Bab 3. Ekor

"Siapa yang berani menuntutku!"

Sang sopir ambulans menoleh ke arah sumber suara yang berasal dari kursi penumpang. Seketika dia terbelalak setelah menyadari siapa yang sedang duduk tenang di sana. Lelaki muda yang berwajah oriental serta memakai setelan jas rapi itu menatapnya sinis sembari melipat lengan di depan dada.

"P-Pak Walikota!"

Ternyata mobil itu milik Liam. Walikota Kota Metropolitan ini. Siapa yang tidak mengenal lelaki super angkuh dan selalu ingin menang sendiri itu. Dia menjabat sebagai Walikota Jakarta selama satu tahun.

Para warga selalu bungkam dan tak berani mengungkit sikap buruknya itu karena satu hal. Prestasinya dalam mengatur tata kota dan administrasi begitu bagus. Banyak warga miskin yang merasa terbantu dengan program pemerintah yang ia jalankan.

"Sudahlah, sana kendarai lagi mobilmu!"

"Ta-tapi Anda belum minta maaf, Pak!" tegur si sopir ambulans gugup.

"Apa kamu mau mempersulit keadaanmu? Aku sudah minggir ini! Silahkan ambil jalanmu! Bisa mati pasienmu nanti!" seru Liam sambil tersenyum miring.

Sang sopir ambulans menurunkan ego. Dia hanya bisa mengepal kuat sambil merapatkan gigi. Lelaki itu setengah membungkuk kemudian kembali ke dalam ambulans dan langsung mengendarai mobilnya.

Tak lama kemudian, Makutha sudah sampai di Rumah Sakit. Hasna yang mendapat kabar bahwa Makutha mengalami sebuah serangan pun mengurungkan niat untuk pulang. Dia memantau keadaan Makutha dari luar IGD.

Gadis itu mondar-mandir sembari menggigit jari kukunya. Setelah menunggu selama hampir satu jam akhirnya salah satu rekan dokter yang menangani Makutha keluar.

"Hans, gimana?" tanya Hasna panik.

"Nggak pa-pa. Lukanya nggak terlalu dalam. Sepertinya dia pingsan karena sebuah trauma. Bukan karena luka yang dialami."

"Iya."

Hasna terdiam. Dia tahu betul alasan kenapa Makutha pingsan. Ya, lelaki itu akan langsung pingsan begitu melihat banyak darah. Trauma tersebut terjadi sejak Abercio meninggal.

Hasna langsung melangkah masuk ke ruang IGD. Makutha masih terbaring tak sadarkan diri. Bagian perutnya sudah dibalut dengan perban. Hasna meneteskan air mata melihat kondisi Makutha.

"Dasar bodoh! Bagaimana bisa kamu sampai terluka?"

Hasna tersenyum kecut kemudian menyeka air mata. Tak lama kemudian Praba ikut masuk dan menepuk lembut pundak Hasna.

"Sabar, Na. Dia akan segera pulih. Tuntutan pekerjaan ya begitu. Selalu ada resiko yang harus kita tanggung! Aku pikir ini ada hubungannya dengan sidang yang akan ia tangani."

Hasna mengerutkan dahi. "Persidangan hari ini hanyalah kasus kecil."

"Kasus apa memangnya?"

"Pencurian," jawab Hasna singkat.

"Na, kita nggak pernah tahu dana pencurian itu akan dipakai untuk apa."

Pupil mata Hasna membulat sempurna. Dia menjentikkan jari sambil mengangguk mantap.

"Kamu benar juga, Ba! Aku nggak kepikiran sampai sana!"

Praba membuang napas kasar. Dia menepuk bahu Hasna dua kali kemudian berpamitan. "Baiklah, aku balik kerja dulu. Salam buat Makutha kalau sudah sadar. Kalau butuh apa-apa yang berhubungan dengan pengobatan Makutha bilang saja."

"Iya, Ba. Makasih ya."

Praba mengangguk kemudian berjalan keluar dari ruang IGD. Setelah tubuh gadis itu tak lagi terlihat oleh Hasna, dokter cantik tersebut langsung mendekati Makutha. Dia meraih jemari kekar lelaki yang kini sedang dekat dengannya itu.

"Dasar bodoh! Bisa-bisanya terluka!"

Pandangan Hasna mulai kabur. Tak lama kemudian bulir bening kembali meluncur membasahi pipinya. Sebuah sentuhan lembut pada punggung Hasna membuatnya segera menghapus air mata. Hasna menoleh. Kini sang ibu sudah berdiri di belakangnya dengan mata yang juga berkaca-kaca.

"Bunda, kapan datang? Sendiri?" Hasna kembali menyeka air mata untuk kedua kalinya.

"Baru saja. Aku tadi langsung naik pesawat pertama setelah mendapat kabar buruk ini. Aku tak menyangka firasatku menjadi kenyataan!" Liontin menangis tergugu.

