Bab 9. Pola yang Sama

Jantung Makutha berdegub kencang. Sebenarnya dia sangat tergoda untuk mendaratkan ciuman kepada Hasna. Namun, dia sadar bahwa mereka belum memiliki ikatan sah. Bisa dipastikan pukulan Hasna akan mendarat mulus di pipinya jika Makutha nekat menciumnya.

Akhirnya Makutha hanya bisa menelan ludah. Dia menghembuskan napas kasar. Jemarinya hendak mengusap puncak kepala Hasna, tetapi ia urungkan. Akhirnya Makutha berdeham dua kali kemudian mulai berbicara.

"Na, aku ...."

Hasna mulai membuka mata. Ia menatap intens manik mata lelaki yang kini berada di bawahnya itu. Jantung Hasna berdetak tak beraturan ketika menanti kalimat selanjutnya yang akan keluar dari bibir hakim tampan tersebut.

"Ya?" tanya Hasna dengan suara lirih.

"Aku sudah lapar, ayo kita makan!" seru Makutha diikuti suara perutnya yang menjerit.

Hasna terperangah. Dia terlalu berharap banyak kepada Makutha. Nyatanya Makutha tidak pernah mengungkapkan perasaan kalau dia menyukainya. Dokter cantik itu pun segera beranjak dari atas tubuh Makutha dan berjalan ke arah dapur untuk menyiapkan makanan.

"Bagaimana pekerjaanmu?" tanya Makutha basa-basi sambil menarik kursi.

"Kenapa tiba-tiba peduli dengan pekerjaanku segala?" cibir Hasna sambil meletakkan piring berisi ayam goreng ke atas meja makan.

"Yah, basa-basi saja! Biar ada obrolan di antara kita," jawab Makutha jujur sambil mengambil sepotong sayap ayam kesukaannya.

"Capek! Rasanya pengen berhenti kerja aja. Nikah, terus momong anak di rumah!"

Mendengar ucapan Hasna membuat Makutha terbelalak. Makutha kembali meletakkan potongan paha ayam goreng ke atas piringnya. Dia menatap Hasna kesal.

"Kenapa nggak nikah aja kalau begitu?"

"Pacarku belum mau ngelamar. Dia masih sibuk kerja," ucap Hasna sambil menyipitkan mata.

"Oh, udah punya pacar? Baguslah!"

Mendengar ucapan Hasna membuat Makutha dongkol. Dia tidak menyangka gadis yang disukainya sejak lama itu ternyata sudah memiliki kekasih.

"Aku hari ini piket sore, jangan lupa minum obat teratur. Kalau ada keluhan hubungi saja aku. Nggak usah ke Rumah Sakit. Buang-buang uang!" seru Hasna kemudian melepas celemek dan beranjak pergi.

Setelah pintu kembali tertutup, Makutha menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi. Dia mengusap wajah kasar kemudian menghela napas.

"Sudah punya pacar, ya?" Makutha tersenyum kecut sambil menatap foto wisudanya bersama sang ibu serta Hasna.

...****************...

Satu minggu kemudian ....

Makutha melajukan mobil untuk segera menemui Arjun di kantornya. Lelaki itu sudah mendapat kabar bahwa Miki sudah ditangkap. Cuaca panas membuat hati lelaki itu semakin terbakar. Suara klakson yang saling bersahutan membuat suasana hatinya semakin kacau.

"Pakai acara macet segala!" gerutunya sambil ikut menekan klakson mobil.

Ponsel Makutha berdering. Lelaki itu melirik ke arah benda pipih di atas dashboard, kemudian mengangkat panggilan itu. Nada bicara Arjun terdengar begitu panik.

"Ada apa, Pak?"

"Kamu sampai mana?"

"Aku masih ada di daerah X. Ada apa?"

"Putar balik! Susul aku di Rumah Sakit!" seru Arjun.

"Memangnya kenapa? Apa ada yang terluka?"

"Miki melakukan percobaan bunuh diri!"

Makutha terbelalak kemudian memukul roda kemudinya. Dia mengacak rambut lalu membuang napas kasar.

"Sial!" umpat Makutha.

"Baiklah, aku akan segera ke sana!" Makutha membanting setir kemudian langsung menuju rumah sakit.

Lima belas menit berlalu, kini Makutha sudah memasuki gedung rumah sakit. Dia berlari menuju ruang IGD. Arjun sedang mondar-mandir di depan ruangan dengan wajah yang terlihat kacau.

"Bagaimana bisa terjadi, Pak?" tanya Makutha ketika sudah berada di depan Arjun.

