Fathur Kepo

"Mau aku bikinin nasi goreng aja Mas? Masih ada nasi soalnya. Di kulkas juga ada telur sama sosis." Ujar Nadya kepada Fathur.

Fathur menatap Nadya dengan ragu. Terlihat Fathur tidak yakin dengan keputusannya. Padahal hanya masalah Nadya menawarkan diri untuk membuatkan nasi goreng. Tapi kenapa rasanya berat sekali untuk Fathur sekedar menjawab iya atau tidak.

"Aku masakin aja ya? Daripada nanti Mas nggak bisa tidur karena laper." Ujar Nadya sembari tersenyum tipis. Nadya melihat dengan jelas keraguan dimata Fathur.

"Nggak papa? Nggak usahlah, saya nggak mau ngrepotin kamu." Jawab Fathur masih dengan gengsinya.

Nadya menggelengkan kepalanya.

"Enggak, aku sama sekali nggak repot kok Mas. Tunggu sebentar ya, 10 menit selesai kok." Tanpa menunggu jawaban Fathur, Nadya dengan sigap langsung menyiapkan bahan-bahan yang dia perlukan untuk membuat nasi goreng.

"Mau sama ini nggak Mas?" Tanya Nadya.

Nadya menemukan vegetable frozen yang merupakan campuran dari kacang polong dan yang lainnya.

"Jangan sama itu, telur sama sosis aja." Jawab Fathur. Meskipun Fathur tidak mengatakan iya, namun secara tidak langsung jawaban dari Fathur itu kode bahwa dia setuju Nadya memasakkan nasi goreng untuknya. Hal ini membuat Nadya tersenyum bahagia tanpa Fathur ketahui.

Sementara itu, Fathur sama sekali tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Nadya yang saat ini tengah memotong-motong bahan-bahan untuk membuat nasi goreng.

"Nasi gorengnya mau pedes atau nggak Mas?" Tanya Nadya yang tiba-tiba saja sudah membalikkan tubuhnya kearah Fathur.

Membuat Fathur sedikit terkejut karena merasa tertangkap basah kalau dirinya diam-diam sedang menatap Nadya.

"Ehhmmm." Fathur berdehem untuk membasahi tenggorokannya yang mendadak terasa kering. "Sedang aja, jangan terlalu peded Nad." Jawab Fathur.

Nadya menganggukkan kepalanya.

Setelahnya, Fathur kembali dengan kegiatannya menatap Nadya dari belakang. Padahal tadi sudah tertangkap basah, tapi Fathur tidak bisa menahan matanya untuk tidak mengulanginya lagi.

Seperti yang Nadya katakan, 10 menit kemudian sepiring nasi goreng sosis dan telur sudah tersaji dihadapan Fathur.

"Kamu cuma masak nasi goreng buat saya? Punya kamu mana?" Tanya Fathur.

"Iya, aku cuma masak buat Mas. Langsung dimakan aja Mas, aku masih kenyang kok." Jawab Nadya sembari tersenyum lembut. Nadya benar-benar bahagia malam ini.

Nadya mengambil gelas dan mengisinya dengan air putih. Kemudian meletakkannya didepan Fathur.

Nadya bahagia karena untuk pertama kalinya setelah beberapa bulan pernikahan, dia akhirnya bisa melayani Fathur dalam hal makan seperti ini.

"Dimakan Mas, nanti malah keburu dingin." Ujar Nadya.

Fathur menganggukkan kepalanya. Kemudian menyuapkan nasi goreng kedalam mulutnya.

Nadya sendiri tidak berani duduk di meja makan bersama dengan Fathur meskipun sebenarnya Nadya ingin menemani suaminya makan. Nadya tidak ingin membuat Fathur merasa tidak nyaman dengan keberadaan dirinya yang terlalu lama disini.

Jadi seperti niat awalnya ke dapur, Nadya memutuskan untuk mengambil gelas dan mengisinya dengan susu.