Hasna merengkuh tubuh sang ibu kemudian mengusap punggung perempuan itu perlahan. Seketika kesedihan yang dirasakan Liontin kembali menjalar kepada Hasna. Gadis itu menatap langit-langit berharap agar air matanya todak jadi keluar.

"Aw ...."

Terdengar suara Makutha yang kini merintih sembari meringis menahan sakit. Hasna melepaskan pelukannya dari sang ibu, lalu mendekati lelaki itu. Dia membantu Makutha bersandar pada tumpukan bantal.

"Pelan-pelan."

"Sidangku .... Bagaimana sidangku?" tanya Makutha dengan suara parau dan terdengar lemah.

"Jangan pikirkan itu dulu, yang penting sekarang kamu pulih. Kasus ini akan diadili oleh hakim lain."

"Aku sudah mulai memegang ekor mereka. Tapi, kenapa ada saja halangannya. Sial!" gerutu Makutha sambil memukul kasur di bawahnya.

"Lupakan saja, Tha."

"Mana bisa, Na! Aku akan mengejar mereka semua sampai ke ujung neraka sekali pun!"

Hasna menatap mata Makutha yang kini seakan membara. Hadis itu tak habis pikir dengan jalan pikiran lelaki di hadapannya itu. Dia berulang kali menasehati Makutha agar tidak terpaku pada Geng Macan Tutul, tetapi hakim tampan itu tetap keras kepala.

"Utha, ibu yakin mereka akan menggantikan tugasmu dengan baik."

"Bunda, aku tidak mempercayai hakim lain di pengadilan itu! Mereka semua ...."

Makutha terdiam. Dia meminta Hasna untuk mengambilkan ponsel. Setelah benda pipih itu berada dalam genggamannya, Makutha langsung menghubungi Pak Arjuna.

"Pak, Arjun. Bagaimana sidangnya?"

Makutha mendengarkan setiap kata yang keluar dari bibir Arjun. Namun, raut wajah Makutha mendadak berubah. Dia terbelalak. Jemarinya mengepal kuat dan rahangnya mengeras.

"Sial!"

...****************...

Ada yang tahu berapa gaji seorang hakim?

BTw mampir juga yukkk ke karya temanku.

Terpopuler

Comments

Maya●●●

Maya●●●

udah aku masukin fav kak.
semangattt

2022-09-16

2

Ainisha_Shanti

Ainisha_Shanti

don't give up Utha. lain kali lebih berhati2, kerana mereka sangat licik. so kamu harus lebih bijak lagi.

