Bertatap

Jam 5 pagi, Nadya sudah terbangun dari tidurnya meskipun semalam dia tidur saat jam menunjukkan hampir pukul 1 dini hari. Setelah sholat subuh, Nadya memutuskan untuk keluar kamar. Sementara Nabila, gadis itu kembali melanjutkan tidurnya.

Nadya memutuskan untuk ke dapur, dan disana sudah ada Mbak Sari yang sedang menyiapkan bahan-bahan untuk memasak. Sementara Mbak Siti, tadi Nadya lihat dia sedang bersih-bersih di lantai atas. Sedangkan Mbak Rati bersih-bersih di lantai ruang tengah. Jadi, semua memang sudah memiliki tugas masing-masing.

"Mau masak apa Mbak?" Tanya Nadya kepada Mbak Sari.

Mbak Sari sedikit terkejut karena Nadya sudah bangun dipagi

"Eehh, Mbak Nadya udah bangun. Ini saya mau masak buat sarapan Mbak. Masak ayam kecap, tumis jagung muda, sama goreng tahu tempe. Makanan kesukaan Mas Fathur." Jawab Mbak Sari.

Tidak seperti kebanyakan keluarga kaya yang kalau sarapan hanya makan roti atau sereal, di keluarga Sudiro, sarapan itu adalah dengan nasi. Dan tentu saja lengkap dengan sayur dan lauk pauknya.

"Ya udah, aku bantu ya mbak." Ujar Nadya

Awalnya Mbak Sari tidak mengizinkan Nadya untuk membantunya. Tapi karena Nadya mengatakan kalau dia sudah biasa bangun pagi dan masak, akhirnya Mbak Sari mengizinkannya. Jadi sekarang Nadya dan Mbak Sari masak bersama.

Sekitar jam 6, Mama Resti keluar kamar dan langsung turun menuju dapur. Mama Resti tersenyum saat mendapati Nadya sudah ada di dapur dan sedang memasak. Jujur Mama Resti merasa sangat beruntung memiliki menantu seperti Nadya. Bukan hanya karena Nadya pintar memasak dan rajin, tapi karena kepribadian Nadya yang sangat baik.

"Mantu Mama rajin banget sih pagi-pagi udah di dapur aja." Ujar Mama Resti kepada Nadya.

Nadya membalikkan tubuhnya kearah dimana suara Mama Resti berasal.

"Mama... Selamat pagi Ma." Ujar Nadya sembari tersenyum manis.

"Pagi sayang." Jawab Mama Resti.

Sembari memasak, Nadya dan Mama Resti ngobrol membahas banyak hal random. Sampai akhirnya Nadya selesai memasak.

"Ini biar Mama sama Sari aja yang siapin piringnya, kamu bangunin Fathur sama Nabila aja Nad. mereka soalnya kalau nggak dibangunin buat sarapan pasti bangunnya siang kalau weekend kaya gini." Ujar Mama Resti.

Nadya menganggukkan kepalanya, dia bergegas naik ke lantai 2. Pertama yang Nadya tuju adalah kamar Nabila. Ya, Nadya akan membangunkan Nabila terlebih dahulu. Tapi baru saja Nadya membuka pintu kamar, terlihat Nabila sudah berpakaian rapi dan sedang mengikat rambutnya.

"Udah rapi aja Nab, baru Mbak mau bangunin kamu." Ujar Nadya kepada Nabila.

"Hehe... Iya Mbak, aku barusan ditelfon sama temen soalnya. Aku lupa kalau hari ini ada janji sama dia buat bahas tugas." Jawab Nabila.

Nadya menganggukkan kepalanya paham.

"Ya udah, sebelum pergi sarapan dulu tapi ya. Mbak tadi udah masak, dibawah juga udah Mama tunggu soalnya."

"Siyapp Mbak Nad." Jawab Nabila.

"Kalau gitu Mbak mau bangunin Mas Fathur dulu." Nadya berjalan meninggalkan kamar Nabila menuju kamar Fathur.

Untuk pertama kalinya, Nadya akan membangunkan Fathur. Jujur Nadya merasa gugup. Masuk ke kamar Fathur dengan adanya laki-laki itu didalamnya, tidak pernah Nadya lakukan sama sekali. Kemarin sore, saat Nadya mandi di kamar mandi kamar itu pun tanpa adanya Fathur disana.

Sementara untuk kamar Fathur di rumah, Nadya sama sekali tidak berani memasukinya. Nadya benar-benar tidak ingin membuat Fathur marah karena menganggap dia telah lancang.

Tok... Tok... Tok...

Nadya mengetuk pintu kamar Fathur.

Tapi sepertinya Fathur masih tidur, karena sama sekali tidak ada sahutan dari dalam kamar. Nadya sebenarnya bisa saja langsung masuk, toh kamar yang dia masuki adalah kamar suaminya sendiri. Tapi sekali lagi, Nadya merasa tidak enak.

