Bab 8. Miki

"Orang yang mengunjungi Surya kemarin adalah Miki. Salah satu anggota Geng Macan Tutul," bisik Arjun.

Mendengar ucapan dari sang Kapolsek membuat Makutha seketika terbelalak. Dia tak menyangka bisa kembali mengurus kasus Geng Macan Tutul secepat ini. Terlebih lagi kali ini kasusnya masih berhubungan dengan penyerangan yang ia alami.

"Segera selidiki dan beritahukan semua perkembangannya kepadaku!" seru Makutha dengan mata berapi-api.

"Berani sekali kamu memerintah seorang Kepolsek?" Arjun menatap tajam Makutha sambil bersidekap.

"Ah, sepertinya aku salah bicara!" Makutha berdeham dua kali kemudian memasang sikap tegap dan kembali bicara.

"Tolong beritahu saya jika ada perkembangan mengenai penyelidikan kasus Miki," ucap Makutha sembari menundukkan kepala sekilas.

Melihat sikap Makutha membuat Arjun terkekeh. Lelaki itu kembali menepuk bahu Makutha. Setelah tawanya reda, lelaki itu memasukkan tangannya ke dalam saku celana.

"Pasti akan kuberitahu semua informasinya. Ayo, kuantar pulang!"

"Baik, Pak."

Keduanya berjalan beriringan menuju parkiran. Ketika Makutha hendak masuk ke mobil Arjun, sebuah mobil Pajero berhenti tepat di depannya. Lelaki itu berdecak kesal karena tahu siapa yang mengendarai mobil tersebut.

"Ngapain dia ke sini! Pak Arjun ya, yang kasih tahu dia kalau aku di sini?" tanya Makutha sambil menatap sinis ke arah perempuan berjilbab itu.

"Ehm, iya."

Hasna turun dari mobil dan berjalan santai ke arah Makutha serta Arjun. Dokter cantik itu tersenyum sambil mengangguk ketika menatap Arjun. Namun, ketika dia melihat Makutha senyumnya seketika lenyap.

"Ayo, pulang!" seru Hasna.

"Nggak! Aku mau pulang sama Pak Arjun!" tolak Makutha sambil bersidekap dan membuang muka.

"Dih, keras kepala! Pak Arjun banyak kerjaan! Iya kan, Pak?" tanya Hasna sambil melotot ke arah Pak Arjun.

Pak Arjun tersenyum kecut sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "I-iya, kamu pulanglah bersama Hasna. Aku harus segera menyelidiki Miki!"

"Miki siapa?" Hasna menyipitkan mata karena merasa pernah mendengar nama itu.

"Bukan siapa-siapa! Ayo pulang, sebelum aku berubah pikiran!" Makutha berjalan ke arah mobil milik Hasna kemudian masuk ke dalamnya.

"Baiklah, kalau begitu saya pamit, Pak. Assalamualaikum," pamit Hasna sambil menundukkan kepala.

"Waalaikumsalam," jawab Arjun sembari tersenyum lebar.

Hasna langsung masuk ke dalam mobil dan mulai mengendarainya. Sepanjang perjalanan, Makutha berpura-pura tidur untuk menghindari cecaran pertanyaan dari Hasna. Dia terus menggerutu dalam hati karena Arjun sempat menyebut nama Miki di depan Hasna.

"Tha, aku tahu kamu sedang pura-pura tidur. Bangunlah!"

Makutha tetap bergeming. Dia masih menutup mata sambil melipat lengannya. Hasna yang kesal melirik ke arah Makutha sambil merapatkan gigi.

Tak lama kemudian Hasna mengerem mobil secara mendadak. Sontak tubuh Makutha terbanting ke depan dan membuat lelaki itu mau tidak mau membuka mata.

"Apa!" seru Hasna ketika mendapatkan tatapan tajam dari Makutha.

"Punya dendam apa sih kamu sama aku, Na!"

"Makanya jangan pernah pura-pura di depanku! Jangan pernah mengabaikan aku ketika mengajakmu bicara!"

"Memangnya apa yang mau kamu bicarakan?"

"Mmm ...." Hasna terlihat seperti sedang berpikir.

"Itu ... mengenai Miki. Aku seperti pernah mendengar namanya. Siapa dia?"

"Rahasia! Jalan lagi, gih!"

Hasna mengerucutkan bibirnya, dan kembali melajukan mobilnya. Lima belas menit kemudian, Hasna sampai di apartemen Makutha. Dia ikut masuk ke unit apartemen lelaki itu.

"Kamu mau makan apa?" tanya Hasna sambil membuka lemari pendingin makanan.

