Bab 5. Terkejut

Arjun mendapat kabar bahwa orang yang melakukan penyerangan terhadap Makutha sudah tertangkap. Polisi berumur 50 tahunan itu langsung mengirimkan pesan kepada Makutha untuk mengabarkan hal tersebut.

[Orang yang melakukan penyerangan kepadamu sudah tertangkap]

Setelah pesan itu terkirim, Arjun langsung beranjak dari kursinya dan beranjak ke ruang penyidikan. Langkah kakinya terdengar begitu nyaring ketika beradu dengan lantai. Kini kepalanya dipenuhi oleh rasa ingin tahu. Dia penasaran dengan motif di balik penyerangan tersebut.

Setiap melewati polisi lain, dia selalu mendapat salam penuh hormat. Sampai akhirnya dia sampai di depan sebuah ruangan. Awalnya Arjun ragu. Akan tetapi, dia ingin melihat wajah orang yang telah berani mengusik Makutha.

Lelaki itu memutar tuas pintu dan membukanya. Dua orang penyidik sedang menatap tajam ke arah seorang pria kurus yang duduk di depannya. Kedua tangan pria itu diborgol.

"Siang, Pak!" seru kedua penyidik itu bersamaan sambil memberi hormat.

"Siang."

Arjun terus melangkah mendekati sang tersangka. Ketika sampai di depannya, dia meraih dagu pria itu, dan mengangkatnya hingga wajah si pelaku terlihat jelas oleh mata Arjun.

"Siapa namamu?" tanya Arjun.

Lelaki itu hanya diam sambil terus melemparkan tatapan tajam. Melihat sikap pria tersebut membuat emosi Arjun tersulut. Dia menghempaskan dagunya kemudian berkacak pinggang.

"Apa kamu bisu?" tanya Arjun dengan nada tinggi sembari menunjuk wajah lelaki di hadapannya itu.

"Benar, Pak. Dia bisu," sahut Farhan.

"Sial!" umpat Arjun sambil menendang udara.

Farhan mendekati Arjun kemudian menyodorkan kartu identitas pelaku. Arjun menerimanya kemudian mengeja nama yang tertera di sana.

"Surya?"

"Dia tidak memiliki catatan kriminal, Pak. Setelah data pribadinya kami selidiki, ternyata dia tinggal bersama ibunya yang mengalami stroke."

"Dia pasti ditawari imbalan besar atau berada di bawah tekanan," ungkap Nico.

"Apa dia belum mengungkapkan sesuatu?"

"Belum, Pak!"

Mereka terus berbincang hingga pengawasan terhadap Surya melemah. Tiba-tiba lelaki itu beranjak dari kursi dan berlari menuju pintu. Untungnya Arjun sigap. Dia meraih kerah jaket Surya dan membekuk lelaki itu.

"Mau kabur ke mana kamu!" seru Arjun.

"Biar saya masukkan dia ke dalam sel dulu, Pak!" seru Farhan kemudian menggelandang Surya menuju sel tahanan.

...****************...

Tak terasa sekarang sudah hari ke-lima Makutha dirawat di Rumah Sakit. Lelaki itu sudah merasa jenuh karena tidak bisa bekerja. Namun, rasa kecewanya kepada Viko sedikit terobati karena ada kasus lain yang akan segera ia tangani. Kasus tersebut berkaitan dengan salah satu anggota Geng Macan Tutul.

"Kapan saya boleh pulang?" tanya Makutha kepada perawat yang sedang mengganti perbannya.

"Maaf, Pak. Saya belum bisa memastikan. Itu semua tergantung kondisi Anda dan juga keputusan dokter Hasna."

"Aku nggak mau dirawat perempuan itu! Bakal lama keluar dari sini!" seru Makutha.

"Dokter Hasna itu salah satu dokter terbaik di sini, Pak. Bahkan banyak yang ingin ditangani oleh beliau. Tapi kenapa Anda justru menolaknya?" Sang perawat tersenyum geli sambil menggelengkan kepala.

"Sudah, tulis saja di kertas itu kalau aku sudah sehat! Bahkan aku sudah bisa salto dan jumpalitan sekarang!"

Perawat itu hanya tersenyum kemudian keluar dari kamar inap Makutha. Tak lama kemudian Hasna masuk dengan pakaian santai karena dia sedang libur.

"Ayo, salto sekarang!" seru Hasna sambil melipat lengannya.

"Ngapain ke sini!" Makutha membuang muka, lalu menatap ke luar jendela.

"Besok pagi kamu diijinkan pulang. Jadi tetap bersikap baik dan jadilah penurut!" Hasna tersenyum miring sambil melipat lengan.

Raut wajah Makutha sedikit berubah ketika mendengar ucapan Hasna. Dia tersenyum tipis hampir tak terlihat. Lelaki itu pun bersorak dalam hati.

