Bab 13. Kekejaman Toni

Dada Niki naik turun karena amarah yang menggebu-gebu. Tak lama kemudian, terdengar suara tembakan. Seisi ruangan itu pun terdiam. Semua anggota Geng Macan Tutul terbelalak melihat apa yang terjadi di depan mata mereka.

Sebuah peluru tepat mengenai kepala Choky, hingga meninggalkan lubang pada pelipis kanannya. Tak sampai di situ. Peluru yang ditembakkan oleh Toni sampai tembus ke pelipis kiri Choky.

Choky langsung terkapar diatas lantai. Cairan kental berwarna merah pekat mulai membanjiri lantai marmer bangunan mewah itu. Aroma anyir darah menguar memenuhi ruangan, membuat siapa pun yang menciumnya pasti akan merasa mual.

Tak terkecuali anggota inti Geng Cantul. Mereka mati-matian menahan perut yang bergejolak karena takut menyinggung Toni. Jika sampai sang ketua tersinggung, maka tamatlah riwayat mereka.

Walaupun mereka Gangster terkenal di Kota Metropolitan, kejahatan mereka hanyalah sebatas pencurian, perampokan, pemerasan, dan yang lain. Sekalipun anggota mereka tidak pernah melakukan pembunuhan dengan cara sadis seperti Toni.

Pembunuhan terhadap Miki adalah pembunuhan pertama yang geng itu lakukan. Itu pun bukan anggota inti yang melakukannya. Mereka meminjam tangan dari anggota lain.

"Berisik sekali," ucap Toni lalu meniup ujung pistolnya.

"Aku paling tidak suka melihat terjadi adu mulut di hadapanku! Kalian terlihat seperti ibu-ibu yang sedang berebut barang diskon! Terdengar sangat berisik!" Lelaki bertubuh kekar itu kembali memasukkan pistol ke dalam saku jas.

Toni berjalan ke arah pintu besar yang menghubungkan ruang makan dengan aula markas. Ketika meraih tuas pintu, lelaki itu menghentikan langkah. Dia menoleh ke samping, lalu melirik semua anggota inti geng yang ia pimpin.

"Singkirkan mayatnya serta sisa kekacauan ini. Dan untuk kamu, Niki!"

Niki menelan ludah ketika namanya disebut. Lelaki itu meremas celana formal berwarna hitam yang membalut tubuh bagian bawahnya. Bibirnya gemetar saat menjawab panggilan Toni.

"Kamu hanya boleh keluar dari Geng Macan Tutul, ketika malaikat maut mengetuk pintu rumahmu! Camkan itu!"

Tanpa sadar seluruh anggota yang ada di ruangan itu menelan ludah kasar. Bahkan beberapa dari mereka menahan napas, sampai akhirnya tubuh sang ketua menghilang di balik pintu.

Setelah Toni sudah tidak ada di ruangan itu, mereka mengembuskan napas untuk melepaskan karbondioksida yang sedari tadi ditahan. Sebagian dari mereka langsung membungkus tubuh Choky menggunakan tirai, dan yang lain membersihkan darah yang membasahi lantai ruang makan tersebut.

...****************...

"Kasus penyeranganmu tidak dapat dilanjutkan," ucap Arjun dengan wajah penuh sesal.

Dia merasa gagal di misi pertamanya untuk membantu Makutha. Namun, keadaan yang memaksanya mengambil keputusan ini. Kasus penyerangan terhadap Makutha terpaksa ditutup karena kurangnya bukti serta saksi mata.

"Apa! Aku tidak terima!" seru Makutha sembari menggebrak meja kerja sang Kapolsek.

"Kita kekurangan bukti bahkan kehilangan saksi dan tersangka." Nada bicara Arjun masih terdengar tenang.

Akan tetapi, Makutha tidak bisa membendung emosinya. Dia berdiri kemudian meremas rambutnya karena frustrasi. Lelaki itu berteriak kencang, sampai urat lehernya terlihat tegang.

"Sudah jelas-jelas mereka menyerangku sesaat sebelum sidang pencurian yang dilakukan Ferdy berlangsung, Pak! Sudah pasti Geng Macan Tutul terlibat! Kita tinggal meminta keterangan dari mereka, satu per satu!" teriak Makutha.

"Makutha, apa kamu lupa? Tidak akan ada maling yang mau ngaku! Kita butuh bukti kuat untuk meminta kesaksian dari mereka!" seru Arjun sambil ikut menggebrak meja.

