Mau aku masakin Mas?

Saat ini Nadya bersama Fathur dan yang lainnya sedang makan malam bersama. Nadya yang memasak semua makan malam kali ini. Dan itu membuat Fathur sadar, kalau ternyata kalau dia makan siang di rumah Mama Resti, kemungkinan besar itu adalah masakan Nadya. Fathur sendiri baru tau kalau sejak awal pernikahan, ternyata Nadya sering mengirim makanan hasil masakan Nadya ke Mama Resti.

Padahal selama di rumah Fathur tidak pernah sekalipun menyentuh makanan hasil masakan Nadya. Tapi ternyata tanpa Fathur sadari jika selama ini dia sudah sering makan masakan Nadya. Dan tidak dipungkiri kalau Fathur sangat menyukai masakan Nadya. Memang rasa masakan Nadya tidak sama dengan rasa masakan Mama Resti, tapi itu buku penghalang lidah Fathur untuk menyukainya. Bahkan kalau Fathur boleh jujur sebenarnya lebih enak masakan Nadya.

Tapi tentu saja Fathur tidak akan mengatakan hal ini. Ketahuan oleh Nadya kalau selama ini ternyata dia memakan hasil masakan wanita itu saja sudah membuat Fathur merasa malu seolah aib yang selama ini dia sembunyikan tiba-tiba terungkap.

Dalam hati Fathur merutuki Mama Resti yang tiba-tiba membahas dirinya yang sering makan siang disini. Padahal selama ini setiap mereka berkumpul seperti ini tidak pernah ada pembahasan mengenai hal ini. Kan sekarang Nadya jadi tau kalau ternyata selama ini Fathur ternyata sering makan masakan Nadya.

Tanpa orang lain ketahui, saat ini Nadya sedang menyembunyikan senyum bahagianya. Fakta bahwa ternyata selama ini tanpa sadar Fathur memakan masakannya membuat Nadya tentu saja sangat bahagia. Tidak apa-apa meskipun selama ini Fathur tidak tau bahwa makanan yang laki-laki itu makan adalah masakan dirinya.

"Nginep disini aja kenapa sih, lagian besok juga weekend. Kalian sama-sama libur kerja kan? Sesekali gitu, selama kalian nikah kan nggak pernah tidur disini." Ujar Mama Resti kepada Fathur dan Nadya.

Sebenarnya tadi sehabis ashar Fathur sudah lebih dulu berpamitan untuk pulang, tapi dilarang oleh Mama Resti karena beliau ingin makan malam bersama dengan Fathur dan Nadya.

"Ya Nad, mumpung besok weekend kalian nginep disini. Lagian rumah kalian kan deket. Nggak papa lah kalau paling kosong cuma semalem." Ujar Mama Resti.

"Aku terserah Mas Fathur aja Ma, aku ikut keputusan Mas Fathur." Jawab Nadya dengan senyum tipis dibibirnya.

Fathur menatap kearah Nadya dengan pandangan datar seperti biasa. Dalam hati, Fathur tengah merutuki Nadya. Harusnya Nadya mengatakan tidak, dengan begitu mereka bisa pulang ke rumah. Karena kalau keputusan sudah diberikan kepada Fathur, maka tidak ada alasan lagi untuk Fathur menolak. Penolakan Fathur hanya akan sia-sia karena pastinya tidak akan Mama Resti setujui.

Bukan apa-apa, Fathur hanya tidak ingin tidur satu ranjang dengan Nadya. Akhir-akhir ini, Fathur merasa ada yang aneh dengan dirinya sejak kejadian dimana Nadya sakit dan dia yang merawatnya. Untuk itu, sejak saat itu Fathur berusaha untuk semakin menjauhi Nadya. Karena tanpa Nadya tau, akhir-akhir ini wanita itu selalu muncul dipikiran Fathur tanpa sebab.

"Iya sekali-kali nginep sini Mbak Nad, nanti Mbak tidur sama aku deh, kita nonton drakor." Ujar Nabila menyahuti. "Lagian tiap hari kan Mas Fathur sama Mbak Nadya terus, gantian kenapa sih Mas." Tambah Nabila.

Dalam pikiran Nabila, Fathur itu sangat mencintai Nadya. Oleh karenanya kakak sepupunya itu sampai tidak ingin waktu kebersamaannya dengan Nadya diganggu. Padahal yang terjadi sebenarnya sangat berbeda dengan yang ada dipikiran Nabila.

"Ya udah iya, Mas sama Nadya nginep disini." Ujar Fathur pada akhirnya.

Mendengar kalau Nabila ingin Nadya tidur bersama adik sepupunya itu, membuat Fathur langsung setuju untuk menginap. Karena itu berarti Fathur akan tidur sendiri, Nadya tidak akan tidur bersama dengannya.

