Nadya juga ingin!

Setelah Nadya sembuh dari sakitnya, kini hubungan Nadya dan Fathur kembali dingin seperti sebelumnya. Sekarang jangankan menyuapi Nadya, sekedar menyapa Nadya bahkan tidak pernah Fathur lakukan. Fathur kembali memasang jarak antara dirinya dengan Nadya. Padahal Nadya pikir setelah kejadian sakitnya beberapa hari yang lalu, hubungan antara dirinya dan Fathur akan menjadi lebih baik. Tapi nyatanya tidak, harapan Nadya terlalu tinggi untuk hal itu.

Nadya menghela nafas pelan memikirkan hal itu. Entah apa yang harus Nadya lakukan agar hubungan dirinya dan Fathur bisa membaik. Walaupun nantinya tidak seperti keinginan Nadya yang ingin memiliki hubungan seperti sepasang suami istri pada umumnya. Nadya tidak masalah walaupun setidaknya mereka hanya sekedar bisa mengobrol seperti layaknya seorang teman. Bagi Nadya, itu sudah lebih dari cukup.

"Bu... Bu Nadya..."

Panggilan dari seseorang menyadarkan Nadya dari lamunannya.

"Eehh, iya, ada apa Val?" Tanya Nadya kepada Noval, salah satu muridnya di kelas 12 IPS yang sedang dia ajar.

"Saya mau izin mau ke toilet Bu." Jawab Noval.

Nadya menganggukkan kepalanya.

"Iya silahkan, tapi jangan lama-lama ya." Ujar Nadya.

"Oke, siapp Ibu Nadya cantik." Jawab Noval yang tentunya langsung mendapat sorakan dari murid yang lain. Sudah bukan rahasia lagi kalau Noval adalah salah satu murid yang menyukai Nadya. Dan tanpa Nadya tau, Noval sangatlah patah hati saat mendengar kalau guru cantik yang dia suka akan menikah. Kalau dikatakan suka, sebenarnya bisa dibilang malah lebih dari itu. Noval bahkan sudah berangan-angan kalau setelah lulus sekolah dia akan langsung bekerja sembari kuliah. Hal ini agar dia bisa memiliki penghasilan untuk melamar Nadya nanti. Rentang usia yang berjarak 7 tahun sama sekali tidak menyurutkan rasa suka Noval kepada Nadya. Tapi sekarang, mau bagaimana lagi, sepertinya angan-angan Noval itu harus dipupus, karena sudah tidak ada lagi kesempatan untuk dirinya. Tidak mungkin kan Noval merebut Nadya dari suaminya?

Dan sejak Nadya menikah, Noval dengan berat mencoba untuk sedikit demi sedikit menghilangkan perasaannya kepada Nadya.

Setelah jam sekolah selesai, Nadya memutuskan untuk langsung pulang. Tapi bukan langsung pulang ke rumahnya, melainkan pulang ke rumah Mama Resti. Nadya sendiri sudah 2 hari tidak ke rumah Mama Resti, hal ini karena dia ada tambahan jam untuk mengajar les anak-anak kelas 12 dalam rangka mempersiapkan ujian nasional.

"Assalamualaikum..." Nadya langsung masuk kedalam rumah Mama Resti begitu sampai.

"Wa'alaikumsalam..." Terdengar jawaban salam. Tapi itu bukan suara Mama Resti, melainkan suara Nabila. "Eehh Mbak Nadya... Udah lama kita nggak ketemu." Nabila langsung menghampiri Nadya dan mencium tangan istri kakak sepupunya itu.

Lama yang Nabila maksud padahal tidak sampai 1 minggu lamanya.

"Iya, abis kamunya sibuk banget sih. Padahal Mbak sering kesini loh kalau abis ngajar." Jawab Nadya.

"Ya gimana ya, aku kelas siang terus. Jadi tiap hari pulangnya sore, kadang sampai Maghrib malah." Ujar Nabila. Maklum saja, Nabila adalah mahasiswi semester 7 yang sudah mulai menyiapkan skripsi. "Ehh, Mbak Nadya bawa apa nih." Tatapan Nabila teralih kearah kantung yang ada ditangan Nadya.

"Donat, tadi Mbak lewat toko roti, terus kepikiran kalau Mama sama kamu suka donat kan? Jadi ya udah akhirnya Mbak beli." Jawab Nadya.

"Waoww... Mbak emang yang terbaik pokoknya. Nggak kaya Mas Fathur, dia mah kalau pulang boro-boro bawa makanan kalau enggak dipesenin." Nabila langsung sumringah saat tau Nadya membeli donat. Sebagai informasi, bahwa Nabila dan Mama Resti itu memiliki kesukaan kue yang sama, yaitu donat.