Ucapan Arjun membuat Makutha terdiam sejenak. Dia menarik napas dalam kemudian mengembuskannya perlahan. Arjun memang benar. Mereka tidak bisa menginterogasi Geng Macan Tutul karena kurangnya bukti.

Makutha mengangguk-angguk, kemudian berkata, "Aku akan pergi! Aku rasa aku tidak lagi membutuhkan bantuanmu, Pak! Aku akan menangani semuanya sendirian!"

Makutha keluar dari ruangan itu, kemudian membanting pintu kasar. Lelaki itu langsung menuju tempat parkir dan mengendarai mobil untuk kembali ke apartemen.

Setelah mengendarai mobil selama 20 menit, Makutha sudah sampai apartemennya. Namun, ketika dia hendak membuka pintu, lelaki itu mendapati hal janggal. Pintu apartemennya sedikit terbuka.

Makutha langsung mengeluarkan pistolnya, dan perlahan masuk ke dalam apartemen. Suasana di dalamnya gelap, tidak ada penerangan sama sekali. Ketika hampir sampai dapur, tiba-tiba kaki lelaki itu menyandung sesuatu.

"Aduh!" pekik Makutha ketika tubuh tegapnya beradu dengan lantai.

Lelaki itu perlahan bangkit, merogoh saku, kemudian menyalakan lampu flash dari ponselnya. Seketika dia terbelalak mengetahui apa yang telah membuatnya tersungkur di atas lantai.

...****************...

Kira-kira benda apa itu?

