Bab 10. Kembalinya Ketua Geng Cantul

"Kamu mau bertanya apa? Sepertinya serius sekali?" tanya Arjun sambil mengerutkan dahi.

"Berapa lama hukuman yang harus dijalani Toni karena kasus penyerangan itu, Pak?" tanya Makutha dengan wajah serius.

"Tujuh tahun. Sebenarnya dia terkena pasal berlapis karena kejadian itu masuk dalam aksi tawuran yang menyebabkan kematian. Tapi, akhirnya dia dikenakan hukuman untuk kasus pembunuhan saja." Arjun menatap sekilas Makutha kemudian mengembuskan napas kasar.

"Kamu tahu, 'kan dulu Walikota Solo menutup mulut Kapolres karena Liam terlibat? Jadilah kasus ini menjadi kasur penyerangan tunggal, bukan tawuran atau pengeroyokan. Terlebih lagi Abercio meninggal karena pukulan Toni."

Makutha terdiam. Dia sadar, seharusnya dia juga mendapat hukuman karena terlibat dalam aksi tawuran yang belum sempat terjadi itu. Dia tertunduk lesu. Arjun yang menyadari perubahan sikapnya pun meraih lengan atas Makutha.

"Hei, anak muda! Itu hanyalah masa lalu. Yang terpenting sekarang ini kita fokus pada mereka yang terbebas dari hukuman."

"Pak, apa suatu hari nanti aku juga akan mendapatkan karma atas kejadian itu?" tanya Makutha dengan raut wajah sedih.

"Ah, itu ...." Arjun memutar otak untuk menjawab pertanyaan Makutha, agar mendung di wajah hakim tampan tersebut tidak semakin hitam.

"Begini, Makutha. Di dunia ini selalu ada hukum karma, hukum sebab akibat. Tapi, untuk kasusmu ini ... bukankah kamu terpaksa datang ke lokasi itu karena ancaman mereka?"

Makutha kembali teringat bagaimana Liam, Alex, dan Hendry mengancamnya. Mereka mengancam akan melecehkan Hasna jika tidak menuruti kemauan mereka.

"Aku akan menghubungi Ketua Pengadilan Negeri untuk menangani kasus ini."

"Penyidikan belum selesai, Tha. Bersabarlah sedikit lagi. Jangan buru-buru mengambil tindakan."

...****************...

Di sisi lain, seorang pria berotot dengan tubuh dipenuhi tato baru saja dibebaskan dari hukumannya karena membunuh seseorang. Ya, dia adalah Toni Mahendra. Pemuda berusia 25 tahun yang sekarang resmi menyandang status sebagai mantan Narapidana.

Tak ada tempat tujuan pulang untuk Toni. Orang tuanya sudah tidak peduli. Dia dibuang oleh keluarganya karena kasus tersebut. Sorot matanya masih sama seperti dulu. Terlihat begitu dingin dan menyeramkan.

Toni menunggu jemputan di depan halte LAPAS sambil memerhatikan sekitar. Tak ada ponsel dalam genggamannya seperti orang lain. Dia tidak pernah peduli dengan benda pipih itu. Ada atau tidak sama saja bagi seorang Toni.

"Lama sekali!" gerutu Toni, sambil merogoh sakunya.

Lelaki itu mengeluarkan sebatang rokok dan menyulutnya. Setelah itu dia memasukkan lintingan tembakau tersebut ke dalam mulut. Menghisapnya perlahan, lalu mengembuskan asapnya ke udara.

Sebatang, dua batang, hingga batang ketiga tinggal separuh, barulah orang yang berjanji menjemputnya datang. Sebuah mobil sedan mahal berwarna hitam berhenti di depan Toni. Dia membuang puntung rokok dan menginjaknya hingga apinya padam. Kaca mobil terbuka, seorang lelaki bertubuh gempal menyapa Makutha.

"Ayo masuk!" ajak lelaki itu.

Toni meraih gagang pintu, membukanya, kemudian duduk di kursi penumpang. Lelaki itu menyandarkan kepala kemudian mulai terpejam. Pria yang berada di belakang kemudi memutar tubuh hingga kini bisa melihat jelas Toni.

"Gimana? Apakah udara di dalam penjara sama dengan udara di luar sini?"

"Niki ...."

"Hm?"

"Apa kamu sudah bosan hidup?" Toni kembali duduk tegak kemudian menatap tajam Niki.

"Hahaha, ampun!" kekeh Niki kemudian mulai melajukan mobilnya.

Sepanjang perjalanan Toni memilih tidur. Suasana di dalam mobil begitu lengang. Hanya terdengar deru mesin mobil yang menemani Niki ketika berkendara.