"Apa kamu butuh bantuan?" tanya Hasna sembari menarik kursi dan mendaratkan tubuh mungilnya ke atas benda tersebut.

"Pergilah, aku hanya butuh ketenangan saat ini!" usir Makutha tanpa menatap Hasna.

"Jahatnya!" seru Hasna sambil tersenyum kecut.

"Oh ya, Bunda tadi sudah pulang ke Solo. Nanti saat Ara libur semester, mereka akan ke sini untuk berlibur."

Makutha tak merespon. Hasna membuang napas kasar kemudian beranjak pergi. Setelah dokter cantik itu keluar dari ruangan tempat ia dirawat, Makutha langsung mengabari Pak Arjun. Dia meminta Kapolres Kota Metropolitan itu menjemputnya ketika diperbolehkan pulang.

Keesokan harinya, ketika jam menunjukkan pukul 09:00 Arjun sudah tiba di Rumah Sakit. Dia langsung melajukan mobil menuju kantor polisi. Di dalam mobil tersebut, Arjun dan Makutha berbincang mengenai tersangka penyerangan yang masih bungkam hingga saat ini.

"Dia berkebutuhan khusus, Tha. Dan sialnya dia sama sekali tidak mau memberikan petunjuk apapun!"

"Maksudnya?" Makutha mengerutkan dahi sambil menyipitkan mata.

"Maksud Pak Arjun?"

"Dia tuli dan bisu. Sepertinya dia bekerja dengan imbalan besar dan di bawah tekanan atau ancaman. Saat ibunya mengalami stroke dan sedang dirawat di Rumah Sakit."

"Sial!" umpat Makutha sambil meninju udara.

"Seandainya kondisi ibu Surya sehat, kita bisa meminta keterangan dari beliau."

Tak lama kemudian, sebuah panggilan masuk ke ponsel Arjun. Lelaki itu pun menjawab panggilan yang berasal dari salah satu bawahannya. Dia terlihat begitu tegang sampai akhirnya mendengar sebuah kabar yang tidak disangka. Arjun langsung menginjak pedal rem karena terkejut dengan kabar yang ia terima.

"Apa!" pekik Arjun

...****************...

Kabar apakah gerangan?

Sambil nunggu SGSH update mampir ke sini, yuk!