"Aku lama nggak makan tahu goreng sama sambal bawang buatanmu. Masakin, gih!"

"Yaelah, Pak! Di kulkasmu nggak ada tahu! Ayam goreng aja ya?"

"Bolehlah!"

Hasna mulai memakai celemek dan berjibaku dengan alat masak. Sedangkan Makutha sibuk mencari tahu tentang Miki. Dia menghubungi beberapa teman SMA untuk mengetahui kabar lelaki bertubuh gempal itu.

"Aneh," gumam Makutha ketika mengetahui fakta bahwa Miki dan semua anggota Geng Macan Tutul pindah ke Kota Metropolitan ketika Liam menjabat sebagai Walikota.

"Kenapa mereka seakan sekarang berteman, ya?" Makutha mengusap dagu. Dahinya sampai berkerut karena berpikir keras.

"Tha, makan!" teriak Hasna dari dapur.

"Hm, bentar lagi," jawab Makutha dengan suara pelan.

Tanpa Makutha sadari, kini Hasna sudah ada di hadapannya sambil berkacak pinggang. Ketika Makutha mendongak, dokter cantik di hadapannya itu sudah mencondongkan tumbuh ke arahnya.

Makutha bisa melihat jelas wajah cantik Hasna. Aroma parfumnya menyeruak memasuki rongga hidung Makutha. Geleyar aneh yang telah lama ia pendam kembali bangkit.

Makutha menarik lengan Hasna hingga kini mereka berpelukan. Seakan setan merasuki pikiran Hasna, dia tidak menghindar sedikit pun. Dia justru memejamkan mata, mencoba meresapi aroma Musk yang menguar dari tubuh Makutha.

"Hasna, aku ...."

...****************...

Tahan dulu! Hasna, Makutha sementara pelukan dulu samapai bab selanjutnya, ya! 🤣🤣🤣

Sambil nunggu kelanjutan cerita Pak Hakim Tamvan, mampir ke sini yukk!

