Pengabaian Fathur

Setelah menikah, Fathur memilih untuk tinggal di rumah yang terpisah dari Mama Resti. Dengan alasan agar dia dan Nadya bisa hidup lebih mandiri. Padahal nyatanya alasan utamanya bukanlah itu. Tapi meski pisah rumah, jarak rumah Fathur dan rumah Mama Resti tidak jauh. Jadi nantinya setiap hari setelah pulang mengajar Nadya bisa sering datang ke rumah mengunjungi Mama Resti.

Tenang, Mama Resti tidak sendirian kok di rumah. Karena ada sepupu Fathur yang bernama Nabila yang tinggal disana. Nabila tinggal disana karena dia sedang menempuh pendidikan S1 nya di Universitas yang jaraknya dekat dari rumah keluarga Sudiro. Sedangkan keluarga Nabila sendiri memang sudah sejak lama menetap di Bandung. Hal ini karena perusahaan milik keluarga Nabila berpusat di Bandung.

"Sarapan dulu Mas?" Ujar Nadya saat melihat Fathur turun dari lantai 2.

Dan seperti sebelum-sebelumnya, Fathur hanya diam dan melewati Nadya begitu saja. Laki-laki itu langsung keluar dari rumah tanpa menyentuh sarapan yang sudah Nadya masak.

5 hari menikah, tidak pernah sekalipun Fathur menyentuh makanan yang Nadya masak. Fathur lebih memilih untuk makan di luar atau makan di rumah Mama Resti. Sedih? Jujur saja Nadya sangat sedih. Tapi Nadya tidak akan menyerah untuk meluluhkan hati Fathur. Nadya yakin kalau suatu saat nanti Fathur akan menerima dirinya sebagai istri dari laki-laki itu.

Sementara Fathur berangkat bekerja, Nadya memilih untuk memakan sarapannya. Beberapa akan dia bungkus untuk nanti dibawa ke rumah Mama Resti.

Nadya memang mengambil cuti mengajar selama 1 minggu. Sementara Fathur, dia hanya mengambil cuti selama 2 hari saja. Saat hari pernikahan dan keesokan harinya saat hari kepindahannya dan Nadya ke rumah ini.

Flashback

"Kalau gitu, mau nggak Nadya nikah sama anak ibu? Namanya Fathur, sekarang usianya 32 tahun. Dia udah mapan kok, jadi kalau masalah ekonomi kamu nggak usah khawatir lagi."

Nadya terdiam mendengar penuturan Ibu Resti. Nadya tidak pernah menyangka kalau Ibu Resti akan meminta dirinya menjadi istri untuk anaknya. Ibu Resti adalah orang dari keluarga kaya raya dan terpandang, lalu kenapa bisa beliau memilih Nadya yang hanya seorang anak panti asuhan untuk dijadikan menantu? Bukankah masih banyak perempuan yang memiliki asal-usul lebih jelas daripada Nadya?

Nadya tersadar dari rasa terkejutnya saat dia merasakan Bunda Sina menggenggam dengan erat tangannya.

"Ibu Resti sudah membicarakan semua ini dengan Bunda. Dan Bunda menyerahkan semua keputusan sama kamu, nak." Ucap Bunda Sina.

Nadya menatap Ibu Resti yang saat ini juga sedang menatapnya.

"Iya, kita nggak maksa kok. Kalau Nadya setuju, ibu akan sangat berterima kasih. Tapi kalau tidak, ya sudah tidak papa. Mungkin memang kalian belum jodoh." Ujar Ibu Resti.

"Nadya belum tau bu, Nadya masih bingung. Ini terlalu tiba-tiba." Jawab Nadya lirih.

"Iya, ibu paham kok. Kamu bisa pikirkan dulu nak, tidak usah terburu-buru, pikirkan secara matang. Karena menikah itu berarti kalian inshaAllah akan hidup bersama sampai maut memisahkan." Ujar Ibu Resti sembari tersenyum tipis.

Sebenarnya kalau saja dulu Bunda Sina mengizinkan Ibu Resti mengadopsi Nadya, mungkin sekarang Nadya sudah menjadi putrinya. Tapi seperti yang kita tau, Bunda Sina tidak mengizinkan seseorang untuk mengadopsi Nadya karena beliau terlalu menyayangi gadis cantik dan baik itu. Tapi bukan berarti Bunda Sina pilih kasih dengan yang lainnya, perlakuan Bunda Sina tetap sama kepada anak-anak panti yang lainnya. Hanya saja dihati Bunda Sina, Nadya sangatlah spesial.

Dan mungkin ini merupakan salah satu jalan Tuhan, Nadya tidak menjadi putri ibu Resti, tapi mudah-mudahan akan menjadi menantunya.

"Eehmm, kalau boleh tau, apa anak ibu setuju dengan perjodohan ini?" Tanya Nadya kepada Ibu Resti.

