Bab 7. Kesamaan

Sambil menunggu Arjun kembali ke ruangannya, Makutha memutuskan untuk berkeliling ruang kerja sang Kapolsek. Tatapannya teruju pada sebuah bingkai foto kecil yang ada di atas meja kerja Arjun.

Makutha mendekati meja tersebut, lalu meraih bingkai foto yang ada di atasnya. Di dalamnya tampak potret bahagia keluarga kecil Arjun bersama anak dan juga istrinya. Lelaki itu memiliki seorang putri cantik yang masih duduk di bangku sekolah SMA.

Ketika hendak meletakkan kembali bingkai foto tersebut ke atas meja, sudut matanya Makutha dapat melihat sebuah amplop coklat terselip di antara tumpukan buku. Entah mengapa dia ingin sekali melihat isi dari amplop tersebut. Lelaki itu mengambil amplop berwarna coklat di atas meja, lalu membuka talinya perlahan, dan mengeluarkan isinya.

Makutha terbelalak ketika mengetahui isi amplop tersebut. Terdapat beberapa lembar kertas berisi data pribadi miliknya, serta berlembar-lembar dokumen mengenai kasus kematian Abercio tujuh tahun lalu. Selain itu ada juga beberapa profil Geng Macan Tutul dan juga tiga orang lainnya.

"Apa-apaan ini!" Rahang Makutha mengeras sambil menatap berlembar-lembar dokumen yang ada di tangannya.

Tak lama kemudian terdengar suara pintu berderit. Arjun terbelalak melihat Makutha sedang memegang dokumen yang berisi informasi penting itu. Arjun mendekati Makutha dengan perasaan gugup.

"Apa ini, Pak!" Makutha membanting berkas tersebut ke atas meja.

"A-aku bisa jelaskan!"

"Untuk apa Pak Arjun menyimpan data pribadi saya serta berkas kasus Abercio!"

"Itu ...."

"Apa Bapak memiliki tujuan tertentu, dan ingin memanfaatkan aku serta masa laluku?"

"Bukan begitu Makutha. Aku hanya ...." Ucapan Arjun terus dipotong oleh makhluk keras kepala bernama Makutha itu.

"Aku pikir selama ini kebetulan! Anda bisa mengetahui banyak hal mengenai aku! Selain itu, Anda juga terlalu peduli kepadaku untuk ukuran orang asing!"

"Tha, aku bisa jelaskan semuanya. Tenanglah!"

"Bagaimana aku bisa tenang? Bagaimana aku bisa mempercayai Anda, Pak!" teriak Makutha frustasi.

Arjun menarik napas panjang kemudian mengembuskannya perlahan. Dia menatap serius hakim muda di hadapannya itu.

"Abercio .... Sahabatmu yang malang itu membuatku tergerak," ungkap Arjun lesu.

"Apa maksud Pak Arjun!" Makutha mengerutkan dahi sambil menyipitkan mata berusaha menuntut penjelasan kepada Arjun.

"Kematian Cio sangat mirip dengan mendiang adik kembarku! Adikku meninggal ketika berusaha menghentikan tawuran antara sekolahku dengan sekolah lain." Pak Arjun tertunduk penuh penyesalan, bahunya merosot, dan matanya mulai berkabut.

"Tapi aku lebih parah dari kamu. Aku menjadi salah satu dalang kenapa tawuran itu bisa terjadi. Perasaan bersalah itu terus menggerogotiku setiap hari. Sampai aku melihatmu pertama kali di kantor polisi dengan kasus yang sama." Kini Arjun mengangkat wajahnya dan menatap nanar Makutha sambil tersenyum kecut.

Makutha terdiam. Dia tidak menyangka lelaki di hadapannya itu memiliki rasa bersalah dan masa lalu yang sama dengannya.

Arjun mendekati Makutha kemudian meraih lengan hakim muda tersebut. Tatapan keduanya beradu. Arjun menatapnya tajam.

"Aku sudah mengumpulkan banyak data mengenai Geng Cantul serta tiga orang lain yang dulu terlibat dalam tawuran itu. Maaf, aku tidak bisa membantu saat itu. Aku dulu hanyalah polisi dengan jabatan rendah di Solo. Tapi sekarang, aku akan membantumu sebisa mungkin untuk menghukum mereka."