Nabila langsung meraih kantung berisi donat yang ada ditangan Nadya. Meski baru beberapa bulan mereka saling mengenal, tapi Nadya dan Nabila sudah sangat akrab dan dekat. Nadya yang pada dasarnya memiliki banyak adik di panti asuhan, membuat dirinya menjadi lebih mudah mendekatkan diri kepada Nabila yang sebenarnya memiliki pribadi agak sedikit tertutup.

Kini Nadya dan Nabila duduk dimeja makan.

"Ngomong-ngomong Mama kemana Nab?" Tanya Nadya kepada Nabila.

"Bude tadi keluar, katanya ada arisan. Mungkin bentar lagi pulang Mbak, soalnya udah pergi lama juga." Jawab Nabila. Mama Resti memang keturunan Jawa, jadi beliau meminta para ponakan yang merupakan anak dari adik-adik iparnya memanggilnya bude.

Nadya menganggukkan kepalanya.

Sembari menunggu Mama Resti pulang, Nadya dan Nabila bersama-sama menikmati donat. Nadya sendiri tadi membeli 3 box donat karena memang disini ada banyak orang. Satu box Nadya berikan untuk ART, satu box untuk Mama Resti, dan satu box lagi untuk dirinya dan Nabila. Dan sebenarnya, satu box donat yang dia dan Nabila makan ini Nadya beli untuk Fathur, tapi setelah Nadya pikir, percuma juga Nadya membawa pulang ke rumah, karena Fathur pasti tidak akan memakannya.

Sedang asik Nadya dan Nabila menikmati donat, tiba-tiba seseorang datang.

"Mas Fathur..." Nadya dengan suara lirih tanpa sadar memanggil Fathur.

Benar, yang datang adalah Fathur.

Fathur sendiri juga sedikit terkejut melihat keberadaan Nadya di rumah Mama Resti. Karena Fathur tadi tidak melihat sepeda motor Nadya di halaman.

"Kamu disini?" Tanya Fathur dengan suara datar.

"Mas Fathur tuh kebiasaan kalau masuk rumah nggak salam. Salam dulu kenapa sih." Ujar Nabila kepada Fathur. Yang langsung membuat perhatian Fathur beralih dari Nadya ke Nabila.

Fathur tersenyum kearah Nabila. Senyum yang sangat jarang dilihat Nadya jika mereka hanya berdua di rumah.

"Mas udah salam Nab, kamu aja yang nggak denger." Jawab Fathur dengan lembut.

Sebagai seorang anak tunggal, Fathur sejak dulu sangat mendambakan seorang adik. Namun takdirnya tetaplah seorang menjadi seorang anak tunggal. Karena sampai Papanya meninggal, orang tuanya itu hanya memiliki anak dirinya saja. Dan itu membuat Fathur sangat menyayangi Nabila. Apalagi diantara 4 sepupunya yang lain, Nabila adalah perempuan satu-satunya. Fathur dan 4 sepupunya yang lain sangat menyayangi dan menjaga Nabila. Nabila seolah menjadi emas yang sangat dijaga dan dilindungi oleh semua anggota keluarga mereka.

"Bohong banget, orang jarak pintu sama tempat aku dan Mbak Nadya duduk aja nggak jauh, mana ada nggak denger. Emang Mas Fathur aja yang nggak ngucapin salam." Ujar Nabila menyangkal alasan Fathur.

"Iya iya, maaf. Emang Mas yang lupa nggak ngucapin salam." Jawab Fathur mengalah. Suara Fathur tetap lembut seperti tadi. Sangat berbeda jika Fathur berbicara dengan Nadya, hanya nada dingin dan datar saja yang dia gunakan.

Kini Nadya hanya bisa meringis kecil. Kalau boleh jujur, sebenarnya Nadya iri dengan Nabila. Nadya juga ingin Fathur berbicara dengannya dengan nada lembut seperti Fathur berbicara dengan Nabila.

Tapi... Tidak apa-apa, Nadya yakin suatu saat nanti pasti akan ada waktunya Fathur berbicara dengan nada lembut kepada dirinya. Ya, Nadya sangat yakin.