Terpopuler

Comments

Ainisha_Shanti

Ainisha_Shanti

rasanya ibu c pelaku meninggal dunia dan c pelaku bunuh diri kot

2022-09-07

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Mimpi Buruk
2 Bab 2. Penyerangan
3 Bab 3. Ekor
4 Bab 4. Residivis
5 Bab 5. Terkejut
6 Bab 6. Mati
7 Bab 7. Kesamaan
8 Bab 8. Miki
9 Bab 9. Pola yang Sama
10 Bab 10. Kembalinya Ketua Geng Cantul
11 Bab 11. Dendam
12 Bab 12. Jamuan Geng Cantul
13 Bab 13. Kekejaman Toni
14 Bab 14. Pertanyaan untuk Makutha
15 Bab 15. Pacar Hasna
16 Bab 16. Begal Keperawanan
17 Bab 17. Ancaman
18 Bab 18. Jagal Geng Cantul
19 Bab 19. Menghibur Hasna
20 Bab 20. Kegalauan Ferdi dan Tito
21 Bab 21. Menemui Tito
22 Bab 22. Sebut Saja Dewa Penyelamat
23 Bab 23. Menyerahkan Diri
24 Bab 24. Krisis Kepercayaan
25 Bab 25. Sengaja atau Tidak?
26 Bab 26. Interogasi
27 Bab 27. Musuh dalam Selimut
28 Bab 28. Orang Asing
29 Bab 29. Drama Pasangan Penghianat
30 Bab 30. Bermuka Dua
31 Update Bab 30
32 Bab 31. Mengadili Ferdi
33 Bab 32. Panas Hati
34 Bab 33. Rencana Geng Cantul
35 Bab 34. Terkejut Belum?
36 Bab 35. Penyesalan Maudy
37 Bab 36. Tersangka Baru
38 Bab 37. Hukuman untuk Ferdi
39 Bab 38. Carut Marut
40 Bab 39. Pertemuan Arjun dan Farhan
41 Bab 40. Skenario Liam
42 Bab 41. Berusaha Menjangkau Liam
43 Bab 42. Negosiasi
44 Bab 43. Sekutu Baru
45 Bab 44. Bodyguard Hasna
46 Bab 45. Ragu
47 Bab 46. Drama Pembuktian
48 Bab 47. Ternyata Kamu!
49 Bab 48. Semakin Samar
50 Bab 49. Kemurkaan Sang Ayah
51 Bab 50. Jenjang Karir Kotor
52 Bab 51. Bisnis Gelap Sang Walikota
53 Bab 52. Salah Sasaran
54 Bab 53. Baby Blues
55 Bab 54. Sisi Gelap Makutha
56 Bab 55. Memulai Rencana Bersama Musuh
57 Bab 56. Bayi Kita
58 Bab 57. Surat Panggilan dari Kepolisian
59 Bab 58. Interogasi
60 Bab 59. Penangkapan Sang Hakim
61 Bab 60. Tawanan Cinta
62 Bab 61. Sambutan dari Mereka
63 Bab 62. Tiara Si Gadis Lugu
64 Bab 63. Kekecewaan Tiara
65 Bab 64. Penyesalan Tiara
66 Bab 65. Hari Pertama Persidangan
67 Bab 66. Apakah Ini Akan Menjadi Akhir?
68 Bab 67. Fitting Day
69 Bab 68. Markas
70 Bab 69. Berhasil
71 Bab 70. THE END
72 Karya Baru: Luna and The Dire Wolf
73 Novel Baru: Rahasia Kehamilan Violetta
74 Revenge of The Ugly Lily
75 Gairah Masa SMA
76 Karya Baru: Toko Gaib (Apa yang Kamu Mau Ada di Sini)
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Bab 1. Mimpi Buruk
2
Bab 2. Penyerangan
3
Bab 3. Ekor
4
Bab 4. Residivis
5
Bab 5. Terkejut
6
Bab 6. Mati
7
Bab 7. Kesamaan
8
Bab 8. Miki
9
Bab 9. Pola yang Sama
10
Bab 10. Kembalinya Ketua Geng Cantul
11
Bab 11. Dendam
12
Bab 12. Jamuan Geng Cantul
13
Bab 13. Kekejaman Toni
14
Bab 14. Pertanyaan untuk Makutha
15
Bab 15. Pacar Hasna
16
Bab 16. Begal Keperawanan
17
Bab 17. Ancaman
18
Bab 18. Jagal Geng Cantul
19
Bab 19. Menghibur Hasna
20
Bab 20. Kegalauan Ferdi dan Tito
21
Bab 21. Menemui Tito
22
Bab 22. Sebut Saja Dewa Penyelamat
23
Bab 23. Menyerahkan Diri
24
Bab 24. Krisis Kepercayaan
25
Bab 25. Sengaja atau Tidak?
26
Bab 26. Interogasi
27
Bab 27. Musuh dalam Selimut
28
Bab 28. Orang Asing
29
Bab 29. Drama Pasangan Penghianat
30
Bab 30. Bermuka Dua
31
Update Bab 30
32
Bab 31. Mengadili Ferdi
33
Bab 32. Panas Hati
34
Bab 33. Rencana Geng Cantul
35
Bab 34. Terkejut Belum?
36
Bab 35. Penyesalan Maudy
37
Bab 36. Tersangka Baru
38
Bab 37. Hukuman untuk Ferdi
39
Bab 38. Carut Marut
40
Bab 39. Pertemuan Arjun dan Farhan
41
Bab 40. Skenario Liam
42
Bab 41. Berusaha Menjangkau Liam
43
Bab 42. Negosiasi
44
Bab 43. Sekutu Baru
45
Bab 44. Bodyguard Hasna
46
Bab 45. Ragu
47
Bab 46. Drama Pembuktian
48
Bab 47. Ternyata Kamu!
49
Bab 48. Semakin Samar
50
Bab 49. Kemurkaan Sang Ayah
51
Bab 50. Jenjang Karir Kotor
52
Bab 51. Bisnis Gelap Sang Walikota
53
Bab 52. Salah Sasaran
54
Bab 53. Baby Blues
55
Bab 54. Sisi Gelap Makutha
56
Bab 55. Memulai Rencana Bersama Musuh
57
Bab 56. Bayi Kita
58
Bab 57. Surat Panggilan dari Kepolisian
59
Bab 58. Interogasi
60
Bab 59. Penangkapan Sang Hakim
61
Bab 60. Tawanan Cinta
62
Bab 61. Sambutan dari Mereka
63
Bab 62. Tiara Si Gadis Lugu
64
Bab 63. Kekecewaan Tiara
65
Bab 64. Penyesalan Tiara
66
Bab 65. Hari Pertama Persidangan
67
Bab 66. Apakah Ini Akan Menjadi Akhir?
68
Bab 67. Fitting Day
69
Bab 68. Markas
70
Bab 69. Berhasil
71
Bab 70. THE END
72
Karya Baru: Luna and The Dire Wolf
73
Novel Baru: Rahasia Kehamilan Violetta
74
Revenge of The Ugly Lily
75
Gairah Masa SMA
76
Karya Baru: Toko Gaib (Apa yang Kamu Mau Ada di Sini)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!