Ibu Resti tersenyum.

"Sudah nak, dan Fathur setuju untuk menikah dengan kamu." Jawab Ibu Resti.

Memang Fathur setuju untuk menikah dengan Nadya, tapi itu semua terpaksa. Ibu Resti pun sangat tau bahwa awalnya Fathur tidak ingin menerima perjodohan ini. Tapi setelah beberapa kali membujuknya, akhirnya Fathur mengatakan mau. Ibu Resti sangat yakin bahwa Nadya akan menjadi pasangan yang terbaik untuk Fathur.

Dan akhirnya setelah menimbang-nimbang dan meminta pendapat Bunda Sina juga Bunda Titi, tidak lupa juga Nadya meminta petunjuk kepada Allah SWT, akhirnya Nadya memantapkan hatinya untuk menerima perjodohan antara dirinya dengan Fathur. Apalagi dengan pertimbangan bahwa selama ini keluarga Sudiro sudah banyak membantu panti asuhan ini, terlebih membantu Nadya mengenai biaya pendidikan.

Saat pertama kali bertemu dengan Fathur, tidak banyak hal yang mereka bahas. Fathur cenderung lebih banyak diam dengan wajah datarnya. Nadya pikir itu karena memang sudah menjadi sifat Fathur. Tanpa Nadya tau bahwa sebenarnya Fathur membenci perjodohan di antara mereka.

Dan setelah Nadya mengetahui bahwa sebenarnya Fathur tidak menyukai pernikahan mereka, kini Nadya menjadi berpikir. Apa keputusannya menerima perjodohan ini salah? Nadya harap tidak.

Flashback off

Dari rumah tinggalnya bersama Fathur ke rumah Mama Resti hanya berjarak sekitar 5 menit saja dengan sepeda motor. Atau sekitar 30 menit jika berjalan kaki.

Tadi setelah menyelesaikan pekerjaan rumahnya, Nadya langsung memanaskan sepeda motornya karena dia akan ke rumah Mama Resti. Nadya memang meminta Fathur untuk tidak mempekerjakan asisten rumah tangga. Selain karena Nadya merasa mampu mengerjakannya sendiri, Nadya juga tidak ingin ada orang lain yang mengetahui kondisi rumah tangga antara dirinya dan Fathur yang sebenarnya.

"Assalamu'alaikum..." Nadya masuk ke rumah besar yang mana di dalamnya di tinggali oleh Mama Resti, Nabila, 3 orang asisten rumah tangga dan 2 orang satpam.

Mengenai Fathur yang memutuskan untuk pisah rumah, Mama Resti setuju-setuju saja. Karena biar bagaimana pun rumah tangga itu antara istri dan suami. Ditambah alasan Fathur ingin pisah rumah karena dia ingin mandiri. Mama Resti pikir kalau Fathur dan Nadya tetap tinggal disini bisa saja mereka akan canggung karena ada dirinya. Jadi, dengan Fathur dan Nadya pindah ke rumah yang berbeda diharapkan keduanya akan dengan cepat saling mengenal dan menjadi semakin dekat.

"Wa'alaikumsalam." Sahut Mama Resti dari dalam.

Dari arah suaranya, Nadya tau kalau Mama Resti pasti sedang ada di ruang tengah sembari merajut. Ya, Mama Resti memiliki hobi merajut. Jika sedang memiliki banyak waktu kosong, maka merajut akan menjadi hal yang selalu beliau lakukan.

"Eehh, Nadya... Pasti bawa makanan lagi nih." Mama Resti sudah sangat hafal dengan kebiasaan Nadya bila menantunya itu datang. Pasti tangannya tidak pernah kosong membawa rantang.

"Hehe... Ini Nadya masak banyak, ada Ayam goreng, Tumis jamur, sama perkedel kentang Ma." Ujar Nadya.

"Pas banget kalau gitu, Mama emang nungguin masakan kamu." Jawab Mama Resti dengan semangat.

Mengingat kebiasaan Nadya selama 4 hari ini yang setiap siang mengirimkan makanan, membuat Mama Resti selalu menunggu makanan dari Nadya, beliau akan makan siang dengan makanan yang Nadya masak.