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

semoga babang Fatur, cepat jdi bucin😄

2022-11-08

4

aniya_kim

aniya_kim

Hhm

2022-10-22

0

Kenzi Kenzi

Kenzi Kenzi

semangat nad,......menamti kpan itu tiba

2022-09-23

1

lihat semua
Episodes
1 Sah & Luka
2 Pengabaian Fathur
3 Gue suka istri lo!
4 Pernyataan laki-laki lain
5 Salah paham
6 Tidak ingin melepas
7 Nadya sakit
8 Mengurus Nadya
9 Mengurus Nadya (2)
10 Nadya juga ingin!
11 Mau aku masakin Mas?
12 Fathur Kepo
13 Bertatap
14 Sebuah kemajuan?
15 Menghawatirkan Nadya
16 Makan malam berdua
17 Kapan ceraikan Nadya?
18 Fakta baru!
19 Rencana ke panti
20 Akhirnya datang
21 Interaksi dengan anak-anak
22 Sepeda motor vs Mobil
23 Menurunkan gengsi
24 Cemburu?
25 Modus?
26 Fathur Kepo!
27 Kalian tim mana?
28 Fathur membuat kehebohan
29 Berbangga diri
30 Tidak sama
31 Menjemput Nadya
32 Mulai posesif
33 Ada apa?
34 Nadya menyerah!
35 Pernyataan cinta!
36 Tidak ingin jauh
37 Kanebo meresahkan
38 Fathur si kanebo licik
39 Membawa Nadya ke kantor
40 Merasa tidak pantas
41 Aku memang cemburu!
42 Belanja bersama
43 Otak kotor
44 Fathur bertanya
45 Fathur si manja
46 Berebut Nadya
47 Mau anak!
48 Pagi yang indah
49 Akal bulus Fathur
50 Penyesalan mantan
51 Surprise untuk Nadya
52 Sambel terasi
53 Daun kemangi
54 Bertemu Elisa lagi
55 Nadya menghilang
56 Menenangkan diri
57 Menyusul Nadya
58 Sensitif
59 Fathur bau
60 Benarkah hamil?
61 Minyak telon
62 Misi membeli testpack
63 Fiks, Hamil
64 Surprise yang gagal
65 Daddy dan Mama
66 Masih belum menyerah?
67 Memeriksakan kandungan
68 Memberitahu Mama Resti & Nabila
69 Si mesum Fathur
70 Ketiduran
71 Ikut ke kantor
72 Ngidam es krim
73 Ganteng siapa?
74 Kebersamaan
75 Bumil mood swing
76 Restoran Padang
77 Nasi Padang belum selesai
78 Telur setengah mateng
79 Tips Kontraksi
80 It's a boy
81 Baby Abi (End)
82 Karya baru...
83 Extra part 1
84 Extra Part 2
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Sah & Luka
2
Pengabaian Fathur
3
Gue suka istri lo!
4
Pernyataan laki-laki lain
5
Salah paham
6
Tidak ingin melepas
7
Nadya sakit
8
Mengurus Nadya
9
Mengurus Nadya (2)
10
Nadya juga ingin!
11
Mau aku masakin Mas?
12
Fathur Kepo
13
Bertatap
14
Sebuah kemajuan?
15
Menghawatirkan Nadya
16
Makan malam berdua
17
Kapan ceraikan Nadya?
18
Fakta baru!
19
Rencana ke panti
20
Akhirnya datang
21
Interaksi dengan anak-anak
22
Sepeda motor vs Mobil
23
Menurunkan gengsi
24
Cemburu?
25
Modus?
26
Fathur Kepo!
27
Kalian tim mana?
28
Fathur membuat kehebohan
29
Berbangga diri
30
Tidak sama
31
Menjemput Nadya
32
Mulai posesif
33
Ada apa?
34
Nadya menyerah!
35
Pernyataan cinta!
36
Tidak ingin jauh
37
Kanebo meresahkan
38
Fathur si kanebo licik
39
Membawa Nadya ke kantor
40
Merasa tidak pantas
41
Aku memang cemburu!
42
Belanja bersama
43
Otak kotor
44
Fathur bertanya
45
Fathur si manja
46
Berebut Nadya
47
Mau anak!
48
Pagi yang indah
49
Akal bulus Fathur
50
Penyesalan mantan
51
Surprise untuk Nadya
52
Sambel terasi
53
Daun kemangi
54
Bertemu Elisa lagi
55
Nadya menghilang
56
Menenangkan diri
57
Menyusul Nadya
58
Sensitif
59
Fathur bau
60
Benarkah hamil?
61
Minyak telon
62
Misi membeli testpack
63
Fiks, Hamil
64
Surprise yang gagal
65
Daddy dan Mama
66
Masih belum menyerah?
67
Memeriksakan kandungan
68
Memberitahu Mama Resti & Nabila
69
Si mesum Fathur
70
Ketiduran
71
Ikut ke kantor
72
Ngidam es krim
73
Ganteng siapa?
74
Kebersamaan
75
Bumil mood swing
76
Restoran Padang
77
Nasi Padang belum selesai
78
Telur setengah mateng
79
Tips Kontraksi
80
It's a boy
81
Baby Abi (End)
82
Karya baru...
83
Extra part 1
84
Extra Part 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!