Terpopuler

Comments

Ainisha_Shanti

Ainisha_Shanti

amboiii... sakit2 pun masih berahi juga ke😂😂😂

2022-09-07

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Mimpi Buruk
2 Bab 2. Penyerangan
3 Bab 3. Ekor
4 Bab 4. Residivis
5 Bab 5. Terkejut
6 Bab 6. Mati
7 Bab 7. Kesamaan
8 Bab 8. Miki
9 Bab 9. Pola yang Sama
10 Bab 10. Kembalinya Ketua Geng Cantul
11 Bab 11. Dendam
12 Bab 12. Jamuan Geng Cantul
13 Bab 13. Kekejaman Toni
14 Bab 14. Pertanyaan untuk Makutha
15 Bab 15. Pacar Hasna
16 Bab 16. Begal Keperawanan
17 Bab 17. Ancaman
18 Bab 18. Jagal Geng Cantul
19 Bab 19. Menghibur Hasna
20 Bab 20. Kegalauan Ferdi dan Tito
21 Bab 21. Menemui Tito
22 Bab 22. Sebut Saja Dewa Penyelamat
23 Bab 23. Menyerahkan Diri
24 Bab 24. Krisis Kepercayaan
25 Bab 25. Sengaja atau Tidak?
26 Bab 26. Interogasi
27 Bab 27. Musuh dalam Selimut
28 Bab 28. Orang Asing
29 Bab 29. Drama Pasangan Penghianat
30 Bab 30. Bermuka Dua
31 Update Bab 30
32 Bab 31. Mengadili Ferdi
33 Bab 32. Panas Hati
34 Bab 33. Rencana Geng Cantul
35 Bab 34. Terkejut Belum?
36 Bab 35. Penyesalan Maudy
37 Bab 36. Tersangka Baru
38 Bab 37. Hukuman untuk Ferdi
39 Bab 38. Carut Marut
40 Bab 39. Pertemuan Arjun dan Farhan
41 Bab 40. Skenario Liam
42 Bab 41. Berusaha Menjangkau Liam
43 Bab 42. Negosiasi
44 Bab 43. Sekutu Baru
45 Bab 44. Bodyguard Hasna
46 Bab 45. Ragu
47 Bab 46. Drama Pembuktian
48 Bab 47. Ternyata Kamu!
49 Bab 48. Semakin Samar
50 Bab 49. Kemurkaan Sang Ayah
51 Bab 50. Jenjang Karir Kotor
52 Bab 51. Bisnis Gelap Sang Walikota
53 Bab 52. Salah Sasaran
54 Bab 53. Baby Blues
55 Bab 54. Sisi Gelap Makutha
56 Bab 55. Memulai Rencana Bersama Musuh
57 Bab 56. Bayi Kita
58 Bab 57. Surat Panggilan dari Kepolisian
59 Bab 58. Interogasi
60 Bab 59. Penangkapan Sang Hakim
61 Bab 60. Tawanan Cinta
62 Bab 61. Sambutan dari Mereka
63 Bab 62. Tiara Si Gadis Lugu
64 Bab 63. Kekecewaan Tiara
65 Bab 64. Penyesalan Tiara
66 Bab 65. Hari Pertama Persidangan
67 Bab 66. Apakah Ini Akan Menjadi Akhir?
68 Bab 67. Fitting Day
69 Bab 68. Markas
70 Bab 69. Berhasil
71 Bab 70. THE END
72 Karya Baru: Luna and The Dire Wolf
73 Novel Baru: Rahasia Kehamilan Violetta
74 Revenge of The Ugly Lily
75 Gairah Masa SMA
76 Karya Baru: Toko Gaib (Apa yang Kamu Mau Ada di Sini)
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Bab 1. Mimpi Buruk
2
Bab 2. Penyerangan
3
Bab 3. Ekor
4
Bab 4. Residivis
5
Bab 5. Terkejut
6
Bab 6. Mati
7
Bab 7. Kesamaan
8
Bab 8. Miki
9
Bab 9. Pola yang Sama
10
Bab 10. Kembalinya Ketua Geng Cantul
11
Bab 11. Dendam
12
Bab 12. Jamuan Geng Cantul
13
Bab 13. Kekejaman Toni
14
Bab 14. Pertanyaan untuk Makutha
15
Bab 15. Pacar Hasna
16
Bab 16. Begal Keperawanan
17
Bab 17. Ancaman
18
Bab 18. Jagal Geng Cantul
19
Bab 19. Menghibur Hasna
20
Bab 20. Kegalauan Ferdi dan Tito
21
Bab 21. Menemui Tito
22
Bab 22. Sebut Saja Dewa Penyelamat
23
Bab 23. Menyerahkan Diri
24
Bab 24. Krisis Kepercayaan
25
Bab 25. Sengaja atau Tidak?
26
Bab 26. Interogasi
27
Bab 27. Musuh dalam Selimut
28
Bab 28. Orang Asing
29
Bab 29. Drama Pasangan Penghianat
30
Bab 30. Bermuka Dua
31
Update Bab 30
32
Bab 31. Mengadili Ferdi
33
Bab 32. Panas Hati
34
Bab 33. Rencana Geng Cantul
35
Bab 34. Terkejut Belum?
36
Bab 35. Penyesalan Maudy
37
Bab 36. Tersangka Baru
38
Bab 37. Hukuman untuk Ferdi
39
Bab 38. Carut Marut
40
Bab 39. Pertemuan Arjun dan Farhan
41
Bab 40. Skenario Liam
42
Bab 41. Berusaha Menjangkau Liam
43
Bab 42. Negosiasi
44
Bab 43. Sekutu Baru
45
Bab 44. Bodyguard Hasna
46
Bab 45. Ragu
47
Bab 46. Drama Pembuktian
48
Bab 47. Ternyata Kamu!
49
Bab 48. Semakin Samar
50
Bab 49. Kemurkaan Sang Ayah
51
Bab 50. Jenjang Karir Kotor
52
Bab 51. Bisnis Gelap Sang Walikota
53
Bab 52. Salah Sasaran
54
Bab 53. Baby Blues
55
Bab 54. Sisi Gelap Makutha
56
Bab 55. Memulai Rencana Bersama Musuh
57
Bab 56. Bayi Kita
58
Bab 57. Surat Panggilan dari Kepolisian
59
Bab 58. Interogasi
60
Bab 59. Penangkapan Sang Hakim
61
Bab 60. Tawanan Cinta
62
Bab 61. Sambutan dari Mereka
63
Bab 62. Tiara Si Gadis Lugu
64
Bab 63. Kekecewaan Tiara
65
Bab 64. Penyesalan Tiara
66
Bab 65. Hari Pertama Persidangan
67
Bab 66. Apakah Ini Akan Menjadi Akhir?
68
Bab 67. Fitting Day
69
Bab 68. Markas
70
Bab 69. Berhasil
71
Bab 70. THE END
72
Karya Baru: Luna and The Dire Wolf
73
Novel Baru: Rahasia Kehamilan Violetta
74
Revenge of The Ugly Lily
75
Gairah Masa SMA
76
Karya Baru: Toko Gaib (Apa yang Kamu Mau Ada di Sini)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!