"Mau kemana?" Tanya Fathur tiba-tiba saat Nadya baru saja melangkahkan kakinya untuk keluar dapur.

"Mau ke kamar Mas." Jawab Nadya.

"Nanti saja, tunggu saya habisin nasi gorengnya." Ujar Fathur.

Ucapan Fathur ini memiliki arti tersirat kalau laki-laki itu ingin Nadya menemaninya makan. Dan tentu Nadya sangat terkejut, tapi Nadya tidak mengatakan apa-apa dan memilih untuk menuruti ucapan Fathur.

Fathur sendiri tidak tau apa yang terjadi dengannya. Padahal jika tengah malam seperti ini, dia sudah biasa makan sendiri. Tapi entah kenapa kali ini Fathur ingin Nadya menemaninya.

Nadya juga tidak berani bertanya kepada Fathur apakah nasi goreng buatannya ini enak atau tidak. Saat tadi menyicipi, Nadya sih merasa kalau nasi gorengnya cukup enak. Tapi tidak tau kan sesuai dengan lidah Fathur atau tidak. Tapi melihat Fathur yang dengan lahap menghabiskan nasi gorengnya, Nadya berkesimpulan kalau nasi gorengnya cukup enak.

"Kenapa lihatin saya begitu?" Tanya Fathur kepada Nadya.

Kali ini Nadya yang tertangkap basah sedang menatap Fathur.

"Eehh... Enggak, cuma seneng aja liat Mas Fathur makannya lahap gitu." Jawab Nadya jujur.

Fathur sendiri tidak mengatakan apa-apa lagi. Entah kenapa mendadak dirinya merasa salah tingkah sendiri mendengar ucapan Nadya. Sebegitu lahapnya kah dirinya memakan nasi goreng buatan Nadya?

Akhirnya sepiring nasi goreng masuk dengan bersih kedalam perut Fathur. Entah ini berlebihan atau tidak, tapi nasi goreng buatan Nadya adalah nasi goreng terenak yang pernah Fathur makan. Padahal nasi goreng buatan Nadya sangat sederhana, hanya nasi yang dimasak dengan bumbu, telur, sosis, dan kecap saja.

"Kamu ngajar dimana Nad?" Tanya Fathur setelah meneguk segelas air. Entah ada angin apa sampai-sampai membuat Fathur membuka obrolan seperti ini. Padahal sebelumnya jangankan membuka obrolan, ditanya oleh Nadya saja sangat jarang dijawab.

"Di SMA Mandiri Bangsa, Mas." Jawab Nadya. Nadya sungguh tidak mengira kalau ternyata selama ini Fathur tidak tau tempatnya bekerja. "Mas Fathur beneran nggak tau aku ngajar dimana atau Mas lupa?" Ujar Nadya bertanya.

"Lupa." Jawab Fathur singkat. "Ngajar apa disana?" Tanya Fathur lagi.

"Ngajar Bahasa Indonesia." Jawab Nadya. Sejujurnya Nadya agak kecewa karena Fathur bahkan sampai lupa tempat dirinya mengajar.

"Terus Pak Andi siapa?" Tanya Fathur tanpa disangka-sangka. Nadya sangat terkejut karena tiba-tiba Fathur bertanya tentang Andi. Tau darimana laki-laki itu tentang Andi?

"Dia guru olahraga yang ngajar di SMA Mandiri Bangsa juga Mas." Jawab Nadya. "Pak Andi yang waktu itu Mas Fathur liat. Ehhmm, waktu Mas nggak sengaja liat aku sama Pak Andi makan di warung geprek." Tambah Nadya.

Nadya mengingatkan Fathur akan kejadian beberapa minggu yang lalu dimana Fathur salah paham kepada Nadya. Itu loh, waktu Nadya dan Septi belanja bulanan bersama, kemudian secara tidak sengaja bertemu dengan Andi di warung ayam geprek.

