Setelah Nadya keluar dari kamarnya, Fathur tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum. Fathur merasa gemas melihat ekspresi wajah Nadya saat melihat dirinya membuka mata tadi. Nadya seperti seseorang yang sedang terciduk sedang melakukan hal yang memalukan.
Sebenarnya, saat pintu kamarnya terbuka dan Nadya masuk, Fathur sudah bangun. Hanya saja Fathur memilih untuk tetap memejamkan matanya sampai akhirnya Nadya membangunkan dirinya. Fathur sendiri tidak tau kenapa dia melakukan hal seperti itu. Yang Fathur tau, dia ingin mengetahui bagaimana cara Nadya membangunkan dirinya.
Dan cara Nadya membangunkan dirinya benar-benar lembut dan halus. Kalau saja tadi Fathur belum bangun, pasti suara Nadya justru akan membuat dirinya semakin lelap. Tapi karena tadi Nadya memegang bahunya, jadi dengan terpaksa Fathur membuka matanya.
Oke, mari lupakan tentang itu. Fathur hanya sedang sekedar iseng saja kepada Nadya.
Fathur beranjak dari ranjang dan langsung ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi.
Selesai dengan urusannya di kamar mandi, Fathur menyambar kaos yang tergeletak diatas sofa. Fathur turun ke ruang makan sudah dengan wajah yang lebih segar meskipun pada kenyataannya dia belum mandi.
"Akhirnya anak Mama turun juga." Ujar Mama Resti begitu melihat kedatangan Fathur.
Fathur sendiri mendudukkan dirinya disamping Nadya.
"Nabila mana Ma?" Tanya Fathur.
Seingat Fathur tadi Nadya mengatakan kalau Mama Resti dan Nabila menunggu dirinya untuk sarapan. Tapi saat ini Fathur tidak melihat keberadaan Nabila.
"Nabila udah sarapan duluan tadi, nunggu kamu kelamaan sih turunnya. Nabila udah ada janji sama temen buat ngerjain tugas bareng katanya." Jawab Mama Resti.
Sementara Nadya sejak tadi hanya menyimak pembicaraan antara Fathur dan Mama Resti.
"Ooo." Jawab Fathur singkat.
"Ya udah, ayo sarapan." Ujar Mama Resti.
Mama Resti segera mengambil nasi dan lauk pauk ke piringnya. Setelah Mama Resti, Nadya pikir Fathur yang akan gantian mengambilnya, tapi nyatanya Fathur malah sibuk dengan ponselnya.
"Ponselnya nanti dulu Fathur, sarapan dulu." Ujar Mama Resti kepada Fathur.
"Iya sebentar." Jawab Fathur singkat.
Melihat itu, Nadya akhirnya memberanikan diri untuk mengambil piring Fathur kemudian mengisinya dengan nasi dan lauk pauk. Mengingat biasanya Fathur bahkan sama sekali tidak mau menyentuh apapun yang Nadya buat atau berurusan dengan apa yang Nadya lakukan. Kali ini Nadya berharap semoga Fathur tidak akan mengganti piring yang dia isikan makanan dengan piring lain.
Tapi nyatanya pikiran Nadya itu terlalu jauh. Setelah Nadya selesai mengisi piring milik Fathur dengan nasi dan lauk, seketika Fathur langsung meletakkan ponselnya.
Mama Resti sendiri hanya melirik Fathur sekilas sembari mengulum senyum.
"Bilang aja minta diambilin nasi sana Nadya. Kok ya gengsi banget buat ngomongnya." Ujar Mama Resti dalam hati.
Melihat interaksi antara Fathur dan Nadya memang sulit dijelaskan. Fathur terlihat cuek tapi terkadang ada sisi manisnya juga kepada Nadya. Sedangkan Nadya, terlihat masih malu-malu dan seperti segan kepada Fathur.
Yang Mama Resti tau selama ini rumah tangga Fathur dan Nadya baik-baik saja dan seperti rumah tangga pasangan lainnya. Jadi dalam doanya, Mama Resti selalu berdoa semoga hubungan Fathur dan Nadya semakin baik dan segera dikaruniai momongan. Karena jujur saja, Mama Resti ingin segera menimang seorang cucu. Tanpa Mama Resti tau bahwa selama ini Fathur dan Nadya bahkan seperti orang asing saat berada di rumah.
"Kamu beruntung banget loh nak punya istri seperti Nadya. Udah cantik, baik, pinter masak, rajin lagi. Seneng kan setiap hari dimasakin enak sama Nadya? Lihat ini, dari subuh tadi Nadya udah sibuk masak buat kamu." Ujar Mama Resti.