Jangan lupa mampir ke novel salah satu temanku❤❤❤

Terpopuler

Comments

Ainisha_Shanti

Ainisha_Shanti

mayat Choky agaknya diletak di rumahnya

2022-09-07

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Mimpi Buruk
2 Bab 2. Penyerangan
3 Bab 3. Ekor
4 Bab 4. Residivis
5 Bab 5. Terkejut
6 Bab 6. Mati
7 Bab 7. Kesamaan
8 Bab 8. Miki
9 Bab 9. Pola yang Sama
10 Bab 10. Kembalinya Ketua Geng Cantul
11 Bab 11. Dendam
12 Bab 12. Jamuan Geng Cantul
13 Bab 13. Kekejaman Toni
14 Bab 14. Pertanyaan untuk Makutha
15 Bab 15. Pacar Hasna
16 Bab 16. Begal Keperawanan
17 Bab 17. Ancaman
18 Bab 18. Jagal Geng Cantul
19 Bab 19. Menghibur Hasna
20 Bab 20. Kegalauan Ferdi dan Tito
21 Bab 21. Menemui Tito
22 Bab 22. Sebut Saja Dewa Penyelamat
23 Bab 23. Menyerahkan Diri
24 Bab 24. Krisis Kepercayaan
25 Bab 25. Sengaja atau Tidak?
26 Bab 26. Interogasi
27 Bab 27. Musuh dalam Selimut
28 Bab 28. Orang Asing
29 Bab 29. Drama Pasangan Penghianat
30 Bab 30. Bermuka Dua
31 Update Bab 30
32 Bab 31. Mengadili Ferdi
33 Bab 32. Panas Hati
34 Bab 33. Rencana Geng Cantul
35 Bab 34. Terkejut Belum?
36 Bab 35. Penyesalan Maudy
37 Bab 36. Tersangka Baru
38 Bab 37. Hukuman untuk Ferdi
39 Bab 38. Carut Marut
40 Bab 39. Pertemuan Arjun dan Farhan
41 Bab 40. Skenario Liam
42 Bab 41. Berusaha Menjangkau Liam
43 Bab 42. Negosiasi
44 Bab 43. Sekutu Baru
45 Bab 44. Bodyguard Hasna
46 Bab 45. Ragu
47 Bab 46. Drama Pembuktian
48 Bab 47. Ternyata Kamu!
49 Bab 48. Semakin Samar
50 Bab 49. Kemurkaan Sang Ayah
51 Bab 50. Jenjang Karir Kotor
52 Bab 51. Bisnis Gelap Sang Walikota
53 Bab 52. Salah Sasaran
54 Bab 53. Baby Blues
55 Bab 54. Sisi Gelap Makutha
56 Bab 55. Memulai Rencana Bersama Musuh
57 Bab 56. Bayi Kita
58 Bab 57. Surat Panggilan dari Kepolisian
59 Bab 58. Interogasi
60 Bab 59. Penangkapan Sang Hakim
61 Bab 60. Tawanan Cinta
62 Bab 61. Sambutan dari Mereka
63 Bab 62. Tiara Si Gadis Lugu
64 Bab 63. Kekecewaan Tiara
65 Bab 64. Penyesalan Tiara
66 Bab 65. Hari Pertama Persidangan
67 Bab 66. Apakah Ini Akan Menjadi Akhir?
68 Bab 67. Fitting Day
69 Bab 68. Markas
70 Bab 69. Berhasil
71 Bab 70. THE END
72 Karya Baru: Luna and The Dire Wolf
73 Novel Baru: Rahasia Kehamilan Violetta
74 Revenge of The Ugly Lily
75 Gairah Masa SMA
76 Karya Baru: Toko Gaib (Apa yang Kamu Mau Ada di Sini)
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Bab 1. Mimpi Buruk
2
Bab 2. Penyerangan
3
Bab 3. Ekor
4
Bab 4. Residivis
5
Bab 5. Terkejut
6
Bab 6. Mati
7
Bab 7. Kesamaan
8
Bab 8. Miki
9
Bab 9. Pola yang Sama
10
Bab 10. Kembalinya Ketua Geng Cantul
11
Bab 11. Dendam
12
Bab 12. Jamuan Geng Cantul
13
Bab 13. Kekejaman Toni
14
Bab 14. Pertanyaan untuk Makutha
15
Bab 15. Pacar Hasna
16
Bab 16. Begal Keperawanan
17
Bab 17. Ancaman
18
Bab 18. Jagal Geng Cantul
19
Bab 19. Menghibur Hasna
20
Bab 20. Kegalauan Ferdi dan Tito
21
Bab 21. Menemui Tito
22
Bab 22. Sebut Saja Dewa Penyelamat
23
Bab 23. Menyerahkan Diri
24
Bab 24. Krisis Kepercayaan
25
Bab 25. Sengaja atau Tidak?
26
Bab 26. Interogasi
27
Bab 27. Musuh dalam Selimut
28
Bab 28. Orang Asing
29
Bab 29. Drama Pasangan Penghianat
30
Bab 30. Bermuka Dua
31
Update Bab 30
32
Bab 31. Mengadili Ferdi
33
Bab 32. Panas Hati
34
Bab 33. Rencana Geng Cantul
35
Bab 34. Terkejut Belum?
36
Bab 35. Penyesalan Maudy
37
Bab 36. Tersangka Baru
38
Bab 37. Hukuman untuk Ferdi
39
Bab 38. Carut Marut
40
Bab 39. Pertemuan Arjun dan Farhan
41
Bab 40. Skenario Liam
42
Bab 41. Berusaha Menjangkau Liam
43
Bab 42. Negosiasi
44
Bab 43. Sekutu Baru
45
Bab 44. Bodyguard Hasna
46
Bab 45. Ragu
47
Bab 46. Drama Pembuktian
48
Bab 47. Ternyata Kamu!
49
Bab 48. Semakin Samar
50
Bab 49. Kemurkaan Sang Ayah
51
Bab 50. Jenjang Karir Kotor
52
Bab 51. Bisnis Gelap Sang Walikota
53
Bab 52. Salah Sasaran
54
Bab 53. Baby Blues
55
Bab 54. Sisi Gelap Makutha
56
Bab 55. Memulai Rencana Bersama Musuh
57
Bab 56. Bayi Kita
58
Bab 57. Surat Panggilan dari Kepolisian
59
Bab 58. Interogasi
60
Bab 59. Penangkapan Sang Hakim
61
Bab 60. Tawanan Cinta
62
Bab 61. Sambutan dari Mereka
63
Bab 62. Tiara Si Gadis Lugu
64
Bab 63. Kekecewaan Tiara
65
Bab 64. Penyesalan Tiara
66
Bab 65. Hari Pertama Persidangan
67
Bab 66. Apakah Ini Akan Menjadi Akhir?
68
Bab 67. Fitting Day
69
Bab 68. Markas
70
Bab 69. Berhasil
71
Bab 70. THE END
72
Karya Baru: Luna and The Dire Wolf
73
Novel Baru: Rahasia Kehamilan Violetta
74
Revenge of The Ugly Lily
75
Gairah Masa SMA
76
Karya Baru: Toko Gaib (Apa yang Kamu Mau Ada di Sini)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!