Terpopuler

Comments

Dia Jeng

Dia Jeng

mertua yg penyayang

2022-12-25

2

lovely

lovely

harusnya cuekin aja ngapain kesannya ngemis cinta 🥺

2022-11-17

1

aniya_kim

aniya_kim

Hhm Fathur minta dicuwekin Nad .. baru tuch kerasa

2022-10-22

1

lihat semua
Episodes
1 Sah & Luka
2 Pengabaian Fathur
3 Gue suka istri lo!
4 Pernyataan laki-laki lain
5 Salah paham
6 Tidak ingin melepas
7 Nadya sakit
8 Mengurus Nadya
9 Mengurus Nadya (2)
10 Nadya juga ingin!
11 Mau aku masakin Mas?
12 Fathur Kepo
13 Bertatap
14 Sebuah kemajuan?
15 Menghawatirkan Nadya
16 Makan malam berdua
17 Kapan ceraikan Nadya?
18 Fakta baru!
19 Rencana ke panti
20 Akhirnya datang
21 Interaksi dengan anak-anak
22 Sepeda motor vs Mobil
23 Menurunkan gengsi
24 Cemburu?
25 Modus?
26 Fathur Kepo!
27 Kalian tim mana?
28 Fathur membuat kehebohan
29 Berbangga diri
30 Tidak sama
31 Menjemput Nadya
32 Mulai posesif
33 Ada apa?
34 Nadya menyerah!
35 Pernyataan cinta!
36 Tidak ingin jauh
37 Kanebo meresahkan
38 Fathur si kanebo licik
39 Membawa Nadya ke kantor
40 Merasa tidak pantas
41 Aku memang cemburu!
42 Belanja bersama
43 Otak kotor
44 Fathur bertanya
45 Fathur si manja
46 Berebut Nadya
47 Mau anak!
48 Pagi yang indah
49 Akal bulus Fathur
50 Penyesalan mantan
51 Surprise untuk Nadya
52 Sambel terasi
53 Daun kemangi
54 Bertemu Elisa lagi
55 Nadya menghilang
56 Menenangkan diri
57 Menyusul Nadya
58 Sensitif
59 Fathur bau
60 Benarkah hamil?
61 Minyak telon
62 Misi membeli testpack
63 Fiks, Hamil
64 Surprise yang gagal
65 Daddy dan Mama
66 Masih belum menyerah?
67 Memeriksakan kandungan
68 Memberitahu Mama Resti & Nabila
69 Si mesum Fathur
70 Ketiduran
71 Ikut ke kantor
72 Ngidam es krim
73 Ganteng siapa?
74 Kebersamaan
75 Bumil mood swing
76 Restoran Padang
77 Nasi Padang belum selesai
78 Telur setengah mateng
79 Tips Kontraksi
80 It's a boy
81 Baby Abi (End)
82 Karya baru...
83 Extra part 1
84 Extra Part 2
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Sah & Luka
2
Pengabaian Fathur
3
Gue suka istri lo!
4
Pernyataan laki-laki lain
5
Salah paham
6
Tidak ingin melepas
7
Nadya sakit
8
Mengurus Nadya
9
Mengurus Nadya (2)
10
Nadya juga ingin!
11
Mau aku masakin Mas?
12
Fathur Kepo
13
Bertatap
14
Sebuah kemajuan?
15
Menghawatirkan Nadya
16
Makan malam berdua
17
Kapan ceraikan Nadya?
18
Fakta baru!
19
Rencana ke panti
20
Akhirnya datang
21
Interaksi dengan anak-anak
22
Sepeda motor vs Mobil
23
Menurunkan gengsi
24
Cemburu?
25
Modus?
26
Fathur Kepo!
27
Kalian tim mana?
28
Fathur membuat kehebohan
29
Berbangga diri
30
Tidak sama
31
Menjemput Nadya
32
Mulai posesif
33
Ada apa?
34
Nadya menyerah!
35
Pernyataan cinta!
36
Tidak ingin jauh
37
Kanebo meresahkan
38
Fathur si kanebo licik
39
Membawa Nadya ke kantor
40
Merasa tidak pantas
41
Aku memang cemburu!
42
Belanja bersama
43
Otak kotor
44
Fathur bertanya
45
Fathur si manja
46
Berebut Nadya
47
Mau anak!
48
Pagi yang indah
49
Akal bulus Fathur
50
Penyesalan mantan
51
Surprise untuk Nadya
52
Sambel terasi
53
Daun kemangi
54
Bertemu Elisa lagi
55
Nadya menghilang
56
Menenangkan diri
57
Menyusul Nadya
58
Sensitif
59
Fathur bau
60
Benarkah hamil?
61
Minyak telon
62
Misi membeli testpack
63
Fiks, Hamil
64
Surprise yang gagal
65
Daddy dan Mama
66
Masih belum menyerah?
67
Memeriksakan kandungan
68
Memberitahu Mama Resti & Nabila
69
Si mesum Fathur
70
Ketiduran
71
Ikut ke kantor
72
Ngidam es krim
73
Ganteng siapa?
74
Kebersamaan
75
Bumil mood swing
76
Restoran Padang
77
Nasi Padang belum selesai
78
Telur setengah mateng
79
Tips Kontraksi
80
It's a boy
81
Baby Abi (End)
82
Karya baru...
83
Extra part 1
84
Extra Part 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!