"Entahlah, sepertinya dia menyembunyikan obat dan menelannya sesaat sebelum kami melakukan penyidikan. Ketika hendak dijemput ke ruang penyidikan, dia ditemukan tergeletak di dalam sel!"

"Astaga! Mereka licin sekali seperti belut!"

Beberapa saat kemudian, seorang dokter keluar dari IGD dan menghampiri keduanya. Lelaki berkacamata itu mulai menjelaskan kondisi Miki.

"Sepertinya dia menelan racun. Tapi, racun itu tidak menyebabkan kematian. Kami sedang mengecek kandungan pil tersebut di laboratorium. Setelah hasilnya keluar, pihak Rumah Sakit akan menghubungi Anda."

"Baik, Dok," ucap Arjun.

"Saya permisi."

Makutha mengusap dagu dengan tatapan yang terlihat seperti sedang berpikir. Arjun menepuk bahunya hingga membuat lelaki itu terperanjat.

"Kenapa?" tanya Arjun.

"Ah, aneh. Kenapa selalu berakhir seperti ini."

"Maksudmu?"

"Selalu berakhir dengan percobaan untuk menghilangkan jejak. Bahkan mereka rela mempertaruhkan nyawa!" seru Makutha.

"Kamu benar juga! Pasti ada sesuatu yang mereka sembunyikan!"

"Dan aku yakin ini berhubungan denga Geng Cantul itu sendiri, Pak!"

"Sepertinya kita harus penyelidikinya lebih dalam."

"Tapi, apakah boleh seorang Kapolsek terlalu mengurusi pekerjaan seperti ini?"

"Hei, anggap saja aku sebagai informanmu! Aku hanya bisa menemuimu seperti ini jika ada waktu senggang."

"Baiklah kalau begitu. Pak, boleh aku bertanya sesuatu?"

"Bertanya apa? Katakan!"

...****************...

Holaaa~

Mampir ke sini juga yaaa geskuuu~

Terpopuler

Comments

AyuGi

AyuGi

😅😅😅😅makutha lama sih kasiannn...