Mengetahui bahwa Andi adalah laki-laki yang itu, membuat wajah Fathur yang tadinya santai mendadak berubah menjadi datar lagi.

"Sebenarnya ada hubungan apa kamu sama dia? Waktu kamu sakit, saya nggak sengaja lihat pesan yang dia kirim. Kayanya dia perhatian banget sama kamu. Nggak mungkin kan kalau kalian nggak ada hubungan selain teman?" Perkataan Fathur ini seolah menuduh bahwa Nadya merupakan seorang istri yang tertangkap basah selingkuh.

"Hubungan? Aku sama Pak Andi sama sekali nggak ada hubungan apa-apa selain sama-sama guru di sekolah Mas. Beneran, demi Allah aku nggak ada hubungan apa-apa sama dia." Jawab Nadya panik.

Nadya bukan panik karena dia memiliki hubungan dengan Andi. Nadya panik karena dia tidak ingin membuat Fathur salah paham kepadanya.

Melihat wajah Nadya, Fathur sadar kalau dia sudah keterlaluan. Selama ini dia bahkan sama sekali tidak menganggap Nadya sebagai istrinya. Tapi kenapa saat ada laki-laki lain yang Fathur yakin dengan pasti bahwa laki-laki itu menyukai Nadya, itu membuat sesuatu dalam diri Fathur terasa terusik? Fathur merasa sangat marah entah karena apa.

"Lupakan, sudah malam. Kamu balik aja ke kamar Nabila. Saya juga mau tidur." Ujar Fathur yang kemudian langsung beranjak dari kursinya.

Baru beberapa langkah berjalan, Fathur membalikkan tubuhnya lagi kearah Nadya.

"Makasih buat nasi gorengnya. Nasi goreng buatan kamu enak." Ujar Fathur kepada Nadya. Setelahnya Fathur berjalan begitu saja meninggalkan Nadya yang masih terduduk di kursi makan.

Nadya yang awalnya perasaan campur aduk karena pembahasan tadi mendadak merasa senang setelah Fathur mengatakan kalau nasi goreng buatannya enak.

from ***Pak Andi***

*Nadya, kamu sakit? Nggak biasanya kamu jam segini belum dateng. Cepet sembuh ya🥰*

Itulah pesan dari Andi yang tidak sengaja terbaca oleh Fathur saat dia mau mengirimkan pesan kepada Septi menggunakan ponsel milik Nadya.