Setelah menempuh perjalanan hampir 9 jam, akhirnya keduanya sampai di sebuah rumah mewah dua lantai. Rumah itu memiliki halaman yang sangat luas. Pilar yang ada di terasnya pun sangat besar.

Niki membangunkan Toni yang hanya terpejam sepanjang perjalanan. Tubuh besar itu mulai menggeliat kemudian membuka mata. Toni sedikit meregangkan otot kemudian duduk.

"Kita sudah sampai, Bos!" seru Niki.

Toni langsung membuka pintu dan melangkah keluar mobil. Sepanjang jalan menuju pintu utama rumah, sudah berjajar belasan anggota Geng Macan Tutul. Salah satu geng terbesar dan disegani di Kota Metropolitan.

Geng tersebut kini memiliki ratusan anggota dengan 9 anggota inti dan 1 ketua. Sudah pasti ketuanya adalah Toni, sedang sembilan anggota inti yang lain adalah Niki, Miki, Ferdi, Aldo, Choky, Albert, Udin, Tito, dan Usman.

Kegiatan geng tersebut sebenarnya sering terendus pihak kepolisian. Akan tetapi, mereka selalu berhasil lolos dengan mudah. Selain itu, geng tersebut memiliki dukungan yang kuat. Banyak yang menduga orang yang mendukung mereka adalah Liam, sang Walikota Kota Metropolitan. Namun, motif kerjasama kedua pihak itu belum terkuak.

"Bos, besok sore Pak Walikota akan mendatangi kita," ucap Niki sambil terus berjalan di belakang Toni.

"Siapkan jamuan mewah! Besok adalah hari besar yang tidak bisa dilewatkan begitu saja!"

Sebuah senyum seringai penuh arti terukir di bibir Toni. Dia terus melangkah memasuki rumah yang disebut markas itu. Setelah punggung lelaki itu menghilang di balik pintu, barulah seluruh anggota masuk satu per satu ke dalam rumah.

...****************...

