Bab 15. Pacar Hasna

"Na, aku ...."

Hasna enggan menatap Makutha. Dia masih kesal karena teringat sesuatu yang ia temukan di dalam apartemen. Sebelum mati listrik, Hasna mendapati foto wisuda Makutha diturunkan dari dinding.

Hasna memutuskan untuk mengubur perasaannya kepada Makutha mulai hari ini. Dia tidak mau berharap lebih banyak lagi, dan menghabiskan banyak waktu menanti pernyataan cinta dari Makutha.

"Sudahlah, pulang sana! Dan cepat istirahat! Bukankah besok kamu harus bekerja? Aku juga mau segera tidur!" Hasna menarik selimut hingga menutupi kepalanya.

Makutha mengembuskan napas kasar, kemudian berjalan ke arah pintu. Ketika meraih tuas pintu, lelaki itu kembali menghentikan langkah. Dia balik kanan dan kembali menatap Hasna yang masih bergelung di bawah selimut.

"Maaf," ucap Makutha lirih.

Lelaki itu segera membuka pintu dan menutupnya perlahan. Ketika hendak melangkah meninggalkan IGD, dari kejauhan Praba berlari ke arahnya. Perempuan itu terengah-engah ketika sampai di hadapan Makutha.

"Ba-bagaimana keadaan Hasna?" tanya Praba terbata-bata.

"Dia sudah sadar. Kata Dokter Hans, dia memiliki rasa tidak nyaman ketika berada di dalam ruangan gelap."

"Astaga, sepertinya karena hari itu!"

"Hari itu?" Makutha mengerutkan dahi.

"Iya, kamu tahu? Ketika baru saja masuk kuliah, dia di-bully oleh beberapa kakak tingkat!"

"Apa!" Makutha terbelalak. Dadanya seakan terbakar mendengar kabar dari Praba.

"Apa dia tidak menceritakannya kepadamu?'

"Tidak."

"Jadi, begini ceritanya ...."

...****************...

Flashback On ....

"Dasar cewek penggoda!" seru seorang perempuan yang memakai baju kekurangan bahan.

"Menggoda bagaimana maksud Mbak Indri?" tanya Hasna kebingungan.

"Halah, nggak udah pura-pura bodoh! Kamu selalu deketin Hans, 'kan?" tuduh Indri.

"Kak Hans? Kak Hans yang mana, ya?" tanya Hasna sambil menautkan kedua alisnya. Gadis itu benar-benar tidak tahu siapa yang Indri maksud.

"Muak aku denger pertanyaanmu! Dasar munafik! Hans yang mana?" Indri menirukan ucapan Hasna dengan nada mengejek.

Indri langsung menarik lengan Hasna, dan memasukkannya ke dalam gudang. Setelah itu Indri mengunci Hasna dari luar. Hasna terus menggedor pintu, berharap ada yang melintas di depan gudang.

Namun, usahanya sia-sia. Gudang Fakultas Kedokteran tempat ia menuntut ilmu jauh dari keramaian. Ruangan itu terletak di bagian paling belakang kampus yang jarang sekali dilewati.

Hasna hanya bisa meringkuk di dalam ruangan itu. Saat semua terjadi gadis itu tidak membawa ponsel, karena buru-buru ketika berangkat kuliah. Langit berubah hitam hingga menyebabkan ruangan tersebut semakin gelap.

Hasna mencoba kembali untuk menggedor pintu, tetapi hasilnya sama. Tidak ada yang datang menolongnya. Sampai akhirnya dia lemas. Hari itu gadis cantik tersebut puasa sehingga kehabisan energi karena mencoba terus berteriak serta menggedor pintu. Dia terkurung di dalam gudang sejak Ashar sampai sehabis Isya.

Sejak saat itulah, Hasna takut dengan kegelapan. Dia akan merasa cemas dan sesak napas jika berada di dalam ruangan yang gelap.

Flashback off ....

...****************...

"Jadi begitu ceritanya," ucap Praba.

"Lalu, siapa yang menolong Hasna?"

"Kak Hans. Dia kebetulan sedang mengikuti kelas malam. Entah bagaimana takdir Tuhan tertulis. Kak Hans malam itu memilih untuk pulang melalui pintu belakang."

Ada perasaan tidak suka ketika mendapati kenyataan bahwa Hans yang menolong Hasna. Tanpa dasar lelaki itu mengepalkan jemarinya kuat-kuat.

"Ba, apa aku boleh bertanya sesuatu?"

"Hm?"

