Fathur baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Dan saat melihat jam yang terpasang dipergelangan tangannya, terlihat jam masih menunjukkan pukul 3 sore. Masih ada setidaknya 1 jam sampai jam kantor selesai dan waktu pulang tiba. Tapi, karena Fathur adalah pemilik sekaligus petinggi perusahaan, maka aturan itu tidak berlaku untuknya. Fathur bisa pulang jam berapapun selama semua pekerjaannya sudah beres.
Tok... tok...
Setelah bunyi dua ketukan, pintu ruangan Fathur terbuka dan masuklah seseorang yang kedatangannya sudah Fathur tunggu sejak tadi.
"Gimana? Udah beres semua?" Tanya Fathur kepada Rony.
Benar, yang masuk adalah Rony. Tadi Rony mengatakan kalau dia akan mengatur segalanya mengenai apa yang harus Fathur bawa saat ke panti nanti kan?
"Udahlah, masalah kaya gitu mah kecil." Jawab Rony dengan nada sombongnya.
Rony memberikan beberapa lembar kertas struk pembayaran kepada Fathur.
"Ini tadi beli masih pake duit gue, jadi lo tinggal transfer aja ke rekening gue. Tapi jangan lupa lebihin jumlahnya ya." Ujar Rony tanpa malu-malu. Padahal biasanya tanpa Rony minta pun, setiap Fathur menggunakan uang laki-laki itu, Fathur akan menggantinya dengan jumlah yang lebih banyak dari yang dia pakai. Karena untuk Fathur, uang bukanlah masalah untuknya. Selama ini Fathur tidak pernah merasakan yang namanya kekurangan uang. Sejak dulu hidupnya selalu dilimpahi dengan banyak harta.
Fathur membaca struk yang Rony berikan.
Total untuk 100 paket nasi + ayam bakar + es teh Rp. 2.500.000 (Free ongkir)
Aneka mainan edukasi anak dan remaja Rp. 5.000.000 (Free ongkir) (Seperti buku dan lainnya)
Hadiah untuk masing-masing anak ( 65 orang) Rp 7.385.000 (Free ongkir)
"Ini maksudnya free ongkir apa?" Pertanyaan yang tidak pernah Rony duga akan Fathur tanyakan justru itulah yang ditanyakan.
"Kita nggak perlu bayar ongkos kirimnya buat ongkos antar ke panti." Jawab Rony.
"Kok mereka baik sih." Ujar Fathur bergumam.
"Lah yang kita beli aja banyak, udah gitu cukup mahal totalnya. Ya kali nggak dikasih gratis ongkir, itu namanya kebangetan. Orang delivery order di aplikasi G* food sama Gr*b food yang kadang belinya cuma 50 ribu aja sering dapet gratis ongkir sama promo diskon." Jawab Rony menjelaskan.
"Loh, ada gituannya ternyata?" Tanya Fathur dengan polosnya.
"Lo nggak tau?"
Fathur menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.
"Orang kalau udah kebanyakan duit ya begini." Ujar Rony. Sayang sekali bukan kalau selama ini Fathur melewatkan promo diskon dan geratis ongkir dari aplikasi delivery order tersebut.
Fathur hanya mengangkat bahunya acuh tak acuh. Lagi pula menurut Fathur itu semua tidak terlalu penting. Cuma geratis ongkir dan promo diskon, apa pentingnya coba?
"Jadi cuma ini?" Tanya Fathur mengganti topik pembicaraan.
Rony menganggukkan kepalanya.
"Iya, kenapa? Kurang banyak?" Tanya Rony.
"Biasanya Mama bawa kaya gini?" Fathur mengabaikan pertanyaan Rony.
"Iya, tapi seringnya sih makanan sama amplop isi uang." Jawab Rony.
"Ya udah, kalau gitu sekalian amplopnya juga. Biasanya per anak diisi berapa?"
"Biasanya kalau Tante Resti 100 atau nggak 150 per anak. Kalau donasi buat panti sendiri gue kurang tau setiap bulannya Tante Resti kasih berapa. Lagi pula setiap bulan lo juga kirim donasi ke beberapa panti kok." Jawab Rony.
"Ya udah, amplopnya diisi 200an ya. Ini duitnya gue transfer sekarang." Ujar Fathur.
Jadi total uang yang Fathur keluarkan adalah Rp 27.885.000. Fathur sendiri mentransfer uangnya ke rekening Rony sebanyak Rp 30.000.000. Jadi ya hitung sendiri berapa lebihannya.
Tidak berapa lama kemudian.
Ting...
Sebuah notifikasi masuk ke ponsel Rony. Notifikasi yang membuat laki-laki itu tersenyum.
"Oke, gue beliin dulu amplopnya. Sama gue juga ambil duitnya."
Setelah mengatakan itu, Rony langsung berlalu begitu saja dari ruangan Fathur.
^^^***to Mas Fathur***^^^
^^^*Mas Fathur jadi kesini*?^^^
Nadya memutuskan mengirimkan pesan kepada Fathur untuk menanyakan kepastian apakah laki-laki itu benar akan datang kesini atau tidak. Lagi pula saat ini sudah jam 4, jadi Fathur pasti jam kantor juga sudah selesai.