"Jadi, apa Pak Arjun mau membantuku sampai akhir? Resikonya besar. Bapak tahu 'kan siapa yang melindungi perbuatan Geng Macan Tutul?"

"Aku akan membantumu sampai akhir! Jika di masa lalu aku sudah gagal membantumu memberi mereka semua hukuman, maka kali ini mereka harus berhasil dihukum walaupun dengan kasus lain! Mereka sampai hari ini begitu meresahkan masyarakat, tapi tidak ada yang berani bersuara, dan menuntut keadilan."

"Karena uang, kekuatan, serta jabatan, Pak! Aku tahu ini akan sulit. Tapi jika begini terus mereka akan semakin menjadi-jadi."

"Kamu benar!" seru Pak Arjun.

"Jadi .... Apa yang harus kita lakukan sekarang?"

Makutha menatap tajam Arjun. Sang Kapolsek menatapnya penuh arti sambil tersenyum miring. Lelaki itu menepuk kedua bahu Makutha kemudian membisikkan sesuatu pada telinganya. Makutha pun terbelalak.

...****************...

Jangan bosan yaaa baca cerita ini, soalnya unsur romance-nya dikit banget nanti 😂😂😂

Oh ya, sambil nunggu SGSH update, mampir ke sini juga yaaa~

Terpopuler

Comments

Dev

Dev

ditunggu" selalu ceritanya😊 paling suka genre crita kayak gini,,berasa kayak Drakor🤭
gmna rasanya buat genre crita yg beda dari yg biasanya kak?

