
20 Bab 20. Kegalauan Ferdi dan Tito
21 Bab 21. Menemui Tito
22 Bab 22. Sebut Saja Dewa Penyelamat
23 Bab 23. Menyerahkan Diri
24 Bab 24. Krisis Kepercayaan
25 Bab 25. Sengaja atau Tidak?
26 Bab 26. Interogasi
27 Bab 27. Musuh dalam Selimut
28 Bab 28. Orang Asing
29 Bab 29. Drama Pasangan Penghianat
30 Bab 30. Bermuka Dua
31 Update Bab 30
32 Bab 31. Mengadili Ferdi
33 Bab 32. Panas Hati
34 Bab 33. Rencana Geng Cantul
35 Bab 34. Terkejut Belum?
36 Bab 35. Penyesalan Maudy
37 Bab 36. Tersangka Baru
38 Bab 37. Hukuman untuk Ferdi
39 Bab 38. Carut Marut
40 Bab 39. Pertemuan Arjun dan Farhan
41 Bab 40. Skenario Liam
42 Bab 41. Berusaha Menjangkau Liam
43 Bab 42. Negosiasi
44 Bab 43. Sekutu Baru
45 Bab 44. Bodyguard Hasna
46 Bab 45. Ragu
47 Bab 46. Drama Pembuktian
48 Bab 47. Ternyata Kamu!
49 Bab 48. Semakin Samar
50 Bab 49. Kemurkaan Sang Ayah
51 Bab 50. Jenjang Karir Kotor
52 Bab 51. Bisnis Gelap Sang Walikota
53 Bab 52. Salah Sasaran
54 Bab 53. Baby Blues
55 Bab 54. Sisi Gelap Makutha
56 Bab 55. Memulai Rencana Bersama Musuh
57 Bab 56. Bayi Kita
58 Bab 57. Surat Panggilan dari Kepolisian
59 Bab 58. Interogasi
60 Bab 59. Penangkapan Sang Hakim
61 Bab 60. Tawanan Cinta
62 Bab 61. Sambutan dari Mereka
63 Bab 62. Tiara Si Gadis Lugu
64 Bab 63. Kekecewaan Tiara
65 Bab 64. Penyesalan Tiara
66 Bab 65. Hari Pertama Persidangan
67 Bab 66. Apakah Ini Akan Menjadi Akhir?
68 Bab 67. Fitting Day
69 Bab 68. Markas
70 Bab 69. Berhasil
71 Bab 70. THE END
72 Karya Baru: Luna and The Dire Wolf
73 Novel Baru: Rahasia Kehamilan Violetta
74 Revenge of The Ugly Lily
75 Gairah Masa SMA
76 Karya Baru: Toko Gaib (Apa yang Kamu Mau Ada di Sini)
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Bab 1. Mimpi Buruk
2
Bab 2. Penyerangan
3
Bab 3. Ekor
4
Bab 4. Residivis
5
Bab 5. Terkejut
6
Bab 6. Mati
7
Bab 7. Kesamaan
8
Bab 8. Miki
9
Bab 9. Pola yang Sama
10
Bab 10. Kembalinya Ketua Geng Cantul
11
Bab 11. Dendam
12
Bab 12. Jamuan Geng Cantul
13
Bab 13. Kekejaman Toni
14
Bab 14. Pertanyaan untuk Makutha
15
Bab 15. Pacar Hasna
16
Bab 16. Begal Keperawanan
17
Bab 17. Ancaman
18
Bab 18. Jagal Geng Cantul
19
Bab 19. Menghibur Hasna
20
Bab 20. Kegalauan Ferdi dan Tito
21
Bab 21. Menemui Tito
22
Bab 22. Sebut Saja Dewa Penyelamat
23
Bab 23. Menyerahkan Diri
24
Bab 24. Krisis Kepercayaan
25
Bab 25. Sengaja atau Tidak?
26
Bab 26. Interogasi
27
Bab 27. Musuh dalam Selimut
28
Bab 28. Orang Asing
29
Bab 29. Drama Pasangan Penghianat
30
Bab 30. Bermuka Dua
31
Update Bab 30
32
Bab 31. Mengadili Ferdi
33
Bab 32. Panas Hati
34
Bab 33. Rencana Geng Cantul
35
Bab 34. Terkejut Belum?
36
Bab 35. Penyesalan Maudy
37
Bab 36. Tersangka Baru
38
Bab 37. Hukuman untuk Ferdi
39
Bab 38. Carut Marut
40
Bab 39. Pertemuan Arjun dan Farhan
41
Bab 40. Skenario Liam
42
Bab 41. Berusaha Menjangkau Liam
43
Bab 42. Negosiasi
44
Bab 43. Sekutu Baru
45
Bab 44. Bodyguard Hasna
46
Bab 45. Ragu
47
Bab 46. Drama Pembuktian
48
Bab 47. Ternyata Kamu!
49
Bab 48. Semakin Samar
50
Bab 49. Kemurkaan Sang Ayah
51
Bab 50. Jenjang Karir Kotor
52
Bab 51. Bisnis Gelap Sang Walikota
53
Bab 52. Salah Sasaran
54
Bab 53. Baby Blues
55
Bab 54. Sisi Gelap Makutha
56
Bab 55. Memulai Rencana Bersama Musuh
57
Bab 56. Bayi Kita
58
Bab 57. Surat Panggilan dari Kepolisian
59
Bab 58. Interogasi
60
Bab 59. Penangkapan Sang Hakim
61
Bab 60. Tawanan Cinta
62
Bab 61. Sambutan dari Mereka
63
Bab 62. Tiara Si Gadis Lugu
64
Bab 63. Kekecewaan Tiara
65
Bab 64. Penyesalan Tiara
66
Bab 65. Hari Pertama Persidangan
67
Bab 66. Apakah Ini Akan Menjadi Akhir?
68
Bab 67. Fitting Day
69
Bab 68. Markas
70
Bab 69. Berhasil
71
Bab 70. THE END
72
Karya Baru: Luna and The Dire Wolf
73
Novel Baru: Rahasia Kehamilan Violetta
74
Revenge of The Ugly Lily
75
Gairah Masa SMA
76
Karya Baru: Toko Gaib (Apa yang Kamu Mau Ada di Sini)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!