Tidak lama kemudian.
Ting...
***From Mas Fathur***
*Jadi, saya sudah dalam perjalanan kesana*.
Nadya sendiri tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum setelah membaca pesan dari Fathur.
^^^***to Mas Fathur***^^^
^^^*Hati-hati di jalan ya Mas*.^^^
Dan setelahnya tidak ada lagi balasan dari Fathur.
"Gimana nak, Fathur jadi kesini?" Tanya Bunda Sina.
Nadya menganggukkan kepalanya.
"Jadi Bun, lagi di perjalanan katanya." Jawab Nadya seraya tersenyum.
Bunda Sina juga ikut tersenyum melihatnya.
Kini Nadya dan Bunda Sina bergabunglah kembali dengan anak-anak yang saat ini sedang asik bermain. Beberapa yang sudah sekolah ada dikamar sedang mengerjakan tugas sekolah mereka.
"Anak-anak, nanti bakal ada tamu spesial yang dateng loh." Ujar Bunda Sina memberitahu anak-anak di panti.
"Tamu spesial? Siapa Bunda?" Tanya seorang gadis cilik bernama Nesa mewakili rasa penasaran yang lainnya.
"Suaminya Mbak Nadya." Jawab Bunda Sina.
Nesa tersenyum.
"Suaminya Mbak Nadya yang tampan seperti pangeran itu kan Bunda." Tanya gadis cilik berusia 7 tahun itu.
Saat pernikahan Nadya, beberapa anak-anak panti juga ada yang ikut menyaksikan. Kenapa tidak semua? Karena kalau ikut semua nanti malah akan repot. Jadi Bunda Sina dan Bunda Titi memutuskan untuk membawa beberapa saja sebagai perwakilan. Dan Nesa salah satu yang ikut menyaksikan pernikahan Nadya dengan Fathur atau laki-laki yang Nesa sebut sebagai pangeran karena ketampanannya.
Nadya sendiri hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Wahhh... yang lain pasti seneng kalau ketemu sama Mas pangeran." Ujar Nesa heboh sendiri.
"Tapi ingat, kalau Mas Fathur nanti datang, kalian harus sopan ya, nggak boleh nakal pokoknya." Bunda Sina dengan lembut memberikan peringatan terlebih dahulu.
Dan semua langsung menganggukkan kepalanya paham.
Nadya yang sejak tadi duduk didekat jendela, mendadak langsung beranjak dari kursinya dan berjalan dengan cepat menuju pintu. Hal ini karena Nadya melihat mobil Fathur masuk ke halaman panti.
Bunda Sina dan Bunda Titi yang melihat itu juga langsung mengikuti langkah Nadya keluar untuk menyambut kedatangan Fathur.
Wajah Nadya semakin cerah saat melihat Fathur dengan gagahnya keluar dari mobil. Senyum diwajah Nadya juga semakin lebar. Entah kenapa saat ini Nadya merasa sangat bahagia.
Dan yang membuat Nadya terkejut adalah saat Fathur berjalan kearahnya dengan senyuman tipis yang tersungging dibibirnya. Selama ini, untuk melihat senyum Fathur sangatlah sulit. Nadya bahkan bisa menggunakan jari-jarinya untuk menghitung berapa kali dia melihat senyum dibibir Fathur.
Setibanya didepan Bunda Sina, Bunda Titi, dan Nadya, Fathur langsung mengulurkan tangan untuk menyalami wanita paruh baya yang Fathur tau merupakan pemilik sekaligus pengurus panti ini.
"Sama suami cium tangan dong nak. Masa suami baru pulang kerja kamu nggak cium tangan sama sekali." Ujar Bunda Sina kepada Nadya.
Setelah Fathur bersalaman dengannya dan juga Bunda Titi, Bunda Sina melihat Nadya yang hanya berdiam diri sembari tersenyum menatap Fathur.
"Eehh?" Nadya terlihat terkejut mendengar ucapan Bunda Sina.
Karena memang selama ini Nadya tidak pernah melakukan itu. Nadya tau kalaupun dia melakukan itu, Fathur akan menolaknya. Tapi karena saat ini ada Bunda Sina dan juga Bunda Titi, jadi Nadya mengulurkan tangannya kepada Fathur untuk mencium tangan suaminya itu. Dan ya, tidak ada penolakan dari Fathur. Meskipun dapat Nadya rasakan kalau Fathur sepertinya sedikit terkejut saat dia mencium tangannya.
Sejenak Nadya dan Fathur saling bertatapan. Entah apa yang ada dipikiran keduanya saat ini.
"Ayo masuk dulu, udah mau Maghrib juga. Nggak enak kalau ngobrol di luar."
Ucapan Bunda Titi itu membuat aksi saling tatap antara Nadya dan Fathur terhenti.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Bzaa
Roni memang the best
2022-11-08
0
aniya_kim
Jatuh Cinta setelah menikah Indah ya ..
Author juga ndak terburu-buru slow dapet banget feelnya
Semangat Author
2022-10-25
1
aniya_kim
Ya Allah .. bismillah masa depan seperti Fathur.
2022-10-25
2