Halooo~

Mampir juga yukk ke karya temanku ini,

Episodes
1 Bab 1. Mimpi Buruk
2 Bab 2. Penyerangan
3 Bab 3. Ekor
4 Bab 4. Residivis
5 Bab 5. Terkejut
6 Bab 6. Mati
7 Bab 7. Kesamaan
8 Bab 8. Miki
9 Bab 9. Pola yang Sama
10 Bab 10. Kembalinya Ketua Geng Cantul
11 Bab 11. Dendam
12 Bab 12. Jamuan Geng Cantul
13 Bab 13. Kekejaman Toni
14 Bab 14. Pertanyaan untuk Makutha
15 Bab 15. Pacar Hasna
16 Bab 16. Begal Keperawanan
17 Bab 17. Ancaman
18 Bab 18. Jagal Geng Cantul
19 Bab 19. Menghibur Hasna
20 Bab 20. Kegalauan Ferdi dan Tito
21 Bab 21. Menemui Tito
22 Bab 22. Sebut Saja Dewa Penyelamat
23 Bab 23. Menyerahkan Diri
24 Bab 24. Krisis Kepercayaan
25 Bab 25. Sengaja atau Tidak?
26 Bab 26. Interogasi
27 Bab 27. Musuh dalam Selimut
28 Bab 28. Orang Asing
29 Bab 29. Drama Pasangan Penghianat
30 Bab 30. Bermuka Dua
31 Update Bab 30
32 Bab 31. Mengadili Ferdi
33 Bab 32. Panas Hati
34 Bab 33. Rencana Geng Cantul
35 Bab 34. Terkejut Belum?
36 Bab 35. Penyesalan Maudy
37 Bab 36. Tersangka Baru
38 Bab 37. Hukuman untuk Ferdi
39 Bab 38. Carut Marut
40 Bab 39. Pertemuan Arjun dan Farhan
41 Bab 40. Skenario Liam
42 Bab 41. Berusaha Menjangkau Liam
43 Bab 42. Negosiasi
44 Bab 43. Sekutu Baru
45 Bab 44. Bodyguard Hasna
46 Bab 45. Ragu
47 Bab 46. Drama Pembuktian
48 Bab 47. Ternyata Kamu!
49 Bab 48. Semakin Samar
50 Bab 49. Kemurkaan Sang Ayah
51 Bab 50. Jenjang Karir Kotor
52 Bab 51. Bisnis Gelap Sang Walikota
53 Bab 52. Salah Sasaran
54 Bab 53. Baby Blues
55 Bab 54. Sisi Gelap Makutha
56 Bab 55. Memulai Rencana Bersama Musuh
57 Bab 56. Bayi Kita
58 Bab 57. Surat Panggilan dari Kepolisian
59 Bab 58. Interogasi
60 Bab 59. Penangkapan Sang Hakim
61 Bab 60. Tawanan Cinta
62 Bab 61. Sambutan dari Mereka
63 Bab 62. Tiara Si Gadis Lugu
64 Bab 63. Kekecewaan Tiara
65 Bab 64. Penyesalan Tiara
66 Bab 65. Hari Pertama Persidangan
67 Bab 66. Apakah Ini Akan Menjadi Akhir?
68 Bab 67. Fitting Day
69 Bab 68. Markas
70 Bab 69. Berhasil
71 Bab 70. THE END
72 Karya Baru: Luna and The Dire Wolf
73 Novel Baru: Rahasia Kehamilan Violetta
74 Revenge of The Ugly Lily
75 Gairah Masa SMA
76 Karya Baru: Toko Gaib (Apa yang Kamu Mau Ada di Sini)
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Bab 1. Mimpi Buruk
2
Bab 2. Penyerangan
3
Bab 3. Ekor
4
Bab 4. Residivis
5
Bab 5. Terkejut
6
Bab 6. Mati
7
Bab 7. Kesamaan
8
Bab 8. Miki
9
Bab 9. Pola yang Sama
10
Bab 10. Kembalinya Ketua Geng Cantul
11
Bab 11. Dendam
12
Bab 12. Jamuan Geng Cantul
13
Bab 13. Kekejaman Toni
14
Bab 14. Pertanyaan untuk Makutha
15
Bab 15. Pacar Hasna
16
Bab 16. Begal Keperawanan
17
Bab 17. Ancaman
18
Bab 18. Jagal Geng Cantul
19
Bab 19. Menghibur Hasna
20
Bab 20. Kegalauan Ferdi dan Tito
21
Bab 21. Menemui Tito
22
Bab 22. Sebut Saja Dewa Penyelamat
23
Bab 23. Menyerahkan Diri
24
Bab 24. Krisis Kepercayaan
25
Bab 25. Sengaja atau Tidak?
26
Bab 26. Interogasi
27
Bab 27. Musuh dalam Selimut
28
Bab 28. Orang Asing
29
Bab 29. Drama Pasangan Penghianat
30
Bab 30. Bermuka Dua
31
Update Bab 30
32
Bab 31. Mengadili Ferdi
33
Bab 32. Panas Hati
34
Bab 33. Rencana Geng Cantul
35
Bab 34. Terkejut Belum?
36
Bab 35. Penyesalan Maudy
37
Bab 36. Tersangka Baru
38
Bab 37. Hukuman untuk Ferdi
39
Bab 38. Carut Marut
40
Bab 39. Pertemuan Arjun dan Farhan
41
Bab 40. Skenario Liam
42
Bab 41. Berusaha Menjangkau Liam
43
Bab 42. Negosiasi
44
Bab 43. Sekutu Baru
45
Bab 44. Bodyguard Hasna
46
Bab 45. Ragu
47
Bab 46. Drama Pembuktian
48
Bab 47. Ternyata Kamu!
49
Bab 48. Semakin Samar
50
Bab 49. Kemurkaan Sang Ayah
51
Bab 50. Jenjang Karir Kotor
52
Bab 51. Bisnis Gelap Sang Walikota
53
Bab 52. Salah Sasaran
54
Bab 53. Baby Blues
55
Bab 54. Sisi Gelap Makutha
56
Bab 55. Memulai Rencana Bersama Musuh
57
Bab 56. Bayi Kita
58
Bab 57. Surat Panggilan dari Kepolisian
59
Bab 58. Interogasi
60
Bab 59. Penangkapan Sang Hakim
61
Bab 60. Tawanan Cinta
62
Bab 61. Sambutan dari Mereka
63
Bab 62. Tiara Si Gadis Lugu
64
Bab 63. Kekecewaan Tiara
65
Bab 64. Penyesalan Tiara
66
Bab 65. Hari Pertama Persidangan
67
Bab 66. Apakah Ini Akan Menjadi Akhir?
68
Bab 67. Fitting Day
69
Bab 68. Markas
70
Bab 69. Berhasil
71
Bab 70. THE END
72
Karya Baru: Luna and The Dire Wolf
73
Novel Baru: Rahasia Kehamilan Violetta
74
Revenge of The Ugly Lily
75
Gairah Masa SMA
76
Karya Baru: Toko Gaib (Apa yang Kamu Mau Ada di Sini)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!