2022-09-07

2

Dev

Dev

akhirnya ada cerita lanjutan tentang makutha..ceritanya seru bikin deg"an kak😌

2022-09-03

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Mimpi Buruk
2 Bab 2. Penyerangan
3 Bab 3. Ekor
4 Bab 4. Residivis
5 Bab 5. Terkejut
6 Bab 6. Mati
7 Bab 7. Kesamaan
8 Bab 8. Miki
9 Bab 9. Pola yang Sama
10 Bab 10. Kembalinya Ketua Geng Cantul
11 Bab 11. Dendam
12 Bab 12. Jamuan Geng Cantul
13 Bab 13. Kekejaman Toni
14 Bab 14. Pertanyaan untuk Makutha
15 Bab 15. Pacar Hasna
16 Bab 16. Begal Keperawanan
17 Bab 17. Ancaman
18 Bab 18. Jagal Geng Cantul
19 Bab 19. Menghibur Hasna
20 Bab 20. Kegalauan Ferdi dan Tito
21 Bab 21. Menemui Tito
22 Bab 22. Sebut Saja Dewa Penyelamat
23 Bab 23. Menyerahkan Diri
24 Bab 24. Krisis Kepercayaan
25 Bab 25. Sengaja atau Tidak?
26 Bab 26. Interogasi
27 Bab 27. Musuh dalam Selimut
28 Bab 28. Orang Asing
29 Bab 29. Drama Pasangan Penghianat
30 Bab 30. Bermuka Dua
31 Update Bab 30
32 Bab 31. Mengadili Ferdi
33 Bab 32. Panas Hati
34 Bab 33. Rencana Geng Cantul
35 Bab 34. Terkejut Belum?
36 Bab 35. Penyesalan Maudy
37 Bab 36. Tersangka Baru
38 Bab 37. Hukuman untuk Ferdi
39 Bab 38. Carut Marut
40 Bab 39. Pertemuan Arjun dan Farhan
41 Bab 40. Skenario Liam
42 Bab 41. Berusaha Menjangkau Liam
43 Bab 42. Negosiasi
44 Bab 43. Sekutu Baru
45 Bab 44. Bodyguard Hasna
46 Bab 45. Ragu
47 Bab 46. Drama Pembuktian
48 Bab 47. Ternyata Kamu!
49 Bab 48. Semakin Samar
50 Bab 49. Kemurkaan Sang Ayah
51 Bab 50. Jenjang Karir Kotor
52 Bab 51. Bisnis Gelap Sang Walikota
53 Bab 52. Salah Sasaran
54 Bab 53. Baby Blues
55 Bab 54. Sisi Gelap Makutha
56 Bab 55. Memulai Rencana Bersama Musuh
57 Bab 56. Bayi Kita
58 Bab 57. Surat Panggilan dari Kepolisian
59 Bab 58. Interogasi
60 Bab 59. Penangkapan Sang Hakim
61 Bab 60. Tawanan Cinta
62 Bab 61. Sambutan dari Mereka
63 Bab 62. Tiara Si Gadis Lugu
64 Bab 63. Kekecewaan Tiara
65 Bab 64. Penyesalan Tiara
66 Bab 65. Hari Pertama Persidangan
67 Bab 66. Apakah Ini Akan Menjadi Akhir?
68 Bab 67. Fitting Day
69 Bab 68. Markas
70 Bab 69. Berhasil
71 Bab 70. THE END
72 Karya Baru: Luna and The Dire Wolf
73 Novel Baru: Rahasia Kehamilan Violetta
74 Revenge of The Ugly Lily
75 Gairah Masa SMA
76 Karya Baru: Toko Gaib (Apa yang Kamu Mau Ada di Sini)
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Bab 1. Mimpi Buruk
2
Bab 2. Penyerangan
3
Bab 3. Ekor
4
Bab 4. Residivis
5
Bab 5. Terkejut
6
Bab 6. Mati
7
Bab 7. Kesamaan
8
Bab 8. Miki
9
Bab 9. Pola yang Sama
10
Bab 10. Kembalinya Ketua Geng Cantul
11
Bab 11. Dendam
12
Bab 12. Jamuan Geng Cantul
13
Bab 13. Kekejaman Toni
14
Bab 14. Pertanyaan untuk Makutha
15
Bab 15. Pacar Hasna
16
Bab 16. Begal Keperawanan
17
Bab 17. Ancaman
18
Bab 18. Jagal Geng Cantul
19
Bab 19. Menghibur Hasna
20
Bab 20. Kegalauan Ferdi dan Tito
21
Bab 21. Menemui Tito
22
Bab 22. Sebut Saja Dewa Penyelamat
23
Bab 23. Menyerahkan Diri
24
Bab 24. Krisis Kepercayaan
25
Bab 25. Sengaja atau Tidak?
26
Bab 26. Interogasi
27
Bab 27. Musuh dalam Selimut
28
Bab 28. Orang Asing
29
Bab 29. Drama Pasangan Penghianat
30
Bab 30. Bermuka Dua
31
Update Bab 30
32
Bab 31. Mengadili Ferdi
33
Bab 32. Panas Hati
34
Bab 33. Rencana Geng Cantul
35
Bab 34. Terkejut Belum?
36
Bab 35. Penyesalan Maudy
37
Bab 36. Tersangka Baru
38
Bab 37. Hukuman untuk Ferdi
39
Bab 38. Carut Marut
40
Bab 39. Pertemuan Arjun dan Farhan
41
Bab 40. Skenario Liam
42
Bab 41. Berusaha Menjangkau Liam
43
Bab 42. Negosiasi
44
Bab 43. Sekutu Baru
45
Bab 44. Bodyguard Hasna
46
Bab 45. Ragu
47
Bab 46. Drama Pembuktian
48
Bab 47. Ternyata Kamu!
49
Bab 48. Semakin Samar
50
Bab 49. Kemurkaan Sang Ayah
51
Bab 50. Jenjang Karir Kotor
52
Bab 51. Bisnis Gelap Sang Walikota
53
Bab 52. Salah Sasaran
54
Bab 53. Baby Blues
55
Bab 54. Sisi Gelap Makutha
56
Bab 55. Memulai Rencana Bersama Musuh
57
Bab 56. Bayi Kita
58
Bab 57. Surat Panggilan dari Kepolisian
59
Bab 58. Interogasi
60
Bab 59. Penangkapan Sang Hakim
61
Bab 60. Tawanan Cinta
62
Bab 61. Sambutan dari Mereka
63
Bab 62. Tiara Si Gadis Lugu
64
Bab 63. Kekecewaan Tiara
65
Bab 64. Penyesalan Tiara
66
Bab 65. Hari Pertama Persidangan
67
Bab 66. Apakah Ini Akan Menjadi Akhir?
68
Bab 67. Fitting Day
69
Bab 68. Markas
70
Bab 69. Berhasil
71
Bab 70. THE END
72
Karya Baru: Luna and The Dire Wolf
73
Novel Baru: Rahasia Kehamilan Violetta
74
Revenge of The Ugly Lily
75
Gairah Masa SMA
76
Karya Baru: Toko Gaib (Apa yang Kamu Mau Ada di Sini)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!