Nadya hanya tersenyum tipis.
"Walaupun aku pinter masak, rasanya enggak ada gunanya sama sekali Ma. Mas Fathur bahkan nggak pernah sekalipun menyentuh masakan aku kecuali kemarin, semalam, dan saat ini." Ujar Nadya dalam hati.
Sementara Fathur hanya menjawab dengan deheman saja. Fathur tetap asik menikmati ayam kecap dipiringnya.
Melihat Fathur yang saat ini sedang lahap memakan masakannya, ini sedikit membuat Nadya merasa bahagia.
Kini semua kembali fokus dengan makanan masing-masing. Sampai akhirnya.
"Tambah nasi sama ayamnya Nad." Ujar Fathur kepada Nadya.
Nadya tentu saja terkejut mendengar permintaan Fathur itu. Apa Nadya tidak salah dengar?
"Nad, nasi sama ayamnya." Ujar Fathur mengulang ucapannya.
Dengan sigap Nadya langsung mengisi piring Fathur dengan nasi dan ayam kecap lagi.
Dan begitu piringnya terisi, Fathur kembali lahap menghabiskan sarapannya. Sementara Nadya masih tidak menyangka kalau Fathur baru saja meminta untuk tambah nasi kepadanya.
Lagi-lagi Mama Resti kembali tersenyum. Fathur tidak akan pernah meminta untuk tambah nasi dan lauk kalau makanan itu tidak benar-benar enak. Jadi kesimpulannya, masakan Nadya sangat enak kan? Ya benar, Mama Resti juga mengakui kemampuan memasak Nadya.
Nadya sendiri juga tidak bisa menahan diri untuk tidak tersenyum. Biarlah Nadya hari ini bahagia. Sebelum nanti saat kembali ke rumah, mungkin saja Fathur akan kembali seperti semula yang tidak mau memakan bahkan menyentuh masakannya.
Ya, Nadya tidak ingin berharap lebih dengan berpikir bahwa saat ini Fathur sudah tidak lagi membencinya. Nadya masih ingat dengan jelas kalau Fathur pernah mengatakan kalau selama pernikahan ini, dia tidak akan pernah menganggap Nadya sebagai istrinya. Jadi Nadya sengaja membatasi diri dengan mencoba untuk tidak terlalu senang dengan perubahan Fathur ini. Bisa saja Fathur sengaja melakukan ini karena sekarang mereka sedang ada di rumah Mama Resti. Fathur pasti tidak ingin kalau Mama Resti mengetahui seperti apa rumah tangga Fathur dan Nadya yang sebenarnya.
"Nad..."
".... "
"Nadya..."
"Eeh, kenapa Ma?" Tanya Nadya.
"Kok makanannya diaduk-aduk gitu. Kamu bengong ya? Ada apa Nad?"
"Ha? Enggak, aku nggak papa kok, Ma. Tiba-tiba kepikiran sesuatu, sampai akhirnya lupa kalau aku lagi makan." Jawab Nadya sembari memperlihatkan senyum canggungnya. Nadya merutuki dirinya sendiri. Bisa-bisanya dia bengong ditengah sarapan seperti ini.
"Oalah, Mama kira kenapa."
Sementara Nadya kembali memakan sarapannya. Tanpa Nadya tau saat ini Fathur tengah menatap dirinya dengan pandangan yang sulit diartikan. Fathur seperti ingin bertanya sesuatu kepada Nadya. Tapi sepertinya Fathur mengurungkan niatnya itu. Fathur juga kembali memakan sarapannya.
Selesai sarapan, Fathur beranjak dari meja makan dan berjalan keluar rumah untuk merokok disana. Ya benar, Fathur adalah seorang perokok. Dan ini adalah kebiasaan yang sangat Mama Resti dan Nadya tidak sukai. Mama Resti sendiri sudah berulangkali mengingatkan Fathur untuk tidak merokok. Sementara Nadya, dia hanya diam meskipun tidak suka. Karena Nadya tidak berani menegur Fathur seperti apa yang Mama Resti lakukan. Tapi suatu saat nanti, Nadya akan memberanikan diri untuk menegur Fathur agar suaminya itu tidak lagi merokok. Kapan? Saat Nadya sudah berani mengatakannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Dia Jeng
mau tanya tp gengsi ya bang😂😂😂
2022-12-27
2
aniya_kim
Aaaaaaa Fathur bikin jatuh cintaaa ihh
2022-10-24
0
Kenzi Kenzi
sehat lebih penting
2022-09-23
2