"Apa Hasna memiliki pacar baru-baru ini?"

Praba terbelalak mendengar pertanyaan Makutha. Dia menutup mulutnya yang menganga lebar, lalu sedetik kemudian sebuah tawa renyah keluar dari bibir perempuan tersebut.

"Kamu itu gila, apa gimana sih, Tha?"

"Bukannya kamu itu pacar Hasna!" seru Praba sambil mengusap ujung matanya yang basah karena air mata.

"Aku?"

"Iya, kamu! Gimana sih!"

"Tapi, kami nggak pernah saling mengungkapkan perasaan! Bagaimana bisa kami berpacaran?"

"Makutha ... Makutha! Kamu itu nggak peka apa gimana, sih? Hasna itu suka sama kamu!" Praba menggelengkan kepala sambil berusaha menahan tawa.

Makutha bungkam. Ternyata Makutha sepolos itu, sampai bisa dibohongi oleh seorang Hasna. Bukan polos, lebih tepatnya tidak peka.

Setelah mendengar ucapan Praba, Makutha tersenyum tipis hampir tidak terlihat. Sebuah rencana kecil terlintas dalam otaknya. Dia ingin melamar Hasna di hari ulang tahunnya beberapa bulan lagi.

Kali ini dia sudah yakin untuk segera mempersunting perempuan yang sudah ia cintai sejak lama itu. Sesaat dia melupakan dendamnya terhadap Geng Cantul dan ketiga mantan temannya.

...****************...

Yok, Utha! Jangan kasih kendor!