"Masuk aja Mbak, Mas Fathur kan kalau tidur nggak pernah kunci pintu. Coba aja deh." Ujar Nabila kepada Nadya.

Saat Nabila keluar dari kamar, dia mendapati Nadya yang sedang mengetik pintu kamar Fathur. Nabila pikir itu karena Nadya beranggapan kalau kamar Fathur dikunci. Nabila sama sekali tidak memiliki pikiran kalau ternyata rumah tangga Fathur dan rumah tangga Nadya tidak seperti rumah tangga pada umumnya.

"Ooo, nggak dikunci ya?" Ujar Nadya.

"Iya, coba buka aja. Biasanya sih nggak pernah dikunci." Jawab Nabila.

Nadya memegang kenop pintu kamar Fathur dengan ragu, kemudian membukanya. Dan ya, pintu terbuka. Seperti kata Nabila, pintu kamar Fathur tidak terkunci.

"Tuh kan apa aku bilang, Mas Fathur tuh emang nggak pernah kunci pintu kalau tidur." Ujar Nabila santai. "Ya udah aku turun duluan ya Mbak." Nabila berlalu begitu saja meninggalkan Nadya yang masih berdiri didepan kamar Fathur yang saat ini pintunya sudah terbuka.

Sepeninggalnya Nabila, Nadya masuk ke kamar Fathur dengan ragu. Kamar Fathur terasa sangat sejuk dan tentu saja wangi. Suasana Fathur gelap remang-remang. Meskipun semua lampu mati, tapi cahaya matahari masuk melalui sela-sela gorden jendela.

Hal pertama yang Nadya lakukan adalah membuka gorden sekaligus membuka jendelanya agar udara segar bisa masuk. Kemudian Nadya mencari remot AC dan mematikannya.

Tatapan Nadya kini beralih kepada Fathur yang masih tertidur dengan nyenyak. Namun tiba-tiba, wajah Nadya mendadak memerah. Bagaimana tidak, Nadya tidak bisa untuk tidak terpesona melihat betapa tampannya Fathur saat tidur. Apalagi Fathur tidur tanpa menggunakan baju atasan. Sungguh Nadya baru tau kalau Fathur memiliki kebiasaan tidur seperti ini.

Untuk sejenak Nadya merasa terpesona dengan pemandangan Fathur yang sedang tidur. Dan setelah beberapa menit berlalu, akhirnya Nadya baru bisa menguasai dirinya lagi.

"Ehhmm..." Nadya berdehem sebentar untuk menetralkan suaranya.

"Mas Fathur... Bangun, udah pagi." Ujar Nadya.

Tidak ada respon, Fathur terlihat sama sekali tidak terganggu den suara Nadya. Lagi pula bagaimana mau terganggu, sedangkan suara Nadya saat membangunkan Fathur saja sangat lembut dan halus. Yang ada Fathur malah semakin tertidur dengan pulas.

Nadya menghela nafas pelan, sampai akhirnya Nadya memberanikan diri memegang bahu Fathur dan mengguncangnya pelan. Berharap Fathur akan segera terbangun.

"Mas Fathur... Bangun, udah pagi. Mama sama Nabila udah nunggu dibawah buat sarapan." Ujar Nadya.

Dan percobaan kedua ini berhasil, terlihat Fathur mulai mengerjapkan matanya. Melihat itu, dengan segera Nadya menarik tangannya dari bahu polos Fathur.

Setelah beberapa saat, akhirnya Fathur benar-benar bangun dari tidurnya. Kini tatapan Fathur langsung tertuju kepada Nadya.

Nadya sendiri tidak tau apa arti tatapan Fathur saat ini. Fathur sama sekali tidak mengatakan apa-apa kepada Nadya.

"Maaf kalau aku ganggu tidur Mas Fathur. Tapi Mama sama Nabila udah nunggu dibawah buat sarapan bareng Mas." Ujar Nadya.

Setelah itu, tanpa menunggu jawaban dari Fathur, Nadya langsung keluar begitu saja dari kamar laki-laki itu.

Dan sekarang, jantung Nadya sedang berdetak dengan kencang. Nadya sampai takut kalau-kalau jantungnya bisa saja copot nantinya.

Terpopuler

Comments

Jeny Juwan Alfa

Jeny Juwan Alfa

udh bisa nebak klu di novel pasti cewek nya gmpng jatuh cinta duluan.ngapain terpesona pdhal udh di cuek in gtu ..

