Fathur duduk dibalik meja kerjanya sembari melamun. Ya, melamun menjadi kebiasaan Fathur semenjak dirinya menerima perjodohan dengan Nadya dan menikahinya. Fathur akui kalau dia membenci Nadya. Meski sebenarnya disini Nadya tidak memiliki kesalahan apapun pada dirinya. Rasa benci Fathur kepada Nadya ini adalah bukti bahwa sebenarnya dia tidak menerima perjodohan mereka.
Sebenarnya kalau Fathur ingin marah, harusnya dia marah kepada Mama Resti. Karena biar bagaimana pun yang menjodohkan mereka adalah beliau. Tapi, Fathur memilih untuk melampiaskan amarahnya kepada Nadya.
Sebagai bukti bahwa Fathur benar-benar tidak menganggap Nadya sebagai istrinya adalah dengan tidak pernah sekalipun menyentuh makanan yang Nadya masak. Tidak pernah, sedikitpun Fathur tidak pernah memakan masakan Nadya. Itu yang dia tau.
Untuk sarapan, Fathur sudah meminta Rony untuk menyiapkannya. Rony, laki-laki itu merupakan sekretaris sekaligus sahabat Fathur sejak SMA. Untuk makan siang pun biasanya Fathur memilih untuk delivery order dan makan di ruangannya, tentunya bersama dengan Rony. Karena aneh saja rasanya kalau Fathur dan Rony makan diluar tapi hanya berdua saja. Sementara untuk makan malam, sebelum benar-benar pulang ke rumah yang dia tinggali bersama Nadya, Fathur akan mampir ke rumah Mama Resti dan makan disana. Dan yang Fathur tidak ketahui adalah fakta bahwa setiap hari Nadya selalu mengantarkan makanan ke rumah Mama Resti. Jadi, sudah pasti tanpa sengaja Fathur memakan makanan yang Nadya masak.
"Oiyy... Makan siang bos. Mau pesen apa lo?" Rony masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu saat masuk ke ruangan Fathur.
Jika sedang tidak dalam jam kerja, Rony akan bersikap biasa kepada Fathur. Lain halnya jika masih jam kerja, Rony akan bersikap formal selayaknya sekretaris kepada bosnya. Meski sudah lama bersahabat, tapi jangan salah, Rony dan Fathur tetap bersikap profesional jika menyangkut soal pekerjaan.
Sedikit tentang Rony, dia adalah laki-laki lajang yang memiliki usia sama seperti Fathur, 32 tahun. Sekarang Rony sedang dalam status jomblo setelah beberapa bulan yang lalu baru saja putus dari pacarnya. Sedangkan Fathur? Sebelum menikah dia memang tidak memiliki kekasih. Terakhir kali Fathur memiliki hubungan asmara dengan seorang wanita mungkin sekitar 2 tahun yang lalu. Padahal sudah 4 tahun Fathur menjalin hubungan dengan mantan kekasih terakhirnya itu. Alasan mereka putus adalah karena Fathur tidak kunjung memberikan kepastian mengenai hubungan mereka. Ya, mantan kekasih Fathur itu memutuskan dirinya karena menolak untuk segera menikahi gadis itu. Fathur beralasan kalau dia belum siap membina sebuah hubungan rumah tangga.
"Terserah." Jawab Fathur singkat.
"Okey... " Rony mendudukkan dirinya di sofa yang ada di ruangan Fathur. Mengutak-atik ponselnya di aplikasi ojek online untuk delivery order.
"Nasi padang aja gimana?" Tanya Rony kepada Fathur.
"Oke, gue pakai ayam bakar sama perkedel. Sama jangan lupa, pesenin kopi yang biasa sekalian." Jawab Fathur.
"Ckckck... Harga nasi padang sama kopi lo lebih mahal kopi. Sekali-kali cobain kopi sasetan deh. Misal coffem*x, itu meskipun cuma dua ribuan tapi enak banget bro." Meski berkata seperti itu, Rony tetap mengorder kopi untuk Fathur sesuai dengan keinginan laki-laki itu.
Fathur sendiri hanya mendiamkan ucapan Rony. Malas meladeni omongan sahabatnya itu. Ya gimana ya, Fathur terbiasa minum kopi mahal. Dan kopi itu adalah satu-satunya kopi yang Fathur sukai. Karena memang dia tidak pernah mencoba kopi yang lain. Jadi sekali mencoba dan menyukainya, Fathur tidak pernah berganti kopi. Bisa dikatakan Fathur pribadi yang setia kan?
Terbukti, selain dari kopi yang tidak pernah ganti. Dari semua 3 mantan kekasihnya, semua memiliki hubungan yang lama, mulai dari 3 tahun, 5 tahun, dan yang kemarin 4 tahun.