Mampir juga yukkk ke karya salah satu sahabatku ini❤❤❤

Terpopuler

Comments

Tiaga Raz aghastya

Tiaga Raz aghastya

koq aku yg takut nunggu ultah berapa bulan lagi ya, takut ny k duluan yg lain

2022-09-08

2

Ayi

Ayi

nah gitu peka donk gmna si Utha , jngn lama2 yaah nntik d ambil orng 😁☺️

2022-09-08

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Mimpi Buruk
2 Bab 2. Penyerangan
3 Bab 3. Ekor
4 Bab 4. Residivis
5 Bab 5. Terkejut
6 Bab 6. Mati
7 Bab 7. Kesamaan
8 Bab 8. Miki
9 Bab 9. Pola yang Sama
10 Bab 10. Kembalinya Ketua Geng Cantul
11 Bab 11. Dendam
12 Bab 12. Jamuan Geng Cantul
13 Bab 13. Kekejaman Toni
14 Bab 14. Pertanyaan untuk Makutha
15 Bab 15. Pacar Hasna
16 Bab 16. Begal Keperawanan
17 Bab 17. Ancaman
18 Bab 18. Jagal Geng Cantul
19 Bab 19. Menghibur Hasna
20 Bab 20. Kegalauan Ferdi dan Tito
21 Bab 21. Menemui Tito
22 Bab 22. Sebut Saja Dewa Penyelamat
23 Bab 23. Menyerahkan Diri
24 Bab 24. Krisis Kepercayaan
25 Bab 25. Sengaja atau Tidak?
26 Bab 26. Interogasi
27 Bab 27. Musuh dalam Selimut
28 Bab 28. Orang Asing
29 Bab 29. Drama Pasangan Penghianat
30 Bab 30. Bermuka Dua
31 Update Bab 30
32 Bab 31. Mengadili Ferdi
33 Bab 32. Panas Hati
34 Bab 33. Rencana Geng Cantul
35 Bab 34. Terkejut Belum?
36 Bab 35. Penyesalan Maudy
37 Bab 36. Tersangka Baru
38 Bab 37. Hukuman untuk Ferdi
39 Bab 38. Carut Marut
40 Bab 39. Pertemuan Arjun dan Farhan
41 Bab 40. Skenario Liam
42 Bab 41. Berusaha Menjangkau Liam
43 Bab 42. Negosiasi
44 Bab 43. Sekutu Baru
45 Bab 44. Bodyguard Hasna
46 Bab 45. Ragu
47 Bab 46. Drama Pembuktian
48 Bab 47. Ternyata Kamu!
49 Bab 48. Semakin Samar
50 Bab 49. Kemurkaan Sang Ayah
51 Bab 50. Jenjang Karir Kotor
52 Bab 51. Bisnis Gelap Sang Walikota
53 Bab 52. Salah Sasaran
54 Bab 53. Baby Blues
55 Bab 54. Sisi Gelap Makutha
56 Bab 55. Memulai Rencana Bersama Musuh
57 Bab 56. Bayi Kita
58 Bab 57. Surat Panggilan dari Kepolisian
59 Bab 58. Interogasi
60 Bab 59. Penangkapan Sang Hakim
61 Bab 60. Tawanan Cinta
62 Bab 61. Sambutan dari Mereka
63 Bab 62. Tiara Si Gadis Lugu
64 Bab 63. Kekecewaan Tiara
65 Bab 64. Penyesalan Tiara
66 Bab 65. Hari Pertama Persidangan
67 Bab 66. Apakah Ini Akan Menjadi Akhir?
68 Bab 67. Fitting Day
69 Bab 68. Markas
70 Bab 69. Berhasil
71 Bab 70. THE END
72 Karya Baru: Luna and The Dire Wolf
73 Novel Baru: Rahasia Kehamilan Violetta
74 Revenge of The Ugly Lily
75 Gairah Masa SMA
76 Karya Baru: Toko Gaib (Apa yang Kamu Mau Ada di Sini)
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Bab 1. Mimpi Buruk
2
Bab 2. Penyerangan
3
Bab 3. Ekor
4
Bab 4. Residivis
5
Bab 5. Terkejut
6
Bab 6. Mati
7
Bab 7. Kesamaan
8
Bab 8. Miki
9
Bab 9. Pola yang Sama
10
Bab 10. Kembalinya Ketua Geng Cantul
11
Bab 11. Dendam
12
Bab 12. Jamuan Geng Cantul
13
Bab 13. Kekejaman Toni
14
Bab 14. Pertanyaan untuk Makutha
15
Bab 15. Pacar Hasna
16
Bab 16. Begal Keperawanan
17
Bab 17. Ancaman
18
Bab 18. Jagal Geng Cantul
19
Bab 19. Menghibur Hasna
20
Bab 20. Kegalauan Ferdi dan Tito
21
Bab 21. Menemui Tito
22
Bab 22. Sebut Saja Dewa Penyelamat
23
Bab 23. Menyerahkan Diri
24
Bab 24. Krisis Kepercayaan
25
Bab 25. Sengaja atau Tidak?
26
Bab 26. Interogasi
27
Bab 27. Musuh dalam Selimut
28
Bab 28. Orang Asing
29
Bab 29. Drama Pasangan Penghianat
30
Bab 30. Bermuka Dua
31
Update Bab 30
32
Bab 31. Mengadili Ferdi
33
Bab 32. Panas Hati
34
Bab 33. Rencana Geng Cantul
35
Bab 34. Terkejut Belum?
36
Bab 35. Penyesalan Maudy
37
Bab 36. Tersangka Baru
38
Bab 37. Hukuman untuk Ferdi
39
Bab 38. Carut Marut
40
Bab 39. Pertemuan Arjun dan Farhan
41
Bab 40. Skenario Liam
42
Bab 41. Berusaha Menjangkau Liam
43
Bab 42. Negosiasi
44
Bab 43. Sekutu Baru
45
Bab 44. Bodyguard Hasna
46
Bab 45. Ragu
47
Bab 46. Drama Pembuktian
48
Bab 47. Ternyata Kamu!
49
Bab 48. Semakin Samar
50
Bab 49. Kemurkaan Sang Ayah
51
Bab 50. Jenjang Karir Kotor
52
Bab 51. Bisnis Gelap Sang Walikota
53
Bab 52. Salah Sasaran
54
Bab 53. Baby Blues
55
Bab 54. Sisi Gelap Makutha
56
Bab 55. Memulai Rencana Bersama Musuh
57
Bab 56. Bayi Kita
58
Bab 57. Surat Panggilan dari Kepolisian
59
Bab 58. Interogasi
60
Bab 59. Penangkapan Sang Hakim
61
Bab 60. Tawanan Cinta
62
Bab 61. Sambutan dari Mereka
63
Bab 62. Tiara Si Gadis Lugu
64
Bab 63. Kekecewaan Tiara
65
Bab 64. Penyesalan Tiara
66
Bab 65. Hari Pertama Persidangan
67
Bab 66. Apakah Ini Akan Menjadi Akhir?
68
Bab 67. Fitting Day
69
Bab 68. Markas
70
Bab 69. Berhasil
71
Bab 70. THE END
72
Karya Baru: Luna and The Dire Wolf
73
Novel Baru: Rahasia Kehamilan Violetta
74
Revenge of The Ugly Lily
75
Gairah Masa SMA
76
Karya Baru: Toko Gaib (Apa yang Kamu Mau Ada di Sini)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!