2022-11-29

1

Ayi

Ayi

Utha tdak peka , sebeeeel deeeh 😬

2022-09-05

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Mimpi Buruk
2 Bab 2. Penyerangan
3 Bab 3. Ekor
4 Bab 4. Residivis
5 Bab 5. Terkejut
6 Bab 6. Mati
7 Bab 7. Kesamaan
8 Bab 8. Miki
9 Bab 9. Pola yang Sama
10 Bab 10. Kembalinya Ketua Geng Cantul
11 Bab 11. Dendam
12 Bab 12. Jamuan Geng Cantul
13 Bab 13. Kekejaman Toni
14 Bab 14. Pertanyaan untuk Makutha
15 Bab 15. Pacar Hasna
16 Bab 16. Begal Keperawanan
17 Bab 17. Ancaman
18 Bab 18. Jagal Geng Cantul
19 Bab 19. Menghibur Hasna
20 Bab 20. Kegalauan Ferdi dan Tito
21 Bab 21. Menemui Tito
22 Bab 22. Sebut Saja Dewa Penyelamat
23 Bab 23. Menyerahkan Diri
24 Bab 24. Krisis Kepercayaan
25 Bab 25. Sengaja atau Tidak?
26 Bab 26. Interogasi
27 Bab 27. Musuh dalam Selimut
28 Bab 28. Orang Asing
29 Bab 29. Drama Pasangan Penghianat
30 Bab 30. Bermuka Dua
31 Update Bab 30
32 Bab 31. Mengadili Ferdi
33 Bab 32. Panas Hati
34 Bab 33. Rencana Geng Cantul
35 Bab 34. Terkejut Belum?
36 Bab 35. Penyesalan Maudy
37 Bab 36. Tersangka Baru
38 Bab 37. Hukuman untuk Ferdi
39 Bab 38. Carut Marut
40 Bab 39. Pertemuan Arjun dan Farhan
41 Bab 40. Skenario Liam
42 Bab 41. Berusaha Menjangkau Liam
43 Bab 42. Negosiasi
44 Bab 43. Sekutu Baru
45 Bab 44. Bodyguard Hasna
46 Bab 45. Ragu
47 Bab 46. Drama Pembuktian
48 Bab 47. Ternyata Kamu!
49 Bab 48. Semakin Samar
50 Bab 49. Kemurkaan Sang Ayah
51 Bab 50. Jenjang Karir Kotor
52 Bab 51. Bisnis Gelap Sang Walikota
53 Bab 52. Salah Sasaran
54 Bab 53. Baby Blues
55 Bab 54. Sisi Gelap Makutha
56 Bab 55. Memulai Rencana Bersama Musuh
57 Bab 56. Bayi Kita
58 Bab 57. Surat Panggilan dari Kepolisian
59 Bab 58. Interogasi
60 Bab 59. Penangkapan Sang Hakim
61 Bab 60. Tawanan Cinta
62 Bab 61. Sambutan dari Mereka
63 Bab 62. Tiara Si Gadis Lugu
64 Bab 63. Kekecewaan Tiara
65 Bab 64. Penyesalan Tiara
66 Bab 65. Hari Pertama Persidangan
67 Bab 66. Apakah Ini Akan Menjadi Akhir?
68 Bab 67. Fitting Day
69 Bab 68. Markas
70 Bab 69. Berhasil
71 Bab 70. THE END
72 Karya Baru: Luna and The Dire Wolf
73 Novel Baru: Rahasia Kehamilan Violetta
74 Revenge of The Ugly Lily
75 Gairah Masa SMA
76 Karya Baru: Toko Gaib (Apa yang Kamu Mau Ada di Sini)
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Bab 1. Mimpi Buruk
2
Bab 2. Penyerangan
3
Bab 3. Ekor
4
Bab 4. Residivis
5
Bab 5. Terkejut
6
Bab 6. Mati
7
Bab 7. Kesamaan
8
Bab 8. Miki
9
Bab 9. Pola yang Sama
10
Bab 10. Kembalinya Ketua Geng Cantul
11
Bab 11. Dendam
12
Bab 12. Jamuan Geng Cantul
13
Bab 13. Kekejaman Toni
14
Bab 14. Pertanyaan untuk Makutha
15
Bab 15. Pacar Hasna
16
Bab 16. Begal Keperawanan
17
Bab 17. Ancaman
18
Bab 18. Jagal Geng Cantul
19
Bab 19. Menghibur Hasna
20
Bab 20. Kegalauan Ferdi dan Tito
21
Bab 21. Menemui Tito
22
Bab 22. Sebut Saja Dewa Penyelamat
23
Bab 23. Menyerahkan Diri
24
Bab 24. Krisis Kepercayaan
25
Bab 25. Sengaja atau Tidak?
26
Bab 26. Interogasi
27
Bab 27. Musuh dalam Selimut
28
Bab 28. Orang Asing
29
Bab 29. Drama Pasangan Penghianat
30
Bab 30. Bermuka Dua
31
Update Bab 30
32
Bab 31. Mengadili Ferdi
33
Bab 32. Panas Hati
34
Bab 33. Rencana Geng Cantul
35
Bab 34. Terkejut Belum?
36
Bab 35. Penyesalan Maudy
37
Bab 36. Tersangka Baru
38
Bab 37. Hukuman untuk Ferdi
39
Bab 38. Carut Marut
40
Bab 39. Pertemuan Arjun dan Farhan
41
Bab 40. Skenario Liam
42
Bab 41. Berusaha Menjangkau Liam
43
Bab 42. Negosiasi
44
Bab 43. Sekutu Baru
45
Bab 44. Bodyguard Hasna
46
Bab 45. Ragu
47
Bab 46. Drama Pembuktian
48
Bab 47. Ternyata Kamu!
49
Bab 48. Semakin Samar
50
Bab 49. Kemurkaan Sang Ayah
51
Bab 50. Jenjang Karir Kotor
52
Bab 51. Bisnis Gelap Sang Walikota
53
Bab 52. Salah Sasaran
54
Bab 53. Baby Blues
55
Bab 54. Sisi Gelap Makutha
56
Bab 55. Memulai Rencana Bersama Musuh
57
Bab 56. Bayi Kita
58
Bab 57. Surat Panggilan dari Kepolisian
59
Bab 58. Interogasi
60
Bab 59. Penangkapan Sang Hakim
61
Bab 60. Tawanan Cinta
62
Bab 61. Sambutan dari Mereka
63
Bab 62. Tiara Si Gadis Lugu
64
Bab 63. Kekecewaan Tiara
65
Bab 64. Penyesalan Tiara
66
Bab 65. Hari Pertama Persidangan
67
Bab 66. Apakah Ini Akan Menjadi Akhir?
68
Bab 67. Fitting Day
69
Bab 68. Markas
70
Bab 69. Berhasil
71
Bab 70. THE END
72
Karya Baru: Luna and The Dire Wolf
73
Novel Baru: Rahasia Kehamilan Violetta
74
Revenge of The Ugly Lily
75
Gairah Masa SMA
76
Karya Baru: Toko Gaib (Apa yang Kamu Mau Ada di Sini)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!