"Gimana hubungan lo sama Nadya? Masih marah lo sama dia? Fath, dia nggak salah loh, jangan gitu lah. Kasian dianya." Ujar Rony tiba-tiba. Rony sangat tau bagaimana hubungan antara Fathur dengan Nadya. Dan Rony merasa kasihan kepada Nadya.
"Gue lagi nggak pengen bahas dia." Jawab Fathur datar.
Selalu seperti ini, setiap Rony membuka pembicaraan mengenai Nadya, pasti Fathur akan menolak dengan alasan dia tidak ingin membahas Nadya.
"Daripada begini, mending lo ceraiin dia aja. Kasihan Nadya, bro. Dia nggak ada salah sama lo, tapi harus menderita karena perlakuan lo itu. Mungkin karena Nadya guru kali ya, jadi stok kesabaran dia udah banyak dan udah biasa terlatih buat sabar. Kalau gue jadi Nadya nih ya, begitu tau kalau pasangan gue nggak cinta sama gue, hari itu juga bakal gue tinggalin." Rony memang sahabat Fathur, tapi tetap saja, Rony tidak suka dengan apa yang sahabatnya itu lakukan kepada Nadya.
Rony tau kalau Fathur tidak pernah berbicara sedikitpun kepada Nadya saat laki-laki itu di rumah. Tidak pernah juga memakan masakan Nadya. Fathur dan Nadya bahkan tidur di kamar yang terpisah. Tau darimana? Tentu saja Fathur yang bercerita. Namun karena Fathur tidak mendapatkan pembelaan dari Rony mengenai sikapnya kepada Nadya, jadi Fathur tidak lagi bercerita apa-apa. Lagi pula yang salah Fathur, kenapa juga Rony harus membela laki-laki itu?
Mendengar Rony meminta dirinya untuk menceraikan Nadya membuat Fathur tersentak. Haruskah dia menceraikan Nadya? Tapi usia pernikahan mereka bahkan belum ada satu bulan. Apa kata orang-orang mengenai Fathur nanti. Terlebih, Mama Resti. Fathur yakin 1000% pasti Mama Resti tidak akan membiarkan Fathur sampai menceraikan Nadya.
"Padahal Fath, kalau emak gue jodohin gue sama cewek kaya Nadya, udah pasti gue langsung setuju dan tentunya bahagia. Nadya kurang apa lagi coba? Orangnya cantik, baik, sabar, ramah, murah senyum, pinter masak, nggak genit sama cowok lain, pekerja keras dan... "
"Yang lagi lo omongin itu istri gue kalau lo lupa." Ujar Fathur menghentikan kalimat yang belum selesai Rony ucapkan.
"Lah... Kemarin katanya nggak bakal nganggep Nadya sebagai istri. Ini kenapa jadi ngakuin Nadya istri lo? Yang bener yang mana elahhh... Jadi Nadya istri lo atau bukan sih?" Rony tidak tahan untuk menggoda Fathur setelah mendengar celetukan sahabatnya itu.
Fathur diam, dia salah bicara.
"Maksudnya, kalau status emang dia istri gue. Tapi gue nggak nganggep dia sebagai istri gue." Fathur meralat ucapannya.
Rony justru terkekeh geli. Secara tidak sadar sepertinya Fathur cemburu saat Rony memuji Nadya.
"Gue aja yang nganggep Nadya istri gimana? Bolehkan?" Tanya Roni dengan memasang wajah tengilnya.
Fathur yang tau kalau Rony hanya sedang menggodanya memilih untuk diam. Fathur tidak akan terpancing.
"Serah lo." Jawab Fathur.
Wajah tengil Rony tiba-tiba berganti menjadi ekspresi serius. Membuat Fathur yang melihatnya heran.
"Kenapa lo?"
"Fath..."
"Apa?"
"Kalau gue beneran suka sama Nadya boleh nggak? Gue nggak papa deh nungguin Nadya sampai lo ceraiin dia."
Entah Rony serius atau tidak dengan ucapannya, hanya Rony sendiri yang tau. Sementara itu, Fathur mendadak membeku ditempatnya setelah mendengar ucapan Rony.
"Gila lo!!!" Jawab Fathur.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Alanna Th
ya, smoga cepat bucin pd saat nadya sdh lelah mnanti ll pergi
2024-01-31
0
Enung Samsiah
dasar Fatur bodoh kebangetn,,, ntar bucin kebangetan tau rasa,,,
2023-10-22
1
Popy Setyaningsih
see? belum apa2 udah ada yg siap nampung calon janda dari lu fath🤣
2023-01-28
0