2022-10-31

2

aniya_kim

aniya_kim

aaaaaaaawwww

2022-10-22

1

Kenzi Kenzi

Kenzi Kenzi

dagdigdug

2022-09-23

2

lihat semua
Episodes
1 Sah & Luka
2 Pengabaian Fathur
3 Gue suka istri lo!
4 Pernyataan laki-laki lain
5 Salah paham
6 Tidak ingin melepas
7 Nadya sakit
8 Mengurus Nadya
9 Mengurus Nadya (2)
10 Nadya juga ingin!
11 Mau aku masakin Mas?
12 Fathur Kepo
13 Bertatap
14 Sebuah kemajuan?
15 Menghawatirkan Nadya
16 Makan malam berdua
17 Kapan ceraikan Nadya?
18 Fakta baru!
19 Rencana ke panti
20 Akhirnya datang
21 Interaksi dengan anak-anak
22 Sepeda motor vs Mobil
23 Menurunkan gengsi
24 Cemburu?
25 Modus?
26 Fathur Kepo!
27 Kalian tim mana?
28 Fathur membuat kehebohan
29 Berbangga diri
30 Tidak sama
31 Menjemput Nadya
32 Mulai posesif
33 Ada apa?
34 Nadya menyerah!
35 Pernyataan cinta!
36 Tidak ingin jauh
37 Kanebo meresahkan
38 Fathur si kanebo licik
39 Membawa Nadya ke kantor
40 Merasa tidak pantas
41 Aku memang cemburu!
42 Belanja bersama
43 Otak kotor
44 Fathur bertanya
45 Fathur si manja
46 Berebut Nadya
47 Mau anak!
48 Pagi yang indah
49 Akal bulus Fathur
50 Penyesalan mantan
51 Surprise untuk Nadya
52 Sambel terasi
53 Daun kemangi
54 Bertemu Elisa lagi
55 Nadya menghilang
56 Menenangkan diri
57 Menyusul Nadya
58 Sensitif
59 Fathur bau
60 Benarkah hamil?
61 Minyak telon
62 Misi membeli testpack
63 Fiks, Hamil
64 Surprise yang gagal
65 Daddy dan Mama
66 Masih belum menyerah?
67 Memeriksakan kandungan
68 Memberitahu Mama Resti & Nabila
69 Si mesum Fathur
70 Ketiduran
71 Ikut ke kantor
72 Ngidam es krim
73 Ganteng siapa?
74 Kebersamaan
75 Bumil mood swing
76 Restoran Padang
77 Nasi Padang belum selesai
78 Telur setengah mateng
79 Tips Kontraksi
80 It's a boy
81 Baby Abi (End)
82 Karya baru...
83 Extra part 1
84 Extra Part 2
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Sah & Luka
2
Pengabaian Fathur
3
Gue suka istri lo!
4
Pernyataan laki-laki lain
5
Salah paham
6
Tidak ingin melepas
7
Nadya sakit
8
Mengurus Nadya
9
Mengurus Nadya (2)
10
Nadya juga ingin!
11
Mau aku masakin Mas?
12
Fathur Kepo
13
Bertatap
14
Sebuah kemajuan?
15
Menghawatirkan Nadya
16
Makan malam berdua
17
Kapan ceraikan Nadya?
18
Fakta baru!
19
Rencana ke panti
20
Akhirnya datang
21
Interaksi dengan anak-anak
22
Sepeda motor vs Mobil
23
Menurunkan gengsi
24
Cemburu?
25
Modus?
26
Fathur Kepo!
27
Kalian tim mana?
28
Fathur membuat kehebohan
29
Berbangga diri
30
Tidak sama
31
Menjemput Nadya
32
Mulai posesif
33
Ada apa?
34
Nadya menyerah!
35
Pernyataan cinta!
36
Tidak ingin jauh
37
Kanebo meresahkan
38
Fathur si kanebo licik
39
Membawa Nadya ke kantor
40
Merasa tidak pantas
41
Aku memang cemburu!
42
Belanja bersama
43
Otak kotor
44
Fathur bertanya
45
Fathur si manja
46
Berebut Nadya
47
Mau anak!
48
Pagi yang indah
49
Akal bulus Fathur
50
Penyesalan mantan
51
Surprise untuk Nadya
52
Sambel terasi
53
Daun kemangi
54
Bertemu Elisa lagi
55
Nadya menghilang
56
Menenangkan diri
57
Menyusul Nadya
58
Sensitif
59
Fathur bau
60
Benarkah hamil?
61
Minyak telon
62
Misi membeli testpack
63
Fiks, Hamil
64
Surprise yang gagal
65
Daddy dan Mama
66
Masih belum menyerah?
67
Memeriksakan kandungan
68
Memberitahu Mama Resti & Nabila
69
Si mesum Fathur
70
Ketiduran
71
Ikut ke kantor
72
Ngidam es krim
73
Ganteng siapa?
74
Kebersamaan
75
Bumil mood swing
76
Restoran Padang
77
Nasi Padang belum selesai
78
Telur setengah mateng
79
Tips Kontraksi
80
It's a boy
81
Baby Abi (End)
82
Karya baru...
83
Extra part 1
84
Extra Part 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!