"Nah gitu dong." Ujar Nabila seraya tersenyum lebar.

Mama Resti juga tersenyum bahagia karena pada akhirnya Fathur dan Nadya akan tidur di rumah ini. Untuk membuat Fathur dan Nadya menginap disini saja rasanya sulit sekali. Ada saja alasan yang Fathur buat. Padahal jarak rumah Mama Resti dan rumah Fathur tidak jauh.

Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, dan diluar sana saat ini hujan sedang turun sangat deras. Nadya sendiri belum bisa memejamkan matanya setelah satu jam yang lalu menonton drakor bersama dengan Nabila. Sementara itu Nabila yang saat ini sudah tertidur dengan nyenyak dibawah selimutnya.

Nadya memutuskan untuk memainkan ponselnya sembari menunggu dirinya mengantuk. Tapi nyatanya, sampai 30 menit kemudian Nadya sama sekali tidak mengantuk. Entah karena apa, padahal kamar Nabila sangatlah nyaman.

Oke, Nadya harus mencari cara agar dirinya bisa cepat tidur. Karena takutnya besok Nadya bangun kesiangan. Meskipun semua orang pasti juga tidak masalah kalau Nadya bangun siang, tapi tetap saja Nadya yang akan merasa tidak enak. Dan seingat Nadya, dia pernah membaca disalah satu artikel kalau salah satu cara agar kita bisa cepat mengantuk adalah dengan minum susu putih. Entah itu benar atau tidak, Nadya akan mencobanya. Dan semoga saja cara ini akan berhasil.

Nadya turun dengan perlahan dari ranjang Nabila. Berusaha untuk tidak membuat suara gaduh yang bisa saja menganggu tidur Nabila. Nadya tidak ingin tidur Nabila sampai terganggu karena dirinya.

Setelah keluar dari kamar Nabila, Nadya menatap ke kamar sebelah. Kamar milik Fathur sejak kecil sampai saat ini. Pintunya tertutup rapat, sepertinya Fathur juga sudah tidur.

Nadya melangkahkan kakinya menuruni tangga dengan langkah pelan. Meskipun rumah ini besar dan pastinya suara langkah Nadya tidak akan sampai membangunkan orang lain, tapi tetap saja Nadya merasa kalau dia menjaga agar suara langkah kakinya tidak terlalu keras.

Langkah Nadya seketika langsung terhenti begitu dia sampai di dapur.

"Mas Fathur..." Ujar Nadya.

Terlihat Fathur yang saat ini sedang berdiri di depan lemari yang terbuka. Tangannya sibuk mencari-cari sesuatu.

Mendengar suara Nadya, Fathur langsung membalikkan tubuhnya.

"Kenapa disini?" Tanya Fathur dengan nada datar andalannya.

"Aku mau ambil susu. Mas Fathur lagi ngapain?" Ujar Nadya balik bertanya.

"Nyari Mie instan." Jawab Fathur singkat yang kemudian melanjutkan pencarian mie instannya.

"Tapi Mama udah nggak pernah stok mie instan lagi Mas." Ujar Nadya.

Fathur membalikkan tubuhnya kearah Nadya lagi.

"Tau darimana kamu?" Tanya Fathur.

"Mama yang bilang ke aku. Katanya biar Nabila nggak terlalu sering makan mie instan." Jawab Nabila.

Fathur menghela nafas pasrah mendengar jawaban Nadya. Bagaimana ini, saat ini perutnya terasa lapar. Sedangkan Fathur hanya bisa masak mie instan saja. Mau keluar juga tidak mungkin karena diluar sedang hujan deras dan saat ini sudah hampir tengah malam. Haruskah Fathur menahan rasa laparnya sampai pagi? Lagian tumben sekali di rumah sama sekali tidak ada makanan yang bisa dia jadikan untuk pengganjal perut. Eehh, sebenarnya ada buah sih, tapi Fathur malas makan buah sekarang ini.

Nadya sendiri berjalan menuju rice cooker dan membukanya. Kemudian membuka lemari es.

"Mau aku bikinin nasi goreng aja Mas? Masih ada nasi soalnya. Di kulkas juga ada telur sama sosis." Ujar Nadya kepada Fathur.

Terpopuler

Comments

Alanna Th

Alanna Th

smoga othor berada d pihakmu, nad; biar fathur klepek" smp klenger mrinduknmu

2024-01-31

0

aniya_kim

aniya_kim

Wow!!!!