2022-09-04

4

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Mimpi Buruk
2 Bab 2. Penyerangan
3 Bab 3. Ekor
4 Bab 4. Residivis
5 Bab 5. Terkejut
6 Bab 6. Mati
7 Bab 7. Kesamaan
8 Bab 8. Miki
9 Bab 9. Pola yang Sama
10 Bab 10. Kembalinya Ketua Geng Cantul
11 Bab 11. Dendam
12 Bab 12. Jamuan Geng Cantul
13 Bab 13. Kekejaman Toni
14 Bab 14. Pertanyaan untuk Makutha
15 Bab 15. Pacar Hasna
16 Bab 16. Begal Keperawanan
17 Bab 17. Ancaman
18 Bab 18. Jagal Geng Cantul
19 Bab 19. Menghibur Hasna
20 Bab 20. Kegalauan Ferdi dan Tito
21 Bab 21. Menemui Tito
22 Bab 22. Sebut Saja Dewa Penyelamat
23 Bab 23. Menyerahkan Diri
24 Bab 24. Krisis Kepercayaan
25 Bab 25. Sengaja atau Tidak?
26 Bab 26. Interogasi
27 Bab 27. Musuh dalam Selimut
28 Bab 28. Orang Asing
29 Bab 29. Drama Pasangan Penghianat
30 Bab 30. Bermuka Dua
31 Update Bab 30
32 Bab 31. Mengadili Ferdi
33 Bab 32. Panas Hati
34 Bab 33. Rencana Geng Cantul
35 Bab 34. Terkejut Belum?
36 Bab 35. Penyesalan Maudy
37 Bab 36. Tersangka Baru
38 Bab 37. Hukuman untuk Ferdi
39 Bab 38. Carut Marut
40 Bab 39. Pertemuan Arjun dan Farhan
41 Bab 40. Skenario Liam
42 Bab 41. Berusaha Menjangkau Liam
43 Bab 42. Negosiasi
44 Bab 43. Sekutu Baru
45 Bab 44. Bodyguard Hasna
46 Bab 45. Ragu
47 Bab 46. Drama Pembuktian
48 Bab 47. Ternyata Kamu!
49 Bab 48. Semakin Samar
50 Bab 49. Kemurkaan Sang Ayah
51 Bab 50. Jenjang Karir Kotor
52 Bab 51. Bisnis Gelap Sang Walikota
53 Bab 52. Salah Sasaran
54 Bab 53. Baby Blues
55 Bab 54. Sisi Gelap Makutha
56 Bab 55. Memulai Rencana Bersama Musuh
57 Bab 56. Bayi Kita
58 Bab 57. Surat Panggilan dari Kepolisian
59 Bab 58. Interogasi
60 Bab 59. Penangkapan Sang Hakim
61 Bab 60. Tawanan Cinta
62 Bab 61. Sambutan dari Mereka
63 Bab 62. Tiara Si Gadis Lugu
64 Bab 63. Kekecewaan Tiara
65 Bab 64. Penyesalan Tiara
66 Bab 65. Hari Pertama Persidangan
67 Bab 66. Apakah Ini Akan Menjadi Akhir?
68 Bab 67. Fitting Day
69 Bab 68. Markas
70 Bab 69. Berhasil
71 Bab 70. THE END
72 Karya Baru: Luna and The Dire Wolf
73 Novel Baru: Rahasia Kehamilan Violetta
74 Revenge of The Ugly Lily
75 Gairah Masa SMA
76 Karya Baru: Toko Gaib (Apa yang Kamu Mau Ada di Sini)
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Bab 1. Mimpi Buruk
2
Bab 2. Penyerangan
3
Bab 3. Ekor
4
Bab 4. Residivis
5
Bab 5. Terkejut
6
Bab 6. Mati
7
Bab 7. Kesamaan
8
Bab 8. Miki
9
Bab 9. Pola yang Sama
10
Bab 10. Kembalinya Ketua Geng Cantul
11
Bab 11. Dendam
12
Bab 12. Jamuan Geng Cantul
13
Bab 13. Kekejaman Toni
14
Bab 14. Pertanyaan untuk Makutha
15
Bab 15. Pacar Hasna
16
Bab 16. Begal Keperawanan
17
Bab 17. Ancaman
18
Bab 18. Jagal Geng Cantul
19
Bab 19. Menghibur Hasna
20
Bab 20. Kegalauan Ferdi dan Tito
21
Bab 21. Menemui Tito
22
Bab 22. Sebut Saja Dewa Penyelamat
23
Bab 23. Menyerahkan Diri
24
Bab 24. Krisis Kepercayaan
25
Bab 25. Sengaja atau Tidak?
26
Bab 26. Interogasi
27
Bab 27. Musuh dalam Selimut
28
Bab 28. Orang Asing
29
Bab 29. Drama Pasangan Penghianat
30
Bab 30. Bermuka Dua
31
Update Bab 30
32
Bab 31. Mengadili Ferdi
33
Bab 32. Panas Hati
34
Bab 33. Rencana Geng Cantul
35
Bab 34. Terkejut Belum?
36
Bab 35. Penyesalan Maudy
37
Bab 36. Tersangka Baru
38
Bab 37. Hukuman untuk Ferdi
39
Bab 38. Carut Marut
40
Bab 39. Pertemuan Arjun dan Farhan
41
Bab 40. Skenario Liam
42
Bab 41. Berusaha Menjangkau Liam
43
Bab 42. Negosiasi
44
Bab 43. Sekutu Baru
45
Bab 44. Bodyguard Hasna
46
Bab 45. Ragu
47
Bab 46. Drama Pembuktian
48
Bab 47. Ternyata Kamu!
49
Bab 48. Semakin Samar
50
Bab 49. Kemurkaan Sang Ayah
51
Bab 50. Jenjang Karir Kotor
52
Bab 51. Bisnis Gelap Sang Walikota
53
Bab 52. Salah Sasaran
54
Bab 53. Baby Blues
55
Bab 54. Sisi Gelap Makutha
56
Bab 55. Memulai Rencana Bersama Musuh
57
Bab 56. Bayi Kita
58
Bab 57. Surat Panggilan dari Kepolisian
59
Bab 58. Interogasi
60
Bab 59. Penangkapan Sang Hakim
61
Bab 60. Tawanan Cinta
62
Bab 61. Sambutan dari Mereka
63
Bab 62. Tiara Si Gadis Lugu
64
Bab 63. Kekecewaan Tiara
65
Bab 64. Penyesalan Tiara
66
Bab 65. Hari Pertama Persidangan
67
Bab 66. Apakah Ini Akan Menjadi Akhir?
68
Bab 67. Fitting Day
69
Bab 68. Markas
70
Bab 69. Berhasil
71
Bab 70. THE END
72
Karya Baru: Luna and The Dire Wolf
73
Novel Baru: Rahasia Kehamilan Violetta
74
Revenge of The Ugly Lily
75
Gairah Masa SMA
76
Karya Baru: Toko Gaib (Apa yang Kamu Mau Ada di Sini)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!