Terpopuler

Comments

мєσωzα

мєσωzα

ayo pak andi, ku dukung kamu untuk komporin mas fathur supaya cemburu 😂

2023-03-04

1

aniya_kim

aniya_kim

aaaaaaaa manisnyaaa Pak Andi

2022-10-22

1

Kenzi Kenzi

Kenzi Kenzi

perhstian kecil.mampu membuat babang ser ser an

2022-09-23

1

lihat semua
Episodes
1 Sah & Luka
2 Pengabaian Fathur
3 Gue suka istri lo!
4 Pernyataan laki-laki lain
5 Salah paham
6 Tidak ingin melepas
7 Nadya sakit
8 Mengurus Nadya
9 Mengurus Nadya (2)
10 Nadya juga ingin!
11 Mau aku masakin Mas?
12 Fathur Kepo
13 Bertatap
14 Sebuah kemajuan?
15 Menghawatirkan Nadya
16 Makan malam berdua
17 Kapan ceraikan Nadya?
18 Fakta baru!
19 Rencana ke panti
20 Akhirnya datang
21 Interaksi dengan anak-anak
22 Sepeda motor vs Mobil
23 Menurunkan gengsi
24 Cemburu?
25 Modus?
26 Fathur Kepo!
27 Kalian tim mana?
28 Fathur membuat kehebohan
29 Berbangga diri
30 Tidak sama
31 Menjemput Nadya
32 Mulai posesif
33 Ada apa?
34 Nadya menyerah!
35 Pernyataan cinta!
36 Tidak ingin jauh
37 Kanebo meresahkan
38 Fathur si kanebo licik
39 Membawa Nadya ke kantor
40 Merasa tidak pantas
41 Aku memang cemburu!
42 Belanja bersama
43 Otak kotor
44 Fathur bertanya
45 Fathur si manja
46 Berebut Nadya
47 Mau anak!
48 Pagi yang indah
49 Akal bulus Fathur
50 Penyesalan mantan
51 Surprise untuk Nadya
52 Sambel terasi
53 Daun kemangi
54 Bertemu Elisa lagi
55 Nadya menghilang
56 Menenangkan diri
57 Menyusul Nadya
58 Sensitif
59 Fathur bau
60 Benarkah hamil?
61 Minyak telon
62 Misi membeli testpack
63 Fiks, Hamil
64 Surprise yang gagal
65 Daddy dan Mama
66 Masih belum menyerah?
67 Memeriksakan kandungan
68 Memberitahu Mama Resti & Nabila
69 Si mesum Fathur
70 Ketiduran
71 Ikut ke kantor
72 Ngidam es krim
73 Ganteng siapa?
74 Kebersamaan
75 Bumil mood swing
76 Restoran Padang
77 Nasi Padang belum selesai
78 Telur setengah mateng
79 Tips Kontraksi
80 It's a boy
81 Baby Abi (End)
82 Karya baru...
83 Extra part 1
84 Extra Part 2
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Sah & Luka
2
Pengabaian Fathur
3
Gue suka istri lo!
4
Pernyataan laki-laki lain
5
Salah paham
6
Tidak ingin melepas
7
Nadya sakit
8
Mengurus Nadya
9
Mengurus Nadya (2)
10
Nadya juga ingin!
11
Mau aku masakin Mas?
12
Fathur Kepo
13
Bertatap
14
Sebuah kemajuan?
15
Menghawatirkan Nadya
16
Makan malam berdua
17
Kapan ceraikan Nadya?
18
Fakta baru!
19
Rencana ke panti
20
Akhirnya datang
21
Interaksi dengan anak-anak
22
Sepeda motor vs Mobil
23
Menurunkan gengsi
24
Cemburu?
25
Modus?
26
Fathur Kepo!
27
Kalian tim mana?
28
Fathur membuat kehebohan
29
Berbangga diri
30
Tidak sama
31
Menjemput Nadya
32
Mulai posesif
33
Ada apa?
34
Nadya menyerah!
35
Pernyataan cinta!
36
Tidak ingin jauh
37
Kanebo meresahkan
38
Fathur si kanebo licik
39
Membawa Nadya ke kantor
40
Merasa tidak pantas
41
Aku memang cemburu!
42
Belanja bersama
43
Otak kotor
44
Fathur bertanya
45
Fathur si manja
46
Berebut Nadya
47
Mau anak!
48
Pagi yang indah
49
Akal bulus Fathur
50
Penyesalan mantan
51
Surprise untuk Nadya
52
Sambel terasi
53
Daun kemangi
54
Bertemu Elisa lagi
55
Nadya menghilang
56
Menenangkan diri
57
Menyusul Nadya
58
Sensitif
59
Fathur bau
60
Benarkah hamil?
61
Minyak telon
62
Misi membeli testpack
63
Fiks, Hamil
64
Surprise yang gagal
65
Daddy dan Mama
66
Masih belum menyerah?
67
Memeriksakan kandungan
68
Memberitahu Mama Resti & Nabila
69
Si mesum Fathur
70
Ketiduran
71
Ikut ke kantor
72
Ngidam es krim
73
Ganteng siapa?
74
Kebersamaan
75
Bumil mood swing
76
Restoran Padang
77
Nasi Padang belum selesai
78
Telur setengah mateng
79
Tips Kontraksi
80
It's a boy
81
Baby Abi (End)
82
Karya baru...
83
Extra part 1
84
Extra Part 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!