2022-10-22

2

Fransiska Widyanti

Fransiska Widyanti

gak usah sok gengsi lu Fathur

2022-10-02

2

lihat semua
Episodes
1 Sah & Luka
2 Pengabaian Fathur
3 Gue suka istri lo!
4 Pernyataan laki-laki lain
5 Salah paham
6 Tidak ingin melepas
7 Nadya sakit
8 Mengurus Nadya
9 Mengurus Nadya (2)
10 Nadya juga ingin!
11 Mau aku masakin Mas?
12 Fathur Kepo
13 Bertatap
14 Sebuah kemajuan?
15 Menghawatirkan Nadya
16 Makan malam berdua
17 Kapan ceraikan Nadya?
18 Fakta baru!
19 Rencana ke panti
20 Akhirnya datang
21 Interaksi dengan anak-anak
22 Sepeda motor vs Mobil
23 Menurunkan gengsi
24 Cemburu?
25 Modus?
26 Fathur Kepo!
27 Kalian tim mana?
28 Fathur membuat kehebohan
29 Berbangga diri
30 Tidak sama
31 Menjemput Nadya
32 Mulai posesif
33 Ada apa?
34 Nadya menyerah!
35 Pernyataan cinta!
36 Tidak ingin jauh
37 Kanebo meresahkan
38 Fathur si kanebo licik
39 Membawa Nadya ke kantor
40 Merasa tidak pantas
41 Aku memang cemburu!
42 Belanja bersama
43 Otak kotor
44 Fathur bertanya
45 Fathur si manja
46 Berebut Nadya
47 Mau anak!
48 Pagi yang indah
49 Akal bulus Fathur
50 Penyesalan mantan
51 Surprise untuk Nadya
52 Sambel terasi
53 Daun kemangi
54 Bertemu Elisa lagi
55 Nadya menghilang
56 Menenangkan diri
57 Menyusul Nadya
58 Sensitif
59 Fathur bau
60 Benarkah hamil?
61 Minyak telon
62 Misi membeli testpack
63 Fiks, Hamil
64 Surprise yang gagal
65 Daddy dan Mama
66 Masih belum menyerah?
67 Memeriksakan kandungan
68 Memberitahu Mama Resti & Nabila
69 Si mesum Fathur
70 Ketiduran
71 Ikut ke kantor
72 Ngidam es krim
73 Ganteng siapa?
74 Kebersamaan
75 Bumil mood swing
76 Restoran Padang
77 Nasi Padang belum selesai
78 Telur setengah mateng
79 Tips Kontraksi
80 It's a boy
81 Baby Abi (End)
82 Karya baru...
83 Extra part 1
84 Extra Part 2
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Sah & Luka
2
Pengabaian Fathur
3
Gue suka istri lo!
4
Pernyataan laki-laki lain
5
Salah paham
6
Tidak ingin melepas
7
Nadya sakit
8
Mengurus Nadya
9
Mengurus Nadya (2)
10
Nadya juga ingin!
11
Mau aku masakin Mas?
12
Fathur Kepo
13
Bertatap
14
Sebuah kemajuan?
15
Menghawatirkan Nadya
16
Makan malam berdua
17
Kapan ceraikan Nadya?
18
Fakta baru!
19
Rencana ke panti
20
Akhirnya datang
21
Interaksi dengan anak-anak
22
Sepeda motor vs Mobil
23
Menurunkan gengsi
24
Cemburu?
25
Modus?
26
Fathur Kepo!
27
Kalian tim mana?
28
Fathur membuat kehebohan
29
Berbangga diri
30
Tidak sama
31
Menjemput Nadya
32
Mulai posesif
33
Ada apa?
34
Nadya menyerah!
35
Pernyataan cinta!
36
Tidak ingin jauh
37
Kanebo meresahkan
38
Fathur si kanebo licik
39
Membawa Nadya ke kantor
40
Merasa tidak pantas
41
Aku memang cemburu!
42
Belanja bersama
43
Otak kotor
44
Fathur bertanya
45
Fathur si manja
46
Berebut Nadya
47
Mau anak!
48
Pagi yang indah
49
Akal bulus Fathur
50
Penyesalan mantan
51
Surprise untuk Nadya
52
Sambel terasi
53
Daun kemangi
54
Bertemu Elisa lagi
55
Nadya menghilang
56
Menenangkan diri
57
Menyusul Nadya
58
Sensitif
59
Fathur bau
60
Benarkah hamil?
61
Minyak telon
62
Misi membeli testpack
63
Fiks, Hamil
64
Surprise yang gagal
65
Daddy dan Mama
66
Masih belum menyerah?
67
Memeriksakan kandungan
68
Memberitahu Mama Resti & Nabila
69
Si mesum Fathur
70
Ketiduran
71
Ikut ke kantor
72
Ngidam es krim
73
Ganteng siapa?
74
Kebersamaan
75
Bumil mood swing
76
Restoran Padang
77
Nasi Padang belum selesai
78
Telur setengah mateng
79
Tips Kontraksi
80
It's a boy
81
Baby Abi (End)
82
Karya baru...
83
Extra part 1
84
Extra Part 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!